
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Disebuah ruang persalinan tampak seorang wanita tengah berjuang melahirkan bayi dalam kandungan nya.
Disampingnya sang suami dengan semangat emang lima memberi dukungan pada istrinya sambil mengenggam tangan wanita itu.
"Ayo Nyonya, tarik nafas. Lalu hembuskan". Perintah sang dokter.
"Ahhh dokter kenapa sakit sekali?". Pekiknya tak tahan menahan sakit nya.
"Ayo sayang pasti bisa. Sebentar lagi Baby nya keluar. Ingat saja wajahku yaaa". Celetuk yang suami.
"Ck, ini semua karena ulahmu Bby. Kau selalu meminta jatah tiap malam begini kan jadi nya". Gerutunya sambil mengejan beberapa kali.
"Ini namanya kenikmatan sayang. Sudah jangan mengomel terus. Ayo fokus berteriak". Seeru sang suami
"Arggghhhhh".
Tangan wanita itu menjambak rambut suaminya. Sakit luar biasa.
"Arggghhhhh".
"Owe owe owe owe owe owe".
Beriringan dengan teriakkan Grabielle karena jambakkan Zie pada rambutnya, tangisan bayi tampan nan munggil juga ikut menggema dan saling bersahutan.
Zie ngos-ngosan. Nafas nya seolah ingin habis bersama lahir putra pertama nya.
"Selamat Tuan. Nyonya, bayi anda berjenis kelamin laki-laki".
Sang dokter memberikan bayi yang sudah dibungkus lampin itu pada Grabielle.
Grabielle menyambut nya dengan mata berkaca-kaca bahagia. Akhirnya dia sah menjadi seorang Ayah. Tak dia sangka pria penjahat kelamin seperti dirinya di diberikan kesempatan luar biasa untuk bisa merasakan betapa bahagia nya menjadi seorang Ayah.
"Sayang ini putra kita". Ucap Grabielle berkaca-kaca memberikan putranya pada Zie.
"Bby". Zie menyambut putranya dengan mata yang sudah mulai kabur akibat air mata.
__ADS_1
"Bby ini putra kita?". Ujarnya setengah tak percaya
"Iya sayang. Ini putra kita". Ucap Grabielle mengusap kepala istrinya.
"Silahkan diberi ASI Nyonya". Ucap sang dokter.
"Baik Dok".
Kebahagiaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Kebahagiaan yang paling berharga adalah ketika bisa menjadi orang tua.
"Sayang kenapa dia kuat sekali minum ASI nya?". Protes Grabielle seolah tak suka jika putranya itu menghisap bukit kembar Zie.
"Tentu saja dia lapar. Kau ini bagaimana sih Bby?". Ketus Zie "Makan yang banyak ya anak Mommy biar cepat besar". Ujarnya sambil menyusui anaknya.
Grabielle memutar bola matanya malas. Dia punya saingan lagi untuk merebut kasih sayang istri nya.
Setelah dibersihkan, Zie dipindahkan ke ruangan rawat inap VVIP. Grabielle tak main-main, dia menyiapkan ruangan mewah untuk istri dan putranya. Tentu saja sultan seperti nya tidak ada yang sulit jika bersangkutan dengan uang.
Tampak Zean dan Luna disana yang sedang saling berebut menggendong cucu mereka. Meski bukan cucu pertama tapi senang nya bukan main karena putra nakal dan Cassanova nya itu akhirnya memiliki keluarga dan tujuan hidup.
Ada Gama dan Ester juga disana yang ikut menjengguk Zie. Usia kandungan Ester sudah memasuki bulan ketujuh, tidak lama lagi dia juga melahirkan. Ester semakin tak sabar.
Arthur tersenyum bahagia menatap cucu pertama nya itu. Di masa tua nya dia ingin melihat anak dan cucu nya tumbuh bersama dalam kebahagiaan.
Kenino dan Hana turut ada disana. Sebagai sahabat Hana sangat bahagia menatap Grabielle dan Zie. Dalam hati dia juga berangan-angan memiliki pasangan yang bisa menerima dia apa adanya.
Tak ketinggalan Myron dan Zevanya juga ada disana. Zevanya berebut dengan Zean dan Luna yang ingin menggendong bayi mungil nan tampan itu.
Grabielle mendengus kesal karena putranya menjadi rebutan. Belum juga besar bahkan baru juga berusia satu hari tapi sudah direbutkan. Belum lagi nanti datang keluarga besarnya dari Amerika pasti dia tidak sempat menggendong putranya itu.
"Apa kalian sudah siapkan nama untuk putra kalian?". Tanya Zean sambil menggendong cucunya. Cucu tampan nya.
Grabielle dan Zie mengangguk dan saling melihat sambil tersenyum.
"Gerald Ranlet Woong". Sahut keduanya serentak.
"Nama yang bagus". Sahut Luna mencium wajah cucunya.
__ADS_1
"Selamat ya Bielle. Zie. Semoga kalian selalu dilimpahkan kebahagiaan. Rawatlah anak kalian dalam kasih, agar kelak dia pun bisa menabur kasih pada orang lain". Pesan Arthur.
"Terima kasih Dad". Sahut Grabielle dan Zie bersamaan.
Kebahagiaan menyelimuti pasangan suami Istri itu. Pasangan yang baru saja sah menjadi orang tua. Apalagi kelahiran putra mereka disambut hangat oleh semua anggota keluarga.
Perjuangan Zie selama sembilan bulan sepuluh hari telah berakhir. Meski menderita karena mengidam namun Zie tak pernah menyesal. Dia justru bahagia karena bisa melahirkan bayi setampan putranya.
Begitu juga dengan Grabielle, meski tersiksa karena mengidam istrinya dan sempat mengeluh beberapa kali. Namun akhirnya Grabielle menuai kebahagiaan yang sesuai dengan penderitaan nya.
Menatap bayi tampan berwajah campuran itu membuat hati Grabielle menghangat. Kadang dia beberapa kali bertanya, apakah dia sedang bermimpi atau hanya berkhayal? Tak disangka gadis yang dia temui saat dibandara. Gadis yang memeluknya. Gadis yang meminta tolong padanya, kini menjadi gadis yang paling dia cintai. Menjadi gadis yang mendiami separuh dari jiwannya.
Berawal dari surat kontrak pernikahan dan kesepakatan dua belah pihak, bahkan akan didenda satu triliun barang siapa yang jatuh cinta namun kini justru takdir itulah yang membawa Grabielle dan Zie menuju kebahagiaan yang kekal abadi.
"Zie selamat yaaa. Dia sangat menggemaskan sekali". Seru Hana
"Terima kasih Kak Hana". Sahut Zie "Kak Nino, cepat dihalalkan Kak Hana biar dapat Baby seperti Baby G". Celetuk Zie sambil menggoda kedua orang itu.
Kenino dan Hana hanya tersimpul saja. Untuk membicarakan pernikahan seperti nya itu masih jauh. Keduanya masih ingin saling mengenal satu sama lain.
"Selamat Tuan. Nona". Kenino ikut memberi ucapan.
"Terima kasih Ken".
"Terima kasih Kak Nino".
"Bielle. Zie. Selamat yaa". Myron juga memberikan selamat.
"Terima kasih Kak". Ucap keduanya bersamaan.
"Selamat Cinta. Dia sungguh menggemaskan sekali". Seru Ester menciumi wajah anak Zie.
"Terima kasih Cinta. Pasti kau tidak sabar kan?". Goda Zie "Percayalah Cinta melahirkan itu enak. Tidak sakit sama sekali asal Kak Gama siap menjadi bahan jambakkan mu". Zie tertawa lebar dia melirik suaminya yang tampak kesal karena beberapa rambut Grabielle terlepas akibat jambakkan tangan Zie.
"Benarkah?". Seru Ester
Gama hanya menggeleng saja. Zie memang suka jahil. Melihat wajah Grabielle, Gama yakin jika ada yang tak biasa saat Zie melahirkan.
__ADS_1
Canda dan tawa terdengar diruangan rawat inap Zie. Baby G menjadi rebutan para anggota keluarga. Tampak Zean dan Arthur saling bergantian menggendong bayi munggil itu. Wajah nya terlihat mirip dengan Grabielle hanya saja matanya sedikit sipit seperti mata Zie. Wajahnya juga campuran antara kebarat-baratan, China dan Indonesia. Entah bagaimana tampannya ketika dia besar nanti.
Bersambung..........