
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Ehem".
Grabielle melipat kedua tangannya didada. Ketika dia gadis itu dari tadi mengabaikan nya.
Zie menepuk jidatnya. Dia lupa pada Tuan Teh Celup itu.
"Hai Tuan". Zie cenggesan "Cinta perkenalkan ini Tuan Teh Celup ehhh maaf, maksud aku dia calon suamiku". Zie merangkul lengan Grabielle.
"Calon Suami, Cinta?". Ulang gadis itu menatap Grabielle dari ujung kaki sampai ujung rambut "Tampan". Imbuh nya lagi.
"Iya Cinta, barang import langsung dari luar negeri".
Grabielle mendelik ketika Zie mengatakan dia barang import. Sementara Kenino menggeleng saja.
"Yang benar saja Cinta? Kau dapat dari mana?". Ucap gadis itu menatap Grabielle kagum benar-benar tampan
"Iyalah. Langsung aku pesan dari luar negeri". Sahut Zie sambil menaik turunkan alisnya menggoda Grabielle.
Pria itu mencebik kesal. Ada-ada saja gadis ini.
"Perkenalkan Tuan, saya Ester temannya Zie alias sahabat baik Zie". Ester mengulurkan tangan kearah Grabielle.
Tapi pria itu tak bergeming dan malah menatap tangan Zie yang masih memeluk lengannya dengan erat.
"Alah, dia memang suka seperti itu". Zie menarik tangan Grabielle dan menyatukannya dengan tangan Ester "Tuan Grab". Ucap Zie.
"Grab?". Kening Ester berkerut "Apakah dia aplikasi makanan?". Ujar gadis itu lagi tertawa pelan.
Zie hanya tersenyum simpul. Dia menelan salivanya saat melihat tatapan marah Grabielle. Ahh pasti pria itu akan mengamuk lagi gara-gara sahabat dodol nya.
"Ohh ya Cinta. Perkenalkan ini Kak nino, asisten nya Tuan Grab ehh calon suami". Zie suka salah menyebut nama Grabielle.
"Hai Tuan Tampan". Ester kesem-kesem tidak jelas saat melihat wajah tampan Kenino "Ester". Dia mengulurkan tangan kearah Kenino
"Kenino". Sahut Kenino tanpa menyambut uluran tangan gadis itu.
"Apakah sudah urusanmu gadis aneh? Aku masih banyak urusan. Bukan untuk mengurusi mu saja". Ketus Grabielle
"Hehhe iya Tuan. Sebentar". Zie melepaskan pelukan tangannya. Hal itu sedikit membuat Grabielle kecewa.
"Cinta kau butuh uang?".
Ester mengangguk "Iya Cinta. Kalau aku tidak bawa uang pulang. Tua Bangka itu akan menikahkan ku dengan pria botak itu". Jawab Ester sendu.
Zie meronggoh tasnya. Lalu mengeluarkan Blackcard pemberian Garra. Dia tidak tahu berapa sisa uang didalam nya. Karena Zie jarang menggunakan uang itu.
__ADS_1
"Cinta pakailah untukmu".
Mata Ester membulat sempurna. Kartu unlimited itu hanya pernah dia dengar lewat cerita. Tapi tidak pernah dia lihat secara langsung.
"Untukku?". Ester menunjuk dirinya.
"Gadis aneh cepat". Teriak Grabielle mulai habis kesabaran nya.
"Iya Tuan Teh Celup sabar". Ketus Zie "Ya sudah Cinta. Aku pamit yaaa. Ambillah kartu itu untukmu. Jaga diri baik-baik. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku". Ujar nya.
"Hiks Cinta terima kasih".
Zie masuk kedalam mobil. Dia langsung kikuk ketika melihat tatapan mengintimidasi Grabielle, sangat menyeramkan sekali tatapan pria itu.
Grabielle menatap Zie dalam. Dia melihat tadi Zie memberikan Blackcard miliknya kepada Ester. Sedikit ada rasa kagum didalam hati pria itu. Gadis yang selalu membuatnya kesal ternyata memiliki hati malaikat juga.
"Jangan lirik-lirik Tuan, nanti jatuh cinta. Jatuh cinta sendirian itu sakit, karena mandiri". Sindir gadis itu.
"Cih, percaya diri sekali. Siapa juga yang jatuh cinta?". Kilah Grabielle memalingkan wajah kearah jendela mobil. Padahal dia sedikit terganggu dengan ucapan spontan gadis itu.
"Ya siapa tahu saja Tuan". Sahut Zie santai sambil bersandar.
Zie terheran-heran ketika mobil Kenino berhenti disebuah toko perhiasan. Tentu saja dia tahu toko itu karena beberapa waktu lalu dia menjual beberapa perhiasan miliknya.
"Kak, apa yang akan kita lakukan disini?". Zie keluar dari mobil menyusul Grabielle dan Kenino.
Grabielle mendelik kearah gadis itu. Benar-benar terlihat kampungan. Bagaimana bisa dia memiliki istri dibawah umur seperti Zie? Masih sangat muda. Jauh dari seleranya. Rasanya mustahil jika Grabielle bisa jatuh cinta pada Zie, pikir pria itu.
"Pilihlah yang kau mau". Ucap Grabielle dingin.
"Hah?". Zie terkejut. Maksudnya memilih apa? "Saya Tuan?". Dia menunjuk dirinya.
"Cepat aku tidak punya banyak waktu. Pilih dua cincin untuk pernikahan kita besok". Ujarnya.
Mata Zie berbinar-binar menatap cincin-cincin berlian yang harganya mencapai ratusan juta itu.
"Cie yang romantis cieee". Ledek gadis itu.
"Bisakah_".
"Sttttttttttt. Diam Tuan". Zie meletakkan jari telunjuknya di bibir Grabielle membuat pria itu terdiam sejenak.
Zie memilih cincin itu. Dia sampai bingung mau pilih yang mana? Semuanya bagus.
"Kenapa lama sekali?". Gerutu Grabielle.
"Saya bingung harus pilih yang mana Tuan? Semuanya bagus". Gumam Zie
__ADS_1
"Tolong bungkus semuanya". Perintah nya pada pengawai toko
"Baik Tuan".
Zie menggeleng kepala saja. Orang kaya memang suka semaunya.
"Apakah anda ingin berjualan Tuan?". Tanyanya memasang wajah polos.
Grabielle mendelik "Jangan membuatku mengomel lagi". Ketusnya
"Ini Tuan".
"Bawa".
"Ken kembali".
.
.
.
.
Gama melemparkan semua barang yang berada diatas mejanya. Dia berteriak melampiaskan emosinya.
"Arggghhhhh brengsekkkk". Pekik nya "Bagaimana bisa Tuan Grabielle akan menikahi Zie? Kenapa kau tidak memberitahu ku Mark?". Hardiknya
Wajah Mark sudah babak belur akibat pukulan Gama. Asisten itu hanya bisa menunduk takut.
"Maaf Tuan saya juga tidak tahu". Jawab Mark.
"Apa saja kerjamu? Percuma aku mengajimu mahal-mahal jika mengurus tikus kecil saja tidak bisa". Pekik pria itu benar-benar marah "Aku tidak mau tahu Mark. Kau harus menemukan cara untuk menggagalkan pernikahan mereka. Zie harus jadi milikku dan hanya aku yang boleh memiliki nya bukan pria asing itu". Ucap Gama dengan emosi yang sudah membuncah diubun-ubun.
"B-baik Tuan". Mark gegelapan sendiri.
Gama jika sudah mengamuk, dunia bisa hancur. Dia tidak mampu menahan emosinya. Apalagi jika bersangkutan dengan sesuatu yang ingin dia miliki.
Gama menghempaskan tubuhnya dikursi kebesaran nya. Dia tidak habis pikir bagaimana bisa gadis incarannya itu akan jadi milik orang lain. Tidak akan Gama biarkan. Zie adalah miliknya. Dia akan merebut Zie dipelukkan Grabielle dan tidak peduli apa yang harus dia korbankan.
"Zie". Dia mengusar rambutnya dengan kasar "Kau milikku Zie. Aku akan merebutmu. Aku akan merebut mu". Pekik nya frustasi.
Gama adalah pria berambisi yang selalu memenuhi semua keinginan nya. Dia juga meniduri banyak wanita tanpa cinta hanya untuk kebutuhan biologis nya saja
Semua wanita dengan sukarela mengantarkan tubuh mereka padanya tanpa embel-embel uang. Sebab Gama juga pengusaha ternama yang namanya sedang buming diperbincangkan.
Tapi berbeda dengan gadis bernama Zie itu. Gadis unik yang selalu membuat nya tertawa ini tak pernah tertarik sama sekali padanya dan bahkan terkesan cuek. Sampai hari ini Zie tidak tahu jika Gama adalah pria yang dijodohkan dengannya.
__ADS_1
Bersambung....