Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Malam pertama yang tertunda.


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Sayang".


"Iya Kak?". Zie menatap suaminya. Aneh kenapa Grabielle berkeringat "Kau seperti sedang berolahraga Kak?". Dengan polosnya gadis itu menyeka keringat didahi suaminya.


"Sayang boleh kah?". Tatap Grabielle penuh harap. Sumpah demi apapun dia tidak mampu menahan hasratnya. Apalagi dia sedang memeluk istri kecil nya.


"Boleh apa Kak?". Kening Zie berkerut heran "Boleh makan?". Tanyanya


"Bukan". Grabielle menggeleng "Kita sudah lama menikah, tapi belum pernah malam pertama". Jawab Grabielle sendu.


"Ohhhhhh". Zie cekikian menahan tawa "Kak anu Kakak kok keras. Dia berdiri ya Kak?". Sambil melirik celana suaminya.


"Sayang please jangan menggodaku atau kau akan bertanggungjawab kalau dia mengamuk". Ujar Grabielle tubuhnya panas dingin apalagi nafas Zie tepat berada didada bidangnya.


Zie semakin tertawa "Pasti ingin malam pertama ya Kak? Kasihan adik Kakak sudah lama berpuasa". Lagi-lagi wanita itu menertawakan suaminya.


Grabielle gemes sendiri dia langsung menindih tubuh gadis kecil itu.


Mata Zie membulat sempurna. Apalagi tatapan damba suaminya penuh harap.


"Kak". Zie menutup mulutnya saat pria itu ingin mencium bibirnya.


"Kenapa?". Wajah Grabielle tampak kecewa.


"Sebelum kita menganu-anu. Bagaimana kalau kita main teka teki dulu?". Ucap Zie.


"Teka teki apa?". Grabielle masih berada diatas istrinya.


"Teka-teki tebak-tebakan". Jawab Zie "Tapi Kakak turun dulu. Tubuh Kakak berat". Ujar Zie. Grabielle yang tinggi dan besar itu tentu saja tubuhnya sangat berat.


Grabielle menurut saja. Dia selalu tidak bisa menolak permintaan Zie. Padahal hasrat nya sudah menggebu-gebu.


Zie duduk dan diikuti oleh Grabielle.


"Kak sebelum kita bertempur nanti, kita pemanasan dulu yaa?". Senyum Zie.


"Boleh". Grabielle tersenyum sumringah, apalagi pemanasan uhh dia hobby sekali.


"Kakak mau apa?". Zie menahan tubuh suaminya.


"Katanya mau pemanasan?". Ucap Grabielle menelan salivanya saat bibir merah muda itu terus berceloteh.

__ADS_1


"Ck, bukan pemanasan itu Kak". Ketus Zie "Kita push up dulu seratus kali, terus lanjut teka-teki. Terus terus terus baru menganu-anu". Seru Zie.


Grabielle mendengus kesal. Namun pria itu tetap saja menurut ucapan istrinya.


Zie turun dari ranjang. Sambil langsung tengkurap di lantai.


Grabielle mengikuti apa yang istrinya lakukan. Mereka berdua push up sebelum pemanasan.


"Kak kira-kira kau ingin berapa ronde?". Zie memincingkan matanya jahil menggoda suaminya.


"Sepuluh ronde". Grabielle semangat empat lima bahkan dia semakin lancar push up untuk menyiapkan energinya.


"Yakin mampu Kak?". Zie sedikit ragu "Kakak sudah tua lho". Ujar gadis itu.


"Kau meremehkan kemampuan suamimu diatas ranjang?". Grabielle mendelikkan matanya.


"Aku tidak bicara begitu Kak". Sahut Zie santai.


"Bersiaplah, aku akan membuatmu mendesah malam ini". Bisik Grabielle mendekati istrinya lalu mengecup pipi gadis itu dengan singkat.


Zie menelan salivanya. Sejujurnya dia belum siap. Dia takut. Ahh dia belum pernah. Bagaimana bisa malam pertama.


"Sudahkan push up nya?". Grabielle duduk dan bersandar dikasur.


Zie ikutan bersandar juga. Dia menatap suaminya.


Grabielle menelan salivanya. Kenapa Zie bisa tahu kalau dia sekarang gugup? Grabielle juga heran kenapa dia bisa gugup, padahal dia sudah biasa melakukan hubungan intim tapi kenapa kali ini jantung nya seolah ingin berpindah tempat.


"Sudahkah. Ayo". Grabielle berdiri dengan cepat.


"Belum teka-teki nya". Sahut Zie ikut berdiri dan menyambut tangan suaminya.


"Kenapa harus main teka-teki segala?". Renggek Grabielle "Sayang aku sudah tidak tahan. Ayolah". Grabielle meletakkan dagu nya di bahu Zie "Apa kau tidak kasihan pada suami tampan mu ini?". Ujarnya lagi setengah kesal.


Zie tertawa lebar. Sebenarnya dia yang paling gugup dia sedang menormalkan detak jantungnya.


"Kak, katanya malam pertama itu sakit yaaa?". Tanya Zie polos.


"Pertam memang sakit sayang. Tapi kalau sudah biasa dan sering bukan sakit lagi yang ada nikmat. Aku akan membuatmu terbang melayang". Bisik Grabielle dia melingkarkan tangannya diperut Zie.


Lagi-lagi Zie mendelik. Rasanya dia ingin kabur karena takut. Tapi bagaimana pun dia harus memberikan hak suaminya tidak boleh menolak.


"Kak, aku takut hamil". Ucapnya polos.

__ADS_1


"Kenapa takut hamil? Kan kau punya suami". Grabielle geleng-geleng kepala sambil menyesap wangi tubuh Zie


"Aku masih muda Kak. Masa masih kecil sudah punya anak kecil. Lagian teman sekampus tidak tahu kalau aku sudah menikah". Sahut Zie.


"Biarkan saja apa kata orang". Sahut Grabielle suara nya mulai serak "Sayang, aku benar-benar sudah tidak tahan". Grabielle membalikkan tubuh istrinya "Jangan main teka-teki yaaa, aku bisa mati penasaran nanti". Ujar Grabielle memasang wajah memelasnya.


"Kak aku_".


"Kenapa belum siap?". Tanya Grabielle


Zie mengangguk. Sontak pria itu melepaskan pelukannya. Dia langsung kembali berbaring dan memunggungi istrinya. Ada kecewa diwajah pria itu.


"Kak apa kau marah?". Zie mencolek lengan suaminya "Kak jangan marah, aku belum siap karena belum pernah aku takut sakit Kak".


Namun pria tak bergeming dia membungkus tubuh nya dengan selimut. Sudah mengikuti perintah Zie untuk berolah raga, ehh malah dia harus dikecewakan dengan penolakkan istrinya bagaimana tak kecewa.


Zie mengigit bibir bawahnya. Dia takut melihat si anu suaminya. Pasti besar dan panjang. Ahhh gadis itu rasanya ingin kabur.


"Kakak jangan marah-marah nanti cepat tua lho". Goda Zie. Namun Grabielle masih terpengaruh dia malah memejamkan matanya.


Zie merasa bersalah. Memang harusnya dia memberikan hak itu pada suaminya. Hanya saja dia takut, apalagi kata Ester malam pertama itu sakit. Entah dari mana Ester tahu padahal dia belum juga menikah.


"Kak". Zie memeluk Grabielle dari belakang "Aku tidak bermaksud menolakmu. Tapi aku belum siap aku takut Kak, takut berdarah. Apa ada cara supaya tidak sakit dan berdarah Kak?". Ucap Zie.


Namun Grabielle malah bergeser. Mungkin karena dia belum pernah ditolak oleh wanita dalam hal ranjang tapi ketika ditolak oleh Zie hatinya begitu sakit dan juga kecewa.


Dia tidak marah hanya saja Grabielle kecewa. Seolah dia pria yang tidak pantas meniduri istrinya sendiri. Padahal mereka menikah sudah hampir tiga bulan dan mereka sudah memutuskan untuk memulai kehidupan rumah tangga yang harmonis. Tapi kenapa Zie masih menolaknya? Apa istrinya itu masih ragu pada cinta dan perasaan nya?


"Kak". Zie semakin erat memeluk suaminya "Hiks jangan marah Kak, aku takut. Hiks hiks hiks hiks". Zie membenamkan wajahnya dipunggung Grabielle sambil menangis.


Sontak Grabielle berbalik "Sayang maafkan aku". Pria itu langsung memeluk istrinya.


Zie mengangkat kepalanya dan menatap Grabielle.


"Sayang kau_".


"Hehhe sebenarnya aku memang menangis Kak, tapi air mataku tidak mau keluar ya sudah aku pura-pura menangis saja". Celetuknya santai.


"Kau benar-benar yaaaaaa". Grabielle dengan gemes nya menciumi wajah Zie.


Bersambung....


Mon maaf guys akhir2 ini update 1 bab. sibuk persiapan acara natalan...

__ADS_1


Makasih buat kalian semua...


Jika ada kritik dan saran boleh coret2 dibawah yaaa....


__ADS_2