Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Teman cerita


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Ester melepaskan pelukannya. Dia menyeka air mata Zie. Kasihan sahabatnya ini.


"Apakah sudah lebih baik?". Tanyanya menatap Zie. Gadis ini jika menangis malah tampak cantik.


"Hiks, kau belum mandi Cinta. Kenapa bau sekali?". Celetuk Zie "Srutttttt". Gadis itu menarik ingusnya dengan tissue yang diberikan oleh Ester


Ester cenggegesan "Aku memang belum mandi Cinta". Gadis itu menggaruk tengguknya yang tidak gatal "Kau lapar tidak?". Tanya Ester


"Lapar Cinta. Aku baru tahu kalau menangis itu butuh energi". Celetuknya.


"Ohhh iya aku baru ingat Cinta. Katamu, pria yang dijodohkan denganmu itu pemilik Mahardika Group, apa dia Tuan Gama?". Ucap Ester yang baru mengingat hal itu.


Zie terdiam "Tuan Gama?". Gumam gadis itu "Astaga kenapa aku baru sadar yaa? Aku ini suka tidak ingat". Gadis itu menepuk jidatnya "Tapi siapa tahu bukan Tuan Gama, siapa tahu adiknya atau Kakak nya atau saudara jauhnya atau bisa saja Paman nya". Bahasa Zie sudah mulai ngelantur.


"Kenapa tidak Ayah atau Kakek nya sekalian". Ketus Ester kesal. Semua orang disebut.


"Itulah makanya waktumu itu jangan dihabiskan untuk belajar". Ester mendorong kening Zie dengan gemes.


"Awwww. KDRT". Ketus Zie


"Tuan Gama itu tunggal. Kedua orangtuanya bercerai. Dia tinggal sendirian". Jelas Ester dengan sabar.


"Kenapa kau bisa tahu semua tentang Tuan Gama?". Zie memincingkan matanya curiga


Ester menggaruk tengguknya yang tidak gatal "Aku fans fanatiknya Tuan Gama. Jadi aku mengetahui asal usul keluarga nya". Jawab Ester menampilkan rentetan gigi putihnya "Untung saja kau tidak jadi menikah dengannya. Jika kau sampai menikah dengan Tuan Gama, aku akan jadi pelakor kelas kakap dirumah tangga kalian". Ester cekikikan sendiri "Tapi kalau dilihat-lihat, suami mu lebih tampan dari Tuan Gama, Zie. Ahh dia hot sekali Zie. Coba kau bayangkan sedang bercinta dengannya. Elus dadanya, otot-otot perlunya ahhh membuat ku ngiler saja".


"Dodol". Zie langsung menyonor kening Ester.


"Awww. Jahat". Rintihnya mengelus keningnya.


Zie menghela nafas panjang "Jadi kalau Tuan Gama calon suamiku yang gagal. Berarti dia juga yang akan melunasi hutangku pada suamiku?". Gumam Zie.


"Yup. Kau benar Zie. Aku yakin jika calon suamimu itu adalah Tuan Gama". Imbuh Ester.


Gadis itu menyenderkan punggungnya. Jadi calon suaminya itu adalah Gama. Pria yang sering dia temui dikampus. Zie sampai tidak berhasil berpikiran kesana. Dia pikir pria yang di jodohkan dengannya itu, pria botak dan perut buncit.


"Lalu bagaimana Zie. Apakah setelah tahu Tuan Gama calon suamimu kau akan meninggalkan Tuan Teh Celup?". Ester menatap sahabatnya.


"Aku tidak tahu Cinta". Jawab gadis itu lemes "Tuan Teh Celup itu terlalu sulit ku jangkau. Dia sempurna Cinta, walau sudah bekas banyak wanita".


Ester mendelik ketika Zie mengatakan suaminya bekas banyak wanita. Bicara memang asal keluar gadis ini. Ester geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Ya itu sihh terserah padamu Cinta. Jika memang kau tidak bisa lagi bertahan dengan Tuan Teh Celup, sebaiknya berpisah saja lah. Dan menikah dengan Tuan Gama". Saran Ester. Sebagai sahabat tentu dia ingin yang terbaik untuk sahabat nya.


"Kau tidak akan sakit sakit?". Zie menatap sahabatnya aneh.


"Sakit. Paling aku menangis hanya sebulan setelah itu sembuh. Lagian aku hanya fans nya saja Cinta. Mana pantas aku dengan Tuan Gama itu. Dia sempurna, seperti rokok". Gadis itu ngakak sendiri.


"Sudahlah. Ayo kita makan. Aku sudah lapar". Gadis itu berdiri dari duduknya.


"Ayo Cinta".


Ester naik keatas motor nya. Gadis ini memang tomboi. Perilakunya saja seperti laki-laki, gresek tapi cantik.


"Peluk aku Cinta". Teriaknya


"Iya Cinta. Jangan kenceng-kenceng. Nanti kalau jatuh terus meninggal pasti rugi, karena belum malam pertama". Balas Zie dengan berteriak karena suara motor Ester yang kuat dan keras itu takkan terdengar kalau bicara pelan-pelan.


Zie memeluk Ester dari belakang. Kedua gadis itu tertawa lepas seolah tanpa beban. Padahal tawa itu adalah menyembunyikan lukanya.


Zie bagaimana pun dia tertawa dan tersenyum dia tetap mengingat Grabielle. Dia hanya merasa tidak pantas dengan lelaki itu. Dia wanita biasa. Wanita tidak cantik. Tidak feminim. Tidak ada anggun-anggun nya sama sekali.


Sampai direstourant keduanya langsung turun. Rambut Zie sedikit berantakkan gara-gara si Ester yang membawa motor terlalu kencang.


"Kau ada bawa uang tidak?". Bisik Ester pada Zie "Blackcard yang kau berikan kemarin sudah ku berikan pada tua Bangka itu". Ujar Ester.


"Tenang Cinta. Aku punya banyak uang. Suamiku kan kaya. Satu sentuhan sepuluh juta". Zie ngakak sendiri


Kedua masuk kedalam restorant saling bergandengan tangan, sambil mengobrol.


"Awwwwwwww". Zie mengelus jidatnya ketika menabrak sesuatu.


"Bisa tidak berjalan lihat-lihat... Ehh Tuan Gama". Gadis itu langsung memberi hormat.


Sementara Ester sudah berbunga-bunga melihat Gama. Entah jodoh atau memang kebetulan mereka bertemu disini.


"Selamat siang Nona Zie. Apa kabar?". Sapa Gama tersenyum manis. Gadis yang dia rindukan setengah mati iti ternyata ada didepannya saat ini.


"Sehat Tuan". Balas Zie tersenyum sambil menampilkan rentetan giginya dan tahukah Zie bahwa senyumnya itu membuat Gama salah tingkah.


"Mau makan siang?". Gama masih tersenyum hangat menatap Zie. Gadis ini semakin hari semakin bersinar saja cantiknya.


"Iya Tuan". Sahut Zie


"Kebetulan. Saya juga ingin makan siang. Bagaimana kalau kita makan siang bersama?". Dalam hati Gama sudah berdoa dan berharap Zie menerima tawaran nya.

__ADS_1


"Tidak us_".


"Tentu saja boleh Tuan". Sahut Ester memotong dia tahu sahabat nya itu ingin menolak ajakkan Gama.


"Cinta". Zie menyenggol lengan Ester kesal. Bagaimana pun dia masih memiliki suami, tidak baik makan siang bersama pria lain.


"Ya sudah ayo".


Ester senang setengah mati. Idolanya Gama. Ahhh pria itu tampan sekali.


"Silahkan duduk Nona". Senyum Gama.


"Terima kasih Tuan". Zie dan Ester duduk.


Gama memesan beberapa makanan favorit dan terbaik direstourant ini. Khusus dan spesial untuk Zie. Gadis pujaan hatinya. Gadis satu-satunya yang membuat Gama tertarik dan percaya adanya cinta.


"Bagaimana dengan magangmu Nona?". Tanya Gama sambil menunggu pesanan mereka datang.


"Seperti biasa Tuan. Lancar". Jawab Zie


Entah kenapa Zie tidak merasakan apapun saat bersama Gama. Setelah tahu bahwa pria ini calon suaminya. Dia sama sekali tidak menyesal karena kabur dihari pernikahan nya.


"Ini pesanan nya Tuan. Nona". Tiga orang waiters membawa pesanan Gama.


"Terima kasih Nona". Ucap Ester.


"Silahkan di nikmati". Senyum Gama.


"Iya Tuan". Jawab kedua gadis itu bersamaan.


Zie mengambil beberapa makanan. Dia memang sudah lapar sangat lapar malah.


"Tuan Teh Celup sudah makan belum yaaaa? Biasanya aku menyiapkan makan siang untuknya. Semoga saja dia sudah makan. Jangan sampai dia sakit. Kasihan asset negara itu kalau sampai sakit, bisa satu negara dibuat repot". Batin Zie.


Gama menatap Zie dengan gemes. Gadis ini makan selalu saja blepotan.


"Pelan-pelan makannya Nona". Zie terkejut saat Gama membersihkan sudut bibirnya.


"Iya terima kasih Tuan". Zie sedikit menjauh dari tangan Gama. Tidak enak ada pria lain yang menyentuhnya.


Ester mendelik melihat Zie makan yang seperti orang sesat


"Lapar?". Singgung Ester.

__ADS_1


"Lapar dan doyan". Sahut Zie asal.


Bersambung...


__ADS_2