Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Menyerah


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Garra memasukkan barang-barang nya kedalam koper miliknya. Beberapa kali pria itu menghela nafas panjang. Pergi adalah jalan terbaik. Cinta tak lagi bisa diperjuangkan. Zie selalu menganggapnya Kakak. Menilai semua yang Garra lakukan hanya kasih seorang Kakak pada adiknya.


Garra menatap foto masa kecil mereka. Pria itu mengusap wajah Zie yang terdapat dalam foto itu.


"Maafkan Kakak Zie. Kakak menyerah, bukan karena kau tidak layak untuk diperjuangkan. Kakak sadar bahwa hatimu tidak akan ada untuk Kakak. Semoga kau bahagia dan tunggu Kakak kembali. Saat waktunya tiba, kau akan tahu siapa sebenarnya Kakak?". Dia memeluk foto itu sekilas, lalu memasukkan nya kedalam koper miliknya.


"Selamat siang Tuan Muda. Saya sudah menyiapkan keberangkatan anda". Ucap seorang pria tampan dengan memakai jas lengkap membungkuk hormat pada Garra.


Garra mengangguk paham. Dia menutup kopernya


"Biar saya bawa Tuan". Sang asisten beralih mengambil koper itu.


"Tunggu aku di mobil".


"Baik Tuan".


Garra menatap Apartement nya. Tempat ini pernah menjadi saksi air mata Zie. Saat kedua nya ditindas oleh John. Garra akan membawa Zie kesini untuk menenangkan hati gadis itu.


Garra menutup Apartment nya. Tempat ini akan menjadi kenangan nantinya. Dia akan pergi, semoga dia bisa kembali. Setidaknya memastikan bahwa Zie selalu baik-baik saja.


Garra masuk kedalam mobil mewah. Disana sudah ada dua pria yang menunggunya.


"Apa kalian sudah menyelidiki siapa Tuan Grabielle?". Tanyanya. Kaki nya saling menyilang. Tangannya dia masukkan kedalam kedua saku celananya


"Sudah Tuan". Sahut salah satunya


"Katakan". Tintahnya semakin dingin


"Tuan Grabielle adalah penerus Wilmar Group_".


"Wilmar Group?". Potong Garra


"Iya Tuan. Dia juga merupakan cucu dari Samuel Ranlet Flint, pemilik perusahaan IT terbesar didunia. Selain itu dia mantan anggota Mafia Black Glorified, Tuan". Jelas sang asisten.


Garra menyenderkan punggungnya. Pria itu beberapa kali mengusap wajahnya dengan kasar.


"Kirim pengawal bayangan sebanyak-banyaknya untuk melindungi Zie. Pastikan dia baik-baik saja". Tintah Garra.


"Baik Tuan".


Rahang Garra mengeras sangat kuat. Tangannya terkepal. Seandainya dia tahu dari awal siapa Grabielle. Maka dia tidak akan membiarkan Zie bersama pria itu.

__ADS_1


Garra tidak bisa putar arah. Rencananya takkan berhasil jika dia kembali. Tidak apa-apa meninggalkan Zie dalam beberapa waktu. Nanti dia akan merebut kembali wanita itu.


"Tenanglah Zie ku sayang. Kakak akan menjemputmu nanti. Kakak akan singkirkan pria bule itu dari hidupmu. Kau hanya milik Kakak. Hanya Kakak yang boleh memiliki mu. Pria itu orang baru yang tidak memiliki hak apapun padamu". Batinnya tersenyum licik


Sampai di Bandara. Dia disambut oleh beberapa pria berbaju hitam.


Garra turun dari mobil mengenakan kacamata hitam. Tatapan nya tajam seperti elang. Kaos mahal itu melekat ditubuh kekarnya. Menampilkan otot-otot perutnya. Hingga membuat pria itu tampak seksi bagi kaum hawa.


"Selamat datang Tuan Muda". Sapa mereka.


Garra membuka kacamatanya. Dia menatap jet pribadi yang sudah lama tidak dia taiki.


"Pastikan tidak ada wanita didalamnya". Tintah pria itu.


"Baik Tuan".


Dia masuk kedalam pesawat. Duduk dengan tenang. Seperti orang sedang meditasi. Diam tanpa bicara dan tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan pria itu selain dirinya sendiri.


Dia melipat kedua tangannya didada. Senyum nya licik. Entah apa rencana nya. Yang pasti dia pergi karena sebuah tujuan. Tujuan untuk merebut kembali gak nya.


.


.


.


.


"Nona".


Kenino datang dengan membawa dua cangkir teh manis.


"Kak".


Zie bergeser memberi ruang kepada Kenino untuk duduk di sampingnya.


"Minum Nona". Kenino meletakkan satu cangkir teh disamping gadis itu.


"Terima kasih Kakak tampan". Godanya


Kenino terkekeh geli. Dia melihat murung sejak pertemuan nya dengan Garra tadi siang. Kenino berinisiatif menghibur gadis cantik itu.


"Anda memikirkan sesuatu?". Kenino melirik gadis itu.

__ADS_1


Zie menatap cangkirnya. Dia memutar-mutar cangkir itu. Sejenak berusaha menahan sesak didadanya.


"Aku rindu Kak Garra Kak". Lirih gadis itu mengigit bibir bawahnya "He is my best brother". Imbuhnya lagi.


Kenino meletakkan cangkir nya. Dia menatap Zie yang tampak berkaca-kaca.


"Ceritakanlah Nona. Saya siap mendengarkan cerita anda". Ucap pria itu mengusap bahu Zie.


"Kak Garra satu-satunya orang yang peduli padaku Kak. Saat aku dibully. Saat aku dipukul Ayah. Saat aku difitnah Ibu dan Kak Dara. Kak Garra selalu ada untukmu. Membelaku. Mengatakan semua baik-baik saja. Sekarang aku kehilangan dia Kak. Aku menyanyangi Kak Garra seperti Kakak ku sendiri". Zie menatap kedepan sambil mengusap air matanya.


"Kak, apakah menurutmu, anak yang lahir dengan mengorbankan nyawa Ibu nya, tidak berhak bahagia Kak?". Gadis itu menatap Kenino sambil dengan derai air mata.


Kenino melihat kerapuhan di mata Zie. Gadis ceria yang selalu menutupi kesedihannya dengan senyuman.


"Aku tidak tahu kenapa kematian Ibu membuat Ayah begitu membenciku Kak? Aku juga tidak mau dilahirkan jika mengorbankan nyawa orang lain".


"Aku ingin bahagia walau hanya sejenak. Aku ingin tersenyum diujung luka. Aku... aku".


Gadis itu menunduk. Menangis menahan sakit dihatinya. Akhirnya dia mengeluarkan semua perasaan sakitnya pada Kenino. Selama ini dia menanggung rasa sakitnya sendirian. Tak ada tempat untuknya bercerita.


"Nona". Kenino hanya bisa mengusap bahu Zie berusaha menyalurkan kekuatan pada gadis cantik ini.


Kasihan Zie. Tanpa diceritakan juga Kenino sudah tahu kehidupan Zie. Karena dia sudah menyelidiki sedetail mungkin tentang gadis itu.


"Anda sabar Nona. Saya yakin Tuan Grabielle adalah jodoh Anda. Saya juga yakin kalian bahagia nantinya".


Mendengar nama Grabielle, secepatnya Zie mengusap air matanya.


"Ck, Kak. Kakak mau aku mencintai pria yang sudah bekas wanita lain?". Gerutu Zie.


Kenino menggeleng sambil tersenyum hangat "Nona, Tuan Grabielle sebenarnya adalah pria baik. Dia memiliki alasan sendiri kenapa suka meniduri banyak wanita. Tapi saya yakin Nona, jika Tuan Grabielle menemukan wanita yang tepat dia akan berubah nantinya. Dan wanita itu adalah anda". Jelas Kenino.


"Aku Kak?". Zie menunjuk dirinya sendiri "Astaga Kak, kau ini ada-ada saja. Bagaimana bisa aku bersama pria itu. Kau mau membantu ku membayar denda satu triliun?". Ketus gadis itu menyeka air matanya.


Kenino terkekeh pelan "Jika kalian saling jatuh cinta, ya sudah patungan saja bayarnya. Palingan yang kaya saya". Kenino ngakak sendiri membayangkan uang sebanyak satu triliun. Keinginan pertamanya adalah membeli sebuah pulau di Amerika.


Zie memutar bola matanya malas. Memangnya bayar makanan yang bisa patungan.


"Lagian Tuan Grab itu sudah tua Kak. Sangat tua. Mana bisa aku dan dia ahhh....". Zie pusing sendiri.


"Cinta tidak memandang usia Nona. Saya berharap kalian berdua bahagia selamanya". Celetuk Kenino sambil tertawa terpingkal-pingkal membayangkan pernikahan Grabielle dan Zie.


"Kakak".

__ADS_1


Zie menghentak-hentakkan kakinya kesal. Bibir gadis itu mengerucut sehingga membuatnya terlihat sangat menggemaskan.


Bersambung.....


__ADS_2