Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Tak menyangka


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Marissa menutup mulut tak percaya saat melihat permandangan didepannya. Air mata luruh dipipi nya.


"John. Shiena". Teriaknya.


Sontak kedua orang yang tengah asyik mendesah itu melihat kearah Marissa. Keduanya membulatkan matanya sempurna.


John langsung bangun diatas tubuh Shiena. Mereka belum mencapai puncak kenikmatan.


Dengan tak tahu malunya John mencabut adiknya yang masih tertanam di goa milik Shiena.


"Apa yang kalian lakukan?". Nafas Marissa terasa memburu. Ada emosi yang tidak bisa dia tahan seolah ingin pecah saat itu juga.


"Sayang dengarkan aku dulu. Aku bisa jelaskan". Ucap John.


Shiena memungut pakaiannya sambil menutup tubuh polosnya yang tanpa sehelai benang pun. Rasanya ingin marah karena dia belum mencapai puncak nya tapi harus terhenti gara-gara Ibu nya yang datang tiba-tiba.


Plakkkkkkkkkkkk


Plakkkkkkkkkkkk


Marissa menampar John dan Shiena secara bergantian.


"Kalian brengsek".


"Stoppp Marissa". John mencengkram tangan wanita itu saat Marissa ingin menamparnya lagi.


Shiena dengan santai mengusap pipinya yang memerah akibat tamparan Marissa. Dia menatap Ibu nya dengan jenggah.


"Ayah sakit". Renggeknya


"Sini sayang biar Ayah elus". John beralih ada Shiena dan mengusap pipi wanita itu dengan lembut.


Hati Marissa bagai tertusuk ribuan pisau. Apa dia sedang bermimpi? Putri dan suaminya tega-teganya bermesraan didepannya seolah tak memiliki rasa malu sedikit pun.


"John". Teriak Marissa "Kau jahat John. Kau jahat". Pekik Marissa dengan penuh amarah.


John dan Shiena malah terlihat santai-santai saja. Ditutupi pun hubungan mereka sudah terlanjur ketahuan jadi apalagi yang perlu disembunyikan.


"Kau tidak sadar Bu. Kau lah yang jahat". Shiena tersenyum sinis dan mengejek.


"Shiena apa yang kau lakukan? Mengapa kau tega berselingkuh dengan Ayah mu sendiri?". Marissa geleng-geleng kepala tak percaya.


"Ayah?". Shiena tersenyum santai "Dia hanya Ayah tiriku, bukan Ayah kandung ku. Jadi ya sesukaku lah mau berselingkuh dengan siapapun". Jawab Shiena santai.


Plakkkkkkkkkkkk


Satu tamparan mendarat dipipi Shiena Hingg sudut bibir wanita itu mengeluarkan darah segar.


"Ibu akan laporkan pada Kakakmu". Ucapnya menunjuk wajah Shiena.

__ADS_1


Shiena langsung mencengkram tangan Marissa dengan kasar. Takkan dia biarkan Marissa mengadukan semuanya pada Garra. Shiena sangat takut pada Garra. Sebab Kakak nya itu kalau sudah marah semua bisa dia keluarkan, bahkan isi-isi perutnya saja bisa jadi santapan.


"Lepaskan Shiena". Sentak Marissa.


John ikut mencengkram tangan Marissa. Dia menatap istrinya dengan senyuman smirk.


"Mau kita apakan dia sayang?". John tersenyum licik sambil membalikkan tangan Marissa di belakang.


"Kita ikat saja dia disini Ayah. Biarkan dia menonton adengan panas kita secara langsung". Ucap Shiena.


"Ide bagus". Ucap John menyetujui.


John mengikat tangan dan kaki istrinya. Lalu menutup mulut wanita itu dengan lakban sehingga Marissa tidak bisa berteriak.


John mendudukan tubuh Marissa disoffa. Wanita itu berusaha memberontak. Namun dia tetap tak bisa melepaskan ikatan ditangan dan kakinya. John mengikatnya sangat kuat.


Marissa hanya bisa menangis menahan rasa sesak didadanya. Dia masih belum percaya jika suami dan putrinya tega menghianati nya. Orang-orang yang selama ini begitu dia sayang. Orang-orang yang dia anggap adalah orang yang bisa menjadi pendukung dalam hidupnya.


"Bu kau bisa lihat sendiri bagaimana aku memuaskan suamimu". Shiena membuka pakaian nya.


Mereka berdua melakukan adengan panas didepan Marissa. Tanpa ada rasa malu. Bahkan beberapa kali John menghujami tubuh Shiena didepan Marissa. Seolah menantang istrinya untuk melihat kebejatannya.


Marissa meronggong sambil memberontak namun sia-sia ikatan tali yang dipasang John benar-benar kuat, dia sampai tak bisa melawan dan melepaskan diri.


.


.


.


.


"Bagaimana dengan Gama?". Tanyanya.


"Tuan Gama meniduri seorang gadis Tuan, yang tidak lain adalah sahabat Nona". Sahut Panus.


"Bagus. Jika gadis itu hamil maka Gama akan terikat dia tidak akan mengincar adiknya lagi". Ucapnya.


"Iya Tuan". Sahut Panus menimpali.


"Apa Gama tahu siapa gadis yang ditiduri nya?".


"Tuan Gama tidak tahu Tuan. Tapi menurut dugaan saya Tuan Gama tidak akan bertanggung jawab jika gadis itu sampai hamil karena dia tidak mencintai gadis itu". Jelas Panus.


"Aku sudah tahu itu. Lindungi gadis itu. Pastikan dia baik-baik saja". Tintah Mendes.


"Baik Tuan. Tapi gadis itu bersengkokol dengan Tuan Garra untuk menjebak Nona". Imbuhnya lagi.


"Dia menghianati putriku?". Mendes menatap sang asisten.


"Iya Tuan".

__ADS_1


Arthur terdiam lagi. Kasihan sekali hidup putrinya itu. Kenapa begitu banyak orang yang ingin melukai dan menjebaknya?


"Lalu?".


"Karena mereka diancam". Sahut Panus menyambung.


Arthur terdiam sejenak. Dia tak lagi merespon ucapan asistennya itu. Terlalu banyak drama yang dia dengar tentang kehidupan putri nya. Kasihan. Seandainya dia menemukan Zie saat bayi dia pasti akan sangat bahagia bisa merawat putrinya itu. Namun sayang dia malah terlambat karena terlalu larut dalam kepergian Allena.


.


.


.


.


Gama terduduk lemas diranjangnya. Pria itu menyenderkan tubuhnya. Beberapa hari terakhir ini dia merasakan ada yang aneh ditubuhnya.


"Mark".


"Iya Tuan?". Mark mendekat


"Tolong buatkan weddang jahe untuk ku". Pintanya melemas.


"Iya Tuan".


Mark bertanya-tanya ada apa dengan Gama. Beberapa hari ini Gama selalu bersikap aneh dan tidak seperti biasanya.


"Kepalaku pusing sekali". Keluhnya.


"Huweekkk".


Pria itu berlari kearah kamar mandi. Memuntahkan seluruh isi perut nya.


Bersambung.....


Hai guys.... Apa kabar hari ini?? Selamat natal semua, selamat natal bagi yang merayakan. Dan selamat natal untuk semua umat Kristiani diseluruh dunia.


Makasih buat kalian yang udah mau nungguin author update tiap hari. Sekali lagi author mohon maaf karena gak bisa update dalam jumlah banyak. Dikarenakan banyak tamu yang datang dirumah buat natalan hshhe jadi gak sempat pegang hp. Karena kalau mau nulis butuh waktu tenang dan konsentrasi yang tinggi...


Makasih juga buat dukungan nya selalu. Mohon maaf jika author belum bisa menyajikan cerita yang bikin greget, karena author masih penulis pemula dan juga penulis dari kampung hehehe.


Kendala sinyal seolah menjadi penghalang buat author gak bisa update banyak. Tapi puji Tuhan nanti kalau ada rejeki lebih author beli penangkap sinyal aja biar bisa buka novel dan update setiap hari buat kalian..... Wkwkwkw.


Yuk mampir kekarya baru Author.


Cinta Manis Sang Presdir. No pelakor. No pembinor. Cinta manis banget semanis Malika yang dirawat dengan sepenuh hati. Hehhhe.....


Jika ada saran dan masukkan kalian boleh coret-coret dibawah yaaa.......


Yang mau kenal author lebih dekat. Kalian boleh follow akun medsos author.

__ADS_1


IG: fitrianiyuri_


FB : Fitriani Yuri


__ADS_2