
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Kak kau ini lepaskan". Zie benar-benar jenggah dengan suaminya. Dia sedang memasak tapi Grabielle malah terus memeluknya dari belakang.
"Sayang kapan malam pertamanya, apa tamu bulanannya masih?". Grabielle merenggek seperti anak kecil.
"Astaga kau ini Kak. Malam pertama terus yang kau pikirkan". Omel Zie geleng-geleng kepala "Masih dua hari lagi baru selesai. Aku bisa dapat tiga sampai empat hari". Imbuhnya.
"Ahhh lama sekali". Renggek Grabielle "Tidak bisa kah dipercepat sayang?".
"Bisa". Jawab Zie cepat. Senyum Grabielle mengembang "Bisa buat aku mati". Wajah Grabielle langsung muram.
"Sudah jangan merenggek terus Kak. Kau itu seperti anak kecil saja". Ketus Zie meletakkan sarapannya diatas meja "Ayo kita makan". Ajaknya.
Zean dan Luna sudah kembali pulang ke Amerika beberapa hari yang lalu. Jadi hanya Grabielle dan Zie saja yang sekarang menghuni apartment ini bersama Kenino dan para pelayan lainnya. Namun tetap saja walaupun hanya berdua mereka terdengar seperti puluhan orang.
"Sarapan Kak". Ucap Zie pada Kenino.
"Terima kasih Nona". Senyum Kenino.
"Sayang, hari ini kau ingin ke kampus?". Tanya Grabielle disela-sela sarapannya.
"Iya Kak. Kenapa?".
"Sekalian berangkat ke kantor saja yaaa?". Tawar Grabielle "Aku ingin berangkat denganmu". Bibir nya mengerucut seperti ingin diminta belas kasihani.
"Iya.. iya". Sahut Zie
Grabielle membuka pintu untuk wanita itu seperti biasa tangannya akan dia gunakan untuk melindungi kepala gadis itu.
Sampai dikampus Grabielle hendak turun namun Zie mencegahnya.
"Kenapa sayang?".
"Ck, kau ini... Jangan keluar. Nanti orang-orang kira aku sugar baby lagi". Ketus Zie
"Kan aku suamimu sayang?".
"Yang bilang kau suami orang lain siapa Kak?". Zie memutar bola matanya malas.
"Mereka tidak tahu kalau aku sudah menikah Kak". Jelas Zie "Sudahlah aku masuk kampus dulu. Kakak semangat kerja nya". Pesan gadis itu.
"Makan siang bersama nanti aku jemput".
"Tidak usah Kak. Hari ini aku diajak Kak Adam, Kak Hana dan Ester makan siang bersama. Kan aku sudah buatkan bekal untukmu. Makanlah bekal itu".
__ADS_1
Wajah Grabielle cemberut "Kau lebih memilih makan bersama teman-teman mu dari pada suamimu sendiri". Ujarnya
"Tidak usah lebay Kak". Zie terkekeh "Sudah lah, aku kuliah dulu. Hati-hati dijalan yang dihati jangan jalan-jalan". Goda gadis itu.
"Iya sayang". Grabielle mendaratkan kecupan singkat didahi Zie.
Kenino memutar bola matanya malas. Huft setiap hari harus menjadi obat nyamuk. Kapankan penderitaan si jomblo ini berakhir? Semoga author cantik, sediakan pasangan untuk Kenino, hehehe.
Zie berjalan masuk dengan wajah sumringah dan ceria. Gadis itu selalu ceria setiap hari. Entah bagaimana wajah susahnya. Dia seperti tak pernah susah.
"Zie". Panggil Adam, Hana dan Ester menghampiri gadis itu.
"Haiii para friends-friends ku". Balasnya dengan senyuman mengembang.
"Kau tampak bahagia sekali Zie?". Hana memincingkan matanya.
"Tentu saja bahagia. Good day". Serunya
"Sudah ayo masuk". Ajak Adam
Keempat orang itu berjalan masuk menelusuri koridor kampus.
Zie terus saja berceloteh dengan candaan dan gurauannya. Seperti nya gadis ini memang sedang bahagia hari ini, terlihat dari rona wajahnya.
Setiap seminggu sekali mereka akan masuk ke kampus untuk mengikuti beberapa mata kuliah penting serta mencari referensi modul untuk menyusun skripsi.
"Karena aku lagi bahagia hari ini jadi biar semua makanan ini aku yang bayar. Kalian pesanlah". Ucap Zie sambil meletakkan tas nya.
Ketiga orang itu duduk. Mereka menatap Zie yang tampak aneh hari ini. Hari ini Zie jauh lebih cerah dari biasanya.
"Zie kau sedang dapat undian berhadiah?'". Tanya Ester.
"Ya. Aku sedang dapat asset Negara". Serunya sambil ngakak.
"Dodol". Ester menyonor kening gadis itu.
"Awww. Kebiasaan dehhh". Gerutu nya.
"Zie kau sedang bahagia kenapa?". Adam benar-benar penasaran.
"Mau tahu saja atau mau tahu banget?".
"Mau tahu banget". Jawab ketiganya kompak.
Zie menarik nafas dalam. Ester sudah tahu jika Zie sudah menikah. Tapi Adam dan Hana belum tahu, karena Zie tidak pernah menceritakan hal itu pada mereka berdua.
__ADS_1
"Aku tidak jadi bercerai dengan Tuan Teh Celup". Jelas Zie.
"Apa?". Pekik ketiga orang itu.
"Astaga, kalian ini. Kalau mau teriak itu dilapangan bola. Jangan disini". Gerutu Zie mengusap telinga nya.
"Bercerai? Sejak kapan kau menikah?". Tanya Adam pura-pura bingung. Padahal dari awal dia sudah tahu kalau Zie menikah dengan Grabielle.
"Sekitar dua bulan yang lalu. Tapi belum malam pertama". Lagi-lagi gadis itu ngakak sendiri.
Ketiganya menggeleng saja melihat sikap Zie. Gadis ini tidak ada feminim-feminim nya, ujar Grabielle.
"Cinta, bukankah katamu kau ingin bercerai dengan suami mu kenapa sekarang malah tidak jadi? Apa kau berubah pikiran?". Tanya Ester. Sebagai sahabat Ester sebenarnya mendukung Zie bersama Grabielle. Tapi pria itu pun cukup berbahaya untuk Zie karena Zie tidak tahu siapa Grabielle sebenarnya.
"Sayang asset Negara dibuang-buang". Sahut Zie.
"Asset Negara?". Ketiganya masih bingung.
Zie mendengus kesal "Ck, kalian ini masih tidak mengerti. Suami ku itu asset negara. Tampannya mengalahkan Jungkook. Baiknya seperti pangeran. Dan dia ahhh pokoknya the best lah". Tingkat kebucinan Zie sudah berada dilevel tinggi.
Ketiga nya terdiam, ada kekecewaan diwajah ketiga orang itu. Padahal mereka sudah menyusun rencana untuk membawa Zie pergi ke Shanghai namun malah gagal.
"Apa kau sungguh mencintai Tuan Grab, Zie?". Tanya Ester menatap sahabatnya itu.
"Iya sungguh". Senyum Zie "Kak Adam. Kak Hana. Jangan heran yaa karena aku sudah laku duluan. Maklum orang cantik memang cepat laku". Celetuk Zie.
"Kau.....".
"No protes. No debat. Aku memang paling cantik dari kalian berdua". Zie menampilkan rentetan gigi putihnya.
Tangan Adam terkepal kuat. Bagaimana bisa Zie jatuh cinta pada Grabielle, bukankah yang dia tahu selama ini mereka berdua selalu rusuh.
Pesanan mereka datang. Zie makan dengan lahap. Namun tidak dengan ketiga orang itu. Mereka malah menatap Zie dengan intens.
"Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus segera lapor pada Kak Garra". Batin Adam.
"Kasihan Kak Garra. Kenapa Zie bisa jatuh cinta pada suaminya?". Batin Hana.
"Sebagai sahabat aku senang Zie bahagia. Tapi Tuan Grabielle itu berbahaya, dia bisa membuat nyawa Zie terancam. Bagaimana pun caranya aku harus membantu Kak Garra mendapatkan hati Zie". Batin Ester.
Ketiga orang itu hanya bisa bertelempati dalam hati masing-masing memikirkan Zie.
"Ck, kenapa kalian tidak makan. Aku tahu aku cantik, tidak perlu ditatap seperti itu". Zie menarik turunkan alisnya.
"Cihh percaya diri sekali". Singgung Hana.
__ADS_1
Zie hanya tertawa lebar. Dia sedang bahagia hari ini, jadi apapun tidak akan mempengaruhi suasana hatinya.
Bersambung....