
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Ester menangis segugukan. Penampilan nya tidak hanya berantakkan tapi juga mengenaskan.
Gadis itu mengambil celananya. Lalu memakainya tanpa ****** *****. Bajunya sudah tak berbentuk karena ditarik Gama dengan paksa.
Ester mengambil kemeja Gama. Lalu memakai kemeja pria itu. Setidaknya masih cukup menutupi tubuh polosnya.
Ester menatap Gama dengan penuh kebencian. Gama terlihat tanpa dosa. Tidur dengan lelap sambil bersandar di jok mobil. Seolah tak terjadi sesuatu pada mereka berdua.
"Dulu aku menyukaimu, Tuan. Tapi sekarang aku bahkan tak sudi hanya untuk melihat wajahmu". Ester menyeka air matanya.
Gadis itu keluar dari mobil dengan langkah tertatih. Untung malam jadi tidak ada yang terlalu memperhatikan nya. Padahal banyak orang yang berlaku lalang didepan club tersebut.
Ester berjalan dengan langkah tertatih. Bagian intinya sangat sakit dan juga perih. Dia tidak sabar sampai kerumah dan membersihkan diri. Menghilangkan jejak Gama ditubuhnya.
Rambutnya terlihat berantakan seperti kuntilanak. Bagian tubuhnya terdapat jejak kepemilikan Gama.
Ester melangkah dengan tatapan kosongnya. Setelah ini dia benar-benar gadis terbuang. Kedua orangtuanya pasti akan malu mengakuinya.
Ester memasuki pekarangan sebuah rumah besar. Rumah masa kecil yang memberikan dia banyak kenangan.
"Kemana saja kau?". Tanya Antonio, Ayah Ester.
"Ayah". Suara Ester seolah tercekat.
"Apa yang terjadi Ester?".
Dia menatap Ester dengan nyalang. Sebagai pria dewasa tentu dia tahu apa yang terjadi pada putrinya jika dilihat dari penampilan Ester.
"Ayah aku....".
"Ester". Netia datang melihat penampilan putri "Kau melakukan apa Ester? Kenapa penampilan mu seperti ini, hah?". Sentak.
"Maaf Bu, aku.. aku diperkosa". Adu Ester dengan perasaan tak bisa dijelaskan.
"Alah, diperkosa apa kau memang menyalahkan dirimu?". Tuduh Antonio.
"Jawab Ester". Desak Netia.
__ADS_1
"Bu, aku diperkosa. Aku tidak menyerahkan diriku". Ucap Ester menjelaskan dengan air mata. Tubuhnya serasa remuk redam.
Antonio masuk kedalam kamar putrinya. Dia mengambil koper dan memasukkan pakaian Ester kedalamannya. Dia tidak sudi memiliki anak pelacur seperti Ester.
"Angkat kaki dari rumah ini. Aku tidak sudi memiliki anak yang sudah tidak perawan lagi".
Deg
"Ayah". Ester menggeleng "Ayah jangan usir aku. Aku tidak mau Ayah". Ester berlutut dikaki Antonio. Sedangkan Netia juga tampak kecewa.
"Kau bukan putriku lagi". Menatap Ester dengan jijik "Pantas saja kau tidak mau Ayah nikahkan dengan pria lain. Rupanya kau takut jika ketahuan sudah tidak perawan". Tuduh Antonio pada putrinya.
"Tidak Ayah. Aku...".
"Pergi Ester. Atau perlu Ayah panggil satpam untuk menyeret mu keluar?". Tatapannya.
"Bu".
Netia malah mellengang masuk kedalam kamarnya. Hatinya kecewa. Hatinya marah. Meski dia memang mendidik Ester dengan keras. Tapi itu juga demi kebaikan Ester.
"Ayah. Ibu".
Ester menangis segugukan saat Antonio menyeretnya dengan paksa keluar dari rumahnya.
Ester menyeret kopernya dengan langkah tertatih. Mata gadis itu sudah membengkak karena menangis.
"Benar aku adalah pelacur". Dia menangis segugukan sambil berjalan dengan perasaan hancur.
Jika Ester tahu semua akan berakhir seperti ini, dia lebih memilih tidak menolong Gama. Niat hati ingin mengantar pria itu. Tapi malah membawanya pada takdir hidup yang kejam.
Dia bisa terlepas dari jerat sang Ayah yang memaksanya menikah dengan pria yang tidak cintai. Tapi sekarang dia tidak bisa lagi menghindari takdir yang membawa kehancuran untuknya.
"Zie. Maafkan aku Zie. Mungkin ini hukum karma karena aku sudah berniat memisahkan mu dengan Tuan Grabielle. Maafkan aku Zie. Aku memang bukan sahabat yang baik". Ucap Ester menyesali perbuatannya.
Ester berjalan menuju rumah Hana. Hanya Hana, Adam dan Zie sahabat yang selalu ada untuknya.
"Ester. Astaga". Hana terkejut melihat penampakan Ester
"Kak Hana". Lirih Ester
__ADS_1
"Ester apa yang terjadi?".
Ester berhambur memeluk Hana. Perasaannya tidak hanya hancur tapi masa depannya tak cerah lagi. Dia sudah kehilangan mahkota yang dia jaga dengan susah payah itu.
"Kak". Tangis Ester pecah. Dia tidak bisa jelaskan bagaimana rasanya siksaan kehilangan segala yang dia jaga dengan baik.
"Ayo masuk dulu". Hana menuntun gadis itu masuk kedalam Apartement nya.
Hana tinggal sendirian di Indonesia. Sementara kedua orangtuanya tinggal di Amerika.
"Kak". Ester masih terus menangis.
"Ayo ceritakan pelan-pelan. Kakak akan dengarkan". Ucap Hana lembut sambil mengusap rambut Ester.
"Kak aku.....". Ester rasanya tak sanggup mengingat malam naas yang membuatnya harus kehilangan masa depannya.
"Pelan-pelan. Jangan dipaksakan". Ucap Hana.
Ester menarik nafas dalam. Dia memberanikan diri menatap wajah Hana. Hatinya hancur lebur.
Lalu setelah merasakan dadanya sedikit melonggar. Ester menceritakan semua yang terjadi. Meski dia tak ingin mengingat kejadian yang membuatnya ketakutan setengah mati itu. Tapi dia ingin berbagi dengan Hana.
Mata Hana membulat sempurna mendengar cerita Ester. Ester ini tomboy gayanya saja seperti laki-laki, rambutnya pendek. Tapi kenapa bisa diperkosa?
"Maksudmu Tuan Gama?". Ulang Hana setengah tak percaya.
Ester mengangguk sambil masih menangis "Iya Kak. Aku tidak sengaja lewat karena aku malas naik taksi. Aku berniat menolong nya karena aku khawatir meninggalkan dia sendirian dan membiarkan nya pulang dalam keadaan mabuk takut terjadi sesuatu padanya. Tapi aku malah harus menerima kenyataan pahit ini, hikssssss". Tangis Ester semakin kuat.
Hana merengkuh tubuh lemah Ester. Kasihan sekali. Penampilan Ester benar-benar berantakan. Rambutnya seperti kuntilanak meski pun pendek sebahu. Bekas jejak Gama terlihat dilehernya. Apalagi kemeja yang dikenakan Ester. Pasti siapapun tahu bahwa Ester habis diperkosa.
"Mulai sekarang tinggal lah dengan Kakak. Jangan khawatir. Ada Kakak, Kak Adam dan Zie yang selalu ada untukmu". Ucap Hana. Kasihan melihat nasib Ester. Ester dan Zie tidak jauh beda. Sama-sama menjadi korban dari keegoisan orang tua masing-masing.
"Kak, aku merasa bersalah pada Zie. Apa ini hukum karma karena kita sudah berniat memisahkan dia dengan Tuan Grabielle". Ucap Ester.
"Tidak ada hubungan nya Ester. Ini takdirmu. Zie memang harus berpisah dari suaminya. Kau tahu sendiri kan Kak Garra mencintai nya. Dan kita harus membantu. Kita sudah banyak berhutang budi pada Kak Garra, jadi saatnya kita membalas apa yang sudah Kak Garra lakukan untuk kita". Sergah Hana.
"Tapi Kak, aku merasa bersalah. Aku takut Zie tidak bahagia nanti bersama Kak Garra. Dia sudah mencintai suaminya Kak. Apa kita tega memisahkan Zie dan Tuan Grabielle?".
"Ini demi kebaikan Zie, Ester. Perasaan cintanya itu nanti akan menghilang. Dia akan bahagia bersama Kak Garra. Biarkan Kak Garra yang menjaga Zie". Potong Hana sambil menyeka air mata Ester "Mandi dan bersihkan diri. Ganti pakaian mu. Kakak akan siapkan makan malam". Ucap Hana
__ADS_1
"Terima kasih Kak".
Bersambung.....