
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Sayang". Grabielle langsung memeluk istrinya. Perasaannya berkecambuk.
"Kak". Zie tersenyum hangat dan membalas pelukkan pria itu.
"Sayang, apa dia menyakiti mu lagi? Apa yang dikatakan Gam-gam itu padamu sayang?". Cecar Grabielle melepaskan pelukan nya dan meneliti tubuh istrinya.
Zie menggeleng "Mana berani dia menyakiti ku Kak". Goda Zie mengedipkan matanya "Kan suamiku pria ditakuti". Ujarnya.
"Sayang aku tidak ingin bercanda". Desah Grabielle.
"Aku juga tidak sedang ingin serius Kak". Sergah Zie
"Syukurlah kau baik-baik saja". Grabielle kembali memeluk wanita itu. Perasaan takut menyelimuti hatinya. Takut jika Gama benar-benar membawa Zie pergi dari hidupnya.
Myron juga menatap istrinya dengan perasaan takut. Dia melingkarkan lengannya dipinggang Zevanya.
"Kau baik-baik saja sayang?". Rasa takut itu tak bisa dibohongi. Takut jika Gama menyakiti istrinya ini.
"Aku baik-baik saja Kak". Sahut Zevanya
Zie dan Zevanya memang sudah merencanakan pertemuan mereka dengan Gama. Zie tahu jika Gama mengutus pengawal bayangan untuk mengawasinya. Oleh sebab itu lah dia meminta bantuan Zevanya. Dan benar saja Gama langsung menyusul mereka ke Mall. Meski awalnya Grabielle dan Myron tidak setuju, tapi akhirnya luluh dengan godaan para istrinya.
"Ya sudah ayo pulang". Ajak Myron.
"Ayo Kak".
Mereka berempat masuk kedalam mobil yang sama. Disana sudah ada Kenino yang menunggu. Myron sengaja menggunakan mobil besar agar mereka berempat muat.
"Bielle, untuk sementara waktu ajaklah istrimu tinggal di Mansion. Disana aman". Saran Myron.
__ADS_1
"Iya Kak". Sahut Grabielle tanpa membantah "Sayang, apakah kau mau kalau kita tinggal bersama Kak Myron dan Kak Zeva?". Sambil mengusap kepala Zie yang bersandar dibahunya.
"Tentu saja mau Kak". Seru Zie semangat "Kak Zeva kita satu rumah".
"Iya Lala". Keduanya berpelukan heboh. Tentu mereka berdua senang bisa satu rumah yang artinya mereka bisa melancarkan aksi tanpa sepengetahuan para suami.
Myron dan Grabielle lagi-lagi menggeleng saja. Kedua wanita itu bersikap seperti remaja berumur belasan tahun padahal usia mereka sudah cukup dewasa.
Grabielle memutuskan membawa Zie tinggal bersama Myron dan Zevanya karena di Mansion mewah itu penjagaannya aman. Tidak semua orang bisa masuk. Tidak hanya dijaga ketat. Tapi juga dilindungi dengan baik oleh Myron.
Grabielle membawa istrinya masuk kedalam kamar yang sudah disediakan oleh Zevanya.
"Sayang". Pria itu memeluk Zie dari belakang.
"Kenapa Kak?". Zie memeluk lengan Grabielle.
"Terima kasih sudah bertahan denganku ya?". Pria itu membalikkan tubuh istrinya "Terima kasih juga mau menerimaku apa adanya. Terima kasih tidak pernah mengungkit masa laluku. Dan terima sudah menjadi bagian terpenting dalam hidupku sayang". Mungkin terdengar lebay tapi Grabielle sungguh mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Zie dalam hidupnya.
"Aku yang harus berterima kasih Kak. Sejak bersamamu. Aku merasa terlindungi. Sudah lama aku menantikan cinta. Bahkan Kakak yang ku anggap sebagai sayap pelindung ku pun ternyata hanya ingin menjadikan aku alat balas dendam". Ucap Zie.
"Sayang ada satu hal lagi yang harus kau tahu, tentang aku". Grabielle menghela nafas panjang. Sebenarnya dia belum siap menjelaskan siapa dirinya. Tapi dia tidak mau Zie tahu dari orang lain.
"Apa Kak?". Kening Zie berkerut heran "Ayo Kak duduk dulu. Tidak boleh bicara sambil berdiri". Zie menarik tangan suaminya "Kakak ingin bicara apa?". Zie menatap wajah bule suaminya. Benar-benar bule. Padahal Grabielle keturunan Indonesia tapi sama sekali tidak ada darah Indonesia diwajahnya.
"Aku....". Grabielle menghela nafas panjang "Aku sebenarnya adalah.....".
"Ck, cepat katakan Kak. Jangan membuatku penasaran dehhh". Gerutu Zie tak sabar.
Grabielle malah terkekeh. Apakah ketika istri nya tahu siapa dia? Zie akan tetap tersenyum seperti ini? Atau malah meninggalkan dirinya pergi.
"Sayang, sebelum aku mengatakan siapa aku sebenarnya. Aku ingin bilang bahwa apapun yang aku katakan, kuharap kau bisa menerima ku apa adanya. Dan jika memang kau belum siap menerima masa laluku, aku tidak memaksamu bertahan. Kau berhak menentukan kebahagiaan mu sendiri". Grabielle menatap istrinya serius. Akan sangat sulit bagi seorang wanita menerima masa lalu suaminya.
__ADS_1
Zie hanya terdiam. Kira-kira apa yang akan dikatakan Grabielle? Tentu saja penasaran. Kenapa suaminya berbicara seperti itu? Seolah Grabielle memiliki masa lalu yang tidak bisa dimaafkan.
"Aku adalah......". Grabielle kembali menghela nafas panjang.
"Aku adalah Mafia. Aku adalah pembunuh sayang. Dan kau harus tahu itu". Grabielle menunduk tidak berani menatap wajah istrinya. Dia belum siap melihat wajah terkejut Zie.
"Kau berhak jika ingin pergi sayang. Tapi jangan takut padaku. Aku sudah tidak membunuh lagi. Tapi jika ada orang yang menganggumu maka aku akan membunuhnya". Grabielle berucap sambil menunduk.
"Aku memang pria yang tidak pantas mendapatkan wanita sebaik dirimu. Kau itu terlalu baik untuk penjahat seperti ku". Dia masih belum menatap wajah Zie.
Bukannya terkejut gadis itu malah tersenyum.
Zie mengangkat dagu Grabielle. Menatap wajah bule tampan itu dengan senyum
Zie menggeleng "Aku tidak mempermasalahkan kau siapa Kak. Mau kau itu Mafia mau kau itu Cassanova. Aku menerima mu apa adanya". Zie mengusap setetes butiran bening yang lolos dimata pria itu.
"Aku mencintaimu tulus Kak. Sekalipun dunia memintaku meninggalkan mu aku tidak akan pergi kecuali kau yang memintaku pergi". Ucapnya lagi.
"Jadi jangan minder. Kita semua pernah bersalah dan aku sama sekali tidak takut dengan dirimu yang Mafia itu. Karena aku yakin kau tidak akan menyakiti ku Kak".
Gleeeeeepppppppp
Grabielle memeluk wanita itu dengan tangis haru. Grabielle sudah membayangkan jika Zie akan membencinya dan mungkin akan meninggalkan nya. Namun nyatanya wanita ini malah menerima dia apa adanya.
Zie tidak pernah mengungkit masa lalu Grabielle, meski wanita itu sering memanggil suaminya Tuan Teh Celup. Tapi Zie tak pernah membahas masa lalu Grabielle saat mereka bertengkar.
Wanita itu menerima suaminya apa adanya. Tidak mempermasalahkan segala yang terjadi dimasa lalu. Zie ingin mengubah Grabielle menjadi pria dan suami terbaik untuknya. Dia yakin jika pria ini adalah belahan jiwanya.
"Terima kasih sayang. Terima kasih. Kau sangat berharga untukku aku mencintaimu. Sangat". Peluknya dengan erat sambil terisak bahagia.
"Aku juga mencintaimu Kak". Zie mengusap punggung pria itu.
__ADS_1
Wanita yang mencintai pasangan nya akan menerima seburuk apapun masa lalu pasangan nya. Tak peduli jika pasangan nya bekas wanita lain. Baginya ketika pasangan nya itu sudah bersamanya maka akan ada cerita baru yang dia ukir bersama. Yang berlalu biarlah berlalu. Sekarang dia ingin mencintai pria ini setulus hatinya. Zie yakin dengan cinta dia bisa mengubah Grabielle.
Bersambung.....