Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Salut


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Grabielle merasakan tenggorokan nya kering. Pria itu lupa menyuruh Kenino untuk menyiapkan air didalam kamarnya.


Grabielle keluar dengan umpatan kasar dari mulutnya. Pria itu kebawah menuju dapur. Langkahnya terhenti ketika melihat Graziella sedang mengepel lantai.


"Apa yang kau lakukan?". Tanya Grabielle heran


"Saya sedang olahraga Tuan". Sahut Graziella kesal sudah tahu sedang mengepel masih saja bertanya.


"Kenapa kau kerjakan malam-malam, besok kan bisa?". Grabielle geleng-geleng kepala tidak habis pikir


"Besok tidak sempat Tuan. Pagi-pagi aku harus bangun masak dan bersiap ke kampus. Jika tidak aku kerjakan malam ini, aku bisa ketinggalan besok". Jelas Graziella.


Grabielle melirik lengan Graziella yang sudah dibalut perban. Sudut bibir pria itu tertarik. Entah kenapa dia senang melihat tangan Graziella sudah baik-baik saja.


"Apa ada yang kau inginkan Tuan. Biar saya siapkan?". Graziella memasang wajah semanis mungkin. Padahal dia sudah kelelahan menggepel Apartemen sebesar itu benar-benar menguras tenaga.


"Tidak. Aku hanya ingin minum air. Ambilkan". Tintahnya


"Baik Tuan".


Grabielle duduk dimeja makan. Dia menatap semua pekerjaan Graziella. Dia pikir gadis itu manja dan tidak bisa apa-apa. Tapi nyatanya Graziella bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah. Grabielle lupa siapa Graziella padahal dia sudah membaca semua informasi yang dikirim Kenino padanya.


"Ini Tuan". Graziella meletakkan gelas itu didepan Grabielle.


Grabielle mengambilnya lalu meminum isinya.


"Istirahat lah. Lanjutkan besok". Ucapnya meletakkan gelas itu kembali.


"Cieee yang perhatian". Ledek Graziella.


"Kau_". Tangan Grabielle terkepal. Malam-malam begini saja gadis ini masih berusaha meledeknya.


"Jangan marah Tuan. Marah itu dosa lho". Graziella menarik turunkan alisnya menggoda pria itu.


Grabielle berdiri dan melangkah meninggalkan gadis stress itu. Jam menunjukkan pukul dua belas malam


"Tuan".


Grabielle berbalik menatap gadis itu "Apa lagi?". Tatapnya tajam


"Ehem, perusahaan mu bergerak dibidang apa?".


Kening Grabielle berkerut "Kenapa? Kau ingin melamar?". Tatap Grabielle pada gadis itu.


"Tuan saya itu butuh jawaban bukan pertanyaan". Ucap Graziella sabar.


Grabielle menghela nafas pelan "Furniture". Jawab nya singkat padat dan jelas

__ADS_1


"Wahhh kebetulan. Apa nama perusahaan nya Tuan? Bagaimana jika aku merekomendasikan perusahaan mu sebagai tempat ku magang dan aku tidak perlu jauh-jauh". Seru gadis itu semangat. Padahal supaya dia bisa naik mobil gratis tiap hari tanpa membayar ongkos.


"Tidak". Tolak Grabielle. Bisa-bisa stress dia jika selalu bersama Graziella dikantor juga


"Ayolah Tuan. hikss. Tolong aku yaaa. Kau kan tampan". Bujuk Graziella tak lupa bibirnya mengerucut sambil menarik-narik baju Grabielle.


"Jangan sentuh-sentuh". Ketus nya menepis tangan gadis itu.


"Pelit". Cibir Graziella.


Grabielle tak menanggapi dia malah kembali melanjutkan langkah kakinya. Dan Graziella mengekor pria itu dari belakang.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mengikuti ku?". Grabielle berbalik hingga gadis yang tengah berjalan dibelakang nya sontak menabrak dadanya


"Ampun dehhh Tuan. Kalau mau berhenti itu bilang dulu, itu dada apa batu sihh. Kenapa keras sekali?". Gerutu Graziella mengusap keningnya.


"Kenapa kau mengikuti ku?". Tatap Grabielle setengah menunduk. Sebab gadis ini sangat pendek. Padahal dia lah yang ketinggian.


"Sebelum Tuan menerima saya magang di perusahaan Tuan. Saya akan tetap mengikuti Tuan". Ucap Graziella santai sambil tersenyum jahil.


Grabielle mengusap wajahnya kasar. Gadis ini benar-benar mirip sepupu mengenalkannya, Zevanya. Sebelum mendapat apa yang dia inginkan dia takkan akan berhenti mengejarnya sampai dapat.


"Baiklah. Baiklah". Sahut Grabielle mengalah. Matanya sudah mengantuk dan dia tidak memiliki waktu untuk mengurus gadis aneh itu.


"Yess terima kasih Tuan". Refleks Graziella memeluk Grabielle saking senangnya. Dia sudah mewanti-wanti biaya pengeluarannya.


Sejenak Grabielle membeku ditempatnya. Kenapa pelukkan ini sangat hangat? Hatinya terasa nyaman. Namun secepatnya pria itu menepis perasaanya.


"Hehe maaf Tuan. Refleks". Graziella cenggesan sambil menggaruk tengkuknya "Selamat istirahat Tuan. Sampai ketemu besok". Graziella melambaikan tangannya dan berlalu pergi dari hadapan Grabielle.


Grabielle menggeleng salut pada gadis itu. Jam dua belas malam malah masih sibuk bekerja. Kapan dia istirahat?


Grabielle masuk kedalam kamarnya. Cukup lelah dan hari ini dia belum melakukan pelepasan hasrat nya. Dia sudah meminta Kenino agar membawa wanita-wanita sewaannya dari Amerika. Mungkin besok sudah sampai Indonesia dan pria tampak tak sabar.


.


.


.


.


Dengan wajah riang gembira. Graziella keluar dari kamarnya. Pakaiannya sudah lengkap dan dia sudah cantik. Kenino memang menyiapkan semua keperluan nya dengan detail. Perlengkapan kuliahnya juga lengkap.


"Selamat pagi Kak Nino". Sapanya ketika berpapasan dengan Kenino. Apartement sebesar itu hanya dihuni oleh tiga orang saja.


"Pagi Nona". Balas Kenino membungkuk hormat sambil tersenyum hangat "Tampak nya anda bahagia Nona?". Seru Kenino sambil berjalan beriringan dengan Graziella.


"Tentu saja. Aku diterima magang ditempat Tuan Bule itu Kak". Sahut Graziella dengan senyuman sumringah.

__ADS_1


Kenino sedikit hingga namun dia mengiyakan saja.


Mereka berdua menuju meja makan. Graziella bangun pagi-pagi seperti biasa dia akan menyiapkan sarapan.


"Kapan anda memasaknya Nona?". Kenino sedikit heran, dia baru melihat Graziella keluar dari kamar tapi dimeja makan. Makanan sudah tertata rapih


"Aku bangun jam empat Kak. Setelah masak aku mandi dan beres-beres". Ucapnya sambil mengolesi roti itu dengan selai


"Dimakan Kak". Graziella meletakkan roti itu ke piring Kenino


"Terima kasih Nona".


"Sama-sama Kak".


Grabielle berjalan menuju meja makan. Wajahnya datar dan juga dingin. Akibat pelukkan Graziella tadi malam membuat matanya tidak bisa tidur.


"Selamat pagi Tuan". Sapa Kenino dan Graziella bersamaan.


Kenino menarik kursi agar Grabielle duduk. Pria itu sama sekali tak merespon wajahnya datar tanpa ekspresi.


"Selamat pagi Tuan". Sapa Graziella sekali lagi.


Namun tetap saja Grabielle tak merespon. Dia seperti patung hidup.


"Selamat pagi Tuan Tampan"


Grabielle menatap Graziella tajam. Gadis ini benar-benar tidak bisa membaca mood orang.


"Bisakah kau tidak membuatku kesal?". Tatap Grabielle pada gadis itu.


Graziella malah santai-santai sambil mengoles roti itu. Lalu meletakkan nya dipiring Grabielle.


"Sarapan dulu Tuan. Jangan mengomel pagi-pagi, nanti kau bisa sawan". Ucap gadis itu santai.


Pagi-pagi rasanya emosi Grabielle sudah diuji. Namun dia tidak mau mengomel. Dia akan siapkan energinya untuk meninjau perusahaan nya hari ini.


"Tuan. Kak Nino. Aku berangkat duluan". Graziella menyambar tas nya


"Anda berangkat dengan siapa Nona?". Kenino ikut berdiri


"Naik ojek Kak". Sahut Graziella "Tuan saya berangkat yaaa?". Graziella mengulurkan tangannya meminta tangan Grabielle.


"Apa yang kau lakukan?".


"Alah, kelamaan". Gadis itu menarik tangan Grabielle lalu mengecup punggung tangan pria itu. Tahukah Graziella akibat ulah nya tubuh Grabielle menegang


"Kak aku berangkat". Graziella juga menyalimi Kenino.


"Iya Nona hati-hati". Senyum Kenino.

__ADS_1


Grabielle masih mematung ditempatnya. Selama dia hidup baru kali ini ada orang yang mencium punggung tangan nya.


Bersambung...


__ADS_2