
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹
"Tuan ada beberapa poin yang ingin aku tambahkan". Imbuh Graziella
"Tidak bisa. Enak saja. Kau yang harus menurut padaku". Ketus Grabielle menatap Graziella dengan tajam.
"Kalau tidak mau ya sudah aku tidak mau tanda tangan". Graziella meletakkan map itu lalu melipat kedua tangan didada memasang wajah merajuknya.
"Kau.......". Grabielle mengepalkan tangannya didepan wajah Graziella gemes dengan tingkah gadis itu.
"Tuan biarkan Nona Zie menambahkan beberapa poin Tuan. Dia benar, bahwa dia juga berhak mengajukan persyaratan". Saran Kenino sambil membungkuk hormat
"Kau membela nya Ken?". Grabielle menatap asistennya tak suka
"Tidak Tuan. Hanya saja mengatakan yang sebenarnya". Sahut Kenino membela diri. Jangan sampai pria bule itu mengamuk lagi.
Grabielle mendengus kesal. Dia beralih pada Graziella yang santai-santai saja seperti seorang Boss.
"Baiklah. Silahkan. Hanya dua poin tidak boleh lebih". Tegas Grabielle.
"Yesss. Terima kasih Bule Tampan". Seru Graziella semangat.
Gadis itu kembali mengambil map yang dia tutup tadi. Grabielle duduk disampingnya mengawasi apa yang akan dilakukan gadis aneh itu. Sedangkan Kenino berdiri seperti manekin disamping Grabielle. Selalu siaga saat nanti pria itu menyuruhnya yang aneh-aneh.
"Kak Nino, pinjam ponsel mu boleh?". Graziella menengadahkan tangannya kearah Kenino
"Ini Nona". Kenino memberikan ponselnya pada Graziella.
"Tuan bagaimana dengan sistem gajiku. Maksudku seperti ini, apakah aku bekerja denganmu tanpa gaji karena gajiku dipotong oleh hutang? Atau aku potong gaji setengah saja yaa Tuan". Graziella melakukan negosiasi "Begini Tuan, kalau aku bekerja tanpa gaji nanti aku makan apa?". Lirih Graziella sendu "Belum lagi bayar uang kuliah. Ongkos ke kampus, sebentar lagi aku magang. Buat beli skincare, kuota internet dan totol jerawat". Gadis ini berbicara lincah sekali.
"Stop. Stop. Stop". Sergah Grabielle pusing "Bisa tidak bicara itu pelan sedikit? Kau seperti lomba bicara?". Singgung Grabielle cepat
"Ck kau payah sekali Tuan. Makanya kalau aku bertanya itu dijawab. Berapa gajiku sebulan?". Tanya Graziella membuka aplikasi kalkulator diponsel Kenino
"Buat apa kau tahu gajimu?". Ketus Grabielle
"Alah, cepat jawab Tuan. Kau ini ribet sekali". Cibir Graziella
__ADS_1
"Kau itu yang ribet". Ujar Grabielle kesal.
Kenino pusing sendiri. Kedua orang itu malah berdebat. Grabielle ini memang sudah sering berdebat apalagi jika bertemu sepupunya Zevanya. Tapi kali ini dia kalah telak lagi.
"Cepat Tuan katakan berapa gajiku". Graziella masih mendesak Grabielle.
"Ck, kau ini. Sudah berhutang banyak. Malah menuntut gaji". Grabielle geleng-geleng kepala tidak habis pikir.
"Sudah cepat jawab". Graziella mulai kesal.
"Lima puluh juta". Jawab Grabielle enteng
"L-lima puluh juta Tuan?". Ulang Graziella. Otaknya langsung melalang buana kemana-mana membayangkan uang lima puluh juta itu.
Jika seumur hidup Graziella bekerja bersama Graziella berapa banyak uang yang akan dia tambah.
"Wahh lima puluh juta itu banyak sekali Tuan". Graziella geleng-geleng tak percaya sambil menghitung jari-jari tangannya "Umurku sekarang sembilan belas tahun. Anggap saja aku mati usia delapan puluh tahun, karena anak baik, cantik dan menggemaskan apalagi ramah dan suka menabung umurnya selalu panjang". Grabielle dan Kenino geleng-geleng kepala mendengar celotehan Graziella "Berarti aku bekerja dengan mu selama enam puluh satu tahun, enam puluh satu tahun dikali lima puluh juta berarti tiga puluh enam milyar. Masih belum cukup juga bayar hutang. Kecuali kalau kau mati duluan Tuan, hutangku bisa hangus". Graziella cekikikan sendiri sambil menampilkan rentetan gigi putihnya.
"Kau menyumpahi ku?". Tatap Grabielle tajam
"Memangnya aku berbicara begitu Tuan? Tidak kan?". Gadis itu santai-santai saja "Kita lanjut Tuan. Apakah yang lima puluh juta itu dipotong semua atau sebagian. Sebaiknya Tuan ambil lima puluh persen saja yaaa. Sisanya untukku". Tawar Graziella merayu Grabielle tak lupa dia menaik turunkan alisnya menggoda pria yang sudah memerah menahan amarah itu.
"Kau ini benar-benar _".
"Jawab Tuan. Jangan marah-marah nanti cepat tua". Singgung Graziella
"Jawab saja Tuan. Dari pada anda pusing berhadapan dengan gadis aneh ini". Bisik Kenino
Grabielle mengangguk. Benar jika dia terus berbicara dengan gadis itu. Bisa-bisa jiwa Mafia nya kembali.
"Gajimu dipotong tujuh puluh lima persen". Ucap Grabielle dengan penekanan.
"Ck tidak bisa beg_".
"Kalau kau protes aku akan potong seratus persen". Ancam Grabielle
Graziella mendengus kesal. Orang kaya memang suka semau nya saja.
__ADS_1
"Baiklah". Graziella kembali membuka aplikasi kalkulator diponsel Kenino
"Bagaimana anda bisa tahu kata sandi ponsel saya Nona?". Tanya Kenino heran. Dia bahkan tidak memberitahu siapun sandi ponselnya.
"Menebak saja Kak". Sahut Graziella asal.
"Berarti sisanya dua puluh lima persen. Sisanya hanya dua belas juta lima ratus. Ongkos kuliah, lima ratus setiap bulan. Skincare satu juta. Kuota internet, lima ratus ribu. Jajan lima juta. Sisanya buat tabungan".
Grabielle menggeleng melihat gadis itu yang sibuk hitung menghitung. Lucu, unik dan menggemaskan. Apalagi Graziella begitu serius. tanpa sadar sudut bibir pria itu tertarik dia menyembunyikan senyum gemes nya.
"Oke Tuan, ini. Aku sudah baca semuanya". Graziella memberikan map itu pada Grabielle.
"Bagus". Grabielle tersenyum licik "Ingat kau bekerja denganku selama enam puluh satu tahun". Ucap Grabielle mengingatkan "Kau tidak boleh membantah ucapanku. Selalu menuruti perintah ku dan aku tidak menerima penolakkan". Tegas Grabielle.
"Iya iya Bule Tampan. Aku tahu tidak perlu diperingatkan lagi". Sejenak Graziella terdiam "Lho enam puluh satu tahun?". Dia baru sadar "Itu lama sekali Tuan, astaga bagaimana dengan Kak Garra?". Gadis itu menepuk jidatnya "Apa sebaiknya kita menikah saja yaa Tuan?". Imbuh Graziella menatap Grabielle dengan senyuman menggoda
"Jangan mimpi". Grabielle menjitak kening gadis itu
"Awwww. Kejam sekali sihh". Gerutu gadis itu mengelus jidatnya
"Kau boleh keluar dan masak makan malam. Ken akan tunjukkan dimana dapurnya". Usir Grabielle sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
"Cihh siapa juga yang mau berlama-lama disini?". Cibir Graziella.
"Kau lupa dengan surat perjanjian yang baru saja kau tandatangani?". Grabielle menatap Graziella dengan wajah merah padam "Ikuti semua perintah ku dan tidak boleh membantah". Tegas Grabielle
"Iya Bule Tampan. Maaf, tadi aku sedikit tidak lupa isinya". Graziella membungkuk hormat.
Grabielle tak menjawab. Dia bisa masuk rumah sakit jiwa jika terus berbicara dengan gadis aneh itu.
Kenino segera membawa Graziella keluar dari ruang kerja Grabielle sebelum pria tampan itu mengamuk lagi.
Kenino mengantar Graziella kedapur. Grabielle sengaja tidak memakai aissten rumah tangga untuk mengurus dan membersihkan apartemen sebesar dan semewah itu. Dia sengaja ingin menghukum Graziella, biar gadis itu merasakan pembalasan nya. Grabielle yakin jika Graziella gadis manja yang belum pernah mengerjakan pekerjaan rumah.
Grabielle membuka ponselnya. Dia membuka aplikasi email. Dia penasaran dengan identitas gadis itu.
"Graziella Calista Woong". Gumamnya membaca nama depan Graziella.
__ADS_1
Grabielle membaca dengan detail semua informasi tentang Graziella yang dikirim oleh Kenino tanpa terlewatkan satupun.
Bersambung....