Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Terpukau


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Sampai disebuah Apartement mewah mewah bak villa, mobil Kenino berhenti di basement apartement.


Segera pria itu turun dan membula pintu untuk Tuan-nya. Sementara Graziella, gadis itu turun duluan seperti dirumah sendiri.


"Waahh ini Apartement apa istana Tuan?". Grabielle berdecak kagum


"Jangan kampungan". Sindir Grabielle


"Yaellah, Tuan sensi sekali seperti gadis PMS saja". Ketus Graziella. Sama sekali tidak takut dengan tatapan elang Grabielle.


Grabielle berjalan duluan. Sedangkan Kenino dan Graziella menyusul dari belakang. Graziella tak henti-hentinya mengucapkan kata kagum saat melihat Apartement mewah itu.


Mereka masuk kedalam lift. Lagi-lagi gadis itu terpukau kagum seperti orang kampung yang baru sampai kota.


Sampai didepan pintu Apartement. Kenino segera membuka pintu. Kenino berasal dari Indonesia sedangkan Ayahnya juga orang Indonesia, Leonardo Barrack. Mantan asisten Fillipo.


"Wowww".


Graziella menggeleng sambil terkagum-kagum.


"Ken, kau urus gadis itu. Jika dia tidak mau diatur. Buang saja dia kelautan". Ujar Grabielle asal.


Graziella mendengus kesal. Pria tampan itu benar-benar menyebalkan. Jika saja karena Graziella tidak berhutang budi pada Grabielle, gadis itu sangat enggan untuk ikut Grabielle.


"Mari Nona". Ajak Kenino


Kenino mengajak Graziella kedalam sebuah kamar dan menujukkan kamar gadis itu.


"Ini kamar anda Nona. Didalam almari, saya sudah siapkan pakaian anda. Silahkan anda ganti baju. Setelah ganti baju, anda temui Tuan Grabielle diruang kerjanya". Ucap Kenino.


"Ohh jadi namanya Grabielle?". Graziella bergumamnya "Kok namanya sama aku hampir sama yaa. Graziella dan Grabielle. Jangan-jangan kita jodoh". Gadis itu cekikian sendiri


"Jangan terlalu bermimpi tinggi Nona". Sergah Kenino


Graziella mencebik kesal "Hidup itu harus diawali dengan mimpi Tuan. Yaa meski pun aku tidak akan rela menikah dengan pria tua seperti nya. Nanti kalau aku ajak jalan-jalan bisa-bisa kami dikira Kakak adik lagi". Gadis itu ngakak sendiri dengan ucapannya


Kenino menggeleng kepala saja. Gadis ini benar-benar unik. Kenino penasaran siapa sebenarnya gadis ini? Jika dilihat dari penampilan nya gadis itu pasti terlahir dari keluarga berada.


"Jangan panggil saya Tuan, Nona. Saya hanya asisten Tuan, dan sama seperti anda. Panggil saja saya Kenino". Ucap Kenino sambil membungkuk hormat.


"Tidak sopan". Sergah Graziella "Ehem, bagaimana jika aku panggil Kak Nino saja. Lebih sopan dan juga terdengar manis".


Gadis itu tersenyum sambil menampikan rentetan gigi ratanya. Membuat Kenino terkesima dengan kecantikan gadis belia itu.


"Ya terserah anda saja Nona. Sebaiknya anda segera membersihkan diri sebelum Tuan memanggil lagi. Saya takut kalau anda jadi santapan makan malamnya". Ucap Kenino sengaja menakut-nakuti Graziella.

__ADS_1


"Benarkah? Apa dia kanibal? Astaga, aku takut dia memakan jantungku". Seru Graziella dengan wajah polosnya.


Kenino tertawa lebar. Gadis sungguh menggemaskan sekali. Jadi pengen gigit


"Ya sudah Nona. Bersihkanlah diri anda. Saya permisi". Kenino mellengang pergi dari sana.


Graziella menutup pintu kamar nya. Dia menatap interior kamar yang sangat besar itu. Jauh berbeda dengan kamarnya dirumah. Besar tapi tidak mewah.


"Wahhh rejeki anak Sholeh. Kabur, bertemu pria tampan dan diajak tinggal di Apartement mewah. Ahhh senangnya".


Gadis itu malah melempar tubuhnya diatas kasur king size itu.


"Tapi bagaimana kabar Kak Garra?". Gumamnya tampak berpikir "Bagaimana cara aku menghubungi Kak Garra? Aku tidak punya ponsel". Gumamnya lagi.


.


.


.


.


Grabielle sudah duduk dengan wajah datar di kursi kebesaran nya. Ruang kerja di Apartement miliknya.


Grabielle meminta Kenino membeli Apartement yang sesuai kriteria nya. Besar dan lengkap dengan fasilitas tentunya.


"Apa kau sudah menyiapkan poin-poin nya Ken?". Grabielle membuka lembar demi lembar berkas ditangannya.


"Bagus". Sudut bibir Grabielle tertarik. Dia tersenyum licik "Apa kau sudah mencari tahu tentang gadis itu?". Tanyanya kembali melanjutkan membuka lembar berkas itu.


"Sudah Tuan. Saya sudah kirim ke email anda Tuan". Sahut Kenino


Tok tok tok tok


"Buka Ken".


"Baik Tuan".


Kenino membuka pintu. Tampak Graziella yang sudah tersenyum manis sambil melambaikan tangan nya.


Kenino melonggo. Bagaimana tidak, gadis itu memakai gaun selutut dengan warna peach tanpa lengan. Kulit putihnya terlihat bersinar.


"Si-silahkan masuk Nona". Ucap Kenino sedikit gugup.


"Terima kasih Kak Nino". Senyum Graziella masuk dengan senyum sumringah.


"Selamat malam Tuan". Sapa Graziella membungkuk kan badan memberi hormat.

__ADS_1


Grabielle mengangkat pandangan nya. Dia terpaku didepannya menatap gadis cantik itu. Dan badannya panas dingin ketika melihat paha mulus Graziella.


"I-iya". Ketus Grabielle. Dia berusaha menetralisir degup jantungnya.


"Silahkan duduk Nona". Ucap Kenino mempersilahkan.


"Terima kasih Kak". Senyum Graziella sambil duduk.


Kening Grabielle berkerut. Seakrab itu Graziella dan Kenino sampai panggilan saja dengan nama Kakak?


"Baca". Grabielle memberikan berkas itu pada Graziella "Itu surat perjanjian. Karena aku sudah menebusmu dengan lima Blackcard milikku, jadi kau harus menjadi pelayanku seumur hidup". Ucap Grabielle.


Graziella mengangguk. Dia membuka lembar surat perjanjian itu.


"Tuan tidak bisa begini_". Protes Graziella sambil berdiri


"Duduk". Tegas Grabielle


"Tapi Tuan aku tidak terima_".


"Duduk". Tintah Grabielle.


Graziella duduk dengan wajah kesal "Tuan bagaimana bisa aku bekerja denganmu seumur hidup. Dan ini lagi kenapa aku harus ikut kemana kau pergi? Memangnya saat kau ke kamar mandi aku juga ikut. Tidak bisa seperti itu Tuan". Protes Graziella tidak terima


"Kalau kau mau boleh?". Grabielle tersenyum smirk "Kau berhutang padaku hanya dengan cara itu kau bisa membayar nya". Ucap Grabielle santai.


"Aku tidak menyuruh mu membayar dengan kartu hitam itu. Kau sendiri yang mau". Sahut Graziella tak mau kalah.


"Dan kau harus membayar nya dengan bekerja denganku seumur hidup". Tegas Grabielle menatap gadis itu dengan senyuman smirk.


"Tidak bisa seperti itu Tuan". Protes Graziella "Kau tahu tidak arti seumur hidup itu Tuan? Tidak ada batasnya Tuan. Lebih baik kita menikah saja". Ketus Graziella


"Jangan mimpi aku akan menikahi bocah kecil seperti mu". Ujar Grabielle mencibir gadis itu.


"Jangan salah Tuan. Walaupun aku kecil. Aku sudah bisa menciptakan anak kecil". Graziella tersenyum menggoda.


Grabielle menahan nafasnya. Ada sesuatu yang mendesak dibawah sana. Sialnya lagi gadis ini malah menggoda nya.


"Cepat tandatangani". Tegas Grabielle menatap gadis itu tajam


Graziella malah membalas tatapan Grabielle tanpa rasa takut. Tentu saja dia tidak terima. Bagaimana bisa dia bekerja dengan Grabielle seumur hidup. Bagaimana dengan Garra? Dia sudah berjanji akan menunggu Garra disana.


"Cepat tandatangani". Grabielle berdiri menghampiri gadis itu.


Kenino sudah was-was takut jika Grabielle menyakiti Graziella. Maklum mantan Mafia.


Graziella menghela nafas panjang "Boleh saya tambahkan beberapa poin Tuan". Graziella bertanya lembut sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tidak bisa". Tegas Grabielle.


Bersambung...


__ADS_2