Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Terbayang


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Silahkan Tuan". Kenino membuka pintu mobil untuk Grabielle


Pria itu masuk tanpa merespon apapun. Dia duduk dengan tenang seperti patung hidup. Grabielle menatap keluar jendela mobil. Bayangan Graziella memeluknya dan mencium tangannya masih terngiang dikepala nya.


"Arghhhhhhhhh. Sial". Umpatnya kasar tanpa sengaja memukul jok mobil.


Kenino yang menyetir terkejut bukan main saat mendengar umpatan pria itu.


"Anda baik-baik saja Tuan?". Kenino melirik Grabielle.


"Ya". Ketusnya "Ken, malam ini siapkan wanita untukku. Jangan tunggu yang dari Amerika itu. Aku butuh energi". Tintahnya


"Baik Tuan". Kenino hanya menurut saja.


Bayangan Graziella masih terus berputar dikepala pria itu. Sial nya, kenapa gadis itu berani sekali memeluknya. Dan ada sesuatu yang sesak dibawah sana saat membayangkan Graziella mendesah dibawahnya.


Sampai digedung pencakar langit. Kenino turun duluan membuka pintu untuk Grabielle.


Semua karyawan sudah berbaris rapih. Setelah sekian puluh tahun berlalu akhirnya ada penerus kerajaan bisnis Wilmar yang menjadi pemimpin perusahaan ini.


Saat Grabielle turun. Para wanita melonggo melihat betapa tampannya pria itu. Bulu-bulu halus yang tumbuh dibagian rahangnya, meninggalkan kesan seksi. Hampir saja para karyawan wanita itu histeris menatap ketampanan Grabielle.


Sementara pria itu berjalan dengan santai. Tangannya dia masukkan kedalam saku celananya. Kenino mengekor dari belakang.


"Selama pagi dan selamat datang Tuan". Sapa para karyawan.


Dia hanya merespon dengan anggukan


"Mari saya antar ke ruangan anda Tuan". Seorang pria paruh baya membungkuk hormat pada Grabielle dan Kenino.


Mereka mengekor pria paruh baya itu. Perusahaan ini berdiri sudah sangat lama. Tiga puluh tahun yang lalu tentunya. Grabielle mendengar banyak kisah yang tinggal disini tentang masa lalu Paman Fillipo nya. Dimana Fillipo menemukan cinta sejatinya disini. Disinilah awal dia mengenal gadis jenius yang mampu mengembalikan data yang dihacker oleh munsuhnya.


Grabielle masuk kedalam ruangan nya. Dia menatap ruangan itu yang terlihat rapih dan bersih.


"Ini ruangan anda Tuan". Jelas Antonio GM diperusahaan nya "Didalam sana ada kamar pribadi yang khusus untuk anda istirahat. Jika butuh apa-apa anda bisa memanggil saya atau cleaning service". Ucapnya


"Ehem". Grabielle duduk dikursi kebesaran Fillipo.


Menurut cerita yang dia dengar. Tidak ada yang boleh duduk dikursi itu selain Fillipo dan almarhum istrinya, Fitri.


"Siapkan semua laporan dan beritahukan kepada semua karyawan agar berkumpul diruangan meeting". Tintahnya


"Baik Tuan". Sahut Antoni.

__ADS_1


"Berikan data karyawan yang tidak masuk lebih dari tiga hari tanpa keterangan. Langsung pecat tanpa pesangon. Dan cari karyawan baru".


Antoni menelan salivanya kasar. Baru masuk sudah terlihat garangnya


"B-baik Tuan". Antoni gegelapan "Kalau begitu saya permisi Tuan". Antoni mengamankan diri sebelum Grabielle marah lagi.


"Ken".


"Iya Tuan?". Kenino mendekat "Ada yang bisa saya bantu?". Tanya Kenino


"Aku curiga pada Antoni. Selidiki siapa dia. Cari kejanggalan dari setiap laporan yang dia berikan. Eksekusi langsung jika ketahuan ada yang menggelapkan dana perusahaan. Kau tahu kan Ken? Perusahaan ini lebih dari tiga puluh tahun tanpa pemimpin. Kurasa kau paham maksud ku". Ujar Grabielle sambil memutar-mutar kan tubuh nya dikursi kebesaran nya itu.


"Baik Tuan. Mengerti". Kenino membungkuk hormat.


Jangan dilawan jika masah bekerja. Grabielle adalah nomor satunya. Meski dia sering menghabiskan malam dengan para wanita. Tapi dia pria yang serius jika menyangkut pekerjaan.


"Ken cari kan aku sekretaris yang kompeten. Yang memiliki niat untuk bekerja dan aku tidak mau yang wanita-wanita kegenitan. Kau tahu kan Ken? Jika wanita pilihan ku harus yang berkelas". Ucap Grabielle menatap aissten nya.


"Iya Tuan".


Rasanya Kenino ingin muntah mendengar ucapan Grabielle. Wanita berkelas itu tidak akan menyerahkan dirinya dengan mudah. Bagi Grabielle wanita berkelas itu adalah wanita yang bisa memuaskannya diatas ranjang.


"Saya permisi Tuan". Kenino keluar dari ruangan Grabielle.


Grabielle menyenderkan punggungnya.


.


.


.


.


Graziella turun dari mobil dan membuka helm nya. Tak lupa gadis itu membayar ongkos ojek nya. Untung saja dia sempat singgah di ATM untuk mengambil uang. Jika tidak, entah pakai apa dia membayar ongkos nya.


"Terima kasih Paman". Ucap gadis itu tersenyum hangat


"Sama-sama Nona. Selamat menikmati hari baru". Jawab tukang ojek dengan senyum juga.


Graziella masuk. Senyum gadis sumringah seperti sedang mendapat undian berhadiah.


"Zie".


Langkah kaki gadis itu terhenti saat mendengar ada yang memanggil namanya

__ADS_1


"Kak Adam. Kak Hana". Senyum nya mengembang menyambut kedua sahabatnya itu.


"Zie, kau kemana saja? Ayahmu mencarimu". Tungkas Hana "Dia terus mendatangi rumahku dan menanyakan keberadaan mu". Imbuh Hana lagi.


"Nanti aku akan ceritakan". Graziella menghela nafas panjang. Jangan sampai dia ditemukan oleh Ayahnya "Apa kalian sudah menemukan tempat magang?". Dia mengalihkan pembicaraan sambil berjalan sejajar dengan kedua sahabatnya itu.


"Sudah. Kami akan magang di Kusuma Group. Kau sendiri bagaimana Zie?". Tanya Adam


"Belum Kak. Tapi sudah ada rekomendasi. Aku akan magang di Wilmar Group". Sahut Graziella


"Wilmar Group?". Ulang Adam dan Hana saling melihat.


"Iya. Kenapa Kak?". Tanya Graziella menatap kedua sahabatnya yang tampak bingung itu.


"Itu kan perusahaan nomor satu di dunia. Bahkan untuk masuk kesana saja, tidak mudah". Sahut Adam


"Benarkah?". Graziella tampak berpikir "Sudah ayo. Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan pada kalian". Ajak Graziella mengandeng tangan kedua sahabatnya.


Mereka satu angkatan. Satu jurusan. Tapi berbeda usia. Adam berusia 23 tahun. Sementara Hana berusia 22 tahun. Jadi Graziella memanggil mereka dengan panggilan Kakak.


Ketiga sahabat itu duduk dikantin. Mereka bersahabat sejak pertama masuk kuliah.


"Jadi apa yang ingin kau ceritakan?". Adam membuka pembicaraan.


Graziella menghela nafas panjang. Panjang sekali, sepanjang alur hidupnya.


"Kemarin aku hampir menikah".


"Apa?". Pekik Hana dan Adam bersamaan.


"Astaga. Jangan teriak-teriak kali. Kalian ingin membuat telingaku tuli sebelum tua". Gerutu gadis itu mengusap telinganya.


"Apa yang kau katakan itu benar Zie?". Tanya Adam memastikan.


"Dengarkan dulu ceritaku". Ketus Graziella "Aku dipaksa menikah untuk melunasi hutang Ayah dengan pemilik Mahardika Group. Aku tidak mau dan aku memilih kabur__".


"Mahardika Group?". Kedua orang itu saling melihat


"Maksudmu Tuan Gama?". Tanya Adam sungguh sangat penasaran.


"Aku tidak tahu namanya dan aku tidak pernah melihat wajahnya". Ketus gadis itu


"Lanjut Zie". Desak Hana


"Kak Garra membantuku kabur di hari pernikahan itu. Saat kami berdua kabur, malah ketahuan sama pengawal Ayah. Kamj dikejar dan dikepung. Aku kabur dan Kak Garra memberiku Blackcard ini". Graziella mengeluarkan kartu berwarna hitam didalam tasnya. Lagi-lagi, Adam dan Hana melonggo.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2