Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Dia


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Gama masih menatap ketiga orang itu dengan tatapan membunuh. Jika sampai terjadi sesuatu pada Zie, Gama takkan memberikan ampun pada mereka.


"Kalian pilih, ingin mati dengan cara apa?". Ujarnya sambil duduk dibangku dengan kaki saling bersilang.


Sementara Adam, Hana dan Ester tangan dan kakinya diikat. Mereka berjongkok didepan Gama dengan wajah menunduk dan keringat yang mengucur. Ketakutan terlihat jelas diwajah ketiganya. Menyesal sudah pasti tapi segalanya telah terjadi.


"Maafkan kami Tuan". Ucap Adam wajahnya memelas seolah minta dikasihani.


Gama tak bergeming dia menghidupkan rokok ditangannya lalu menyesap rokok itu hingga mengeluarkan asap.


Ester juga terlihat begitu takut, bukan takut pada tatapan Gama tapi ketakutan saat mengingat malam panas mereka kemarin. Ada sesuatu yang telah hilang dan tidak akan bisa ditemukan lagi.


"Aku tidak tahu sudah seberapa lama kalian menghianati adikku. Dan dia sama sekali tidak curiga pada kalian dan selalu menganggap kalian sahabat nya". Gama geleng-geleng kepala "Kalian termakan omongan si brengsekkkk itu. Kalian pikir adikku bodoh, justru kalian lah yang bodoh. Untung saja dia tidak langsung membalas apa yang kalian lakukan padanya". Ujar Gama sambil menyesap rokok yang terselip disela-sela jarinya.


"Kau.....". Gama menunjuk Ester yang menunduk ketakutan.


Jantung Ester rasanya ingin terlepas dari tempatnya. Takut. Takut. Benar-benar takut. Bayangan malam panas mereka masih terngiang begitu jelas.


"I-iyq Tuan". Sahut Ester gugup masih tidak berani menatap Gama. Dia takut membenci laki-laki ini.


Gama menginjak rokoknya dan mematikan benda itu.


Gama berjalan kearah Ester. Tentu dia tahu siapa Ester sahabat baik adiknya yang bahkan dengan tega menghianati Zie.


Gama berjongkok menyamakan tinggi tubuhnya yang dengan Ester yang berlutut ditanah.


"Kau.....". Gama mencengkram dagu Ester hingga Ester menatap Gama.


Sejenak Gama tertegun. Kenapa tatapan mata ini sama seperti tatapan mata gadis malam ini? Mirip sangat mirip.


Gama melirik leher Ester. Dia masih ingat jika ada tanda tai lalat dileher gadis itu, karena dia menyesap lehernya.


Gama membulatkan matanya tak percaya saat melihat tanpa itu dia bahkan menutup mulutnya sambil menggeleng dan tangannya terlepas dari leher Ester.


"Kau.....". Gama berjalan mundur dan Ester kembali menunduk.


"Kau adalah wanita malam itu? Wanita yang menghabiskan malam bersamaku?".


Ester tak menjawab gadis itu tetap menunduk sambil menangis. Mengingat kejadian itu seolah mengembalikan jiwa sadarnya. Bahwa sekarang dia bukan wanita suci lagi.

__ADS_1


Adam dan Hana saling melihat satu sama lain. Apakah mungkin laki-laki yang diceritakan oleh Ester itu adalah Gama? Bagaimana bisa Ester menghabiskan malamnya dengan pria seperti Gama? Meski mereka tahu bahwa Ester diperkosa.


"Mark".


"Ini Tuan". Mark memberikan baju kemeja yang dimiliki oleh gadis yang tidur bersama Gama.


"Baju ini milikmu?". Tanya Gama.


Ester malah diam, dia tidak mau menjawab karena itu terlalu sakit untuknya. Apa lagi ada nyawa yang telah berdiam nyaman dirahimnya.


"Ester jawab". Gama berjongkok sambil memegang kedua bahu Ester "Jawab Ester". Gama menguncang bahu gadis itu lagi.


"Hiks hiks hiks hiks hiks". Ester malah menangis.


"Jawab Ester". Desak Gama.


Ester mengangguk tanpa berani menjawab. Bahkan melihat wajah Gama sama sekali dia tidak berani.


Seluruh tubuh Gama melemah. Dia tidak menyangka gadis yang menghabiskan malam dengannya adalah sahabat adiknya dan bahkan gadis itu juga yang telah mengkhianati adiknya.


"Aku adalah gadis yang telah kau renggut kesucian nya. Aku adalah gadis yang berteriak malam itu minta dilepaskan. Tapi kau justru menuliskan telingamu. Seolah teriakan ku adalah gairah mu yang membuncah. Aku... Aku menbencimu Tuan". Ester menangis tersedu-sedu sambil menatap perut ratanya. Usia kandungan nya baru beberapa Minggu karena kemarin dia sempat memeriksa kandungan nya pada dokter.


Gama ikut menangis. Sekarang dia tak tahu apa yang harus dia lakukan. Kenapa harus seperti ini?


Adam dan Hana saling melihat satu sama lain dan tak menyangka lagi jika Gama adalah Ayah biologis dari bayi yang dikandung oleh Ester.


"Ester maafkan aku. Maafkan aku Ester. Aku tidak sengaja dan aku tidak bermaksud melakukan itu padamu. Aku akan bertanggungjawab". Ucap Gama penuh penyesalan.


Ester menggeleng. Memaafkan mungkin tapi untuk menerima pertanggungjawaban dari Gama, Ester tidak akan pernah mau. Hatinya sudah terkunci. Rasanya dia tidak akan pernah sanggup.


.


.


.


.


Zie tertegun saat mendengar penjelasan Kenino. Wanita hamil itu seolah hilang kesadaran sejenak.


"Jadi Kak Gama memperkosa Ester?". Ulangnya.

__ADS_1


"Iya Nona dan Nona Ester sekarang sedang mengandung".


Zie kembali terkejut. Dia bahkan tidak tahu jika Ester diperkosa dan hamil.


"Kak bawa aku menemui mereka". Zie berdiri dari duduknya.


"Tapi kalau Tuan marah bagaimana Nona?". Kenino sedikit ragu. Grabielle sedang ada perjalanan bisnis keluar kota bersama Myron.


"Suamiku tidak akan tahu kalau Kakak tidak kasih tahu". Ketus Zie.


"Tapi Tuan mengirim pengawal bayangan untuk mengawasi anda, Nona". Jelas Kenino sambil menunduk hormat.


"Sudahlah biarkan saja. Kan ada Kakak yang menjagaku". Ucap Zie berjalan keluar


Kenino menghela nafas panjang tapi tetap mengikuti perintah Zie.


Kenino dibuat kewalahan oleh wanita hamil itu, permintaan nya aneh-aneh. Untung saja Zie tidak meminta Kenino agar membawa Grabielle didepan nya bisa mati jantungan dia.


"Kak kau bisa cepat sedikit tidak jalannya?". Gerutu Zie.


"Maaf Nona". Kenino mempercepat langkahnya


Zie ini sejak hamil begitu sensitif. Suka mengomel tidak jelas dan permintaan nya juga aneh-aneh. Pantas saja Grabielle kesal, Kenino saja yang sudah menyimpan banyak stok kesabaran masih diuji dengan sabar.


Kenino menjalankan mobilnya dengan pelan. Grabielle sudah berpesan agar menjaga istri nya itu dengan baik. Jika satu nyamuk saja mengigit kulit Zie, bisa berakhir kehidupan Kenino yang jomblo itu.


"Kak kalau pelan seperti ini kapan kita sampainya Kak?". Protes Zie.


"Maaf Nona, Tuan sudah berpesan agar tidak perlu kencang-kencang membawa mobil takut nanti bayi dalam kandungan anda terganggu istrinya". Jawab Kenino membela diri


"Ck, kalian itu sama saja". Ketus Zie melipat kedua tangan didada dan membuang muka kearah jendela.


Kenino menghela nafas berat sambil menyetir. Pasti Zie merajuk lagi dan nanti permintaan nya pasti aneh-aneh.


"Maaf Nona". Ucap Kenino lembut.


"Tidak mau. Kakak itu jahat sama seperti suamiku". Ujar Zie merajuk.


"Saya hanya menjalankan tugas Nona". Kenino masih berusaha membela diri, dia tidak salah kan? Hanya Grabielle saja yang posessif diluar batas negara.


Zie tak merespon, pokoknya dia kesal. Awas saja suaminya itu nanti kalau pulang kerumah dia akan memberikan hukuman.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2