Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Bukan salahku!


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Ayo sayang". Ajak Grabielle sekali lagi pada istrinya.


"Iya Kak".


Grabielle tak ingin berlama-lama menghadapi John dan Shiena. Grabielle takut nanti istrinya malah stress dan berpengaruh pada kandungan Zie.


"Tunggu". Sergah John.


"Ada apa lagi?". Grabielle menatap John tajam "Apa ada urusan penting?". Tanyanya tak suka.


"Aku ingin berbicara dengan Zie". Ucap John.


"Bicara apa Ayah?". Tanya Zie menatap John.


"Tidak bicara apa-apa. Sekedar ingin mengingatkan bahwa kau memiliki hutang pada Ayah". John tersenyum licik


"Hutang apa Ayah?". Tanya Zie heran.


"Hutang karena Ayah sudah membesarkan mu sejak kecil. Merawatmu. Ya walaupun kau adalah hasil hubungan gelap antara Ibu mu dan lelaki perebut itu".


"John". Tegur Arthur berjalan menghampiri Zie dan Grabielle.


"Kenapa Arthur? Kau takut jika Zie tahu bahwa dia adalah anak haram hasil hubungan mu dengan Allena?". Ujar John menatap Arthur sinis.


"Cukup John. Zie tidak tahu apa-apa. Jangan salahkan dia". Hardik Arthur.


"Tentu saja ini salahnya. Sejak kelahiran dia semua orang hancur". Sambung Shiena


"Tutup mulutmu Shiena". Bentak Gama.


Adam, Hana dan Ester yang orang asing disana hanya bisa menyaksikan perdebatan keluarga itu. Mereka tidak tahu apa-apa masalah keluarga Zie.

__ADS_1


"Kenapa Gama? Bukankah seharusnya kau juga tahu bahwa Zie lah yang memisahkan kedua orang tua mu". Ucap Shiena menatap Zie yang mematung ditempatnya.


"Ohhh jadi ini anak haram itu?". Sandra maju mendekati Zie.


Grabielle langsung melindungi istrinya dibelakang tubuhnya. Jangan sampai ada yang menyentuh istrinya itu maka jiwa mafia nya akan kembali lagi. Grabielle tidak mau mengambil resiko dengan membunuh lagi. Dia sudah bertobat dan berjanji pada Zie tidak akan terlibat lagi dalam dunia pembunuhan.


Sandra menatap Zie penuh kebencian. Zie memang mirip dengan Allena. Matanya. Hidungnya. Alisnya. Dan senyumnya.


"Kau tahu Zie? Ibu mu adalah perebut suami orang". Ucap Sandra penuh penekanan.


"Hentikan Sandra". Hardik Arthur menarik tangan Sandra dengan kasar "Jangan pernah libatkan Zie. Dia tidak tahu apa-apa". Ucapnya penuh emosi.


"Justru dia tidak tahu apa-apa. Dia harus tahu semuanya". Bentak Sandra "Ibunya perebut kebahagiaan ku. Ibu nya penghancur rumah tangga dan pernikahan kita. Kau tahu itu Arthur, aku membenci Allena sangat membenci Allena. Itulah sebabnya kenapa aku membunuhnya? Saat aku membunuhnya pun kau masih tidak mau kembali padaku dan sibuk menangisi mayatnya". Teriak Sandra menunjuk wajah Arthur sambil mengeluarkan rasa sakitnya yang dia pendam selama belasan tahun ini.


Air mata Zie luruh membasahi pipi cantiknya. Wanita itu mengusap perut nya. Agar bayi dalam perutnya tidak terkejut mendengar teriakkan Sandra. Apakah salahnya? Zie tidak tahu apa-apa.


Adam, Hana dan Ester tercengang mendengar pengakuan Sandra. Sumpah demi apapun mereka benar-benar tak tahu.


Gama mengepalkan tangannya kuat. Tidak bisa dibela lagi. Ibunya memang bersalah, membunuh bukanlah jalan keluar. Meski Gama juga pembunuh berdarah dingin tapi dia tidak akan membunuh orang tanpa alasan.


"Kau tahu Zie? Sejak kelahiran mu kami semua menderita. Ibu mu itu ******. Ibu mu itu pelakor". Teriak Sandra.


"Hentikan Mom". Gama mencengkram lengan Sandra


"Lepaskan Mommy Gama. Lepaskan". Sandra memberontak.


"Kenapa kau membela anak pembawa sial itu? Kau tahu Gama dia adalah penyebab Daddy dan Mommy tidak bisa bersatu. Dia yang membawa kehancuran itu". Sambil memberontak Sandra meneriaki Zie.


Gama langsung memerintahkan Mark dan Kenino untuk membawa Ibu nya pergi dari sini. Meski kenyataannya begitu tapi Ibu nya juga tetap salah dan orang salah akan tetap menerima hukuman nya.


John tersenyum puas bahkan pria itu tertawa melihat wajah syok Zie. Dia tidak tahu kenapa, sejak Zie lahir dia sudah membenci putri tirinya itu. Tidak peduli jika Zie tidak bersalah.


"Sekarang kau tahu kan Zie bahwa kau itu pembawa sial? Maka jangan harap akan bahagia". Ucap Shiena.

__ADS_1


"Jangan pernah mengatakan hal itu pada istriku". Hardik Grabielle yang tidak terima Zie dituduh seperti itu.


Zevanya merengkuh tubuh Zie dan menyandarkan kepala Zie didadanya. Tangannya menutup telinga Zie agar wanita hamil itu tidak mendengar tuduhan dari para orang-orang disisinya.


"Kau harus tahu Grabielle bahwa istri mu itu anak haram. Anak dari hubungan gelap dua orang tanpa ikatan pernikahan dan dia juga penyebab kematian Ibu nya". Ucap John lebih penekanan.


"Stop Ayah". Teriak Zie "Bukan salahku! Jika bisa aku tidak ingin dilahirkan didunia ini jika hanya membuatmu hancur. Aku tidak tahu apa-apa. Aku tidak tahu apa yang terjadi ketika aku lahir. Semua telah berubah seperti ini. Jika kehadiran ku menambah beban mu aku minta maaf, aku sungguh-sungguh minta maaf. Jika bisa meminta aku tidak ingin dilahirkan. Aku tidak ingin hadir didunia ini". Ucap Zie sambil terisak menangis.


"Aku menyanyangimu Ayah walau kau tidak pernah menyanyangi ku. Bahkan ketika aku tahu kau lah pembunuh Ibu aku tetap tidak bisa menbencimu. Bagaimana bisa aku membenci pria yang mengajariku berjalan? Pria yang mengajariku berbicara dan pria pertama yang kulihat saat aku hadir didunia ini". Ucapnya.


"Sayang". Grabielle berusaha meraih tangan Zie.


"Daddy, apa pernah aku minta dilahirkan? Apa pernah aku meminta tinggal dirahim Mommy?". Zie menatap Arthur "Bisakah kembali kan aku lagi agar aku tidak hadir disini? Bisakah bawa aku pergi agar semua orang bahagia?". Air mata mengalir dengan deras.


"Zie".


"Kak Gama. Apa kau juga membenci ku? Apa kau juga menganggap aku sebagai penghancur dan penyebab perpisahan Daddy dengan Bibi Sandra? Apa aku juga menganggap aku pembawa sial Kak? Dan apa kau tahu Kak saat kejadian itu aku bahkan belum lahir. Tapi kenapa semua orang menuduh ini salahku, Kak". Sambil menangis tersedu-sedu Zie memegang tangan Gama sambil menguncang tangan pria itu.


John terdiam sejenak. Ucapan Zie seolah mengenai hatinya. Dia hanya terlalu digelapkan oleh rasa sakit. Sakit hatinya pada penghianatan Allena.


"Ken". Teriak Grabielle


"Iya Tuan?". Kenino maju menghampiri Grabielle.


"Bawa kedua manusia itu ke kantor polisi, karena mereka lah pembunuh mertuaku". Tintah Grabielle


"Baik Tuan".


Kenino dan beberapa pengawal menyeret John dengan Shiena secara paksa menyusul Sandra. Mereka akan dapat hukuman sesuai dengan perbuatan mereka. Grabielle tak ingin mengotori tangannya untuk menghabisi John dan Shiena serta Sandra. Biarlah pihak yang berwajib yang memberi hukuman.


Grabielle dan Gama sudah mengumpulkan bukti kejahatan John, Shiena dan Sandra sehingga mereka tidak bisa mengelak lagi. Sebenarnya Grabielle dan Gama ingin memberi hukuman tersendiri untuk ketiga orang itu seperti Garra dan Marissa. Namun Arthur tidak mau anak-anak nya hidup dalam dendam dan meminta mereka untuk membawa John, Shiena dan Sandra kepada pihak yang berwajib.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2