Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Patah hati


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Kak Hana". Zie duduk didekat Hana dengan perut buncitnya.


"Pelan-pelan Zie". Hana membantu Zie duduk disampingnya.


Saat ini mereka berada ditaman kampus. Ada beberapa mata kuliah yang harus diselesaikan sebelum magang usai.


Tentu saja Zie boleh masuk kampus dengan beberapa drama yang harus dia lewati untuk membujuk suami bule nya. Zie sampai pusing sendiri menghadapi sifat Grabielle yang posessif minta ampun.


Ada Ester juga disana. Zie dan Ester dijaga dengan ketat oleh pengawal suami mereka. Gama tak jauh posessif. Takut saja jika istrinya sampai celaka, apalagi wanita hamil itu sangat sensitif.


Hana menatap perut kedua sahabat kecilnya. Dia yang pacaran. Dia yang selalu menempel dengan Adam seperti prangko, tapi Zie dan Ester yang menikah. Benar-benar tragis.


"Memikirkan Kak Adam?". Tebak Zie. Zie sudah tahu bahwa Adam pergi meninggalkan Hana.


Hana mengangguk dan tersenyum kecut. Hatinya teriris lagi ketika mengingat wajah Adam yang pergi meninggalkan nya.


"Kak". Ester mengusap bahu Hana dan bersandar dibahu wanita itu "Sabar ya Kak. Masih ada kita yang siap menemani Kakak". Ucapnya. Hana sudah seperti Kakak kandungnya. Apalagi Han adalah orang pertama yang hadir saat Ester diusir dari rumah.


"Terima kasih Ester". Ujar Hana mencoba tersenyum dan menutupi lukanya.


Wanita mana yang takkan patah hati jika ditinggal dalam keadaan masih sayang. Apalagi kekasihnya lebih memilih orang yang dijodohkan, pasti sakitnya luar biasa.


"Kak, dari pada sedih. Bagaimana kalau kita makan bakso saja?". Saran Zie.


"Jangan aneh-aneh Zie. Suamimu takkan mengizinkan". Sergah Ester. Ester tahu betapa posessif nya Grabielle saat menjaga pola makan istrinya.


"Kalau begitu kita jalan-jalan saja. Shopping". Sambil mengeluarkan dua Blackcard didalam tasnya "Suamiku baru gajian, dia kasih ini". Sambil memamerkan Blackcard milik Grabielle.


Mata Hana dan Ester langsung berbinar melihat kartu unlimited itu. Tentu saja didalam bayangan mereka sudah terbayang-bayang membeli apa saja. Bahkan beli pabrik baju saja uang didalam kartu itu takkan habis.


"Tapi....". Hana menghela nafas panjang sambil menggeleng "Kakak sedang tidak mood Zie". Ucap Hana lemah. Dia benar-benar sedang tidak ingin kemana-mana selain melamun.


"Alah, Kakak tidak usah pikirkan Kak Adam lagi. Biarkan dia bahagia. Lagian sudah ada Kak Nino". Zie tersenyum menggoda "Kak Nino tampan. Baik hati. Mirip-mirip bule lagi. Lumayan mengubah keturunan". Celetuk Zie.

__ADS_1


"Zie". Hana mencebik kesal mencoba menutupi rona wajahnya.


"Iya Kak Hana. Kakak cocok dengan Kak Ken". Ester menimpali sambil ngakak.


Hana diolok habis-habisan oleh Zie dan Ester saat tahu jika Kenino dan Hana makan siang bersama. Kedua wanita hamil itu suka sekali menggoda Hana. Meski mereka tahu Hana tipe wanita yang sulit jatuh cinta, apalagi baru patah hati dan berpisah dengan kekasih hati.


"Ya sudah ayo Kak". Zie berdiri.


"Pelan-pelan Zie". Hana ikut berdiri membantu wanita hamil itu.


"Makanya cepat menikah Kak. Biar hamil seperti aku dan Ester". Ujar Zie menggoda Hana.


"Ck, bagaimana mau menikah? Calon saja tidak punya". Ketus Hana sambil memapah Zie.


Usia kandungan Zie sudah memasuki bulan kedelapan. Perut nya sangat besar, entah berapa manusia isi didalamnya. Sementara usia kandungan Ester memasuki bulan keenam. Perut Ester juga sudah tampak besar.


"Sayang".


Grabielle dan Gama turun dari mobil dengan langkah tergesa-gesa. Mereka menyudahi meeting penting demi menjemput para istri.


"Hubby". Grabielle langsung memeluk istrinya. Sedetik saja berjauhan dengan Zie membuatnya khawatir jika terjadi sesuatu pada istri kecilnya itu.


"Iya Bby. Dia merindukan Daddy nya". Goda Zie sambil mengedipkan matanya jahil.


"Ya sudah ayo. Kita USG yaaa?". Ajaknya.


Gama dan Ester juga ikut bersama Grabielle dan Zie untuk memeriksa kandungan Ester. Mark mengendarai mobil untuk kedua Tuan-nya itu.


"Kau mau pulang Hana?". Tanya Kenino melirik Hana. Dia di minta Grabielle untuk mengantar Hana pulang.


Hana menggeleng "Punya waktu tidak? Kita menonton yuk, kebetulan aku punya dua tiket". Sambil mengambil tiket didalam tas kecilnya.


"Boleh. Kebetulan ada Mark yang menggantikan ku". Senyum Kenino.


"Ayo".

__ADS_1


Keduanya masuk kedalam mobil. Hana tidak sedingin kemarin. Dia sudah sedikit mencair dan mau tersenyum. Apalagi ternyata jika didekati Kenino adalah pria yang asyik meski agak dingin dan cuek.


.


.


.


.


Setelah menonton, Kenino mengajak Hana singgah dipantai sejenak. Melihat hamparan air laut dan suara gemuruh nya dimalam hari.


"Masih memikirkan Adam?". Mereka berdua bersandar didepan mobil.


"Masih. Sedikit". Sahut Hana "Tapi perlahan aku mulai terbiasa dengan rasa sakit itu". Imbuhnya "Jujur saja aku ingin seperti Zie dan Ester yang bahagia menemukan pria yang tepat. Kapan aku seperti mereka?". Hana tersenyum kecut.


"Bukan hanya kau. Aku juga sama. Bahkan aku tidak pernah merasakan bagaimana jatuh cinta". Sambung Kenino "Hidupku sibuk bekerja. Tidak ada waktu untuk memikirkan cinta". Sahutnya lagi.


"Kita tidak jauh beda yaa?". Hana terkekeh "Orangtua mu menetap ke Amerika?". Tanya Hana lagi karena dia memang tidak pernah tahu orang tua Kenino.


Kenino mengangguk "Iya. Ayah orang Indonesia dan Ibu orang Amerika. Tapi mereka menatap disana dan Ayah ku masih menjadi Asisten Tuan Fillipo, Ayahnya Nona Zevanya". Jelas Kenino.


Hana manggut-manggut dan beroh ria saja.


"Kau???". Tanya Kenino balik


"Sama. Daddy dan Mommy tinggal di Singapura dan aku sendirian disini". Jawab Hana.


Keduanya terlibat obrolan hangat sambil menikmati angin yang berhembus melayangkan rambut panjang Hana.


"Ayo, sudah malam". Ajak Kenino beranjak.


"Ayo". Sahut Hana.


Kenino merasa Hana wanita yang asyik diajak bicara. Wanita ini dewasa. Apa karena sudah terbiasa menjalin hubungan sehingga kedewasaan nya terlihat jelas dari cara dia berbicara.

__ADS_1


Mereka berbincang banyak hal. Zie sengaja meminta pada Grabielle agar memberi ruang kepada Kenino dan Hana.


Bersambung....


__ADS_2