
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Myron dan Zevanya memarkir mobilnya di basement apartement Grabielle. Mereka tak bisa mengintrogasi Grabielle yang suka kebebasan itu. Sebenarnya Zean tidak mengizinkan putra nya itu tinggal sendirian pasti dia akan berulah lagi.
Tapi ya siapa yang bisa mengalahkan keinginan Grabielle? Dia selalu menemukan ribuan juta cara untuk mengelabui kedua orangtuanya.
"Gebe". Seru Zevanya.
Grabielle yang tengah asyik dengan laptop dipangkuannya mendengus kesal.
"Ada apa?". Ketus pria itu "Silahkan duduk Kak Myron". Ujar Grabielle ramah. Dia sangat menghormati Myron
"Terima kasih Gebe". Seru Zevanya duduk sambil menarik tangan suaminya.
"Ck, aku menyuruh Kak Myron bukan Kakak". Ujar Grabielle memincingkan matanya kesal.
"Jangan lupa Gebe, aku istrinya". Sahut Zevanya
"Namaku Grabielle Kak. Bukan Gebe". Ralat pria itu tak terima. Sekian tahun berlalu Zevanya masih saja memanggilnya dengan nama itu.
"Apa kabarmu Bielle?". Tanya Myron ramah dan tersenyum lembut. Tak disangka Grabielle mau mengikuti nya pindah ke Indonesia
"Sehat Kak". Senyum Grabielle "Ken, suruh gadis aneh itu buat minuman untuk tamu kita".
"Baik Tuan". Sahut Kenino
"Ada apa Kakak datang ke sini?". Tanya Grabielle menatap Myron dan Zevanya bergantian. Biasanya pasti ada sesuatu yang serius.
Myron menghela nafas panjang. Bagaimana pun dia harus menyampaikan pesan Zean.
"Maaf Bielle, bukan Kakak ingin ikut campur atau mendesakmu untuk menikah. Tapi Paman Zean meminta kau agar segera mencari calon istri. Jika tidak dia sendiri yang akan mencarikan istri untukmu". Jelas Myron "Carilah wanita Bielle dan menikah lah. Kau harus hidup baik dan jangan terlelap lagi dalam dunia jahat itu". Ucap Myron.
"Iya Bielle. Jangan suka celap-celup tidak jelas". Ketus Zevanya.
Grabielle menghela nafas panjang. Apakah tidak ada pembahasan lain? Selain desakan menikah ini. Dia bosan mendengar kata menikah itu. Bahagia tidak harus menikah bukan?
"Kak_".
"Permisi Tuan. Nona. Ini minumannya. Silahkan dinikmati, kalau kurang didapur masih ada lagi'. Celetuk Zie meletakkan tiga gelas minuman diatas meja serta sepiring bronies yang dia buat tadi.
Zevanya menatap gadis cantik itu. Sangat cantik.
"Bisakah kau sopan sedikit?". Ketus Grabielle. Bagaimana tidak protes, Zie seperti sengaja membelakangi nya.
"Maaf Tuan saya tidak melihat anda". Zie membungkuk hormat sambil tersenyum tanpa dosa. Padahal dia sengaja.
"Kau pikir aku makhluk kasat mata?". Grabielle menatap Zie dengan tajam
__ADS_1
"Aku tidak mengatakan seperti itu Tuan dan tidak pernah berpikir seperti itu Tuan". Ucap Zie membela diri.
"Sudahlah. Berbicara denganmu membuat kepala ku pusing saja". Grabielle melambaikan tangan nya mengusir gadis itu.
"Tunggu". Cegat Zevanya.
Zie berbalik lagi "Iya Nona ada yang bisa saya bantu?". Tanya gadis itu sopan.
"Sini duduk". Zevanya menepuk soffa kosong disampingnya. Dia benar-benar tertarik dengan gadis ini.
"Kakak".
"Tapi Nona_".
"Ayo cepat".
Zie yang bingung hanya menurut saja pada ucapan Zevanya.
Dengan wajah polos nya gadis itu duduk disamping Zevanya.
"Kak jangan aneh-aneh". Sergah Grabielle "Mau diapakan gadis aneh itu?". Dia mencebik kesal. Zevanya dan Zie sama-sama aneh jangan sampai meminta sesuatu yang paling Grabielle benci.
"Siapa namamu?". Tanya Zevanya lembut tanpa memperdulikan Grabielle yang terus mengerutu.
"Graziella, Nona. Biasa dipanggil Zie atau Lala. Asal jangan panggil sayang, takut Tuan Grab marah".
"Kau_".
"Kau kekasih Gebe?". Tanya Zevanya penasaran dia melirik kearah Grabielle.
"Cih, jangan aneh-aneh Kak. Dia bukan siapa-siapa ku". Ketus Grabielle kesal.
"Diam Gebe. Kakak sedang tidak bertanya padamu". Zevanya mencebik kesal "Kenapa kau tidak jawab pertanyaan ku Lala?". Zevanya tersenyum lembut.
Zie mengangguk "Saya pembantu seumur hidup Tuan Grab, Nona. Jadi saya milik dia, karena seumur hidup sampai mati". Jawab gadis itu santai sambil menampilkan rentetan gigi putih nya.
Myron dan Zevanya langsung menatap kearah Grabielle yang sudah kikuk. Kenino hanya tersenyum saja. Perang dunia ketiga sebentar lagi akan terjadi.
"Benar itu Gebe?". Zevanya menatap Grabielle tajam
"Dia berhutang pada ku Kak. Sangat banyak. Jadi wajar jika dia bekerja denganku seumur hidup". Ucap Grabielle membela diri.
"Ck, kau tidak bisa seperti itu Gebe. Pokoknya kalian harus menikah". Tegas Zevanya.
"Tidak mau". Tolak kedua orang itu serentak
"Cie cie yang kompak. Jangan-jangan jodoh". Kenino menutup mulutnya menahan tawa.
__ADS_1
"Kau mau kujadikan santapan San, Ken??". Tatap Grabielle tajam
"Maaf Tuan". Kenino menunduk.
"Tidak Kak. Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan gadis aneh itu. Jangan salah paham". Tegas Grabielle.
"Iya Nona. Tuan Grab benar. Saya juga tidak mau punya hubungan dengan pria bekas". Sahut Zie santai
"Kau_". Ingin rasanya Grabielle meremes wajah gadis itu.
Zevanya menggeleng. Kedua orang ini memang cocok. Sekarang Zevanya punya teman yang bisa membungkam si Cassanova Grabielle.
"Kalian harus tetap menikah". Tegas Zevanya "Gebe, ini di Indonesia bukan Amerika. Laki-laki dan perempuan tidak boleh satu tempat tinggal jika tidak memiliki hubungan apapun. Lagian kalian cocok kok". Goda Zevanya.
"Aku tidak mau Kak". Renggek Grabielle "Dia masih kecil". Cibir Grabielle melirik Zie.
Zie tidak terima "Kau bilang apa Tuan? Aku masih kecil?". Zie menatap pria itu tajam "Lihat saja nanti, aku bisa mengandung anakmu". Sahutnya santai.
Myron dan Kenino menelan salivanya. Tidak jauh beda, Zie sebelas dua belas dengan Zevanya.
"Jaga bicaramu. Aku juga tidak Sudi kau menggandung anakku". Tatap Grabielle tak mau kalah.
Tiba-tiba suasana semakin mencengkram. Grabielle dan Zie masih terus beradu argumen. Keduanya berdebat masalah kecil dan besar nya.
Zevanya melipat kedua tangannya didada. Menatap kedua orang itu sambil geleng-geleng kepala.
"Sudah berdebat nya?".
Kedua nya langsung bungkam dan perang dingin. Grabielle menyerang dengan tatapan tajam dan Zie menyerang balik dengan tatapan tumpul. Meski tak berucap keduanya masih saling serang saja.
"Gebe, tiga bulan lagi Paman Zean dan Bibi Luna akan datang ke sini. Jadi kalian harus segera menikah dan Kakak tidak mau terus dicecar oleh Ayah mu itu gara-gara kau yang suka celap-celup sembarangan". Celetuk Zevanya
"Sayang jangan bicara terlalu vulgar. Kasihan Zie". Bisik Myron tak enak hati. Istri kalau bicara memang seperti kentut asal keluar saja.
"Biarkan saja Kak. Kan Zia juga sudah besar. Tadi dia bilang sendiri". Sahut Zevanya santai
"Maaf Nona, saya menolak dengan keras pernikahan ini. Oleh sebab karena saya tidak mencintai adik bule anda itu. Saya juga mau menikah dengan laki-laki yang masih tersegel alias buka bungkus Nona". Tak lupa gadis itu membungkuk kan badannya memberi hormat.
"Kau_".
Nafas Grabielle memburu. Dia menatap Zie seolah ingin menelan gadis itu. Sementara yang ditatap santai-santai tanpa dosa.
**Bersambung....
Hai hai hai...
Jangan lupa dukungannya yaaa gusyyyy.
__ADS_1
like, vote dan komennya**.