
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Sayang". Grabielle memeluk istrinya dengan erat "Kau tahu betapa khawatir nya aku? Maaf karena gagal menjagamu. Maaf sayang". Lirihan, setetes butiran bening ketakutan lolos dipelupuk mata pria tampan itu.
"Terima kasih sudah khawatir Kak. Aku memang kadang suka mengkhawatirkan". Celetuk nya membalas pelukan sang suami.
Grabielle melepaskan pelukan nya. Sumpah demi apapun dia benar-benar merindukan gadis ini. Khawatir dan juga takut jika Zie benar-benar pergi dari hidupnya.
"Apa kau baik-baik saja sayang? Apa ada yang terluka?". Grabielle meneliti tubuh istrinya bahkan dia memutar tubuh gadis itu
"Ck, Kak kau membuat kepalaku pusing saja". Cibir Zie
"Aku khawatir sayang. Jangan membuatku kesal. Aku sedang tidak mau mengomel sekarang". Ucap Grabielle.
"Bukankah hobby mu memang mengomel Kak?". Zie memincingkan matanya khawatir "Kau itu kenapa lambat sekali sihh. Hampir saja aku menikah dengan Tuan Gam-gam itu". Ujar Zie.
"Aku tidak akan membiarkan kau menikah dengan dia sayang. Tidak akan pernah". Grabielle kembali memeluk gadis itu.
"Iya iya. Aku tidak akan pergi selama kau tidak menyuruhku pergi". Zie membalas pelukan suaminya.
Myron dan Kenino bernafas lega. Myron cukup kagum dengan cara Gama mengelabui Zie. Bagaimana bisa dia membuat orang begitu mirip dengan Kenino sehingga Zie dengan mudah mengikuti Kenino palsu itu.
"Bielle. Zie. Ayo kita pulang". Ajak Myron.
__ADS_1
"Iya Kak". Sahut keduanya.
Grabielle terus mengenggam tangan gadis itu. Seolah takut jika Zie pergi lagi. Dunia nya benar-benar serasa runtuh ketika Zie hilang. Grabielle takkan membiarkan siapapun lagi menyakiti dan merebut istri nya.
"Kak Myron, dimana Kak Zeva Kak?". Tanya Zie.
"Ada dirumah Zie". Sahut Myron tersenyum "Kenapa, kau ingin bertemu dengannya?".
Zie mengangguk "Aku ingin minta maaf karena memasang antivirus alat pelacak buatan Kak Zeva. Karena dirumah Tuan Gam-gam bisa mendeteksi alat-alat ajaib itu".
Grabielle, Myron dan Kenino tersendak mendengar ucapan Zie. Mereka sama sekali tidak paham dunia IT. Tapi kenapa Zie seperti nya tahu masalah itu.
"Bagaimana kau bisa tahu?". Tanya Myron penasaran dan ingin tahu.
"Kakak tanya saja Kak Zeva". Sahut gadis itu bersandar manja dilengan suaminya.
Grabielle menatap wajah cantik Zie yang tertidur dengan lelap dipelukkan nya. Begitu banyak kejutan yang dia tidak tahu tentang gadis ini.
"Aku tak pernah menyangka gadis aneh seperti mu, ternyata sama seperti Kak Zeva. Memiliki kemampuan yang tidak diketahui orang lain". Pria itu mengusap kepala istrinya.
"Apa kau tahu, betapa khawatir nya aku saat kau menghilang. Aku benar-benar tak sanggup harus kehilangan mu. Kau sudah merubah hidupku". Gumamnya lagi.
Grabielle menarik gadis itu kedalam pelukannya. Membenamkan kepala Zie didada bidangnya. Meresapi nafas hangat Zie yang mengenai dadanya.
__ADS_1
Zie membuka matanya, harum tubuh Grabielle selalu mampu membangunkannya dari tidur lelapnya. Seolah dia kecanduan tubuh pria itu.
"Kak".
"Kau belum tidur sayang?".
Zie mengangguk "Maaf ya sudah membuat Kakak khawatir. Aku sengaja". Gadis itu menampilkan rentetan gigi putihnya.
"Kau ini.....". Grabielle menarik hidung Zie dengan gemes.
"Tapi bagaimana bisa kau menghadapi si Gam-gam itu?". Tanya Grabielle menyelipkan anak rambut istri nya.
"Aku tidak menghadapinya Kak tapi bertanya jawab dengan nya. Aneh sekali Kak, katanya dia mencintai ku tapi dia tega menggunakan cara licik agar mendapatkan ku". Ucap Zie
Grabielle menatap wajah polos istri nya dengan intens. Dia menatap bola mata indah itu yang berwarna kecoklatan.
"Kau memiliki perasaan padanya?". Tanya Grabielle hatinya sakit saat menanyakan hal itu padanya.
"Menurut Kakak bagaimana?". Zie mengedip-ngedipkan matanya.
Bersambung...
Hai guys makasih udah ikutin maaf cuma 500 kata. Capek banget, habis siap-siap buat natal besok.
__ADS_1
Jangan lupa dukung terus yaa...