
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Grabielle berjalan kearah Zie. Pria itu masih terpaku dengan leher jenjang Zie. Ingin dia sedang gadis itu tapi takut nanti malah ribet lagi urusannya.
"Ck, kau lama sekali. Biar aku yang pilih".
"Tapi_".
Grabielle memilih baju untuk istrinya. Semua pakaian istrinya Grabielle sendiri yang pilih. Dia tidak akan membiarkan Zie memakai pakaian terbuka. Hanya dia yang boleh melihat bagian tubuh gadis itu. Zie istrinya. Jadi hanya Grabielle saja yang boleh melihat luar dan dalam istrinya.
"Pakai ini". Grabielle memberikan satu gaun panjang.
"Ck, Tuan ini baju putri duyung bagaimana bisa aku memakai nya. Tidak mau". Tolak Zie.
"Pakai saja gadis aneh. Apa kau mau mempertontonkan tubuh mu pada Ken dan Daddy?". Grabielle mencebik kesal.
"Apa hubungan_".
"Jadilah contoh dalam berpakaian. Semua pakaian ini aku yang pilih. Aku tidak mau kau memakai pakaian terbuka. Cepat pakai". Tintahnya memaksa Zie memakai baju itu.
"Cie cie cie cie yang mulai perhatian. Ingat Tuan jatuh cinta sendirian itu sakit dan jangan lupa denda satu triliun". Ledek Zie mengambil baju itu dari tangan suaminya.
"Apa kata mu?". Tangan Grabielle terkepal kuat
"Hari sudah malam Tuan kita belum makan malam". Sahut Zie asal
Gadis itu masuk kekamar mandi dan memakai baju pilihan suaminya. Zie juga sebenarnya tidak suka pakaian terbuka. Tapi tidak juga tertutup seperti yang di pilihkan oleh Grabielle.
Zie keluar dari kamar mandi. Wanita itu mengeringkan rambutnya dengan handuk miliknya.
"Ck, kau bisa cepat sedikit tidak?". Gerutu Grabielle.
"Duluan saja Tuan. Saya tidak menyuruh anda menunggu saya". Zie meletakkan handuknya "Saya mau keringkan rambut dulu".
Grabielle mendengus kesal. Wanita itu memang ribet minta ampun. Mandi saja bisa berjam-jam. Entah apa yang dia lakukan?
"Sini biar aku bantu". Grabielle menyambar hairdryer ditangan istrinya.
"Tapi_".
"Diam!!! Mau aku cium". Ancam Grabielle.
Ancaman itu berhasil membuat gadis berisik itu terdiam dengan mulut terbungkam. Zie juga mesum dia sudah berkelana kemana-mana. Apalagi otot-otot perut Grabielle terlihat menonjol, Zie membayangkan nya saja membuatnya panas dingin.
"Ini akibat ucapan si sahabat lucnat itu". Zie menggeleng kan kepala menepis pikiran mesumnya.
Grabielle mengeringkan rambut istrinya dengan telaten. Aroma dari rambut Zie membuat pria itu terasa tergelitik geli. Kenapa harum sekali?
__ADS_1
Grabielle sengaja membelikan shampoo rambut Zie dan menyediakan dikamar mandinya. Seperti nya setelah ini, aroma rambut Zie akan menjadi wangi favorite Grabielle.
Zie malah terdiam membeku. Kenapa terasa nyaman saat diperhatikan seperti ini. Hal yang belum pernah Zie dapatkan sebelumnya setelah Garra pergi. Rasanya begitu nyaman dan gadis itu terharu.
Grabielle menyisir rambut panjang istrinya. Rambut Zie lurus tanpa dicatok. Seperti nya memang dari kecil rambut gadis ini sudah lurus.
"Ya sudah ayo". Ajak Grabielle.
"Tuan, bisakah tidak mesra?".
"Tidak bisa. Kau lupa dengan surat perjanjian itu?". Ketus Grabielle.
"Tapi sebentar lagi kita_".
"Sudah ayo". Grabielle menarik tangan istrinya. Dia tidak mau mendengar kata cerai atau perpisahan.
Mereka berdua menuju meja makan. Meski harus berdebat dulu. Tapi tanpa keduanya sadari sebenarnya mereka saling nyaman satu sama lain. Meski rusuh seperti munsuh tapi sebenarnya ada kenyamanan disana.
.
.
.
.
"Jadi Zie sudah mengugat Grabielle cerai?". Tanya Gama sambil kakinya naik keatas meja.
Gama langsung menatap pria itu tajam "Sebelum Zie menjadi milikku jangan harap mendapatkan apapun. Dan ingat kau harus buat Zie benar-benar berpisah dengan Grabielle dan dia harus menikah denganku". Tatap Gama menatap John seperti ingin memakan pria paruh baya itu hidup-hidup.
"B-baik Tuan". John menjawab dengan gegalapan.
"Kau boleh pergi. Pastikan Zie benar-benar berpisah dari Grabielle. Awas jika gagal, jangan salahkan aku jika menghancurkan hidupmu. Dan membeberkan hubungan gelap mu dengan Shiena". Ancam Gama.
John tersendak dari mana Gama tahu tentang hubungan gelapnya dengan putri tirinya itu.
"Apa maksudmu Tuan?". Kilah John pura-pura tidak mengerti.
"Jangan pura-pura bodoh John. Aku tahu semua pergerakan mu dan apa yang kau lakukan. Jadi jangan macam-macam jika tidak mau kehancuran".
"B-baik Tuan".
John melenggang pergi dari sana. Perasaan nya sudah ketar-ketir. Gama tentu tahu karena dia memiliki banyak jaringan untuk mengawasi John.
Gama tersenyum simpul. Dia menatap foto cantik Zie yang dia ambil secara diam-diam. Lalu foto itu dia cetak dalam ukuran besar dan dipajang dimeja kerjanya. Anggap saja sebagai penyemangat.
"Aku tidak sabar memiliki mu sayang. Kita berdua akan hidup bahagia. Aku akan membawamu pergi dari sini. Kau tidak akan menderita lagi karena tua Bangka itu. Tenanglah, aku akan menghancurkan nya, asal kau menjadi milikku". Gama memeluk foto Zie.
__ADS_1
Gama benar-benar terobsesi memiliki Zie. Dia tidak peduli siapa yang harus dikorbankan. Asal bisa memiliki gadis itu Gama rela menyebrangi lautan.
"Mark, keruangan ku".
"Baik Tuan".
Tidak lama kemudian Mark masuk kedalam ruangan Gama.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?". Mark datang memberi hormat.
"Siapkan seratus milyar untuk melunasi hutang gadisku pada Grabielle". Tintahnya.
"Baik Tuan".
"Pastikan sidang perceraian itu dilaksanakan dalam waktu cepat". Tegasnya lagi.
"Baik Tuan. Akan saya usahakan". Sahut Mark.
"Bagus".
Gama tersenyum smirk dan licik. Ahh rasanya dia benar-benar tak sabar untuk memiliki Zie.
Sejak obsesi nya terhadap Zie, Gama tidak pernah lagi menghabiskan malam panas bersama para wanita bayaran nya. Dia lebih fokus untuk mengejar cinta gadis itu.
Kemarin ketika pertemuan tidak sengajanya dengan Zie di restourant membuat pria itu senang bukan main. Bahkan rasanya hampir ingin melompat.
Drt drt drt drt drt
Gama mengambil benda pipih yang terletak diatas meja itu.
Senyum pria itu seketika memudar saat melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.
"Ada apa?". Meski tak suka dia tetap mengangkat telpon itu.
"Gama, Mommy sedang butuh uang. Bisakah kau kirimkan untuk Mommy?". Ucap suara sendu diseberang sana.
Gama terdiam. Dia bukan mesin pencetak uang. Tapi Ibu nya yang tidak tahu diri itu selalu memerasnya. Meski dia kaya tapi tetap dia tidak suka memberikan uang pada wanita yang dia benci.
"Gama, apa kau masih disana Nak?".
Gama langsung mematikan sambungannya. Pria itu mencengkram ponselnya dengan kuat.
Sejak perceraian kedua orang tua nya. Dia menjadi pribadi yang dingin juga kejam. Perceraian kedua orangtuanya menumbuhkan rasa benci dihati pria tampan itu.
Bersambung.......
Hai guys Makaish udah nungguin kisah Grab sama Zie... Cie cie yang mulai perhatian ehem ehemm.
__ADS_1
maaf up nya agak lama karena author lagi sibuk latihan tarian untuk anak-anak persiapan Natal hehe
sekali lagi terima kasih semua.