
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Ester, maukah kau menikah denganku? Aku memang belum mencintai mu tapi aku akan berusaha jatuh cinta padamu. Terima kasih sudah menjaga dia untukku". Gama mengenggam kedua tangan Ester berharap jika wanita ini mau memberi nya satu kesempatan saja.
Ester mengangguk. Walau sebenarnya perasaan takut itu masih ada. Tapi dia berusaha melawan nya. Benar kata Zie, dia harus memikirkan masa depan anaknya nanti. Kasihan bayi tak berdosa dalam kandungan nya harus jadi korban keegoisan nya sendiri.
"Terima kasih". Gama memeluk Ester.
Meski belum ada perasaan dihati keduanya. Namun cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Seringnya kebersamaan juga menimbulkan perasaan cinta.
Myron tersenyum simpul. Zie tidak jauh beda dengan istri nya Zevanya. Begitu mudah memaafkan meski disakiti berulang kali. Selalu punya cara untuk membuat orang lain merasa dimiliki. Myron jadi merindukan istrinya itu, meski tadi mengomel karena kegilaan Grabielle yang memintanya membatalkan semua meetingnya karena Zie, namun sekarang Myron paham dan mengerti karena dulu dia juga pernah berada diposisi itu.
Zie beralih menatap Adam dan Hana. Sekarang Zie tahu kenapa kedua orang ini selalu malas jika membahas suaminya. Ternyata diam-diam Adam dan Hana merencanakan untuk menculiknya.
"Zie maafkan Kakak". Suara Adam terdengar parau.
"Kami diancam oleh Kak Garra. Tapi juga berpikir jika Kak Garra sungguh-sungguh mencintai mu. Maafkan kami Zie". Imbuh Adam.
Zie menghela nafas berat. Adam dan Hana adalah dua orang dewasa yang menjadi tempat sandaran Zie dulu. Kedua orang ini selalu membantunya dalam susah mau pun duka.
"Sini Kak Hana peluk aku, Kak". Ucap Zie.
Hana memeluk Zie. Sambil menangis haru, wanita itu bersyukur karena Zie mau memaafkan nya. Hana berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya. Dia akan menjaga Zie dengan baik.
"Maafkan Kakak, Zie".
Zie mengusap punggung Hana. Dia sudah bergumul dengan hatinya sendiri untuk memberi maaf. Tidak mudah, bahkan Zie harus berperang dengan pikirannya.
Grabielle mencebik kesal. Sebenarnya dia sempat berdebat dengan Zie saat Zie memutuskan memaafkan ketiga orang itu. Tapi mana bisa Grabielle menang kalau berdebat dengan Zie.
Zie melepaskan pelukkan Hana. Dia tersenyum menatap wajah sahabat nya itu, sedikit sedih karena wajah Hana lebam-lebam dan biru akibat pukulan anak buah Gama.
"Kak Adam".
"Zie".
Adam berkaca-kaca. Gadis itu kecil ini sudah seperti adik nya. Padahal Zie baik padanya. Tapi kenapa dia bahkan sekongkol untuk memisahkan Zie dengan suaminya sendiri.
"Kak peluk sini". Zie merentangkan tangannya.
Adam maju dan hendak memeluk Zie namun belum juga dia menyentuh Zie, Grabielle sudah menahannya duluan.
"Stoppp.. Jangan peluk istri ku". Sambil merangkul Zie kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Kakak". Tegur Zie.
"Tidak sayang. Tidak boleh ada laki-laki lain memelukmu selain aku". Tegas Grabielle.
"Tapi Kak Adam bukan laki-laki lain Kak. Dia sahabat ku". Ucap Zie kesal.
"Tetap saja dia laki-laki lain, dia bukan suamimu. Suamimu itu aku sayang. Bagaimana nanti kalau adiknya bangun saat memeluk mu". Celetuk Grabielle.
Adam menelan salivanya susah payah. Grabielle dan Zie ini sama saja, sama-sama kurang bahan.
"Bilang saja adikmu itu yang bangun, jangan menyalahkan orang lain". Sergah Zie kesal.
Jadilah mereka berdua berdebat. Yang lain hanya menghela nafas saja. Mereka kadang-kadang romantis dan kadang-kadang rusuh. Tapi gemes sendiri melihatnya, terlihat manis, lucu dan juga menggemaskan.
"Sudahlah Bielle. Kau mengalah saja. Bawa istri mu pulang". Tegur Myron.
.
.
.
.
Dia diusir dari rumah oleh suami dan anaknya.
"Kalian benar-benar jahat". Ucapnya
Marissa melambai taksi yang melintas. Dia memutuskan pulang ke Indonesia. Mungkin ini adalah dosa dan karma dari segala perbuatannya.
Dia ikut dalam pembunuhan Allena dan menyiksa Zie. Dia juga merebut John dari Allena. Semua dosa itu telah berlalu dan Marissa sudah menemukan karmanya sendiri.
"Aku harap kalian segera menemukan karma kalian. Aku harap kalian merasakan lebih dari yang aku rasakan". Tangannya terkepal begitu kuat saat mengingat penghianatan suaminya.
Sudah lama Marissa curiga dengan kedekatan John dan Shiena tapi dia selalu mudah dirayu oleh John. Selalu percaya apa yang dikatakan suaminya itu.
Marissa menatap kosong kearah jendela mobil. Salju yang berjatuhan seolah tak mampu mendinginkan hatinya yang tengah patah dan hancur berkeping-keping.
Apalagi dia diusir begitu saja. Padahal harusnya dia yang mengusir.
"Maafkan aku Shiangli". Gumamnya menyeka air matanya "Ini adalah karma karena aku sudah meninggalkan mu. Menghianati mu saat kau tidak memiliki apa-apa. Maafkan aku". Air mata Marissa kembali lagi menetes seolah tangisnya tak bisa berkesudahan.
Marissa benar-benar rapuh siapa Shiena. Rasanya dia gagal menjadi seorang Ibu. Bagaimana bisa dia tidak mengenali putrinya sendiri dan apa yang dikerjakan Shiena. Marissa berpikir Shiena hanya fokus menjadi model dan tidak terlibat dalam hubungan terlarang seperti ini.
__ADS_1
Putri kecil yang dulu dia rawat dengan penuh kasih sayang dan harta berlimpah. Harus tumbuh menjadi wanita malam yang tidak benar. Bahkan Shiena sampai hiperseks karena terjun sudah terlalu lama didunia kenikmatan tersebut.
.
.
.
.
Garra meringguk dibalik ruangan tanpa alat penerang. Tatapan pria itu kosong kedepan.
Dia dikurung dengan fentilasi yang kecil. Mungkin lebih baik dipenjara dalam jeruji besi dari pada dikurung ditempat menjijikkan seperti ini.
Dia hanya sendirian disana. Grabielle dan Gama tak sama sekali memberinya celah untuk menatap keluar.
"Maafkan aku Ayah. Harusnya aku mengikuti ucapan mu waktu itu. Aku hanya terobsesi untuk balas dendam tanpa memikirkan resiko nya". Gumam Garra.
Menyesal tidak akan mengembalikan semuanya seperti semula. Dia akan terkurung ditempat ini dalam waktu yang lama. Tidak akan bisa kabur jangankan kabur arah pintu keluar saja dijaga dengan ketat.
Obsesi balas dendam Garra membuatnya tersesat dalam penyesalan yang dalam. Dia bahkan belum menyakiti Zie tapi dia sudah menerima hukuman yang tidak setimpal. Namun mau memberontak juga percuma dia memang salah dan bersalah.
Bersambung.....
Kemarin tidak update, mohon maaf. Kegiatan masih terus berlangsung... Terima kasih yang udah mau tetap setia menunggu ceritanya Grabielle dan Zie...........
Jangan lupa dukungan nya buat karya ini.
Like
Koment
Vote
Tipsnya juga boleh hehheee.....
Yuk mampir kekarya baru author.....
Cinta Manis Sang Presdir, cinta nya manis banget semanis Malika yang dirawat sepenuh hati, kata Zie...............
Jika ada saran dan masukkan kalian boleh coret-coret dibawah nya...
Bagaimana kah kehidupan Garra selanjutnya? Apakah Zie berlapang dada untuk memaafkan Garra Depe dia memaafkan Adam, Hana dan Ester?? Penasaran? Sama!!!!!!!! wkwkwkw....
__ADS_1