Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Obsesi Garra


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Garra melangkah masuk kedalam jet pribadi nya. Dia harus turun tangan sendiri. Zie adalah miliknya dia tidak akan pernah melepaskan gadis itu.


Garra duduk dengan tenang di jet pribadi miliknya. Tangannya terkepal kuat. Rahangnya mengeras. Membayangkan Grabielle dan Zie bermesraan saja membuat nya panas apalagi dia sungguh melihat kedua orang itu hidup bersama.


"Aku akan menjemput mu sayang. Aku takkan biarkan pria bajingan itu memiliki mu. Kau itu milikku hanya milikku". Dia tersenyum smirk


Garra menatap kearah luar jendela. Dia tidak peduli jika obsesi nya pada Zie harus membuatnya mengorbankan banyak hal.


Garra tersenyum smirk. Wajahnya sama sekali tak menunjukkan persahabatan. Yang ada dendam dan kemarahan.


"Zie". Ujarnya "Kau harus tahu sayang bahwa hanya aku yang bisa membuatmu bahagia. Dan kau harus tahu bagaimana hancurnya aku gara-gara Ayahmu. Ohh yaaaa selama ini sudah cukup aku berpura-pura baik dan mencintaimu. Sekarang saat nya kau tahu siapa aku sebenarnya?". Gumamnya lagi.


"Dan John, pria itu harus membayar semua yang telah dia lakukan. Menghancurkan Ayahku. Merebut Ibu ku. Membuat Ayah menderita. Dan membuat aku hidup terlantar".


Meski waktu berjalan sekian belas tahun. Bahkan sebelum Zie lahir. Rasa amarah tetap membara dihati Garra. Tak peduli jika perasaannya dia korbankan.


Dia mencintai Zie, tapi dia tidak akan membiarkan perasaan nya tumbuh. Dia akan membuat gadis itu menderita sama seperti apa yang dia rasakan.


Sampai di Bandara lnternasional Soekarno-Hatta, pesawat nya landing. Pria itu turun dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Tampak ada kemarahan yang dia tahan. Dia sudah lama tidak kembali ke Indonesia. Meski hanya hitungan bulan tapi tetap saja sudah terlalu lama meninggalkan tempat ini.


"Silahkan masuk Tuan".


Garra masuk kedalam mobil. Dia duduk dengan tenang seolah tak terganggu oleh berisiknya kemacetan dikota Jakarta.


"Apa kau sudah siapkan semua nya Steve?". Tanyanya


"Sudah Tuan". Jawab Steve


"Kumpulkan semua pasukkan. Atur pertemuan ku dengan gadis itu. Jangan biarkan Grabielle tahu. Kau paham?".


"Baik Tuan saya paham". Sahut Steve.


Garra duduk dengan melipat kedua tangan didadanya. Seringai licik terlihat jelas diwajah pria itu. Sudah cukup dia bersembunyi. Zie harus tahu siapa dia.


.

__ADS_1


.


.


.


"Sayang sudah selesai kan pilih-pilih bukunya? Ayo kita pulang". Ajak Grabielle.


"Sebentar Kak. Kau ini tidak sabar sedikit". Gerutu Zie


Adam, Hana dan Ester hanya bisa melihat pasangan itu. Sekarang mereka sedang berada di perpustakaan kampus.


"Nahhh itu Kak". Wanita itu tersenyum sumringah.


"Kak setelah ini kita kerumah Kak Zeva yaaa. Ada yang ingin aku bahas dengan nya". Ajak Zie


"Iya. Iya sudah ayo". Ajak Grabielle. Dia tidak tahan berada ditempat ini.


"Kak Adam. Kak Hana. Ester. Aku pulang duluan yaaaa. Nanti aku akan kabari jika bisa pergi ke Shanghai menemui Kak Garra". Wanita itu menyambar tasnya.


"Iya Zie". Jawab ketiga nya kompak


"Ayo sayang". Grabielle melingkarkan lengannya nya dipinggang Zie.


"Kak kau ini kenapa sih menempel terus seperti prangko. Semua orang jadi tahu kalau sudah menikah. Kan jadi susah lirik-lirik ketua BEM". Ketus Zie.


"Ehem, jadi masih suka lirik-lirikkan ini?". Grabielle melipat kedua tangannya didada dan mengintrogasi wanita.


"Hehhe, maaf Kak kecoblosan. Mulut aku kalau bicara suka jujur". Sambil menepuk bibirnya wanita itu cenggesan melihat tatapan elang suaminya.


"Awas yaaa kalau berani dekat laki-laki lain. Aku akan mengurung mu dikamar dan membuatmu tidak bisa berjalan". Ancam Grabielle menatap istrinya tajam.


Zie mendelik ngeri. Grabielle seperti elang pemangsa daging saja.


"Mana berani aku mendua. Suamiku saja asset negara". Wanita itu memeluk suaminya "Sudah tampan. Baik hati. Kaya raya. Meski sudah bekas banyak wanita. Tapi aku tetap mencintainya". Celetuk Zie.


Emosi Grabielle seketika mereda. Dia selalu tidak mampu menahan pesona istri kecilnya ini.


"Kau ini". Pria itu membalas pelukan istrinya "Kau tahu betapa aku takut dan khawatir tadi. Untung aku cepat datang". Lirih Grabielle

__ADS_1


"Memangnya khawatir dan takut kenapa Kak?". Tanya Zie heran dia tidak mengerti maksud suaminya.


"Tidak apa-apa sayang". Grabielle menyembunyikan perasaan nya. Tidak mungkin dia mengatakan dengan jujur siapa sebenarnya teman-teman Zie itu.


"Kau lapar tidak?". Tanya nya menyelipkan anak rambut Zie. Pasangan suami istri ini seolah tak pernah bosan menunjukkan kemesraan didepan Kenino.


"Lapar Kak. Tapi aku ingin ke rumah Kak Zeva. Kita makan siang disana saja kan ehh tapi bukannya Kakak banyak jadwal meeting kenapa bisa ada dikampus Kak?". Cecar Zie bertubi-tubi berbicara tanpa jeda.


Grabielle terkekeh "Sayang kalau aku bawa kau pulang ke Amerika tinggal bersama Daddy dan Mommy, apa kau mau?". Grabielle mengalihkan pembicaraan.


Grabielle merasa Amerika adalah tempat paling aman untuk istrinya. Disana dia memiliki banyak jaringan untuk melindungi Zie. Disana juga keluarga besar nya berkumpul.


"Lho kenapa harus pindah ke Amerika Kak? Lagian aku masih magang, belum menyusun skripsi, belum sidang, belum wisuda". Ujar Zie heran.


"Tidak. Aku hanya ingin tinggal di Amerika. Seperti nya disana suasananya nyaman". Ucap Grabielle beralasan.


"Kak selesai aku wisuda saja bagaimana? Aku tidak biasa tinggal disana". Ucap Zie sendu.


"Berapa bulan lagi selesai sayang? Magang saja belum selesai". Ucap Grabielle.


Sungguh Grabielle tak tahan untuk membawa Zie pergi dari negara ini. Apalagi tadi dia baru mendapat kabar bahwa Garra sudah kembali ke Indonesia. Pasti ada sesuatu yang direncanakan oleh pria itu untuk merebut istrinya.


"Tidak lama Kak. Paling hanya setahun saja lagi". Jawab Zie.


"Bagaimana kalau pindah kuliah saja. Kau bisa masuk Harvard University, kebetulan Shawn mengajar sebagai dosen disana?". Saran Grabielle


"Tidak bisa Kak. Terlalu tanggung kalau pindah. Aku bisa mengulang semester nanti. Aku selesaikan kuliah dulu, setelah itu terserah Kakak mau bawa aku kemana?". Zie kembali memeluk suaminya dengan manja.


Grabielle menghela nafas panjang. Dia tidak bisa memaksa Zie. Yang bisa Grabielle lakukan adalah memperketat penjagaan.


"Ken, kita langsung ke rumah Kak Myron".


"Baik Tuan". Sahut Kenino.


"Sayang, kalau kau lelah tidurlah. Aku akan menjagamu disini". Ucap Grabielle


"Tidak Kak. Aku tidak mengantuk". Sahut Zie tersenyum lebar.


Grabielle tak lagi berucap. Tanpa Zie sadari mata suaminya itu memerah. Grabielle takkan biarkan siapapun merebut Zie dari dirinya. Garra dan Gama adalah munsuh yang saat ini masih terus mengejarnya. Grabielle akan membuat perhitungan dengan kedua orang itu

__ADS_1


Adam, Hana dan Ester. Grabielle juga akan memberikan pelajaran untuk ketiga orang itu supaya berhenti menghasut Zie meninggalkan Grabielle. Sahabat macam apa yang tega memisahkan dari orang yang dia cintai.


Bersambung...


__ADS_2