Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Kakak-adik


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Kenapa dengan wajahmu Kak? Kau tampak bahagia". Zie duduk disamping Gama yang tampak melamun.


Gama memutar bola matanya malas "Jangan membuat Kakak kesal Zie. Kakak tidak sedang tidak ingin bercanda". Ketus Gama.


Zie malah mencomot cemilan diatas meja. Ibu hamil yang satu ini tidak berhenti mengunyah, ada-ada saja yang dikunyahnya. Hobby makannya seperti nya tak bisa dihilangkan.


"Sayang, jangan makan terus". Tegur Grabielle.


Zie hanya menampilkan rentetan gigi putihnya dan bersandar dibahu suaminya.


"Kak Gam-gam kau baik-baik saja?". Tanya Zie menatap Kakak nya yang tampak kusut "Kapan Kakak fitting baju? Kasihan Ester sudah menunggu lama". Ujar Zie lagi.


Gama menghela nafas panjang "Besok". Sahutnya singkat.


Zie menatap Kakak nya penuh selidik. Dia yakin Kakak nya ini pasti sedang memiliki masalah.


"Kak". Zie mengusap bahu Gama "Kalau kau butuh teman cerita jangan sungkan Kak. Aku adikmu. Ada suamiku juga. Kami siap mendengarkan masalah mu". Ucapnya lagi.


Grabielle tersenyum hangat. Istrinya ini kadang dewasa kadang seperti anak-anak. Dia selalu bisa menyesuaikan keadaan.


Gama menghela nafas panjang. Dia dan Ester sedang di pinggit tidak boleh bertemu sampai hari pernikahan mereka. Padahal belum fitting baju. Tapi orang kaya tidak perlu repot-repot menyiapkan segalanya, tinggal jentikkan jari saja sudah bisa.


"Zie". Rasanya Gama ragu mengatakan ungkapan perasaan nya.


"Kenapa Kak?". Zie mengerutkan keningnya.


"Sayang, jangan didesak. Biarkan Gama bercerita sendiri". Grabielle mengusap kepala istrinya.


Zie mengangguk patuh. Sebagai adik yang baik dia ingin selalu tahu masalah Gama. Meski tak banyak membantu setidaknya bisa sedikit memberi saran dan masukkan.


"Zie, sebelumnya Kakak minta maaf padamu. Maafkan Kakak ya". Ucap Gama menghela nafas panjang.


"Minta maaf untuk apa Kak?". Tanya Zie heran.


"Ibuku termasuk dalam pembunuhan Ibu mu".


Deg


Zie langsung terdiam sejenak. Dia hampir tidak percaya dengan ucapan Gama. Meski dia tidak ingin mengingat kematian Ibu nya karena dia memang belum ingat waktu itu tapi kenapa hatinya sakit sekali ya?


"Sayang". Grabielle mengenggam tangan istrinya "Apa kau baik-baik saja?". Pertanyaan yang benar-benar Zie rindukan.


"Kak". Air matanya berlinang "Kenapa semua orang jahat padaku Kak?". Dia tak mampu lagi menahan tangisnya.


Grabielle merengkuh tubuh wanita hamil itu. Dia ikut merasakan kesedihan yang dialami Zie. Hidup Zie dipenuhi dengan drama yang tak berkesudahan.


Gama menatap Zie sendu. Dia merasa bersalah. Meski itu perbuatan orangtuanya tapi tetap saja perasaan bersalahnya itu masih ada.

__ADS_1


"Zie maafkan Kakak". Ucap Gama tulus.


Zie menggeleng "Bukan salah Kakak. Aku hanya merasa sedih saja Kak. Kenapa banyak sekali orang yang jahat padaku?". Lirihnya.


Grabielle masih merengkuh tubuh istri kecilnya itu. Semoga setelah ini semua berlalu dengan cepat. Dia dan Zie bisa bahagia selamanya.


"Sayang jangan menangis lagi". Grabielle melepaskan pelukan nya dan menyeka air mata istrinya "Kasihan Dedek bayi nya nanti ikut menangis". Celetuknya mengusap perut Zie yang sudah setengah membuncit.


Zie mengangguk patuh sambil mengusap air matanya. Dia ingin hidup damai dan terbebas dari masa lalunya. Dia tidak ingin mengingat segala rasa sakit yang membelenggu dadanya.


"Kak, aku lapar. Ternyata menangis itu butuh energi ya?". Ucapnya.


Grabielle dan Gama terkekeh mendengar ucapan Zie.


Mereka menuju meja makan dan makan bersama. Disana sudah ada Myron dan Zevanya serta Arthur dan ketiga anak Zevanya dan Myron.


.


.


.


.


"Ayah apa kita harus kembali ke Indonesia?". Tanya Shiena bersandar manja dilengan John.


"Iya kita akan kembali. Kita akan hancurkan Zie. Anak pembawa sial itu tidak boleh bahagia". Sahut John


"Bukankah Ibu ada di Indonesia? Jadi kita bisa menyusulnya kesana". John mengusap kepala Shiena dengan sayang.


"Baiklah Ayah". Senyum Shiena.


Keduanya tak malu lagi menunjukkan hubungan mereka pada orang lain. Bahkan tak ada rasa bersalah dihati John dan Shiena saat Marissa tahu hubungan gelap mereka.


"Ayo sayang".


John mengandeng tangan Shiena keluar dari rumah mewah milik nya. Sementara seorang pengawal menyeret dua koper milik mereka.


"Kita akan temui Sandra". Ucap John.


"Apa Bibi Sandra juga akan ikut kita ke Indonesia?". Tanya Shiena.


"Iya. Dia juga ingin menghancurkan Zie". Sahut John.


Ambisi untuk menghancurkan Zie masih belum puas. Bagi John dan Shiena melihat Zie menderita adalah kepuasan dan kebahagiaan tersendiri.


Shiena membenci Zie, karena Zie selalu mendapatkan prestasi dan Zie juga selalu disayang oleh Garra. Di manja-manja dan dilindungi, sementara hubungan nya dengan Garra tak pernah baik dari dulu karena Kakak nya itu selalu menyanyangi Zie dibanding dirinya yang notabene adik kandung sendiri.


Mobil John berhenti didepan sebuah rumah mewah. Keduanya langsung turun. John tersenyum licik saat melihat seorang wanita paruh baya menyambut kedatangan mereka berdua.

__ADS_1


"John". Panggilnya.


"Sandra". Sahut John.


Shiena mencebik kesal ketika John menyambut Sandra dengan hormat apalagi sambil tersenyum, jelaslah dia cemburu dan tidak suka.


"Ayo silahkan masuk". Ajak Sandra.


"Ayo sayang". John mengenggam tangan Shiena agar ikut masuk bersamanya.


Shiena terlihat merajuk tidak suka. Pasti John dan Sandra sebelum nya memiliki hubungan kenapa terlihat akrab dan mesra sekali? Pikir Shiena.


"Silahkan duduk". Ucap Sandra.


"Terima kasih Sandra". John mengajak Shiena agar duduk.


"Bagaimana hubungan mu dengan Fedrick?". Tanya John, Fedrick adalah suami Sandra


Sandra menggeleng lemah "Fedrick selingkuh dan dia pergi dengan selingkuhannya". Jawab Sandra lemah. Hatinya hancur ketika mengetahui perselingkuhan suaminya itu.


"Sabar ya Sandra". Ucap John tulus.


Sandra mengangguk "Lalu apa kita aka tetap pada rencana kita?". Tanya Sandra.


"Kau masih ingin kembali pada Arthur?". Ujar John.


Sandra mengangguk lagi "Iya. Aku ingin menghancurkan nya. Dia harus merasakan kehancuran ku. Dia harus merasakan rasa sakit hatiku. Dia tega berkhianat maka aku akan balas". Ucap Sandra penuh keyakinan dengan tatapan tajamnya.


"Kau yakin Arthur akan menerimamu kembali?". John sedikit ragu. Shiena hanya mendengarkan saja dia tidak tertarik dengan percakapan kedua orang itu.


"Aku akan menggunakan Gama. Aku yakin jika Gama mau membantu kami bersatu. Dari dulu Gama tidak setuju dengan perpisahan kami". Sandra tersenyum licik.


"Aku setuju. Semoga saja Gama mau membantu". Imbuh John.


"Saat Arthur jatuh kembali kedalam pelukanku, aku akan hancurkan dia perlahan. Membunuh Allena tidak membuatku puas sebelum melihat kehancuran Arthur". Tangan Sandra terkepal ketika mengetahui Arthur menghamili Allena yang masih berstatus istri orang.


"Atau kau bisa balaskan dendam mu pada Zie, Bibi". Saran Shiena.


"Zie? Siapa Zie?". Tanya Sandra yang baru pertama kali mendengar nama Zie.


"Dia adalah anak Allena dan Arthur". Jelas John.


"Ide bagus. Mereka semua harus merasakan kehancuran kita". Ucap Sandra.


"Persiapkan dirimu. Kita akan kembali ke Indonesia".


"Baik".


Sandra adalah wanita penuh ambisi. Tidak hanya ikut dalam pembunuhan Allena dia juga yang menghancurkan kebahagiaan Gama. Hatinya hancur saat mendapati suaminya masih berhubungan dengan cinta pertamanya hingga hamil. Hal itu lah yang membuat Sandra memilih pergi meninggalkan Arthur kala itu.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2