
Happy Reading ๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
"Ayo Nona". Ajak Kenino tersenyum lembut pada Zie.
"Iya Kak".
Mereka berdua masuk kedalam lift. Zie tak berhenti menganggumi Interior kantor mewah Grabielle. Benar-benar kaya.
"Kak, apakah benar kalau Wilmar Group itu perusahaan nomor satu didunia?". Zie masih belum percaya dengan ucapan Adam dan Hana.
"Iya Nona". Senyum Kenino lembut.
"Wahh berarti Tuan Grab itu orang kaya juga ya Kak?". Seru Zie dengan wajah kekaguman nya.
Kenino membalas dengan anggukan dan tersenyum lucu mendengar pertanyaan polos gadis disampingnya ini.
"Tadi Nona kesini pakai apa?". Tanya Kenino penasaran.
"Aku naik ojek Kak". Sahut Zie "Ohh ya Kak boleh minta nomor ponsel Kakak?". Zie mengambil ponsel yang baru dibelikan Garra tadi
"Nona sudah punya ponsel?". Kenino mengambil ponsel itu dan memasukkan digit nomor ponselnya disana.
"Iya Kak. Dibelikan Kak Garra". Sahut Zie memasukkan kembali ponselnya.
Mereka keluar dari lift dan menuju ruangan Grabielle.
"Ayo Non_".
Kenino membeku ditempatnya saat melihat Grabielle tengah saling mengecap lidah dengan seorang wanita yang duduk dipangkuan nya. Seperti nya itu salah satu wanita yang dipesan Grabielle.
"Ada apa Kak?". Grabielle menutup mulutnya saat melihat permandangan asing ditempatnya.
"Astaga".
Grabielle dan wanita yang tengah asyik memadu kasih itu terkejut mendengar teriakkan Zie.
Grabielle menoleh kearah pintu masuk. Dia terkejut melihat gadis yang dia pikirkan dari tadi berada didepan pintu.
"Awwwwwwww".
Grabielle sontak berdiri hingga membuat wanita yang duduk dipangkuan nya itu terjerembab ke lantai.
Secepatnya Kenino menarik tangan Zie agar keluar dari ruangan Grabielle. Bersiap-siap lah setelah ini mereka berdua pasti dihukum oleh Grabielle.
"Kau pergilah". Grabielle memperbaiki baju dan dasinya yang berantakkan.
"Tapi Tuan kita belum selesai". Wanita itu tidak terima dia belum mendapatkan puncaknya.
"Sebelum aku mengeluarkan ususmu lebih baik kau pergi dari sini". Grabielle menatap tajam wanita itu.
"B-baik Tuan". Wanita itu segera berdiri dan memperbaiki rambutnya.
__ADS_1
"Ken akan mentransfer upahmu". Ucap nya dingin kembali duduk.
Wanita itu keluar dengan wajah kesalnya. Dia benar-benar marah pada Zie dan Kenino yang menganggu olah raga panas mereka.
Wanita itu menatap Kenino dan Zie yang masih mematung didepan pintu sambil bersandar. Baru saja menyaksikan adengan panas secara live
"Ini semua gara-gara kalian berdua. Aku belum mencapai puncak kenikmatan". Hardik wanita itu ingin rasanya meremas wajah Zie.
Zie hanya mendelik. Dia tidak takut sama sekali. Malah dia menggeleng. Bukannya malu wanita itu malah menyalahkan orang lain.
"Ck, kau itu tidak tahu diri sekali Kak bukannya malu malah menyalahkan orang lain. Kau menodai mata suciku". Cibir Zie mengelus dadanya. Adengan panas tadi masih belum hilang dari bayangan nya.
"Kau_".
"Ken, keruangan ku. Bawa gadis aneh itu".
Kenino melirik Zie. Mereka berdua sama-sama gugup bertemu Grabielle. Sementara wanita itu sudah melenggang pergi dengan wajah kesalnya.
"Kak, kira-kira kau ingin dikubur seperti apa? Dan dimana?". Tanya Zie melihat Kenino yang juga panik.
Kenino hanya menggeleng dan tidak mampu berucap lagi. Meski sudah tahu jika Grabielle Cassanova tapi dia belum pernah melihat adengan Grabielle secara langsung.
"Ken".
"Baik Tuan".
Kedua orang itu masuk kedalam ruangan Grabielle. Keduanya menunduk malu. Bukan malu pada dirinya. Tapi malu mengingat adengan panas yang baru saja mereka lihat beberapa menit yang lalu.
Zie rasanya ingin muntah mendengar kata charger. Dipikir baterai ponsel.
"M-maaf Tuan". Kenino hanya bisa menunduk dan keringat dingin bercucuran didahinya.
Grabielle menatap Zie yang tampak memutar bola matanya malas.
"Kau". Dia menujuk Zie
"Nama saya Graziella atau Zie Tuan. Bukan kau". Ralat gadis itu.
"Alah, sama saja". Ketus Grabielle.
"Apa yang kau lakukan disini?". Dia menatap Zie dengan tajam.
"Mau memberikan ini Tuan". Zie menunjukkan map ditangannya.
"Letakkan dimeja". Suruh Grabielle.
Zie meletakkan map itu keatas meja Grabielle.
"Berikan aku satu alasan. Kenapa aku harus menerima mu magang disini? Jika alasannya tidak masuk akal, maka jangan harap bisa magang disini". Grabielle tersenyum licik. Dia tidak bisa berbohong bahwa gadis ini benar-benar cantik dan menggemaskan
"Pertama karena saya butuh tempat magang. Kedua saya Mahasiswi semester tujuh. Ketiga saya punya kemampuan".
__ADS_1
"Apa kemampuan mu?". Grabielle mendekati Zie
Kenino sudah mewanti-wanti. Takut Grabielle akan menghukum Zie dengan cara lain.
"Banyak Tuan". Sahut Zie
"Sebutkan". Tintah Grabielle.
Zie menyebutkan semua kemampuan nya. Grabielle menggeleng saja sambil tersenyum simpul. Gadis aneh ini bisa juga membuatnya tertawa.
"Baik. Kau ku angkat sebagai sekretaris ku". Ucap Grabielle "Satu lagi, satu kali kesalahan nilaimu dikurangi dan kupastikan kau tidak akan lulus kuliah". Ancamnya "Ken akan menjelaskan semua pekerjaan mu".
Kenino menatap Grabielle tak percaya yang benar saja dia mengangkat Zie jadi sekretaris nya. Gadis ini masih magang belum lulus kuliah. Kenino sedikit ragu dengan kinerja Zie.
"Lihat saja nanti gadis kecil. Aku akan membuat mu menangis darah. Kau sudah mengangguk kesenangan ku. Maka jangan harap bisa lolos dari hukuman". Grabielle tersenyum smirk
"Kau tidak tahu aku siapa Tuan. Kita lihat siapa yang akan menang. Aku atau kau". Batin Zie.
"Ken persiapkan surat perjanjian magang dengan gad_".
"Zie, Tuan". Secepatnya Zie memotong ucapan Grabielle saat mengatakan namanya.
"Aku tidak peduli". Ketus Grabielle.
"Tapi saya ingin anda tahu dan peduli Tuan". Gadis itu menjawab dengan tenang
"Memang nya kau siapaku?". Grabielle menatap Zie dengan jijik
"Saya sekretaris anda Tuan. Atau kalau anda setuju menjadi calon istri anda saya juga siap Tuan ehh maaf tapi saya tidak suka barang bekas Tuan". Gadis itu tersenyum menampilkan rentetan gigi putihnya
"Apa maksudmu?". Grabielle memukul meja hingga membuat kedua orang itu terkejut bukan main
"Sabar Tuan". Kenino mengelus dadanya
"Iya Tuan sabar. Jangan marah-marah. Kalau ramah-ramah boleh". Ujar Zie tersenyum santai.
Nafas Grabielle memburu menahan amarah.
"Apa maksud mu barang bekas?". Tatap Grabielle tajam.
"Barang bekas itu barang yang sudah dipakai Tuan. Masa itu saja tidak mengerti". Cibir Zie
Kenino menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Gadis ini sungguh membuatnya pusing. Apakag Zie tidak takut dengan tatapan tajam Grabielle kenapa dia santai-santai saja seperti orang tak berdosa.
**Bersambung....
Hai guysss selamat datang dikarya baru author. Terima kasih buat dukungan nya.
Mon maaf nama panggilan Graziella author singkat jadi Zie aja biar simpel ribet nulis namanya๐
Mon maaf juga belum bisa update banyak.
__ADS_1
Tapi kalau kaluns semangat kasih dukungan kemungkinan author bisa update banyak2 heheh**.