Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Tidak terima


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Dia adikmu".


Deg


Langkah kaki Gama terhenti. Darahnya berdesir. Paru-paru nya terasa sumbat saat mendengar ucapan sang Ayah.


"Apa maksud mu?". Gama menatap Ayahnya dengan tajam


"Zie adik mu Gama. Dia adalah anak dari Allena". Ucapnya terdengar lirih.


Gama menggeleng tidak terima. Tidak. Bagaimana bisa Zie adalah adiknya.


"Tidak. Tidak. Daddy pasti bercanda bukan?". Ucap Gama menolak.


"Dia benar-benar adikmu Gama". Tegas pria paruh baya itu.


Seluruh tubuh Gama seolah tak bertenaga. Jika saja pria itu tidak menopang tubuhnya. Mungkin dia akan tersungkur dilantai.


"Tidak. Aku mencintainya. Bagaimana bisa dia adalah adikku?". Tolaknya.


Mendes mendekati putra nya. Dia tidak tahu jika Gama akan terluka jika mengetahui kebenaran nya.


"Kau tidak bisa mencintai nya Gama. Dia adalah adikmu. Adik kandungmu". Sambil menepuk bahu Gama.


Gama menepis tangan Mendes, dia menggeleng tidak terima.


"Aku tidak mau. Dia bukan adikku. Aku mencintainya". Tolak Gama masih tidak terima.


Gama melangkah pergi meninggalkan Mendes. Dia tidak peduli dengan teriakkan Ayahnya itu. Dia ingin pergi dan tidak tahu entah kemana.


Gama masuk kedalam mobilnya tanpa menunggu Mark. Pria itu mengemudi kan mobilnya dan meninggalkan kediaman sang Ayah.


"Arghhhhhhhhh". Gama memukul stir mobil "Dia bukan adikku. Aku mencintainya. Tidak. Ini tidak mungkin". Pekik Gama frustasi sambil memukul stir mobilnya berulang kali.


Gama menepikan mobilnya. Dia itu menelungkup kan wajahnya di stir mobil. Tanpa permisi air matanya menetes dengan deras. Dia menangis segugukan didalam mobilnya.


"Zie. Bagaimana bisa kau adikku? Maafkan aku Zie. Aku hampir saja melukaimu. Maafkan aku. Tapi bolehkah aku tidak terima kenyataan ini? Aku benar-benar mencintaimu. Sangat mencintaimu. Aku tidak bisa menjadi Kakak mu. Aku tidak bisa Zie. Aku tidak bisa". Sambil berteriak memukul stir mobilnya berulang kali.


Patah hati terberat adalah ketika tahu kebenaran nya bahwa seseorang yang diharapkan menjadi bagian penting dari hidup. Ternyata hanya singgah sementara dan membawa luka yang mendalam.

__ADS_1


Gama masih menangis. Tidak peduli dengan perasaan gengsinya. Dia benar-benar rapuh dan ingin menangis. Bagaimana bisa Zie adiknya? Dia benar-benar mencintai Zie. Sangat mencintai wanita itu.


Gama menyeka air matanya. Pria itu kembali melajukan mobilnya. Seperti biasa saat perasaan nya hancur dia akan minum dibar, agar perasaannya bisa segera membaik.


.


.


.


.


Ester berjalan dengan bingung. Gadis tomboy itu tampak galau.


"Kenapa aku merasa bersalah pada Zie? Kasihan Zie. Tapi aku tidak bisa menolak perintah Kak Garra". Gumamnya sambil berjalan pelan.


"Maafkan aku Cinta. Bukan aku ingin memisahkan mu dengan suamimu. Tapi aku tidak mau kau terjebak dengan pria Mafia itu". Ujarnya


Ester berjalan sambil sesekali menendang benda didepannya. Dia tampak ragu dengan rencana Garra, tapi dia tidak punya pilihan. Zie harus bahagia bersama Garra. Karena menurut Ester hanya Garra yang pantas berada disamping Zie.


"Tuan Gama?". Gumam gadis itu.


"Tuan Gama". Ester berjalan kearah Gama yang tampak terseok-seok berjalan menuju mobilnya.


"Jangan sentuh aku". Gama menepis tangan gadis itu dengan kasar.


"Tuan kau mabuk?". Ester geleng-geleng kepala.


Gama tidak memperdulikan ucapan Ester dia masuk kedalam mobilnya.


"Ck, bagaimana bisa dia menyetir jika dalam keadaan mabuk seperti ini?".


Ester menyusul, gadis itu masuk duluan kedalam mobil dan duduk dibelakang kemudi. Dia tidak akan membiarkan Gama menyetir malam-malam begitu apalagi dalam keadaan mabuk.


"Apa yang kau lakukan?". Gama menatap Ester dengan tajam. Bau alkohol tercium jelas dari mulut pria itu.


"Tuan aku akan mengantarmu pulang". Ucap Ester.


Gama menatap Ester tajam. Namun tiba-tiba wajah Ester berubah menjadi Zie dipandangan mata Gama.


"Zie". Gama menarik gadis itu hingga jatuh kedalam pelukan nya.

__ADS_1


"Tuan lepaskan". Ester memberontak. Mereka sedang berada didalam mobil.


Gama menarik Ester keluar dari dalam mobil dengan kasar. Lalu memasukkan gadis itu ke bangku belakang.


"Tuan lepaskan". Ester masih memberontak.


"Zie". Gama langsung ******* bibir Ester dengan rakus.


Mata Ester membulat sempurna saat merasakan benda kenyal itu menempel pada bibir nya.


Gadis itu tidak sempat memberontak kekuatan Gama terlalu kuat sehingga tenaganya tak mampu melawan.


Gama masih ******* bibir gadis itu dengan rakus. Menyesap bibir manis Ester seolah-olah dia benar-benar lapar.


Ester tak bisa lagi memberontak. Gadis itu menangis ketakutan. Sangat takut.


Gama memegang kedua tangan gadis itu. Dia bahkan menindih tubuh gadis itu tanpa peduli dengan pemberontakkan Ester.


Gama menyusuri leher Ester. Dia menyesap leher itu dan meninggalkan bekas jejak kepemilikan disana.


Tanpa pikir panjang pria itu merobek kemeja yang dipakai Ester, hingga menampilkan bra berwarna hitam dengan cepat dia menyingkirkan bra yang menutupi bukit kembar Ester.


Ester menggeleng tidak mau. Dia sampai memukul dada pria itu berulang kali. Namun Gama tak menghiraukan.


Gama membenamkan wajahnya didua bukit kembar Ester. Dengan gemes pria itu menghisap ****** payudara Ester.


"Tuan jangan, hiks hiks jangan". Tolak Ester sambil menggeleng ketakutan. Dia sudah tak bisa bayangkan jika akan kehilangan sesuatu yang dia jaga dengan susah payah.


Gama tetap tak peduli. Dia terus menelusuri tubuh gadis itu. Hingga bagian bawahnya.


Jleppppppppppppp


"Hiks hiks hiks hiks aku membencimu Tuan. Sangat membenci mu". Batin Ester menangis tak berdaya.


Bersambung.....


Hai guys terima kasih sudah setia sama ceritanya author yaaaaa..


Mohon maaf update tengah malam dan masih satu bab perhari. Menjelang hari raya natal banyak kegiatan yang author ikuti jadi sedikit ada waktu istirahat dan jarang pegang hp.


Jangan lupa buat like komen dan votenya

__ADS_1


LoveU


__ADS_2