Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Gadis Aneh


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹 🌹🌹


Zie dan Kenino masih ngakak setelah belajar bahasa Inggris aneh dengan Zie.


Sedangkan Grabielle memasang wajah masam sambil melipat kedua tangannya didada. Sebenarnya dia terhibur dan ingin tertawa tapi karena masih gengsi ya tentu saja dia tidak mau apalagi Zie yang hobby menggoda dan meledek dirinya.


"Tertawa lah sepuas-puasnya". Sindir Grabielle "Ken persiapkan dirimu, setelah ini yaaa?". Grabielle menatap Kenino dengan tatapan elangnya.


"Maaf Tuan". Sambil menyetir Kenino sedikit menunduk


"Ohhh Tuhan selamatkan hamba dari singa yang akan mengamuk ini". Batin Kenino sambil mengelus dadanya.


Sedangkan Zie gadis itu santai-santai saja. Sudah biasa dengan Grabielle yang suka marah-marah jadi dia tidak peduli.


"Dan kau". Grabielle melirik istrinya.


"Iya sayang kenapa?". Zie tersenyum menggoda.


Jantung ohh jantung, kenapa jantung Grabielle selalu berdebar-debar setiap kali Zie memanggil nya sayang.


"Sayang sayang mobil ini harganya pasti mahal". Celetuk nya "Ciee yang sudah senang dipanggil sayang". Ledek Zie.


"Kau". Grabielle meremes tangannya didepan Zie. Gigi nya saling bergemeletukkan kesal.


"Jangan marah-marah Tuan. Sesekali tersenyum biar awet muda. Lihatlah Kak Nino meski usianya sudah tua tapi masih awet muda karena dia suka tersenyum". Ujar Zie.


Kenino mendengus kesal. Dia seusia dengan Grabielle perasaannya dia tidak terlalu tua, sama saja seperti Grabielle.


"Cihh, aku masih awet muda. Jangan sama kan dengan Ken". Ketus Grabielle tak terima.


Zie tak lagi menanggapi. Gadis itu menatap kosong kedepan. Seketika tatapannya dingin.


Tawa adalah cara menutupi luka. Tidak semua luka harus ditunjukkan bukan? Tawa kadang bisa mengelabui perasaan sendiri. Terlihat kuat tapi pada kenyataannya ada rasa sakit yang tidak bisa diungkapkan.


Bagaimana tidak rapuh, Zie dipaksa meninggalkan Grabielle. Meski pun mereka rusuh setiap hari tapi Zie sudah merasa begitu nyaman dengan pria ini. Grabielle cuek-cuek, dingin-dingin, jutek-jutek tapi ternyata dia sangat peduli pada istri kecilnya ini.


Grabielle melirik istrinya yang tiba-tiba diam. Tadi gadis itu terus mengomel seperti tak kehabisan kata didalam kepalanya.

__ADS_1


"Ken, kenapa gadis ini terpejam?". Grabielle sedikit panik apalagi Zie memejamkan matanya sambil tangan terlipat didada.


"Mungkin Nona tidur Tuan karena ini sudah tengah malam". Ujar Kenino


Benar saja Zie tertidur. Tidak lama kemudian tangan yang dilipat itu terlepas dan kepala nya jatuh pada bahu suaminya. Untung Grabielle segera mendekat kalau tidak kepala gadis itu pasti terbentur.


"Dasar ceroboh, tidur saja seperti kerbau". Omelnya kesal sambil memperbaiki kepala istrinya.


"Pelan-pelan jalannya Ken, istriku sedang tidur. Nanti kalau dia bangun, kepalaku pusing mendengar celotehannya". Tintah Grabielle.


"Baik Tuan".


Grabielle menggeser tubuh gadis itu agar lebih dekat tangannya. Tangannya memeluk tubuh kecil Zie. Gadis ini benar-benar kecil. Padahal bukan Zie yang kecil dia lah yang terlalu besar untuk ukuran orang Indonesia.


Kenino mengintip dari kaca mobil. Senyum terbit diwajah assisten jomblo itu. Kenino yakin jika Grabielle dan Zie berpisah mereka akan gila. Kenapa demikian? Karena bertemu saja mereka sering gila-gilaan, pasti kalau berpisah juga gila karena rindu.


Grabielle keluar dari mobil sambil menggendong istri kecilnya. Tangan Zie melingkar dileher pria untuk.


"Ck, tidur seperti sapi benar-benar istri bar-bar". Grabielle geleng-geleng kepala sambil berjalan masuk.


"Badannya ini kecil. Kenapa berat sekali sih?". Gerutu Grabielle "Apa dia makan batu yaa? Sehingga kecil-kecil terasa batu". Dia terkekeh pelan.


"Semoga mereka segera saling mengakui perasaan. Aku berharap Tuan Grab benar-benar bertobat, biar tidak dijuluki Tuan Teh Celup lagi oleh istrinya". Batin Kenino.


Pria itu membawa istri kecilnya masuk kedalam kamar. Dia pelan sekali melangkah seolah takut jika gadis didalam gendongan nya ini sampai terbangun.


Grabielle meletakkan Zie dengan pelan. Dia menatap dengan lekat wajah polos itu. Hangat sekali, selalu hangat saat dia menganggumi ciptaan Tuhan paling indah ini.


"Gadis aneh, kau itu unik. Menggemaskan. Tapi menyebalkan. Tetaplah disisiku gadis aneh, aku tidak bisa jauh darimu. Selamat tidur Istri Kecilku". Dia mengecup kening gadis itu.


Grabielle menaikkan selimut Zie, tak lupa dia melepaskan sepatu tinggi istrinya.


Grabielle terkekeh pelan saat mengingat Zie yang terseok-seok memakai sepatu itu. Jangan Zie, dia saja bingung melihat sepatu tinggi itu.


Sekali lagi Grabielle menatap wajah Zie cukup lama. Menganggumi ciptaan Tuhan itu. Gadis beli. Istri kecilnya. Usia mereka terpaut begitu jauh. Terbayang nanti saat Grabielle memasuki usia lima puluh tahun dan istrinya tiga puluhan tahun, pasti terlihat mencolok.


"Kau harus bekerja denganku selama enam puluh satu tahun". Dia terkekeh mengingat poin tambahan dari istrinya.

__ADS_1


Setelah lama menganggumi kecantikan istrinya, Grabielle keluar dari kamar. Senyumnya mengembang.


Pria itu langsung masuk kedalam kamarnya melepaskan jas ditubuhnya dan memasukkannya ke dalam tempat pakaian kotor. Tak lupa Grabielle membersihkan dirinya. Dia pencinta kebersihan kalau tidak mandi pasti tidak bisa tidur.


Grabielle mengeringkan rambut basahnya. Tetesan air dari rambut ke perut membuat pria bertato itu terlihat seksi dan mengiurkan.


Drt drt drt drt drt


Grabielle mengambil benda pipih diatas nakas. Pria itu merenggut kesal saat melihat pesan masuk disana.


"Hallo Dad". Sapa Grabielle malas.


"Bagaimana kabar menantu Daddy?". Tanya Zean diseberang sana.


Grabielle mendengus kesal. Bukannya menanyakan keadaannya malah menanyakan keadaan istrinya.


"Dad aku putra mu bukan dia harusnya kau bertanya dulu apa kabarku". Protes Grabielle.


"Kau kan baik-baik saja, kenapa Daddy harus bertanya?". Tanya suara heran diseberang sana.


"Memangnya Daddy tahu dari mana aku baik-baik saja?". Grabielle mencebik kesal sambil duduk dibibir ranjang.


"Ya dari suaramu. Seperti nya kau sedang bahaya Son. Apa kau baru saja melakukan olah raga ranjang? Wah wahh Daddy sudah tidak sabar para kecebong itu meretas nanti". Zean terkekeh pelan sambil menggoda putranya.


Grabielle memutar bola matanya malas. Boro-boro berolah raga ranjang, setiap hari saja selalu diselingi dengan perdebatan mereka berdua.


"Iya iya. Daddy hanya ingin menanyakan itu saja kan? Aku sudah mengantuk, jadi aku tutup telponnya".


Tanpa menunggu Zean protes, Grabielle mematikan ponsel Ayah nya itu. Grabielle kesal setengah mati anak nya siapa yang ditanya kabar siapa?


"Nanti aku suruh saja gadis aneh itu jadi anak angkat Daddy". Kesal nya sambil mengambil baju ganti di walk in closet


Grabielle merebahkan tubuhnya. Pria itu merentangkan tangannya sambil menatap langit-langit kamar.


Grabielle terkekeh ketika mengingat pelajaran bahasa Inggris Zie. Entah dari mana istrinya itu belajar aneh seperti itu. Dan anehnya malah bisa membuat orang tergelak. Myron saja yang dingin tak tertulung itu masih tertawa mengikuti kegilaan Zie.


"Dasar gadis aneh". Grabielle menggeleng sambil terkekeh pelan.

__ADS_1


Lama pria itu menatap langit kamar nya. Hingga Grabielle pin terlelap dengan senyuman menggembang dibibir tampannya.


Bersambung....


__ADS_2