Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Kenapa aku dilahirkan Dad?


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Sayang". Grabielle memeluk Zie yang masih menangis segugukan.


Zevanya menyeka air matanya. Kasihan. Pasti sangat terluka. Zie tidak tahu apa-apa. Dia hanya korban. Tapi seolah semua orang menyalahkan nya. Tidak ada anak yang mau dilahirkan didunia ini jika kehadiran nya hanya membuat orang lain menderita.


"Hiks Kak". Zie melingkarkan tangannya dipinggang suaminya memeluk pria itu dan menangis dengan hebat.


Arthur merasa bersalah. Semua salahnya. Tapi kenapa Zie yang harus menjadi korban? Adakah orang yang mau tertakdir dengan hidup seperti ini. Arthur punya alasan kenapa dia melakukan kesalahan-kesalahan sebesar itu dan dia tidak pernah menyangka jika Zie yang akan menjadi korban dari keegoisan nya.


Adam dan Hana turut prihatin dengan Zie. Selama ini mereka tidak tahu seberat apa hidup Zie. Karena Zie selalu bisa menyembunyikan masalahnya dibalik senyum dan ucapan nya yang membuat orang kesal.


Gama memeluk istrinya. Dia juga ikut menangis dan merasakan kesedihan Zie. Gama sama sekali tidak menyalahkan Zie atas perpisahan kedua orangtuanya. Zie tidak tahu apa-apa, dia hanya korban. Dia hanya hasil hubungan gelap itu.


"Hiks Kak, kenapa sakit sekali ya Kak?". Zie melepaskan pelukan suaminya "Perutku sampai bergerak menahan sakitnya". Celetuknya.


"Apakah sakit Sayang?". Tanya Grabielle panik.


Zie menggeleng "Ini yang sakit Kak. Rasanya bagai ditusuk jarum lalu di bubuhi cukai". Sambil mengusap air matanya.


"Maafkan aku ya sayang. Harusnya aku yang membela mu. Maafkan aku". Grabielle merasa sangat bersalah.


"Bukan salah mu Kak. Tidak ada yang salah". Sahut Zie yang tidak mau membuat suaminya itu merasa bersalah.


"Zie".


Arthur mendekati putrinya itu. Dia tidak mampu menahan air matanya. Betapa lamanya waktu sembilan belas tahun yang dirasakan oleh Zie. Perjalanan yang tidak mudah. Hidup menjadi sasaran amarah orang lain.


"Dad".


Arthur memeluk putrinya itu. Perasaan bersalahnya takkan hilang sampai kapanpun. Arthur berharap Zie akan selalu bahagia bersama Grabielle dan dia berjanji tidak akan membiarkan putrinya itu hidup sengsara lagi.


Zie melepaskan pelukan Arthur sambil menyeka air matanya.


"Kenapa aku dilahirkan Dad? Kenapa aku ada disini? Apa kau menyesal telah menemukan ku?". Tatap Zie pada Ayahnya.

__ADS_1


Arthur menggeleng "Tidak Nak. Daddy tidak pernah menyesal. Maafkan Daddy. Gara-gara keegoisan Daddy kau berada dikeadaan sulit seperti ini. Jangan menyesal dilahirkan. Daddy menyayangi mu. Sangat". Arthur mengenggam tangan putrinya "Jangan pikirkan mereka lagi ya. Jaga kesehatan. Jaga cucu Daddy. Kali ini kau harus bahagia bersama suamimu. Semua akan baik-baik saja". Ucap Arthur kembali memeluk Zie.


Arthur juga tidak ingin berada dalam keadaan seperti ini. Dia tidak bermaksud menghianati pernikahan mereka. Tapi dia tidak bisa memaksa hatinya mencintai Sandra sangat tidak bisa. Arthur sudah berusaha tapi hatinya tetap milik Allena.


Arthur menyesal tapi ketika melihat Zie, dia bersyukur karena putrinya itu masih sehat dan baik-baik saja selama ini. Meski banyak drama yang dialami Zie dan Arthur berjanji akan menebus semua kesalahannya itu.


.


.


.


.


John, Shiena dan Sandra dibawa ke kantor kepolisian. Semua bukti menjerat mereka masuk dan membusuk kedalam jeruji besi itu.


John dan Sandra terlibat kasus pembunuhan berencana. Meski kejadian itu sudah belasan tahun tapi Grabielle dan Gama berhasil mengumpulkan bukti yang menjerat kedua orang itu.


Meski Gama kasihan pada Ibunya tapi Sandra harus menerima hukuman agar dia jera melakukan sesuatu yang merugikan orang lain.


Ketiga orang itu mendapatkan karma yang sesuai dengan perbuatan mereka.


Meski memberontak beberapa kali, John tetap tidak bisa lolos dari jerat hukum. Hukum berlaku bagi orang yang melanggar undang-undang yang tertera. Apalagi ini pembunuh berencana tentu akan menerima hukuman yang lebih berat lagi atau bisa dijerat hukuman mati.


Arthur menatap John dengan tenang saat John memberontak didalam jeruji besi itu. Tak sia-sia tak perlu repot-repot, John mendatangkan dirinya sendiri untuk ditangkap tanpa Arthur harus susah payah menjemput nya di Jerman.


"Lepaskan aku Arthur. Lepaskan aku". Teriak John terdengar menggema.


Sementara Shiena dan Sandra dikurung didalam ruangan yang berbeda. Mereka belum sidang untuk menentukan berapa lama hukuman yang akan dijatuhkan kepada ketiga orang itu.


"Itu hukuman untukmu John. Kau lupa bahwa kau juga tidak mencintai Allena. Kau hanya menjadikan dia pohon uang demi kepuasan mu. Apa kau pikir aku tidak tahu apa yang kau rencanakan sebelumnya?". Arthur menatap John "Sekarang membusuklah dipenjara. Kau sudah mendapatkan karmamu". Arthur tersenyum mengejek.


Arthur menghampiri sel milik Sandra. Ada rasa kasihan melihat mantan istri nya itu. Sandra sebenarnya wanita baik hanya saja dia sudah digelapkan oleh keinginan nya.


"Arthur". Lirih Sandra mengulurkan tangannya berharap pria itu mau menyambut nya "Berikan aku kesempatan sekali lagi Arthur. Aku masih mencintaimu. Maafkan aku. Aku tidak bermaksud membunuh Allena, aku hanya ingin kau menjadi milikku. Tolong aku Arthur". Permintaan Sandra terdengar lirih dan menyayat hati.

__ADS_1


Arthur memalingkan wajahnya. Hatinya terenyuh sakit melihat air mata Sandra. Dalam pernikahan mereka, Arthur tidak sepenuhnya salah. Sandra juga salah yang sibuk mengurus kehidupan sosialitanya dari pada mengurus Arthur dan Gama. Wanita itu lebih mementingkan karier dari pada keluarganya.


"Arthur". Lirihnya


"Lupakan semuanya Sandra. Perpisahan kita tidak bisa lagi dihindari. Maaf untuk banyak hal. Aku juga bersalah. Mungkin kita memang tidak sepatutnya bersama". Setelah berbicara Arthur segera meninggalkan Sandra.


Sandra berteriak memanggil nama pria itu. Namun Arthur sama sekali tidak peduli. Biarlah semua berakhir. Dia kehilangan cintanya. Biarlah Sandra mendapatkan apa yang sudah dia tuai. Semoga Sandra bisa sadar dan hidup lebih baik jika kelak diberikan kesempatan untuk bebas dari sana.


.


.


.


.


Shiangli masuk kedalam mobil nya. Wajah pria paruh baya itu tampak khawatir. Dia baru saja mendapat informasi dari anak buah suruhannya bahwa Garra dan Marissa sedang disekap oleh Grabielle dan Gama.


"Kita kemana Tuan?".


"Mansion Grabielle". Sahutnya.


Shiangli akan menemui Grabielle dan Gama untuk meminta agar Garra dilepaskan. Dia akan lakukan apa saja untuk putranya itu.


"Bagaimana dengan Shiena?". Tanyanya


"Nona Shiena sudah ditangkap polisi, Tuan".


Shiangli memejamkan matanya sejenak. Hancur semua hancur. Dari dulu sampai sekarang. Dia sudah ribuan kali memperingatkan Garra agar melupakan dendamnya karena Shiangli tahu siapa Grabielle, cucu dari pemilik perusahaan IT terbesar didunia serta salah satu anggota dari kelompok Mafia yang banyak ditakuti di Amerika.


Namun Garra sama sekali tak menggubris. Keinginan nya untuk balas dendam lebih besar dari pada apapun hingga dirinya mendapat hukuman yang juga setimpal dengan perbuatannya.


Bersambung.......


Hai hai guys ..

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote nya yaa .....


__ADS_2