Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Bekal untuk suami


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Zie sedang menyiapkan sarapan pagi seperti setiap harinya. Namun ada yang berbeda dia menyiapkan tiga bekal pagi.


"Karena aku sudah menikah dan memiliki suami jadi aku harus berikan bekal padanya". Ujar gadis itu "Hihi, sang Cassanova membawa bekal dikantor, menggemaskan sekali". Gadis itu cekikikan sendiri.


Zie mendekorasi bekal untuk suaminya. Nasi goreng dengan campuran daging cincang dan sosis dipotong dadu serta ditambah dengan beberapa irisan telur goreng.


"Nah sudah siap". Senyumnya.


Grabielle menuju meja makan diikuti oleh Kenino yang selalu mengekor dibelakang pria itu.


"Pagi Nona". Sapa Kenino


"Pagi Kak". Balas Zie


"Pagi Suami". Sapanya juga pada Grabielle. Meski hubungan keduanya selalu cekcok tapi Zie tetap menghargai Grabielle sebagai suaminya.


"Ehem". Grabielle berdehem sambil memperbaiki dasinya yang sedikit bergeser.


"Lho kenapa tidak ada sarapan pagi Nona?". Tanya Kenino heran melihat meja makan yang kosong tidak ada satu makanan pun disana.


"Ini sarapannya Kak". Zie menujuk tiga rantang nasi dimeja makan "Mulai hari ini kita sarapan dikantor saja yaa?". Ujarnya "Ini sarapanmu Kak". Zie memberikan satu rantang nasi kepada suaminya "Nah ini untukmu Suami". Dia tersenyum menggoda pada Grabielle.


"Ck, kau pikir aku anak kecil yang harus pakai bekal?". Grabielle mencebik kesal "Lagian kenapa tidak sarapan dirumah?". Grabielle tak habis pikir kenapa harus sarapan dikantor? Bukankah dirumah lebih enak sarapannya?


"Karena tangan saya akhir-akhir ini alergi sabun. Jadi tidak bisa cuci piring, makanya saya bawa bekal saja". Jelasnya


Grabielle melirik tangan istrinya dan memang benar tangan gadis itu sedikit mengelupas.


"Ya sudah Suami, Kak. Saya berangkat duluan yaa?". Zie menyalimi kedua pria itu secara bergantian.


"Kenapa tidak berangkat bersama Nona?". Tanya Kenino semakin heran melihat tingkah Zie pagi ini.


"Tidak Kak. Takut nanti dilihat orang kantor. Lagian aku mau ke kampus dulu mengambil beberapa referensi skripsi baru pergi ke kantor". Zie merampas tas munggilnya.


Grabielle menatap punggung Zie yang berjalan jauh bahkan keluar dari pintu masuk.


Pria itu menghela nafas berat. Kenapa tanpa berdebat dengan Zie dia merasa sedikit kesepian? Dan pagi ini, tumben gadis itu tidak membuatnya kesal atau mengajaknya ribut. Biasanya mereka berdua akan berdebat sesuatu yang tidak penting.


"Ken, cari sepuluh pelayan untuk bekerja di Apartement ini". Tintah Grabielle berjalan keluar


"Baik Tuan". Sahut Kenino membungkuk hormat sambil mengekor Grabielle dari belakang.


Grabielle masuk kedalam mobilnya. Pria duduk tanpa ekspresi. Menatap kosong keluar jendela mobil.


Tak sengaja mata Grabielle menangkap Zie yang tengah naik ojek. Aneh sekali wanita itu kenapa memilih naik motor daripada satu mobil dengannya.

__ADS_1


"Ken, selidiki kenapa istriku kenapa tidak mau satu mobil denganku?". Suruhnya


"Baik Tuan". Kenino tersenyum mendengar Grabielle menyebut Zie sebagai istrinya.


"Dasar gadis bodoh. Kenapa lebih memilih naik motor dari pada mobil? Pasti panas". Grabielle geleng-geleng kepala.


Grabielle turun dari mobil. Kedatangan nya disambut dengan hormat oleh para karyawan yang sudah berjejer rapih menyambut pria itu.


Para karyawan wanita berlomba-lomba memperbaiki penampilan mereka agar dilirik oleh Grabielle. Meski nyatanya cassanova itu sama sekali tak melirik pada wanita yang dilihat seperti cacing kepanasan itu.


Semua mata menatap Grabielle yang meneteng bekal ditangannya. Grabielle tidak mengizinkan Kenino membawa bekalnya.


Entah kenapa hati pria itu seketika menghangat saat Zie mempersiapkan bekal untuknya. Ada rasa haru dan hangat dihati pria itu.


Grabielle masuk kedalam ruangannya dengan tak sabar.


Segera pria itu duduk dan membuka bekal dari Zie.


Senyum terbit diwajah Grabielle "Ehem, Si Aneh itu manis juga". Dia geleng-geleng kepala gemes "Tidak. Tidak". Segera Grabielle menepis perasaannya "Aku akan buat dia yang jatuh cinta padaku. Setelah dia bucin aku akan hamili dia dan tinggalkan dia. Enak saja aku yang jatuh cinta duluan harus dia yang jatuh cinta padaku. Siapa yang tidak akan jatuh cinta pada pria sempurna seperti ku?". Pria itu seperti orang gila berbicara sendiri


Grabielle langsung menyantap masakkan Zie. Nasi goreng sederhana itu membuatnya mabuk kepayang. Gadis aneh seperti Zie ternyata sangat jago masak. Meski membuat kesal dan pengen makan orang tapi dia gadis mandiri.


"Ahhhh kenyangnya". Pria itu mengelus perutnya yang sedikit membuncit akibat makanan yang masuk kedalam perutnya "Apa dulu dia sekolah memasak? Kenapa enak sekali masakkannya?". Gumam Grabielle tersenyum membayangkan wajah Zie


Ketika mengingat nama panggilan yang Zie sematkan untuknya wajah pria itu berubah masam


.


.


.


.


Zie melepaskan helm dikepalanya. Tak lupa gadis itu membayar ongkos ojeknya.


"Sisa nya Nona?".


"Untuk Paman saja yaaa. Anggap saja rejeki dari anak baik". Ujarnya terkekeh


"Terima kasih Nona".


Zie masuk kedalam gerbang kampus. Dia ingin mencari beberapa referensi buku paduan skripsi nya.


"Zie".


Tampak Adam dan Hana berjalan menghampiri gadis cantik itu.

__ADS_1


"Kak Adam. Kak Hana". Balas nya melambaikan tangan


"Apa kabar Zie?". Tanya Adam menghampiri gadis itu.


"Baik Kak. Gigi masih utuh. Rambut belum putih meski sebentar lagi rontok gara-gara memikirkan magang dan skripsi. Usus masih kuat buat kelola makanan. Jadi tidak perlu repot-repot bertanya kabar".


Adam dan Hana menutup mulut menahan tawa. Ada-ada saja Zie ini.


"Apa yang kau lakukan disini?". Tanya Hana heran


"Orang kekampus biasanya melakukan apa?". Tanya Zie balik


"Kuliah. Belajar. Mengajar". Sahut Hana


"Salah. Shopping". Gadis itu mellengang meninggalkan Adam dan Hana.


Kedua orang itu menggeleng saja lalu menyusul Zie. Setiap Minggu mereka memang mendapat izin dari kantor untuk kembali ke kampus mengurus segala tugas atau pun skripsi mereka.


"Zie hari ini ada dosen tamu. Tuan Gama". Ujar Hana.


"Tuan Gama? Pemilik Mahardika Group?".


Hanya mengangguk dan mengiyakan pertanyaan gadis itu.


"Ohhhhh". Zie hanya beroh ria saja "Ehhh Tuan Gama yang tampan itu bukan?". Zie baru konek maklum kalau pagi-pagi dia suka konslet apalagi belum sarapan.


"Bukan yang cantik itu". Jawab Hana asal


Adam hanya tersenyum saja. Pria itu memang tidak banyak bicara terkesan kalem dan juga dingin.


"Wahhh bisa cuci mata nanti". Seru Zie "Tapi...". Seketika senyum nya memudar


"Tapi kenapa Zie?". Adam menatap gadis itu


"Tidak apa-apa Kak. Tapi-tapian saja". Sahutnya asal. Tidak mungkin dia menceritakan bahwa dirinya sudah menikah. Pernikahan nya terkesan rahasia dan sembunyi.


Bersambung.....


Hai guysss. Mohon maaf kemarin gak up


Terima kasih buat kalian yang sudah ikutin kisah Grab dan Zie yaaa.


Terus dukung karya author.


jangan lupa kewajiban nya hehehe.. Serta rating lima nya buat author tercinta ini wkwkwkw.


Jaga kesehatan kalian yaaaaq

__ADS_1


Doain author sehat terus biar bisa buat kalian ngakak gara2 si Zie... wkwkwk.


__ADS_2