Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Pagi yang baru


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹


Zie mengeliat dibalik selimut tebalnya. Perlahan gadis itu membuka matanya. Hampir saja gadis itu terkejut ketika melihat wajah sang suami tepat berada didepannya. Untung dia ingat bahwa mereka berdua sudah berbaikan.


Benar saja Grabielle tidak menyentuh bagian lain tubuh istrinya selain memeluk Zie.


Zie bisa lihat jika suaminya ini sudah berubah. Jauh sekali. Jika kemarin wajah nya jutek dan juga dingin bawaannya sanggar dan marah. Namun berbeda sekarang, wajah pria itu tampak lembut dan murah tersenyum.


"Ck, kenapa dia erat sekali memeluk ku. Bagaimana aku bisa keluar?". Gerut Zie berusaha melepaskan tangan suaminya yang melingkar diperut nya.


Bukannya terlepas Grabielle malah makin erat memeluk gadis itu. Apalagi Zie kecil dengan mudah dia mengunci tubuh istrinya itu.


"Kak". Renggek Zie mencolek hidung suaminya "Bisa tidak jangan memelukku erat seperti ini? Aku mau bangun". Protes gadis itu.


"Kenapa bangun cepat sih sayang? Tidur lagi. Ini masih subuh". Ucap Grabielle tanpa membuka matanya.


"Kakak, aku harus masak. Kau ini bagaimana sih Kak? Cepat lepaskan tanganmu". Dengan gemes Zie mencubit lengan Grabielle.


"Awwww. Astaga sayang, kau kasar sekali ada suamimu". Sontak tangan Grabielle terlepas dan dia mengusap lengannya bekas cubitan Zie.


"Kakak sih sudah dibilangin juga. Minggir Kak, aku mau bangun". Ketus Zie menyimak selimut.


Grabielle menarik gadis itu hingga jatuh kedalam pelukan nya


"Kak".


"Morning kiss dulu sayang". Tanpa permisi Grabielle langsung menyambar bibir merah muda nya.


Grabielle melepaskan panggutannya setelah merasa Zie hampir kehabisan nafas karena ulahnya.


"Ck, kau ingin membunuh ku Kak?". Gerutu Zie sambil mengusap bibirnya


"Maaf sayang, habis nya bibirmu manis sih". Grabielle tersenyum menggoda.


"Sudah kan morning kiss nya. Aku mau bangun".


Namun Grabielle tak melepaskan tangannya dipinggang Zie. Dia masih menikmati wajah gadis yang berada diatas perutnya ini.


"Kak". Wajah Zie sudah memelas. Dia harus masak. Karena terbiasa bangun pagi.


"Terima kasih ya sayang?". Bukannya melepaskan pelukannya Grabielle malah menyelipkan anak rambut Zie ke daun telinganya.

__ADS_1


"Sama-sama". Ketus Zie "Kak cepat lepaskan". Renggeknya.


"Kan ada pelayan sayang, kenapa harus kau yang bangun. Kau itu istriku bukan pembantu lagi". Ujar Grabielle. Terpaksa tangan Zie menahan dada pria itu. Keterlaluan sekali suaminya ini.


"Jangan lupa Tuan Teh Celup, kau tidak bisa makan jika bukan aku yang memasak". Sindir zie.


Grabielle tertawa. Nama panggilan Tuan Teh Celup itu terdengar manis meski pun menyinggung. Namun dia sama sekali tidak tersinggung karena memang kenyataannya. Tapi Grabielle berjanji dia tidak akan main perempuan lagi. Cukup Zie saja menjadi wanita terakhir dalam hidupnya.


"Kau ini ada-ada saja. Dari mana kau dapat nama panggilan aneh itu?". Dengan gemes Grabielle menciumi wajah gadis itu.


"Kakak". Protes Zie "Ya dari dulu lah". Ketus Zie "Sudah Kak, lepaskan. Aku mau masak. Nanti kesiangan". Zie memberontak.


"Iya iya sayang. Aku juga mau belajar masak". Grabielle menurunkan istrinya dari atas perutnya


"Mau belajar masak atau mau menganggu Kak?". Sindir Zie


Grabielle ngakak lagi. Istrinya ini tahu-tahu saja. Tidak tahu kenapa rasanya dia tidak mau jatuh dari Zie. Apa begini rasanya kalau pertama-tama jatuh cinta?


"Dua-duanya". Sahut Grabielle.


"Ya sudah ayo". Zie menarik tangan pria itu agar bangun


"Tidak mandi dulu sayang atau cuci muka?". Tanya Grabielle memasang alas kaki nya.


"Ck, sayang tidak bisa begitu. Ayo cuci muka sama gosok gigi dulu".


Tanpa menunggu Zie protes pria itu mengangkat tubuhnya menuju kamar mandi.


Grabielle adalah pencinta kebersihan. Setiap bangun pagi yang harus dia utamakan adalah gosok gigi. Dia bisa jijik dengan dirinya sendiri kalau tidak gosok gigi.


Setelah mencuci wajah dan gosok gigi, keduanya langsung menuju dapur. Disana para pelayan juga sudah disibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing.


"Selamat pagi Tuan. Selamat pagi Nona". Sapa mereka membungkuk hormat


"Pagi Bi". Senyum Zie


"Kalian kerjakan yang lain saja. Biar aku dan istriku yang memasak". Tintah Grabielle pada para pelayan itu. Dia tidak mau waktu nya bersama Zie berduaan akan diganggu oleh orang lain.


"Baik Tuan".


Zie membuka kulkas. Kira-kira menu hari ini apa ya? Kulkas itu terisi penuh, semua bahan makanan lengkap.

__ADS_1


Grabielle tidak mau lagi kehabisan stok makanan. Bisa-bisa istrinya itu nanti akan makan mie instan lagi. Semua mie yang dibeli Zie juga dibuang oleh Grabielle. Makanan itu tidak sehat.


"Masak apa sayang?". Grabielle mengintip sayuran yang di ambil istrinya didalam kulkas.


"Aku ingin masak nasi goreng saja Kak. Kakak suka kan?". Tanyanya sambil mengeluarkan beberapa daging, telur dan sosis serta sayuran.


"Seperti yang kemarin sayang?".


Zie mengangguk "Wahh boleh, aku suka sayang". Balas Grabielle "Aku bantu yang mana?". Grabielle menatap sayuran dan daging yang sudah dikeluarkan istrinya dari dalam kulkas.


Zie tersenyum simpul. Tidak menyangka teman rusuh nya setiap hari itu ternyata bisa sebucin ini padanya.


"Kakak potong saja sayurannya kecil-kecil yaaa".


"Bagaimana caranya sayang?". Grabielle bingung. Mafia yang hanya biasa memotong daging manusia bukan memotong sayuran.


"Tunggu sebentar, aku cuci dulu ya Kak". Zie mencuci sayuran itu di wastafel "Begini cara potong nya Kak?".


Grabielle menatap wajah polos istri nya. Senyumnya terbit. Ini adalah pagi paling indah didalam hidupnya. Pagi yang baru bersama istrinya. Awal yang baik untuk hubungan rumah tangga mereka.


"Paham Kak?". Zie melihat suaminya yang malah kesem-kesem seperti orang kurang bahan.


"Ck, Kak berhenti menatapku". Protes Zie "Cepat potong ini". Dia memberikan sayuran itu pada Grabielle. Padahal dia berusaha menahan gugup nya


"Iya sayang". Grabielle terkekeh geli


Zie melanjutkan masakannya. Dia akan masak nasi goreng spesial untuk kedua mertua dan suaminya juga.


Sesekali gadis yang sudah menikah itu mengajari suaminya dengan sabar. Meski mereka harus berdebat dulu. Grabielle jahil masih sempat-sempatnya memeluk Zie dari belakang ditengah kesibukan nya. Sehingga membuat gadis cantik itu mengomel bak rel kereta api.


"Kondisi kan tanganmu Kak?". Zie menatap suaminya dengan tatapan horor.


"Hehhee". Grabielle cenggegesan sebenarnya dia kikuk melihat tatapan horor istrinya.


Kenino yang baru keluar dari kamarnya. Dia sudah siap dengan pakaian kantor lengkah serta jas yang menempel ditubuhnya. Pria itu memang selalu bangun pagi karena Grabielle tidak suka asisten pemalas padahal dia sendiri pemalas.


Kenino mengucek matanya saat melihat Grabielle dan Zie yang tengah asyik memasak sambil mengobrol hangat diselingi dengan tawa akibat candaan Zie.


"Aku tidak bermimpi kan?". Pria itu menepuk pipi nya berulang kali "Awww. Sakit". Dia merintih sendiri sambil mengusap pipinya.


"Apa mereka sudah berbaikan yaa? Sweet sekali. Jadi pengen nikah". Asisten itu bersandar didekat almari menyaksikan Grabielle dan Zie yang tengah asyik memasak. Keduanya tampak cocok, lucu, menggemaskan dan romantis.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2