
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Ester tengah menatap pantulan dirinya didepan cermin. Wanita hamil itu setengah tak percaya menatap wajah cantiknya.
Dirinya yang biasa berpenampilan tomboy seperti laki-laki, kini terlihat anggun dengan gaun mewah yang melekat ditubuhnya. Wajah cantiknya juga terlihat dewasa dari biasanya.
Dia hampir tak percaya melihat perubahan dirinya. Dia seperti bidadari yang turun dari khayangan. Sambil mengelus perut ratanya senyum nya menggembang.
Tak pernah terpikirkan, pria yang diam-diam dia idolakan kini akan menjadi suaminya. Pria yang dia kagumi. Pria yang dia puji. Sebentar lagi akan menyanding dirinya menjadi seorang istri.
"Wahh Cinta kau benar-benar cantik". Puji Zie terkagum-kagum sambil menggeleng salut.
"Iya Ester kau sangat cantik sekali". Puji Hana yang juga menganggumi kecantikan Ester.
Ester hanya tersenyum simpul. Senang sudah pasti dipuji cantik. Dulu tidak ada yang mengatakan dia cantik selain Zie, karena penampilan nya yang tomboy menjadi kesan tersendiri untuk nya.
"Terima kasih kalian, sudah mau mendukung". Senyum Ester.
Hana mengangguk "Semoga kau bahagia Ester dan Kak Gama adalah pelabuhan terakhir mu. Semoga keluarga kecilmu hidup dalam kebahagiaan". Ucap Hana sambil mengelus lengan Ester.
"Iya Cinta. Aku titip Kak Gama. Buat dia bahagia yaa". Sambung Zie "Kak Gama adalah pria yang baik. Aku yakin dia bisa mencintaimu seperti kau mencintainya". Imbuhnya lagi.
Ester mengganguk. Wajah wanita cantik itu tampak sendu. Ada perasaan yang tidak bisa dijelaskan oleh Ester.
"Kau memikirkan tua Bangka itu?". Tebak Zie.
Ester mengangguk "Aku ingin hari bahagiaku dihadiri oleh kedua orangtuaku. Tapi mereka bahkan tak mau melihatku sama sekali". Ucap Ester terdengar sendu.
"Sudah jangan dipikirkan. Ayo, Kak Gama sudah menunggu". Zie berdiri dan diikuti oleh Hana.
"Ayo Ester".
Zie dan Hana membawa Ester keluar dari ruang rias. Kedua nya mengandeng tangan Ester.
Zie memakai gaun mahal yang dibuat dan rancang langsung oleh Zevanya atas permintaan Grabielle. Kecantikan wanita hamil itu mengalahkan mempelai wanita. Sehingga terlihat mencolok dari yang lainnya.
Ketiganya memasuki altar pernikahan. Ester tidak memakai cadar karena mereka bukan lagi menikah Kudus tapi menikah rehap.
Terlihat disana Gama dengan tuxedo mahal menunggu dengan tak sabar. Meski dia belum mencintai Ester tapi dia akan belajar menerima wanita itu sebagai istrinya. Apalagi Ester tengah mengandung benih nya, benih dari kesalahan satu malamnya. Gama bersyukur karena Ester tidak mengugurkan bayi mereka meski sempat saling berdebat tapi akhirnya Gama berhasil mempersunting Ester.
__ADS_1
Terlihat beberapa tamu undangan Gama dan Arthur. Pernikahan digelar cukup mewah di sebuah hotel bintang lima.
Gama sudah mewanti-wanti untuk hari pernikahan nya. Dia mengutus pengawal terbaik untuk berjaga-jaga. Sebab mengingat dirinya yang seorang Mafia tentu saja akan banyak munsuh yang berusaha menyusup.
"Sayang". Grabielle melingkarkan tangannya dipinggang Zie "Ada apa hm???". Tanya nya sambil menyelipkan rambut sang istri.
"Andai saja kita menikah semewah ini ya Kak?". Gumam Zie "Dulu waktu kita menikah hanya ada Kak Myron, Kak Zeva dan Kak Nino serta pendeta yang mentasbihkan pernikahan kita". Zie tersenyum kecut "Tidak ada Ayah. Tidak ada Ibu. Tidak ada siapa-siapa. Hanya ada kita saja". Ujarnya terdengar getir.
Hati Grabielle mencelos mendengar curahan istrinya. Memang mereka menikah waktu itu tidak dihadiri siapa-siapa. Mengingat pernikahan mereka hanya sebuah kesepakatan.
"Maafkan aku ya sayang". Ucap Grabielle merasa bersalah.
"Kenapa harus minta maaf Kak. Kan Kakak tidak salah?". Zie geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
Wanita hamil itu bergelayut manja dilengan suaminya. Dia suka sekali bersandar dilengan kekar pria itu.
Tampak Adam dan Hana juga disana. Keduanya tersenyum lebar saat Gama dan Ester mengucap janji suci. Adam dan Hana juga saksi bisu perjalanan cinta Ester. Bagaimana putus asa nya wanita itu ketika mengetahui dirinya hamil? Hampir bunuh diri dan mengugurkan bayi nya. Untung saja Adam dan Hana berhasil membawa Ester bangkit kembali.
Acara dimulai. Banyak tamu undangan yang berdatangan. Rekan bisnis Gama dan Arthur datang silih berganti.
Raut kebahagiaan terpancar diwajah keduanya. Ester yang memang sudah mencintai suaminya itu juga terliaht begitu bahagia. Gama yang masih belajar mencintai istrinya juga terliaht bahagia.
"Son".
"Dad".
Arthur memberikan pelukan hangat pada putra tunggalnya itu. Arthur merasa bersalah sebagai seorang Ayah karena tidak bisa menyajikan kebahagiaan untuk putra nya. Tidak heran jika Gama hidup dalam kebencian.
"Selamat untukmu dan selamat sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah". Arthur melepaskan pelukannya.
"Terima kasih Dad". Senyum Gama.
Gama sudah berdamai dengan masa lalunya. Tak ada lagi rasa dendam untuk sang Ayah. Dia belajar hidup tanpa kebencian. Sekarang dia sudah memiliki alasan untuk menjadi manusia baik yaitu istri dan calon anaknya.
"Selamat ya Nak. Semoga keluarga kecil kalian diberikan kebahagiaan". Ucap Arthur pada Ester.
"Terima kasih Paman". Ester menyambut uluran tangan Arthur.
"Jangan panggil Paman. Panggil saja Daddy. Kau sekarang putriku". Sergah Arthur.
__ADS_1
"Terima kasih Dad". Senyum Ester. Hatinya hangat ketika Arthur memintanya memanggil Daddy. Hal yang Ester rindukan dari sosok Ayah nya, adalah kasih sayang.
Grabielle dan Zie juga naik keatas pelaminan bersama Adam dan Hana.
Grabielle semakin posessif apalagi kandungan istrinya semakin membesar untuk pria bule itu menjadi suami siaga dan tak membiarkan istrinya kelelahan barang sejenak.
"Kak Gama".
"Zie".
Adik Kakak itu saling memberikan pelukan hangat. Meski keduanya beda Ibu tapi kedua nya saling menyanyangi. Apalagi dulu Gama sangat mencintai Zie dan perasaan nya sebagai seorang Kakak tetap masih ada.
"Selamat ya Kak. Jaga sahabat ku Kak. Jangan biarkan setetes air mata pun jatuh dipipinya Kak". Ucap Zie.
"Iya Zie Kakak akan menjaganya. Semoga dia juga sehat ya". Ucap Gama melirik perut adiknya. Ingin sekali dia mengelus perut Zie tapi jangankan mengelus menatap saja sudah membuat Grabielle guling-guling tidak jelas.
"Iya Kak".
Zie beralih pada Ester. Ester berkaca-kaca. Zie sudah banyak membantunya meski dulu dia berhianat tapi sekarang dia tidak akan mengulangi kesalahannya itu lagi.
"Cinta".
"Cinta".
Keduanya saling memeluk erat. Gama dan Grabielle mendelik mendengar nama panggilan istri mereka. Apa tidak risih memanggil cinta pada sesama jenis.
"Ck, Ester kau ingin membunuhku". Gerutu Zie.
"Hehhe maaf". Ester melepaskan pelukan nya.
"Kau itu memeluk ku kencang sekali. Bagaimana mana kalau Dedek bayi nya sesak nafas didalam sana. Kau mau memberi nafas buatan?". Gerutu Zie.
"Ck, kau juga memelukku. Kau pikir Dedek bayi ku tidak juga sesak". Ketus Ester.
"Sudah. Sudah. Kalian ini masih saja berdebat. Malu, sebentar lagi jadi Ibu-ibu". Sergah Hana.
Keduanya hanya cenggesan. Hana ikut memeluk kedua sahabat kecilnya itu. Tinggal dia sendiri yang belum menikah. Hana belum memikirkan pernikahan. Masih ingin menikmati proses pacaran bersama Adam.
Bersambung.......
__ADS_1