Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Mencari


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Grabielle duduk gelisah didalam mobilnya. Dia terus mendesak Kenino agar menjalankan mobilnya dengan cepat.


"Ken bisakah cepat sedikit?". Ujar Grabielle.


"Baik Tuan". Sahut Kenino.


"Ck, kemana istri ku Ken kenapa tidak mengangkat telpon ku?". Grabielle dari tadi gelisah tak menentu. Dia mengotak-atik ponselnya.


"Mungkin Nona sudah pulang Tuan. Bisa jadi Nona ketiduran". Jawab Kenino asal.


"Langsung pulang Ken". Grabielle menyimpan ponselnya.


"Baik Tuan".


Sampai dikediamannya, Grabielle turun dengan tergesa-gesa. Langkah kakinya tampak tak sabar.


"Selamat malam Tuan".


"Apa istriku sudah pulang?". Tanyanya


"Maaf Tuan dari tadi Nona belum pulang". Sahut salah satu kepala pelayan disini.


Grabielle mengusar wajahnya kasar.


"Ken, ke ruangan ku".


"Baik Tuan".


Grabielle melangkah masuk kedalam ruangan kerja di Apartement ini.


Seharian Zie tak ada kabar. Ponselnya aktif tapi tidak diangkat. Entah dimana dan dengan siapa istri kecil nya itu?


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?". Tanya Kenino.


"Tanya pengawal bayangan yang di perintahkan Daddy untuk menjaga istriku. Apa mereka tahu dimana istriku?". Tintahnya.


"Baik Tuan".


Grabielle mengusap wajahnya lagi dengan kasar. Panik. Khawatir dan takut. Takut terjadi sesuatu dengan istri kecilnya itu. Tak pernah Grabielle merasa setakut dan sepanik ini dalam hidupnya.


"Sayang kau dimana jangan membuatku panik?". Gumam Grabielle frustasi.


Tidak lama kemudian Kenino datang bersama seorang pria berpakaian hitam dan bertubuh besar. Dia seperti detektif.


"Bagaimana?". Tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Maaf Tuan. Terakhir kami melihat Nona bertemu Ibu tirinya di caffe dekat kampus Nona. Setelah itu datang sebuah mobil hitam dan keluar seorang pria berbaju hitam. Dia seperti Tuan Kenino". Jelas nya.


"Mirip Ken?". Kening Grabielle saling bertaut "Tidak mungkin kau kan Ken? Kau bersamaku sejak tadi?".


"Iya Tuan. Saya curiga ada yang menyamar menjadi saya Tuan lalu menculik Nona".


Brakkkkkkkkkkk


"Brengsekkkk". Grabielle langsung memukul meja.


"Siapkan semua pasukkan Ken". Tintahnya


"Baik Tuan". Sahut Kenino


Grabielle meninggalkan ruangan kerja nya. Pria itu melangkah masuk kedalam mobil tanpa Kenino.


Grabielle melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Wajahnya merah seperti iblis. Seperti nya akan ada yang membangunkan jiwa kemafiaannya. Sudah lama dia tidak membunuh. Apakah dia harus lakukan lagi hobby nya yang dulu?


Sampai di Mansion mewah Myron dan Zevanya, pria itu turun dari mobil dan melangkah masuk dengan setengah berlari.


"Selamat datang Tuan Muda". Sapa para pelayan.


Namun pria itu tak merespon sama sekali. Dia malah berjalan tanpa peduli dengan sapaan para pelayan padanya.


"Bielle".


"Duduklah". Suruh Myron "Kenapa dengan wajahmu?". Myron memincingkan matanya heran.


"Kak tolong aku. Istri ku diculik Kak". Ujar Grabielle.


Myron terkejut "Diculik? Diculik bagaimana?". Tanya Myron "Bukankah kau sudah menyewa banyak pengawal bayangan untuk menjaga istri mu? Kenapa bisa sampai kecolongan?". Myron tak habis pikir. Padahal Grabielle adalah tipe pria yang tak mau main-main jika bersangkutan dengan keselamatan orang yang dia sayang.


"Aku tidak tahu Kak". Desah Grabielle. Wajahnya begitu menyedihkan.


"Haiii Gebe". Zevanya datang dengan wajah sumringah nya "Kau tampak sedang bahagia Gebe?". Zevanya duduk disamping suaminya. Dia tahu kalau Grabielle sudah datang ke rumah pasti ada sesuatu yang sedang terjadi.


"Aku tidak sedang ingin bercanda Kak". Ucap Grabielle malas.


"Kakak juga sedang tidak ingin serius Gebe". Sahut Zevanya santai sambil mencomot cemilan yang ada diatas meja.


"Sayang jangan terus menganggu Bielle. Dia sedang kehilangan istrinya".


"Apa?". Pekik wanita itu.


"Bisakah kau tidak berteriak Kak?". Ketus Grabielle mengusap telinganya.


"Maksudnya Lala hilang?". Kalau berbicara tentang Zie, Zevanya sangat serius.

__ADS_1


"Gebe cepat ceritakan pada Kakak. Apa yang terjadi dengan istri mu? Bagaimana dia bisa hilang? Cepat katakan Gebe?". Desak Zevanya.


Grabielle menunduk "Aku tidak tahu Kak. Tadi pagi aku mengantar nya ke kampus, lalu saat aku ingin menjemput nya makan siang, dia malah bilang ingin makan siang dengan teman-teman nya. Setelahnya aku sudah menunggu dirumah tapi dia tidak kembali. Menurut pengawal bayangan yang ditugaskan Daddy, ada orang yang mirip Ken membawa istriku pergi". Jelas Grabielle panjang lebar.


"Astaga Gebe, kau ini bagaimana sihh? Berapa kali Kakak ingatkan. Perketat penjagaan terhadap istrimu. Disini kita memang tidak memiliki munsuh. Tapi istri mu itu incaran banyak orang". Omel Zevanya nafasnya memburu.


"Sabar sayang, jangan mengomel". Myron mengusap punggung istrinya.


"Bagaimana tidak mengomel Kak? Bocah tengik ini memang harus diomeli. Istri sendiri saja tidak bisa menjaganya". Ucap Zevanya kesal "Atau kau memang sengaja tidak mau menjaga istrimu Gebe? Kau masih tidak menganggapnya". Tuding Zevanya.


"Kak". Grabielle menggeleng "Akh mencintainya Kak, bagaimana bisa aku tidak menganggap nya ada?". Ucap Grabielle.


Zevanya tampak kesal luar biasa. Zie itu seperti adiknya. Dia merasa sangat cocok dengan Zie.


Wanita itu mengambil laptopnya. Dia tidak peduli pada wajah Grabielle yang seperti benang kusut itu.


Dia mengotak-atik laptopnya. Kejeniusan nya dibidang IT tak lekang waktu. Meski sudah berlalu puluhan tahun namun Zevanya tetaplah wanita jenius. Tidak ada yang bisa menandingi kemampuannya dibidang IT.


"Bagaimana sayang apakah ada jejak Zie?". Myron ikut melihat layar laptop istriku.


"Tidak bisa Kak. Seperti alat pelacak ku tidak berfungsi disana". Sahut Zevanya "Gebe, apakah istri mu itu ahli IT?". Tanya Zevanya.


"Aku tidak tahu Kak. Aku tidak pernah menanyakan nya". Sahut Grabielle "Kak tolong lacak dimana keberadaan istriku. Aku takut dia terluka Kak". Suara Grabielle tampak parau.


Zevanya menggeleng "Tidak bisa Gebe. Kakak tidak bisa melacaknya. Ponsel istri mu itu terpasang antivirus yang bisa menyerang balik. Kakak sedang membaut virus baru tapi sepertinya juga tidak bisa melacak". Sahut Zevanya menutup laptopnya.


Grabielle menunduk lemah. Seluruh tubuhnya serasa mati rasa. Tidak. Istri kecilnya tidak boleh kenapa-kenapa. Dia tidak akan memaafkan dirinya jika istri kecilnya itu sampai terluka.


"Bielle ayo kita cari". Myron berdiri "Sayang kau dirumah saja. Jaga anak-anak".


"Tapi Kak_".


"Sayang, kau tidak boleh lelah. Kau bisa bantu dari jauh lalu hubungi aku jika kau menemukan jejak Zie". Potong Myron.


Zevanya hanya menurut. Sebagai istri yang baik. Harus menurut bukan?


Grabielle dan Myron masuk kedalam mobil.


Myron melirik Grabielle yang tampak tak seperti biasanya. Myron tahu jika Grabielle sungguh mencintai istrinya tampak dari wajah pria itu.


"Tenanglah Bielle semua akan baik-baik saja". Myron mengusap bahu adik iparnya itu.


"Kak bagaimana aku bisa tenang? Istriku diculik. Aku takut dia terluka dan kenapa-napa Kak. Aku tidak akan memaafkan diriku". Grabielle tak mampu menahan air matanya.


Myron terdiam. Baru kali ini dia melihat seorang Cassanova seperti Grabielle galau berat dan bahkan sampai menangis. Biasanya Grabielle ini selalu angkuh dan percaya diri tinggi. Itulah kalau yang namanya bersangkutan dengan hati tak ada sesuatu yang sepele.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2