Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Keunikan Zie


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Sampai di Bandara, Garra langsung turun dengan menggendong Zie diikuti oleh Ester yang terus menatap Zie didalam gendongan Garra.


Garra berjalan dengan senyuman smirk dan licik nya. Setelah dendamnya terbalas dia tidak akan merasa bersalah lagi pada sang Ayah. Dia akan merasa puas dan aman. Dia akan hidup tenang setelah ini tanpa beban lagi.


Adam dan Hana juga tampak turun dari mobil segera mereka menghampiri Garra dan Ester.


"Apa kita langsung terbang saja Kak?". Tanya Adam.


"Iya. Aku berubah pikiran, Zie akan aku bawa ke Korea Selatan saja. Di Shanghai mereka akan lebih mudah menemukan Zie". Ucapnya sambil berjalan.


"Tapi apa Kakak yakin disana aman?". Adam sedikit ragu.


"Yakin. Asal kalian bertiga bisa tutup mulut". Ketus Garra


"Iya Kak". Sahut ketiganya.


Mereka bertiga seperti ketakutan pada Garra. Entah apa ancaman Garra sehingga membuat ketiga orang itu begitu tunduk dan patuh pada Garra.


Mereka berjalan masuk kedalam bandara. Tampak keempat orang itu menampilkan wajah tak sabar untuk membawa Zie pergi. Menurut Adam, Hana dan Ester, Zie akan bahagia jika bersama Garra. Dia tidak tahu jika sahabat mereka itu sedang mengandung buah cintanya bersama Grabielle suaminya.


"Hoammmmmmmm". Tiba-tiba Zie menguap.


Sontak langkah kaki keempatnya terhenti mendengar Zie. Keempatnya menoleh kearah Zie yang tampak masih menguap didalam pelukkan Garra.


"Zie". Ucap keempatnya bingung.


"Hehhe Kak Garra". Zie sontak turun dari gendongan Garra.


Wanita hamil itu meretak-retakkan lehernya sambil mengusap tengkuknya akibat terkena lengan Garra yang mungkin menggendong nya terlalu lama.


"Zie, kau......". Suara Adam seakan tercekat.


"Sayang".


"Lala".


Grabielle, Myron, Zevanya dan Kenino bersama beberapa anak buah Grabielle datang menghampiri mereka. Suasana bandara sepi sebab sudah ditutup oleh Grabielle beberapa jam yang lalu.

__ADS_1


"Kalian?". Garra menatap Grabielle dengan penuh kebencian.


"Zie". Gama juga datang dengan langkah tergesa-gesa diikuti oleh Mark dibelakang nya.


"Kakak". Zie malah berhambur memeluk suaminya "Rindu". Renggeknya manja. Dia sudah tidak mual lagi pada suaminya itu.


"Kau baik-baik saja sayang? Apa mereka menyakiti mu?". Cecar Grabielle sambil memeluk istrinya. Dia hampir mati jantungan saat melihat Adam memukul tengguk Zie hingga pingsan.


Gama bernafas lega ketika melihat Zie baik-baik saja. Untuk dia memiliki pengawal bayangan untuk mengawasi adik nya hingga dia tahu apa saja yang terjadi ada Zie.


"Apa maksud nya ini?". Garra menatap Zie dengan penuh tanda tanya.


Wajah Adam, Hana dan Ester juga tampak ketakutan. Apalagi Ester melihat ada Gama. Dia teringat malam panas mereka kemarin. Rasa takut itu masih menyelimuti hatinya. Meski sudah berjalan hampir dua bulan namun Ester tak bisa melupakan malam menyakitkan itu hingga dia diusir dari rumah gara-gara Gama.


Zie melepaskan pelukannya dari sang suami. Dia menatap kearah Garra dengan tatapan kecewa.


Sementara Zevanya santai-santai saja. Dia teringat kejadian sepuluh tahun yang lalu saat dirinya juga diculik. Dia hampir melakukan hal yang sama. Sayangnya waktu itu tidak direncanakan seperti sekarang.


"Kak Garra". Zie menatap Garra kecewa "Selamat masuk kedalam jebakkanku Kak". Ucapnya lagi.


Garra mendelik heran. Dia menatap Zie dengan penuh tanda tanya. Apa maksud wanita ini?


Raut wajah Garra jauh berubah. Tak ada lagi yang dia sembunyikan dari ekspresi wajahnya. Tak ada lagi kepura-puraan. Tak ada lagi wajah ramah sebagai Kakak. Dia menunjukkan wajah aslinya.


"Aku tahu siapa Kakak". Zie menatap Gama dengan senyuman kecut "Kakak menjadikan aku alat balas dendam bukan?".


"Jadi kau sudah tahu semuanya? Dan ini semua rencanamu?". Tangan Garra terkepal sangat kuat. Bagaimana bisa dia ditipu oleh Zie?


"Iya Kak. Aku merencanakan semuanya dan tidak disangka ternyata dirimu juga merencanakan hal yang sama". Ucap Zie


"Karena sekarang kau sudah tahu siapa aku. Jadi tidak ada lagi yang ingin aku tutupi Zie". Garra masih menatap Zie dengan penuh kebencian.


Grabielle sudah memasang wajah horornya. Takkan dia biarkan Garra menyentuh istrinya barang seinci pun.


"Aku dari awal sudah membencimu". Tatap Garra.


"Aku tahu". Sahut Zie. Padahal baru tahu, sok tahu sesekali tidak apa.


"Dan kau harus merasakan apa yang aku rasakan".

__ADS_1


"Sayangnya aku tidak ingin merasakan itu". Sahut Zie santai sambil memeluk lengan Grabielle dengan manja.


Wajah Garra semakin merah menahan amarah. Bisa-bisa nya dia dipermainkan oleh Zie. Wanita ini benar-benar harus dikasih pelajaran.


"Kau harus membayar apa yang Ayah mu lakukan pada Ayahku. Merebut Ibu ku dan merebut kebahagiaan kami". Ucap Garra lagi masih tak puas.


Zie tersenyum menggejek "Sayangnya dia bukan Ayah ku dan kau salah Tuan Garra yang terhormat harusnya kau yang tanyakan pada Ibu mu kenapa mudah sekali direbut? Kenapa mau meninggalkan Ayahmu. Tidak akan ada akibat tanpa sebab". Ujar Zie


"Kau....".


Saat Garra ingin melayang kan pukulan pada Zie, Gama sontak mencengkram tangan Garra.


"Jangan pernah menyentuh adikku". Gama menghempaskan tangan Garra dengan kasar.


Semua orang terkejut mendengar pengakuan Gama kecuali Zie dan Zevanya yang memang sudah tahu. Mereka berdua sepakat untuk tidak memberitahu Grabielle dan Myron.


"Adikmu?". Garra menatap Gama penuh tanda tanya "Jangan bercanda Gama. Itu hanya alasan kau ingin merebutnya bukan? Kau tidak jauh beda dengan aku". Ledek Garra dengan senyuman mengejeknya.


Gama tak menjawab dia menatap Garra dengan tatapan permusuhan tatapan kebencian.


"Tangkap mereka". Perintah Myron.


"Baik Tuan".


Para anak buah Grabielle dan Myron mengangkap Garra, Adam, Hana dan Ester. Meski keempat orang itu memberontak namun tak mampu mengalahkan kemampuan anak-anak buat Grabielle yang bertubuh kekar itu.


"Lepaskan". Sentak Garra.


"Zie kau itu wanita ******. Kau tidak boleh bahagia. Kau harus menderita. Kau harus rasakan apa yang aku rasakan. Lepaskan aku". Pekik Garra sambil berteriak ketika anak buah Grabielle menyeret nya keluar dengan paksa.


Setetes butiran bening lolos dipelupuk mata wanita cantik itu. Hatinya teriris mendengar ucapan Garra. Dulu Garra adalah tempat ternyaman untuknya bersandar dan sekarang mengapa pria itu begitu membenci dirinya. Bukan salahnya bahkan dia tidak tahu salahnya dimana?


"Sayang, kau tidak apa-apa?". Grabielle memeluk istrinya.


Kasihan Zie. Penderitaan nya tak pernah berakhir. Kenapa selalu banyak orang yang menyakiti nya? Padahal itu kesalahan orang lain kenapa harus dia yang merasakan pembalasan dendam.


"Kak, hiks hiks". Tangis Zie kembali pecah. Bagaimana pun dia adalah wanita yang rapuh juga?


Gama menatap Zie kasihan. Dia juga hampir membuat Zie menderita. Gama sama sekali tidak membenci Zie. Walau Zie adalah anak dari selingkuhan Ayahnya tapi dia sungguh menyanyangi Zie dan begitu senang saat tahu jika Zie adalah adiknya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2