
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Zie tengah menatap pantulan dirinya didepan cermin. Dia sedikit bingung karena suaminya memaksa dirinya untuk berias dan bahkan menyewa perias untuk membuatnya cantik.
"Dasar suami durhaka". Bagaimana tak mengerutu gaun yang dikenakan Zie begitu panjang hingga menutupi bagian tubuh nya.
"Sayang kau cantik sekali". Grabielle memeluk wanita itu dari belakang.
"Cantik dari mana?". Zie memincingkan matannya "Kak kenapa tidak bungkus saja aku sekalian, biar jadi martabak?". Gerutunya kesal.
Grabielle terkekeh dan malah memeluk wanita ini dengan sayang.
"Sudah jangan menggerutu terus". Grabielle membalikkan tubuh istrinya "Malam ini aku akan mengajakmu makan malam berdua saja". Sambil mencolek hidung Zie.
"Bukannya setiap malam kita makan bersama yaa?". Ujar Zie heran.
"Ini beda sayang. Ini spesial dan romantis". Senyum Grabielle.
"Wahhh ayo Kak. Apa ada semur jengkol?". Seru Zie sumringah membayangkan makanan kesukaan nya itu.
"Jangan ngadi-ngadi sayang. Aku tidak akan menyiapkan semur jengkol untuk malam spesial kita". Ucap Grabielle.
"Ck, kenapa seperti itu Kak. Ya sudah aku tidak mau". Ketus Zie.
"Jangan merajuk sayang. Ayo". Grabielle menarik wanita itu dan mengandeng tangan Zie.
Zie terus mengomel kesal "Kak bisa tidak tanganmu itu jangan terus menempel padaku?". Protes Zie.
"Tidak bisa sayang". Grabielle tersenyum santai
"Silahkan masuk Tuan. Nona". Kenino membuka pintu mobil untuk keduanya.
Mereka berdua masuk. Wajah Zie ditekuk kesal. Punya suami posessif luar biasa itu kadang menyenangkan tapi juga menyebalkan.
"Kak kau pesan makanan apa saja?". Zie benar-benar kepo dengan makanan yang dimasak suaminya.
"Nanti kau akan tahu sayang". Mengusap kepala Zie.
Sampai direstourant. Keduanya turun. Sedangkan Kenino menepikan diri dan memesan makanan sendiri. Menangisi nasib jomblonya dan kapankah si jomblo ini akan memiliki tambatan hati.
Grabielle membawa istrinya menuju meja yang sudah dipesan Kenino. Tidak ada orang lain selain mereka berdua.
"Lho Kak, kenapa sepi sekali Kak? Kenapa hanya ada kita berdua?". Tanya Zie heran.
"Kan aku sudah booking tempat ini sayang. Tentu saja tidak ada orang lain". Sahut Grabielle tersenyum bahagia.
"Ck, kau itu rakus sekali Kak". Cibir Zie.
__ADS_1
"Silahkan duduk sayang". Grabielle menarik kursi dan mempersilahkan istrinya duduk.
"Wahh Kak tempatnya bagus sekali". Zie berdecak kagum menatap dekorasi restourant tempat mereka makan.
"Kau suka?". Grabielle tersenyum sumringah.
"Suka. Suka". Seru Zie "Kau tahu tidak Kak, dulu aku pernah bermimpi makan malam bersama orang yang aku cintai dan kau telah mewujudkan mimpi itu?". Zie menatap suaminya penuh cinta
Grabielle mengenggam tangan Zie yang terletak diatas meja.
"Aku memang bukan pria romantis. Aku juga bukan pria manis. Tapi aku berjanji untuk selalu membuatmu bahagia sayang. Semoga kita selalu bersama selamanya dan apapun yang menghalangi kita, kita bisa menghadapi nya bersama-sama". Ucap Grabielle.
"Kak kenapa rasanya aku ingin kentut yaa saat mendengar ucapanmu?".
Wajah Grabielle langsung berubah masam "Sayang bisakah jangan mengacaukan suasana romantis kita?". Ucap Grabielle kesal.
"Kak aku beneran ingin kentut". Ucap Zie "Tutup matamu Kak ehh salah maksudnya tutup hidung". Ujar Zie langsung.
Rasanya Grabielle ingin terjun ke jurang saja. Sudah sudah payah dia merangkai kata dan harus meminta Kenino untuk mengajarinya dan akhirnya semua gagal.
Grabielle menutup hidungnya.
Prottttttttttttttt
"Ahhh segarnya". Sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
"Sayang kau itu keterlaluan sekali". Gerutu Grabielle.
"Kenapa menyalahkanku Kak? Memangnya harus aku tahan nanti aku malah sakit lagi. Kata orang pintar kentut itu tidak boleh ditahan". Zie menutup hidungnya, dia saja hampir muntah mencium kentutnya sendiri.
Grabielle memutar bola matanya malas. Suasana yang tadi nya romantis malah berubah menjadi masam. Grabielle kesal, pengen memakan Zie hidup-hidup dan memasukkan wanita itu kedalam perutnya.
Makanan yang sudah dipesan Grabielle dibawa oleh beberapa waiters yang sudah diperintahkan Kenino.
Grabielle benar-benar tidak mood makan. Gara-gara kentut Zie, membuat dirinya ingin pulang saja.
"Aku tidak sabar melahap makanan ini". Ucap Zie "Kau kenapa diam saja Kak? Ayo makan". Zie menahan tawanya dia tahu suaminya kesal. Tapi bagaimana lagi, kentut itu tidak boleh ditahan dan harus dikeluarkan bukan?
"Tidak". Grabielle makan dengan wajah kesalnya.
Keduanya makan masing-masing. Zie tidak peduli dengan wajah kesal suaminya. Dia tetap makan dengan lahap dan kenyang.
"Sayang". Renggek Grabielle.
"Iya Kak, kenapa?". Zie menatap suaminya heran "Kan kita mau makan romantis. Kenapa kau makan cepat sekali?". Gerutu Grabielle.
"Aku sudah lapar Kak. Tadi Kakak bilang kosong kan perut agar makanan itu habis semua". Jelas Zie.
__ADS_1
"Iya bukan itu juga maksudnya. Kenapa kau malah sibuk dengan makanan dan cuek pada suami mu". Renggek Grabielle.
Kening Zie berkerut heran "Memangnya Kakak mau apa?".
"Suapi". Ucapnya dengan bibir mengerecut manja.
"Memangnya Kakak tidak bisa makan sendiri?". Ucap Zie tak habis pikir
"Tanganku sakit". Ucap Grabielle beralasan agar Zie mau menyuapinya.
"Kenapa bisa sakit Kak? Kau tidak memegang anu wanita lain lagi kan?". Ucap Zie memeriksa tangan suaminya.
"Ck, sayang jangan menuduh sembarangan. Suamimu ini sudah bertobat". Sergah Grabielle tidak diterima. Dia sudah berjanji takkan bermain wanita lagi karena dia tidak mau kehilangan Zie-nya
Zie tertawa lebar. Apalagi wajah suaminya tampak ketakutan membuatnya begitu suka menggoda pria itu. Ahh dia jadi jahil seperti ini.
"Sini Kak, biar aku suapi". Zie bergeser.
Grabielle senang bukan main dia menerima suapan istrinya.
Pasangan suami istri itu makan sambil mengobrol hangat sesekali diselingi dengan tawa dan celotehan Zie.
Makan malam mereka bukan terkesan romantis tapi terlihat sangat manis. Meski tadi Grabielle sempat kesal karena ucapan Zie. Tapi sekarang dia malah terlihat bahagia.
Zie adalah sosok menyenangkan. Dia memiliki sifat yang ramah dan mudah bergaul. Apalagi ucapannya yang spontan selalu berhasil membuat Grabielle tertawa gemes.
"Sayang mau kah kau berdansa denganku?". Grabielle mengulurkan tangan nya agar wanita itu menyambut nya.
"Memang Kakak bisa?". Sedikit meragukan kemampuan Grabielle "Kalau aku tidak bisa Kak". Sambung nya lagi.
"Aku akan mengajarimu sayang. Tenanglah". Senyum Grabielle
Zie mengangguk dia menerima uluran tangan Grabielle.
Mereka berdua berdansa diiringi dengan biola yang dimainkan oleh beberapa pria berbaju putih dengan celana hitam.
"Kau suka sayang?". Grabielle menatap istrinya dengan penuh damba.
"Suka Kak. Tapi musik nya membuat mataku mengangguk. Rasanya aku ingin tidur". Celetuk Zie.
Grabielle terkekeh "Jangan rusak suasana romantis ini sayang". Ucap Grabielle gemes "Nanti aku takkan membuatmu tidur semalaman". Bisiknya tersenyum jahil.
"Kakak mau berapa ronde?". Zie juga tersenyum smirk
"Sepuluh". Seru Grabielle sambil berdansa dengan Zie.
"Kenapa tidak seratus saja Kak?". Ketus Zie. Dikasih jantung malah minta ginjal.
__ADS_1
Bersambung.....