Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Permainan Zie


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Sekarang cepat katakan apa pilihan mu, aku tidak punya banyak waktu". Desak Gama menatap Zie.


"Sabar Tuan. Orang sabar itu pasti kesal". Zie menunggak air dalam gelasnya "Kenyangnya". Dia mengelus perutnya sambil bersandar dengan nyaman.


Seperti nya kesabaran Gama mulai habis. Dia tidak menyangka jika gadis itu bermain mempermainkan nya.


Brakkkkkkkkkkk


Gama memukul meja saking kesal, gemes dan marah pada Zie. Dia menatap Zie dengan nafas yang sudah tak beraturan menahan emosinya. Gama memiliki tingkat emosi yang tinggi, dia selalu tidak bisa mengontrol diri.


"Astaga Tuan". Zie mengelus dadanya "Kau ini Tuan keterlaluan sekali". Sambil mengusap telinganya.


"Cepat katakan atau aku akan_".


"Stttt, tunggu sebentar Tuan".


Prottttttttttttttt


"Ahhhh segarnya". Gadis itu membuang angin didepan Gama.


"Ohhh Tuhan apa salahku?". Gama menutup hidungnya sambil mengibas-ngibaskan tangannya agar bau kentut Zie tidak tercium


"Maaf ya Tuan, aku sengaja". Zie menampilkan rentetan gigi putihnya.


"Kau benar-benar keterlaluan. Kau ingin aku segera menikahimu sekarang". Ancam Gama berdiri.


Zie masih santai sambil mengelus perut nya yang sedikit membuncit akibat makanan lezat yang masuk kedalam perut nya.


Zie melirik kearah kedua orang tua dan Kakak tiri nya yang masih tersungkur dilantai sambil menunggu keputusan nya. Ada rasa kasihan dihati Zie, tapi dia tidak bisa meninggalkan Grabielle, bagaimana bisa dia kehilangan Tuan Teh Celup itu?


"Tuan, apa kau sungguh ingin menikahi ku?". Tanya Zie menatap Gama serius. Kali ini tidak ada lagi candaan diwajah gadis itu.


"Kau sudah tahu kenapa kau masih bertanya?". Ketus Gama


"Apa kau mencintaiku Tuan?". Zie masih menatap Gama yang kembali duduk dikursi nya.


"Aku tidak tahu apa itu cinta dan aku tidak percaya akan adanya cinta". Sahut Gama.

__ADS_1


"Lalu untuk apa kau ingin menikah dengan ku kalau tidak memiliki cinta?". Zie masih melontarkan beberapa pertanyaan pada Gama.


"Karena aku ingin memiliki mu. Kau itu milikku". Sahut Gama dengan tegas dan pantang.


"Bagaimana kau bisa mengklaim kalau aku ini milik mu Tuan? Bukankah kau tahu jika aku adalah wanita bersuami? Apa kau mau disebut pembinor yang berkeliaran dirumah tanggaku?". Ucap Zie sambil masih menatap Gama dengan intens.


"Karena hanya kau yang membuatku tertarik. Aku tidak peduli apa sebutannya yang kuinginkan kau harus jadi milik ku, itu saja". Jawab Gama yakin.


Zie menggelengkan kepalanya "Tuan, begini kalau kita menikah dan aku tidak mencintaimu apa kau akan tetap bahagia?".


"Tentu aku akan bahagia. Aku tidak butuh cinta, aku hanya butuh kau menjadi milikku dan berada didekatku". Jawab Gama sendu.


Zie menatap wajah sedih Gama. Pria ini menyimpan banyak kesedihan dihatinya. Mungkin dia terluka hanya saja dia tidak bisa mendefinisikan perasaannya itu. Hatinya sudah terlalu beku untuk memahami arti cinta.


Sementara John, Marissa dan Shiena mendengarkan sambil menahan sakit di seluruh tubuh mereka. Gama benar-benar menyiksa mereka bertiga tanpa ampun.


"Kau tahu tidak apa itu arti bahagia Tuan? Kau tidak mencintai ku kau hanya menginginkan ku. Dua hal itu berbeda. Cinta itu merelakan bukan memaksa, aku tidak tahu bagaimana kehidupan mu sebelumya. Tapi kita tidak jauh beda, hanya saja kau masih beruntung dari aku". Lirih Zie.


"Tapi jika menikah denganmu bisa membuat mereka bebas, maka aku akan lakukan. Tapi berjanjilah Tuan, jangan sakiti mereka lagi". Zie menatap John "Apalagi pria itu, dia cinta pertamaku. Pria pertama yang aku lihat ketika aku hadir didunia ini. Aku menyanyanginya sepenuh hati. Dan aku tidak mau dia terluka. Bisa kah kau melepaskan nya untuk ku Tuan? Aku akan menuruti semua permintaan mu". Ucap Zie panjang lebar. Bagaimana pun John adalah Ayahnya, tidak ada seorang putri yang tega melihat Ayah nya disiksa oleh orang lain


Gama menatap Zie dalam. Kenapa sekarang dia menjadi bimbang saat melihat kesedihan diwajah gadis itu? Padahal ini kesempatan emasnya agar bisa memiliki Zie.


John memalingkan wajahnya. Dia tidak mau terpesona dengan ucapan putrinya itu. Ambisinya adalah membuat Zie menderita, dan Zie tidak boleh bahagia. Gama adalah pria yang akan menciptakan neraka untuk Zie.


"Baik. Persiapkan dirimu dan tandatangani surat perceraian mu dengan Tuan Grabielle".


Gama menyedorkan kembali kertas yang tadi sempat dia berikan pada Zie berserta pulpennya.


"Ck, Kak Zeva lama sekali. Kemana dia?". Batin Zie mengerutu kesal.


"Ehem, Tuan Teh Celup juga kemana sihh? Mau pegang ponsel susah, nanti Tuan Gam-gam malah curiga lagi". Batin Zie lagi.


"Tuan, bolehkah aku bertanya?".


"Katakan". Ucap Gama, matanya tak beralih dari Zie. Dia sudah membayangkan hidupnya yang berwarna bersama Zie.


"Aku_".


Dor dor dor dor dor dor dor

__ADS_1


"Suara apa itu Mark?". Tanya Gama mendengar suara tembakkan diluar.


"Saya akan cek Tuan". Sahut Mark.


Gama melangkah mengikuti langkah kaki Mark. Sedangkan Zie tersenyum smirk. Dia meletakkan kertas itu begitu saja.


"Dimana istriku Gama?". Teriak Grabielle menerobos masuk


"Hahha Grabielle, Grabielle. Kau mencari istrimu?". Ledek Gama sambil mentertawakan Grabielle.


"Cepat katakan dimana istriku". Kemarahan terlihat diwajah Grabielle. Dia tidak akan memaafkan pria ini jika sampai melukai istri kecilnya.


"Dia bukan istri mu lagi Grabielle. Dia sudah menjadi milik ku. Dia sudah mendatangi surat perceraian kalian". Ucap Gama sambil tertawa puas


"Brengsekkkk".


Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh Bugh


Kedua nya baku hantam tanpa senjata. Grabielle menyerang Gama dengan membabi buta. Begitu juga dengan Gama mereka saling serang satu sama lain.


"Ayo Tuan Teh Celup semangat. Semangat". Zie bersorak sambil bertepuk tangan seperti suporter bola yang menyemangati tim kebanggaannya.


Grabielle dan Gama masih saling baku hantam. Begitu juga dengan Zie yang masih menyemangati suaminya.


Kenino dan Mark juga saling baku hantam. Rumah mewah itu setengah rusak akibat suara tembakkan mereka.


"Ayo, kita kabur". Bisik John.


Saat semuanya lenggah, John, Marissa dan Shiena kabur secara diam-diam melalui pintu belakang. Karena tidak ada yang memperhatikan mereka jadi mereka dengan mudah keluar begitu saja.


"Jika bukan milik mu. Dia istriku dan kau tidak berhak merebut nya dariku". Grabielle mencengkram kerah baju Gama. Pria itu sudah babak belur.


Pertempuran pun tak bisa dielakkan. Tentu saja dimenangkan oleh Grabielle karena dia dibantu oleh Myron dan beberapa anggota lainnya.


"Tangkap dia". Grabielle mendorong Gama dan pria itu tersungkur dilantai dengan wajah menggenaskan.


"Baik Tuan".


Gama langsung ditangkap oleh anak buah Grabielle, begitu juga dengan Mark dan anggota lainnya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2