Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Pulang


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Zie merentangkan tangannya senang. Hari ini dia sudah boleh pulang. Sebenarnya dia tidak perlu menginap lama tapi entah kenapa suami Cassanova nya itu seperti sengaja menahannya disini.


"Ayo Tuan". Dia tersenyum sumringah sambil mengandeng tangan suaminya.


"Jangan pegang-pegang". Grabielle mencebik sambil menepis tangan istri kecil nya. Bukan dia marah hanya saja ada sesuatu yang sesak dibawah sana setiap kali Zie menyentuhnya.


"Dasar pelit". Cibir gadis itu kesal.


Grabielle tak peduli. Dia malah diam dan duduk dengan tenang sambil menunggu Kenino mengurus surat keluar Zie.


Zie juga duduk mengikuti gaya suaminya. Melipat tangan didada memasang wajah datar dan kaki saling bersilang satu sama lain.


"Kenapa kau mengikuti ku?". Ketus Grabielle heran sekaligus bingung dengan sikap gadis disampingnya ini.


"Kau lupa Tuan, kita sepasang suami istri". Godanya sambil menaik turunkan alisnya dan tak lupa memasang wajah feminim.


"Cih, jangan banyak berharap". Cibirnya. Padahal hatinya berbunga-bunga saat Zie mengatakan mereka pasangan suami istri.


Zie santai-santai saja. Tak terpengaruh dan tak peduli dengan sindiran suaminya.


Tidak lama kemudian Kenino datang dengan membawa amplop besar ditangannya. Surat keluar Zie serta surat Konsul Minggu depan.


"Ayo Tuan. Nona, semuanya sudah siap". Ajak Kenino.


"Ayo". Zie senang-senang saja. Karena dari kemarin dia memang ingin pulang.


"Kak Nino, aku gandeng tanganmu boleh? Soalnya kakiku sedikit bergetar Kak. Mungkin terlalu lama dirumah sakit jadi suka debar-debar kalau diajak jalan". Pinta Zie. Kakinya memang sedikit bergetar entah kenapa hanya Zie yang tahu. Kenapa kaki bisa debar-debar ya? Memang ada-ada saja si Zie ini, pikir Kenino


"***_".


"Sini".


Dengan cepat Grabielle mengandeng tangan istrinya. Tidak akan rela Grabielle jika Kenino mengandeng tangan Zie.


"Baik Tuan". Kenino kikuk. Tentu saja dia tahu sebenarnya pria itu cemburu.


"Cih, tadi tidak mau". Ketus Zie "Pura-pura cuek tapi perhatian". Sindirnya.


"Jangan menyindir". Grabielle melirik istrinya kesal.


Mereka berjalan keluar. Grabielle dan Zie saling bergandengan tangan sambil berdebat dan mengomel.


Kenino geleng-geleng kepala saja. Benar-benar pasangan unik. Padahal gandengan tangan seperti pasangan tapi kenapa berdebat seperti munsuhan?


"Silahkan masuk Tuan. Nona". Kenino membuka pintu mobil untuk kedua orang itu.

__ADS_1


"Aku masuk duluan".


"Ck, mana bisa seperti itu Tuan? Ladies first oke". Zie tak mau kalah.


Grabielle mendengus kesal. Dengan geram pria itu mengikuti istrinya masuk kedalam mobil.


"Ini mobilku, kenapa kau yang masuk duluan?". Grabielle menatap Zie tajam


"Yang bilang mobil saya siapa Tuan?". Cibir Zie "Saya juga tahu ini mobil anda, kenapa harus bertanya? Kecuali anda mau memberikan mobil ini untuk istrimu tercinta?". Godanya.


"Cih, anak kecil seperti mu mana tahu menyetir?". Singgung Grabielle melipat kedua tangan didada


"Jangan salah Tuan. Walau kecil begini, aku ini pembalap. Kau tahu tidak, Paman taksi dan Kak Garra hampir jantungan saat aku menyetir. Aku menyetir begini, tancap gas. Gassskeuunnn". Seru Zie semangat sambil memperagakan


"Stop.. stop.. stop". Grabielle menutup telinganya "Bisakah kau bicara pelan? Kau itu kecil kenapa suara mu keras sekali?". Sambil mengusuk telinganya.


"Kecil-kecil cabe rawit, Tuan". Zie membusungkan dadanya bangga.


"Cabe sekebon kali". Ketus Grabielle jenggah.


Kenino hanya bisa menghela nafas panjang. Tidak dirumah. Dirumah sakit. Dikantor dan dimana pun pasangan suami istri ini kerjaan nya pasti berdebat.


Grabielle yang biasanya dingin saja jadi terlihat seperti anak-anak saat bersama Zie dan yang pusing pasti Kenino.


Keduanya saling lempar tatapan tajam. Zie melipat kedua tangan didada dan menatap suaminya dengan ledekkan. Begitu juga dengan Grabielle. Alhasil mereka saling tatap-tatapan.


Sampai di Apartement. Tanpa menunggu Kenino, Zie turun duluan.


"Aku sudah lapar Tuan. Ayolah". Ajak Zie.


Mereka berjalan masuk. Zie tak mau digandeng suaminya. Dia mengaku sudah mampu berjalan sendiri. Hal itu membuat Grabielle sedikit kecewa. Bahkan tatapan pria sangat sendu, seperti ingin dikasihani.


"Selamat datang Tuan Muda. Nona Muda". Sapa para pelayan berjejer rapih.


"Terima kasih Bibi. Paman". Seperti artis Zie melambaikan tangannya sambil berlenggak-lenggok.


Grabielle menggelengkan kepalanya gemes. Astaga, kenapa gadis ini benar-benar membuatnya jungkirbalik.


"Siapkan makan siang untuk istriku". Tintah Grabielle.


"Baik Tuan". Sahut mereka serentak


"Cie cie. Istriku tercinta. Tersayang. Terlover-lover. Terunyu-unyu". Seru Zie meledek Grabielle.


"Bisakah_".


"Sttttttttttt. Jangan mengomel dulu Tuan. Aku sedang lapar mendengar Omelan mu membuatku semakin lapar". Tukas Zie meletakkan jari telunjuknya dibibir suaminya.

__ADS_1


"Singkirkan jarimu". Grabielle menepis tangan istrinya.


Zie cenggesan saja sambil tersenyum jahil.


"Nona sebaiknya anda istirahat dikamar saja. Sambil menunggu pelayan menyiapkan makan siang untuk anda". Ucap Kenino membungkuk hormat.


"Tidak perlu sopan seperti itu padaku Kak". Zie ikut membungkuk. Grabielle geleng-geleng kepala saja.


"Baiklah Kak, aku akan ke kamar". Seru Zie semangat, dia merindukan kamarnya itu.


"Suami, aku kekamar dulu ya Cinta". Zie mengedipkan matanya jahil.


"Kau_".


Cupppppppppp


Grabielle membeku sejenak. Kesadaran nya seperti hilang saat benda kenyal itu menempel dipipi nya. Gairah nya langsung membeluncah bahkan ada sesuatu yang sesak didalam sana.


Kenino memalingkan wajahnya. Nasib jomblo, dia baper sendiri.


"Bye bye bye Suami". Zie cekikian melihat suaminya yang membeku tak bisa berkata apa-apa.


Gadis itu melenggang pergi meninggalkan Grabielle yang masih mematung ditempatnya.


Jantung Grabielle sudah berdisko didalam sana. Entah kenapa, sentuhan singkat itu berhasil menaikkan birahi nya.


"Tuan". Namun Grabielle bergeming


"Tuan". Kenino menepuk bahu Grabielle.


Grabielle terkejut. Dia langsung menatap Kenino dengan marah.


"Kau sama saja seperti gadis aneh itu". Cibirnya


Grabielle juga mellengang masuk kedalam kamarnya.


Kenino menghela nafas panjang. Suami istri sama saja. Sama-sama tidak waras.


Yang satunya jahil luar biasa. Yang satu nya dingin tak tertolong. Tapi Kenino berharap keduanya menjadi pasangan bucin nantinya. Grabielle mencintai Zie dan begitu pun sebaliknya.


Kenino menuju dapur dan mengatur para pelayan yang bekerja disana. Memberitahu makan siang yang boleh dimakan oleh Zie serta menyuruh para pelayan menyiapkan makan siang untuk Grabielle. Sebab pria itu rewel jika masalah makanan. Sebenarnya harus Zie yang masak tapi karena kondisi istri nya belum stabil terpaksa Grabielle makan, masakkan orang lain.


"Tolong kalian siapkan dengan baik. Jangan lakukan kesalahan sedikit pun. Kalian tahu kan apa akibatnya jika melakukan kesalahan?". Tegas Kenino.


"Baik Tuan". Sahut mereka.


Bukan Kenino kejam. Tapi Grabielle tidak suka kesalahan. Mantan Mafia itu bisa mengamuk jika mendapati yang tidak sesuai dengan keinginan nya.

__ADS_1


Sudah berpuluh-puluh tahun mengikut Grabielle tentu saja Kenino tahu sifat pria itu. Tegas. Berani. Tidak main-main. Selalu on time terhadap segala sesuatu. Tak heran jika perusahaan yang dipimpin Grabielle berubah pesat hanya dalam hitungan bulan saja.


Bersambung...


__ADS_2