
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Mobil Kenino terparkir di Markas Gama. Untung Markas ini tidak berada dihutan jadi aman untuk Zie.
"Silahkan Nona". Kenino membuka pintu mobil agar Zie keluar dari mobil.
Zie keluar dengan wajah ditekuk kesal. Bayangkan, perjalanan ke Markas Gama yang seharusnya tiga puluh menit menjadi dua jam akibat Kenino yang membawa mobilnya sangat pelan.
Jika Zie mendesak Kenino agar cepat, asisten setia itu selalu berkata bahwa ini perintah Grabielle yang tidak bisa diganggu gugat, seperti undang-undang dasar.
"Kau itu sama saja seperti suamiku Kak". Sindir Zie "Katakan padanya. Kalau pulang nanti aku akan suruh di tidur dimobil saja". Ucap nya menggebu-gebu.
Kenino mengaruk kepalanya. Dan hanya bisa mengangguk saja. Wanita hamil tidak boleh diladeni. Biarkan saja nanti Grabielle yang dapat hukuman karena semua memang perintah Grabielle.
"Selamat datang Nona Muda. Selamat datang Tuan Ken". Sapa para anak buah Gama yang berjaga dipintu masuk.
"Terima kasih Paman". Sahut Zie sambil tersenyum.
Kalau ada Grabielle sudah pasti pria itu akan mengamuk melihat istrinya yang tersenyum pada pria lain.
Zie masuk dengan langkah tak sabar. Tak sabar bertemu Kakak dan sahabat nya.
"Kak Gama".
Gama sedang tersungkur didepan Ester yang menunduk. Keduanya saling bertangisan satu sama lain.
"Zie". Secepatnya Gama menyeka air matanya begitu juga dengan Ester.
"Kakak kenapa?". Tanya Zie polos seolah tak tahu apapun, untung Mark segera memberitahu Kenino.
"Zie, Kakak....". Lidah Gama terasa kelu saat ingin menjelaskan perbuatan bejatnya.
Zie melirik kearah Ester. Kasihan juga sahabat nya itu. Hati Zie terenyuh juga melihat Adam dan Hana yang sudah babak belur akibat pukulan anak buah Gama.
"Kak Mark lepaskan mereka".
"Zie".
"Nona".
"Cepat Kak Mark". Perintah Zie.
"B-baik Nona". Sahut Mark.
__ADS_1
"Kak Ken, bantu biar cepat selesai". Perintahnya.
"Baik Nona". Kenino ikut membantu. Kenino tidak habis pikir apa yang ada didalam pikiran Zie sehingga menyuruhnya melepaskan Adam, Hana dan Ester.
Zie menghampiri Ester. Dia tersenyum hangat pada sahabat nya itu. Marah itu manusiawi. Kecewa itu juga manusiawi. Semua manusia pernah bersalah dan semua manusia selalu memiliki kesempatan untuk saling memperbaiki.
"Cinta". Zie merentangkan tangannya agar Ester memeluk nya "Ayo peluk, selagi tidak ada suamiku". Celetuk nya
"Zie". Ester menyeka air matanya.
"Peluk".
Ester berhambur memeluk Zie dengan tangisnya. Dia sangat-sangat merasa bersalah. Betapa beruntungnya dia memiliki sahabat seperti Zie yang tidak sama sekali menaruh dendam padanya.
"Maafkan aku cinta hiks hiks. Aku sudah jahat padamu". Ucap Ester menangis sambil memeluk Zie.
Zie mengusap punggung sahabat nya itu. Dia memang kecewa dan marah. Tapi dia tidak bisa membenci. Bagaimana pun Ester juga korban keserakahan Garra.
"Sudah lupakan saja". Zie melepaskan pelukan nya "Ayo berdiri". Sambil membantu Ester berdiri.
"Ck, kenapa kau lebih tinggi dari ku Cinta". Ucap Zie tidak terima. Kenapa dimana-mana dia pendeknya? Sama seperti author, wkwkwk
"Itu karena kau cebol". Seru Ester kembali menyeka air matanya.
Ester tersenyum hangat. Dia benar-benar menyesal sudah merencanakan penculikan Zie.
"Kau memaafkan ku Kak?". Tanya Ester dia memegang kedua belah tangan Zie. Kenapa Zie cantik sekali? Apa karena efek kehamilannya?
Zie mengangguk "Iya Ester aku memaafkan mu. Tapi maafkan juga Kak Gama yaaa?".
Ester terdiam. Dia melirik Gama yang menatap kearah mereka berdua. Dia tidak tahu apakah bisa memaafkan Gama. Dulu dia memang mengidolakan pria itu, tapi itu hanya sebatas rasa kagum dan tidak lebih. Sekarang pria itu bahkan merenggut sesuatu yang dia jaga dengan susah payah.
"Cinta". Zie tersenyum menatap Ester yang lama menjawab. Dia paham pasti akan sangat berat.
"Apa sedikit itu?". Tangan Zie mengusap dada Ester "Apa dia sudah ada disini?". Tanyanya turun kebawah sambil mengelus perut rata Ester.
Ester mengangguk "Usianya sudah memasuki Minggu ketiga". Jawab Ester.
Gama kembali berkaca-kaca. Benar yang dikatakan dokter bahwa dia mengalami sindrom couvade atau kehamilan simpatik. Karena beberapa Minggu terakhir dia mengalami hal itu.
"Menikahlah dengan Kak Gama. Kasihan dia". Ucap Zie
"Tapi...".
__ADS_1
"Aku tahu berat, apalagi menikah tanpa cinta. Tapi percayalah cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Jangan biarkan dia lahir tanpa figure seorang Ayah. Dia harus bahagia. Meski kita tak bahagia. Dan aku yakin bahwa Kak Gama adalah pria terbaik untuk menjadi suamimu". Ucap Zie panjang lebar sambil mengusap bahu Ester.
"Aku... Aku". Suara Ester tercekat "Aku akan berusaha menerimanya". Sahut Ester yakin.
Tidak ada salahnya jika dia menerima Gama. Ester tidak mau egois kasihan anaknya nanti lahir tanpa Ayah. Dia yang memiliki Ayah saja hidupnya susah apalagi tidak ada Ayah.
"Kak Gama, sini". Zie menarik tangan Kakak nya itu "Kak apakah Kakak mau bertanggung jawab Kak. Sebenarnya Ester itu sudah lama suka sama Kakak".
"Zie". Ester mencubit pipi Zie dengan gemes.
"Awww, kau jahat sekali Cinta". Protes nya sambil mengusap pipinya.
"Kalau bicara jangan suka jujur. Malu". Ucap Ester setengah berbisik. Ketahuan deh kalau selama ini dia penggemar rahasia Gama.
"Iya Zie Kakak akan bertanggungjawab. Kakak akan belajar mencintai Ester. Kakak janji". Jawab Gama
"Bagus itu Kak. Ingat ya Kak, kalau sudah ada Ester jangan lagi suka celap-celup segala lobang. Kau itu tidak jauh beda dari suamiku. Awas saja kalau aku tahu ada wanita lain yang mendesah dibawah Kakak selain Ester, akan kupotong burung Kakak itu biar jadi santapan San saja". Ancam Zie.
Gama menelan salivanya susah payah dari mana Zie tahu kalau dia juga Cassanova seperti Grabielle.
Kenino menggaruk tengkuknya nya sambil geleng-geleng kepala gemes. Kalau ada Grabielle pasti pria itu akan merajuk lagi karena disebut suka celap-celup segala lobang.
"Iya Kak berjanji". Sahut Gama. Zie kalau berbicara suka ceplas-ceplos tanpa memikirkan perasaan orang lain.
"Awas kalau Kakak berani macam-macam dan menyakiti sahabat ku, akan kujadikan Kakak santapan San". Ancam nya lagi "Jadi kapan Kakak akan menikahi Ester. Kalau bisa secepatnya ya Kak?". Seru Zie, seolah-olah dia yang ingin menikah.
"Iya sayang, dengan cepat Kakak akan menikahi Ester". Sahut Gama sambil tersenyum. Harus di iyakan kalau tidak Zie takkan puas meneror nya.
"Jangan memanggilku sayang Kak. Nanti suamiku tahu dia akan mengajakmu baku hantam". Ketus Zie.
"Sayang".
Mereka semua menoleh kearah pintu masuk. Tampak Grabielle dan Myron berjalan masuk kedalam sana.
Wajah Grabielle tampak panik saat menerima laporan dari pengawal bayangan nya. Dia sampai rela meninggalkan urusan bisnis demi menyusul istrinya takut jika Zie sampai terluka lagi dan Grabielle tidak mau lenggah. Gara-gara dia yang lenggah Zie sudah dua kali diculik. Hal itu membuat Grabielle trauma.
"Kakak kenapa bisa ada disini?". Kening Zie berkerut.
"Sayang kau_".
"Stttt, jangan mengomel dulu Kak. Kita sedang menikmati suasana romantis Kak Gama dan Ester". Seru Zie sambil memeluk lengan suaminya.
Sontak emosi Grabielle mereda. Kalau sudah Zie sentuh begini mana bisa dia marah yang ada gairahnya seolah menyerang.
__ADS_1
Bersambung......