Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Terkejut


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Adam dan Hana tercengang mendengar cerita Graziella. Keduanya saling melihat dengan wajah syok dan kaget.


"Jadi kau bertemu pria bule dan langsung memeluknya?". Ulang Hana


Graziella mengangguk "Iya Kak. Entah kenapa hatiku mengatakan bahwa pria itu yang bisa menolong ku dan benar saja dia menolongku dan menyonggok pengawal Ayah dengan lima Blackcard ini". Jelas Graziella.


"Lima Blackcard?". Meski orang kaya, Adam dan Hana tidak memiliki kartu unlimited itu.


"Lalu?". Hana benar-benar penasaran.


Graziella menghela nafas panjang "Aku berhutang padanya, hiksss". Graziella menyeka air matanya yang tidak jatuh sama sekali "Aku harus bekerja dengannya seumur hidup. Katanya kartu itu memiliki uang tak terbatas. Aku saja bingung sebanyak apa uang dalam satu kartu itu". Ucap gadis itu dengan wajah polosnya


Adam dan Hana menggaruk tengkuk mereka yang tidak gatal. Dibilang poloa tidak juga. Graziella memang berbicara suka ceplas-ceplos.


"Kumohon pada kalian berdua. Jangan katakan dimana keberadaan ku pada Ayah. Kalian tahu kan bahwa Ayah akan mencariku sampai ke ujung planet Mars, jadi tolong yaaa?". Ucap Graziella dengan permohonan dan tak lupa dia menampilkan wajah polosnya.


"Tapi_".


"Ck, bilang iya saja kenapa susah sekali sihh kalian berdua ini Kak? Kalian itu sahabat ku, bukan sahabat Ayahku. Kalian mau aku menikah dengan pria itu? Siapa tahu dia botak, perut buncit dan aku sudah membayangkan anu nya pasti besar". Graziella bergidik ngeri.


Hana menggeleng sambil terkekeh pelan. ternyata benar Graziella tidak mengenal lelaki yang dijodohkan dengannya itu. Coba saja, Graziella tahu setampan apa pria yang ingin menjadi suaminya pasti gadis itu menyesal.


"Iya iya". Sahut Adam mengalah "Tapi apakah kau yakin bekerja seumur hidup dengan pria itu?". Tanya Adam memastikan.


"Ya mau bagaimana lagi Kak. Aku punya hutang tiga pulu enam milyar padanya. Mau kujual ginjalku saja tidak akan cukup membayar nya". Bahasa anehnya sudah keluar.


Graziella merebahkan kepalanya dimeja kantin, lemes bestieeeeee.


"Sabar ya Zie". Hana mengusap kepala gadis itu "Kalau setampan dia dibetahin saja. Lumayan buat cuci mata setiap hari". Hana cekikikan sendiri.


Graziella langsung bangun "Cuci mata. Cuci mata". Ketus gadis itu "Kakak tidak tahu saja kalau pria itu hobby nya marah dan perintah nya aneh-aneh". Ujar Graziella.


Adam menghela nafas panjang. Tidak juga bisa berbuat apa-apa untuk membantu Graziella. Kasihan Graziella hidupnya memang susah dari dulu ditambah dari sekarang.


"Kak Adam boleh pinjam ponsel? Aku ingin menelpon Kaka Garra". Graziella menengadahkan tangannya.


"Beli ponsel Zie". Tekan Hana. Adam dan Hana berpacaran.


"Tidak cukup uang Kak". Jawab Graziella.


"Jangan bodoh Zie. Uang didalam kartu itu Unlimited, mau kau beli pabrik ponselnya saja uang itu berlebih-lebih". Omel Hana


"Ya nanti pulang dari kampus aku beli ponsel. Dasar pelit". Cibir Graziella.


"Pakailah Zie. Telpon Kak Garra". Adam menyerahkan ponselnya

__ADS_1


"Terima kasih Pacar sahabat". Seru Graziella.


Gadis itu mengotak-atik ponsel Adam da menghubungi Garra. Graziella harus bertemu Kakak nya itu.


"Ini Kak. Terima kasih". Graziella mengembalikan ponsel Adam.


.


.


.


.


"Kak Garra".


"Zie".


Kakak beradik itu saling berpelukan.


"Kak, hiksss".


Garra adalah sandaran ternyaman untuk nya saat ini. Dia butuh pria ini. Selama ini juga hanya Garra yang menyanyangi Graziella dan selalu ada untuk gadis itu.


"Rindu". Grabielle menatap wajah adiknya.


"Ayo duduk". Garra merangkul bahu Graziella dan menuntun gadis itu duduk dibangku caffe.


"Cerita kan pada Kakak? Kenapa kau bisa ada disini? Bukankah harusnya kau berada di China?". Cecar Garra.


"Kak". Renggek Graziella.


"Pelan-pelan bicaranya Zie. Kakak akan dengarkan". Senyum Garra mengusap kepala adiknya. Usia mereka terpaut sangat jauh.


Graziella menceritakan semua yang dia alami. Dari mulai memeluk pria asing. Tinggal dirumah pria itu. Sampailah dia terlilit hutang dan membayar nya seumur hidup.


"Seumur hidup?". Tanya Garra tak percaya


Graziella mengangguk "Iya Kak. Hutangku banyak. Pria itu menebusku dengan lima Blackcard miliknya".


Garra menatap Graziella dengan kasihan. Mungkin ditempat itu dia bisa menyembunyikan adiknya. Sebab sekarang bukan hanya Ayah nya yang mencari Graziella tapi juga Gama. Garra takut jika Graziella disakiti oleh mereka.


"Zie dengarkan Kakak. Untuk sementara tidak apa-apa kau tinggal dulu bersama pria itu. Kakak akan mengumpulkan uang untuk menebus dan membayar semua hutang-hutang mu. Setelah itu kita kabur dari negara ini. Ayah terus mencarimu. Sekarang Kakak juga tidak tinggal dirumah itu, Kakak tinggal di Apartement. Jadi tempat pria itu akan aman untuk kau bersembunyi. Jaga diri baik-baik yaaa?". Sejujurnya Garra takut membiarkan Graziella sendirian diluar sana. Tapi tidak ada pilihan lain.


Graziella mengangguk sambil memegang tangan gara yang melekat diwajahnya.


"Iya Kak". Sahut gadis itu tersenyum "Kakak juga jaga diri baik-baik yaaa". Ujarnya lagi.

__ADS_1


"Iya Zie".


Garra kembali memeluk gadis itu. Andai saja Graziella tahu bahwa Garra sangat mencintai dirinya. Oleh karena itu Garra melakukan segala cara agar Graziella tidak menikah dengan siapapun. Kecuali dirinya. Dia berjanji akan menjaga gadis ini.


Garra tidak tahu sejak kapan perasaannya tumbuh yang pasti berada didekat Graziella selalu membuatnya nyaman dan merasa memiliki. Apalagi ketika gadis ini dianiaya oleh Ayahnya membuat Garra bertekad melindungi nya.


.


.


.


.


Graziella berdiri didepan sebuah gedung pencakar langit. Dia menatap kagum bangunan indah itu. Kata orang-orang lantainya sampai seratus.


Wilmar Group, perusahaan terbesar didunia yang bergerak dibanyak bidang termasuk furniture.


"Mewah sekali kantornya. Apa Tuan Grabielle memang ada disini yaa?". Gumamnya.


Graziella masuk dengan masuk dengan map ditangannya. Gadis itu sampai mengangga melihat interior bangunan yang indah itu.


"Permisi Nona". Graziella menuju meja resepsionis


"Iya Nona. Ada yang bisa saya bantu?". Balas sang resepsionis tersenyum ramah


"Maaf Nona saya ingin bertemu Tuan Grabielle".


Sang resepsionis menatap Graziella dari ujung kaki sampai ujung rambut. Penampilan gadis ini sangat sederhana. Jauh dari kesan menarik. Tapi apa hubungannya dengan Grabielle.


"Maaf Nona, apakah sudah ada janji dengan Tuan Grabielle?". Sang resepsionis memaksakan senyum manisnya. Padahal hatinya menatap Graziella jijik


"Sudah Nona". Sahut Graziella. Dia sudah pernah mengatakan pada Grabielle bahwa dia akan mengajukan magang disini.


"Tapi anda bel_".


"Nona Zie".


Graziella menoleh tampak Kenino sedang berjalan kearahnya


"Kak Nino".


Gadis itu berhambur kearah Kenino, sementara resepsionis itu terheran-heran.


"Ada apa Nona datang kesini?". Tanya Kenino melirik penampilan Graziella. Meski sederhana tapi terlihat menarik


"Mau mengantar ini Kak. Kata Tuan Grabielle aku boleh magang disini". Dia menunjukkan map ditangannya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2