
Happy Reading 🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Zie sudah berkutat dengan alat-alat dapur. Meski para pelayan sudah berusaha mencegah gadis itu tapi Zie tetap tidak mau. Dia mau menyiapkan sarapan pagi khusus untuk suami Cassanova nya.
Tak lupa Zie membuat bekal untuk mereka bertiga. Dia senang bekal yang dia buatkan untuk suaminya dimakan habis oleh pria itu hingga tak tersisa.
Setelah menyiapkan sarapan Zie kembali ke kamarnya dan mandi untuk bersiap-siap.
Gadis itu mengenakan rok span selutut dengan kemeja berwarna putih sampai siku dan dimasukkan kedalam roknya.
Dia tersenyum tipis ketika melihat wajah cantiknya didepan cermin. Rambut nya dia ikat kuncir kuda hingga menampilkan leher panjang dan jenjang dengan warna putih mulus.
"Perfect". Dia menyambar tasnya memasukkan ponsel didalamnya.
Gadis itu keluar dari kamar dan Grabielle juga baru keluar dari kamarnya, karena kamar mereka bersebelahan.
"Pagi Suami". Sapanya tersenyum jahil sambil mengedip-ngedipkan matanya kearah Grabielle.
"Pagi". Ketus pria itu memasukkan kedua tangannya disaku celana.
Mereka berdua sama-sama berjalan menuju meja makan. Jika Zie tersenyum bahagia dan selalu seperti itu. Maka berbanding terbalik dengan Grabielle yang pelit senyum. Wajahnya saja datar, tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan oleh pria itu.
"Selamat pagi Tuan. Selamat pagi Nona". Sapa Kenino dan beberapa pelayan yang sudah menunggu mereka untuk sarapan pagi.
Sebenarnya harus sarapan dikantor karena tidak ada yang cuci piring Zie takut terlambat berangkat ke kantor tapi karena sudah memiliki sepuluh pelayan jadi kembali lagi ke pengaturan pabrik
"Nona cantik sekali pagi ini". Puji salah satu pelayan pada Zie.
"Ahhh, memang sudah dari dulu Bik". Gadis itu nyengir kuda.
Grabielle melirik istrinya. Dari tadi karena menahan gugup dia tidak memperhatikan penampilan Zie.
"Kenapa ikat rambut?". Tanya Grabielle tak suka melihat leher istrinya yang terekspos.
"Lah memangnya kenapa Tuan? Aku ikat rambut karena panas". Jawab Zie polos dan tidak paham dengan maksud suaminya.
"Jelek. Buka". Tegas Grabielle. Ohh dia tidak akan rela ada laki-laki yang menatap leher istrinya itu.
"Ck, jelek dari mana sih? Aku gerah Suami, kenapa harus dibuka?". Protes Zie tak terima
"Aku bilang buka". Tegas Grabielle menatap istrinya tajam bahkan wajahnya merah menahan amarah dan nafasnya terlihat memburu.
Gadis itu mengumpat kasar dengan terpaksa membuka ikatan rambutnya. Padahal dia sudah susah payah merapikan rambutnya ehh malah harus disuruh buka oleh suami menyebalkan itu.
__ADS_1
"Sudah". Ketus Zie.
Mereka berdua saling lirik-lirikkan tajam. Tidak saling tegur. Seperti pasangan berantem pada umumnya.
Kenino hanya bisa menggeleng kepala salut. Yang satunya masih polos luar biasa tidak tahu maksud suaminya yang tidak mau dia ikat rambut karena takut pria lain terpesona. Sementara laki-laki nya masih menjunjung tinggi gensi yang setinggi bintang itu, tidak mau menjelaskan alasan nya.
"Tuan. Tuan. Kenapa tidak jujur saja sih? Nona Zie masih terlalu polos untuk memahami perasaan Tuan". Batin Kenino.
Setelah makan mereka berdua masih tak saling bicara.
Grabielle beranjak dari duduknya. Zie juga beranjak wajahnya masih kesal setengah jalan. Diikuti oleh Kenino.
"Tunggu dulu". Cegat Grabielle.
"Ada apalagi Tuan?". Zie benar-benar jenggah
"Kenapa pakai rok hari ini? Apa stok celana mu sudah habis?". Sindir Grabielle.
Bagaimana tidak, dengan Zie yang memakai rok span selutut itu menampilkan kaki jenjangnya yang mulus serta body yang aduhai membuat para lelaki berlomba-lomba mengejarnya.
"Memangnya kenapa Tuan? Celana masih banyak. Tapi aku ingin pakai rok. Lagian semua karyawan wanita dikantor pakai rok?". Ujar Zie bingung.
"Ganti". Grabielle mengibaskan tangannya.
"Ck, tidak mau". Tolak Zie melipat kedua tangannya didada.
"Cepat ganti gadis aneh". Tintah Grabielle penuh penekanan.
"Tidak mau Tuan Teh Celup". Sahut Zie juga dengan penekanan sambil menatap Grabielle malas.
"Cepat ganti". Suruhnya lagi.
"Tidak mau". Zie tetap menolak. Dia sudah bersusah payah berdandan cantik pagi ini, masa harus diganti.
Kesabaran Grabielle habis. Dia langsung memanggul tubuh munggil gadis itu dibahunya.
"Tuan lepaskan aku bukan karung beras. Lepaskan Tuan". Zie memberontak sambil menggoyang-goyangkan kakinya.
"Diam gadis aneh". Ujar Grabielle masih terus berjalan sambil memanggul istri kecilnya itu.
Kenino lagi-lagi hanya bisa bernafas berat. Padahal pagi ini ada meeting penting, tapi malah menyaksikan perdebatan kedua pasangan beda usia itu.
.
__ADS_1
.
.
.
Zie masih mengumpat kesal. Baju yang dipilih suaminya luar biasa aneh. Gadis itu terus saja mencebik, menggerutu dan komat-kamit seperti dukun baca mantra.
Mereka masuk kedalam gedung perusahaan. Kenino dan Zie mengekor Grabielle dari belakang. Zie benar-benar malas dengan suaminya itu. Dan lihatlah baju yang dia kenakan sekarang, celana blouse, kemeja panjang dan kedodoran. Sialnya pria kemeja itu adalah milik Grabielle, besar luar biasa. Zie serasa jadi gorila saja.
Tiba-tiba langkah kaki Grabielle terhenti. Hingga gadis yang tengah mengomel dibelakang nya menabrak punggung pria itu.
"Awwww, Tuan". Kesal Zie mengelus jidatnya.
"Makanya jalan itu pakai mata". Sindir Grabielle menahan tawa.
"Dimana-mana orang jalan pakai kaki Tuan. Kalau mata itu fungsinya melihat, bukan berjalan". Ketus Zie masih mengelus jidatnya.
"Ada apa Tuan?". Kenino kikuk apalagi seketika mereka jadi pusat perhatian karyawan dikantor.
"Berjalan sejajar denganku". Tintah Grabielle.
"Baik Tuan". Sahut Kenino.
"Bukan kau Ken. Tapi gadis aneh ini". Grabielle mendorong kening istrinya dengan jari telunjuk nya gemes.
"Aishhh Tuan". Renggek gadis itu tidak terima "Berjalan saja duluan Tuan. Kau mau orang melihat kita curiga. Kecuali yaa kau akan mengumumkan hubungan kita pada mereka". Goda Zie sambil cekikikan menahan tawa.
Grabielle baru sadar, dia melihat sekeliling nya dan benar saja mereka jadi pusat perhatian.
Salah tingkah. Pria itu berjalan duluan. Langkah kakinya terlihat lebar. Malu yang pasti. Dia selalu tidak bisa mengontrol emosinya jika bersama Zie. Selalu saja sifat aslinya terlihat kalau bersama Zie.
Kenino dan Zie mengekor dari belakang. Tatapan tidak suka terlontar pada Zie. Meski Zie terlihat aneh dengan baju itu tapi sungguh gadis ini malah terlihat imut dan menggemaskan dengan baju kedodoran ditubuhnya.
Mereke berbisik-bisik mencibir Zie. Mahasiswa magang itu terlihat spesial di mata CEO mereka.
Namun Zie santai-santai saja. Tidak peduli dan tidak mau tahu.
"Gadis aneh buatkan aku kopi". Baru saja hendak duduk dikursi nya Zie sudah mendapat perintah baru dari Tuan nya itu.
"Iya Tuan Teh Celup". Zie tidak jadi duduk.
Grabielle mengeram saat Zie memanggilnya Tuan Teh Celup. Padahal dia sudah senang saat Zie memanggilnya suami.
__ADS_1
Zie berjalan gontai menuju pantry. Dia istri atau mahasiswa sih? Dalam hati bertanya-tanya.
Bersambung...