
Happy Reading 🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
“Biar aku suapi”.
“Jangan Tuan”. Tolak Zie
“Jangan membuatku mengomel”. Ketus Grabielle kesal
Zie hanya menurut saja. Pria ini meskipun hobby nya marah dan mengomel tapi sesungguhnya baik juga. Grabielle merawat Zie dengan telaten dan sabar meski dibumbui dengan perdebatan antara kedua nya.
"Tuan terima kasih yaaa?". Ucap Zie mengedipkan matanya jahil menatap suaminya.
"Terima kasih untuk apa?". Perasaan Grabielle sudah ketar-ketir. Dibilang terima kasih seperti itu membuat perasaan nya terbang melayang.
"Terima kasih karena sudah merawat. Terima kasih karena sudah perhatian. Hati-hati lho Tuan, dari mata bisa turun ke hati. Dari perhatian bisa jadi ungkapan". Celetuk Zie tersenyum tanpa dosa.
Grabielle mendelik melihat kearah istri kecilnya yang tengah cekikikan sambil menutup mulutnya menahan tawa.
Nafas Grabielle memburu. Tadinya merasa sudah terbang melayang sangat tinggi. Namun tiba-tiba dijatuhkan begitu saja oleh ucapan istrinya.
"Bisa tidak jangan membuatku mengomel terus setiap hari?". Geram Grabielle. Pria itu sampai mencengkram tangan kuat sendok ditangan nya. Bukan marah tapi gemes
Zie menggeleng "Tidak Tuan". Sahut nya santai "Lagi Tuan aku masih lapar".
Meski mengomel bak rel kereta api. Grabielle tetap menyuapi Zie. Ini pertama kalinya dia menyuapi orang. Bahkan dia saja tidak pernah menyuapi para keponakan nya
"Minum".
"Terima kasih Tuan". Zie menunggak habis minuman yang diberikan suaminya.
"Ahhhh kenyangnya". Zie mengelus perut nya. Dia sampai cenggukkan didepan suaminya.
Grabielle mendelik sambil menggeleng. Definisi gadis bar-bar didepan suami sendiri tidak malu-malu nya cenggukkan.
"Perut kenyang. Hati senang. Mari pulang".
Zie langsung berdiri dengan semangat. Dia merindukan kamarnya. Pasti adem, tidur sambil seloyoran ditemani drama Korea. Dia pencinta Korea dan pencinta drama Korea. Sering mengoleksi drama-drama yang booming di tonton oleh para pencinta K-Pop.
__ADS_1
"Mau kemana?".
"Pulang Tuan. Ayo". Zie Menarik tangan suaminya.
"Eittss, tunggu dulu. Enak saja. Kita menginap disini". Tegas Grabielle.
"Menginap?". Ulang Zie "Kenapa harus menginap Tuan? Kenapa tidak pulang saja? Aku sudah sehat? Lama-lama disini membuatku stress. Ayolah pulang". Dia menarik tangan suaminya dengan manja.
"Tidak bisa. Harus menginap". Bantah Grabielle. Padahal hanya alasannya supaya bisa berlama-lama dengan Zie.
"Tapi Tuan_".
Tidak mau mendengar istrinya yang protes. Grabielle langsung mengangkat gadis itu kembali ke ranjang.
"Kau pikir aku karung beras Tuan?". Gerutu Zie
"Ck, kau ini kecil-kecil kenapa berat sekali". Ujar Grabielle menurunkan istrinya.
"Tuan, aku_".
"Apalagi?". Grabielle melipat kedua tangannya didada menatap gadis ini dengan tajam, jenggah, gemes bercampur aduk.
"Cih, kau pikir aku akan terbawa perasaan dengan gadis kecil seperti mu". Cibir Grabielle mendorong kening istrinya dengan jari telunjuk nya.
"Aishhhh kau ini Tuan". Gerutu Zie sambil mengelus keningnya "Kau suka sekali mendorong keningku? Kau pikir keningku gerobak apa? Kalau keningku gerobak berarti kau menikah dengan gerobak". Dia lalu tertawa.
Grabielle hanya menggeleng tanpa sadar pria itu tersenyum tipis sangat tipis sehingga Zie tidak melihat senyum suaminya dan masih tertawa mentertawakan dan membayangkan suaminya yang menikah dengan gerobak.
"Sudah tidurlah". Grabielle menaikkan selimut istrinya.
"Lho memang nya ini sudah malam Tuan?". Tanya Zie heran. Perasaan mereka baru selesai makan siang.
"Iya". Ketus Grabielle "Istirahat lah. Jika butuh apa-apa panggil aku". Grabielle menyelimuti gadis itu.
"Terima kasih sayangku".
Grabielle seketika membeku. Hampir hilang kesadaran saat Zie memanggilnya sayang. Hatinya menghangat dan senang. Kenapa vis sebahagia ini dipanggil sayang oleh istrinya sendiri. Mungkin karena tidak pernah jatuh cinta atau bagaimana?
__ADS_1
"Sayang maksudnya sayang kalau selimut nya tidak dipakai".
Seketika wajah Grabielle masam. Salah sendiri yang selalu terbawa perasaan oleh ucapan Zie. Sudah tahu istrinya itu gadis gresek masih saja terpesona dengan ucapan istrinya.
Grabielle kesal. Dia duduk disoffa dengan wajah ditekuk.
Pria itu mengambil laptopnya dan mengerjakan beberapa pekerjaan nya yang belum selesai.
Pria itu memijit-mijit tengguk nya yang terasa begitu sakit dan lelah. Seharian ini dia benar-benar panik melihat istri kecil nya pingsan.
Grabielle rela meninggalkan pekerjaan nya agar bisa menjaga Zie. Dia tidak mau menyuruh Kenino mengambil bagian atau meminta sahabat-sahabat Zie untuk menjaga istri nya itu.
Tidak tahu kenapa dia benar-benar ingin melindungi gadis itu. Apalagi ketika Grabielle menyelidiki alasan istrinya izin dari pagi sampai sore, dia cukup tertegun ternyata Zie bertemu Ayahnya. Grabielle paham, Zie drop pasti gara-gara stress bertemu Ayahnya.
Zie mematikan laptop nya. Dia melirik kearah istri nya yang sudah terlelap.
Pria itu berjalan kearah ranjang istrinya. Menatap wajah polos itu dengan dalam. Wajah tenang dan damai. Wajah polos seolah tanpa dosa.
Tangan Grabielle terulur menyingkirkan anak rambut Zie yang menutupi wajahnya. Senyum nya mengembang ketika menatap wajah ini. Wajah teduh. Wajah damai. Wajah yang terlihat menanggung banyak beban. Hati Grabielle selalu tenang ketika tatapan teduh Zie tertuju padanya.
Grabielle tahu jika istri nya ini menanggung banyak beban dipundaknya.
"Kau tidak tahu betapa aku khawatir nya saat melihat mu terpejam? Aku sangat khawatir dan panik. Bagaimana jika kau tidak bangun? Yang rugi aku, hutangmu masih banyak dan kita belum malam pertama". Gumamnya menggeleng dengan gemes "Cepat sembuh. Cepat pulang yaaa. Berdebat denganmu adalah hobbyku. Entah kenapa berdebat denganmu aku bisa menemukan diriku yang sebenarnya. Selamat tidur Istri Kecilku". Grabielle mengecup kening gadis itu dengan sayang.
Andai saja Zie bangun sudah pasti mereka akan berdebat. Dan istrinya itu akan menghitung jari untuk memikirkan ATM nya yang membengkak. Karena satu sentuhan sepuluh juta.
Zie tidak tahu saja siapa suaminya ini. Selain Cassanova dan pengusaha. Grabielle juga mantan Mafia. Membunuh adalah hobby nya dulu tapi sekarang pria itu sudah tidak tertarik dengan dunia darah. Dia lebih suka berbisnis.
Grabielle naik keatas ranjang. Dia memang sengaja meminta para dokter untuk menyediakan ranjang yang besar untuk istrinya. Agar Zie merasa nyaman dan bebas bergerak, sebab dia tahu jika istri kecilnya itu tidur begitu gresek sesuai dengan sifat nya yang bar-bar.
Grabielle mengangkat kepala gadis itu dan menjadikan tangannya sebagai bantal untuk kepala istrinya.
Dia tidak tahu dengan perasaan nya sendiri. Grabielle sudah meniduri banyak wanita dari berbagai kalangan dan profesi. Tapi kenapa hanya Zie yang membuat nya nyaman dan tidak risih. Gadis gresek ini berhasil membuatnya candu.
Zie melingkarkan tangan munggilnya diperut Grabielle. Pasti dia berpikir jika pria itu adalah bantal guling dikamar nya.
Grabielle tersenyum gemes dan juga senang, hingga akhirnya dia pun ikut terlelap.
__ADS_1
Bersambung....