Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Hari pertama bekerja


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Kerjakan". Grabielle meletakkan setumpukkan berkas dipelukkan gadis itu.


"Tapi Tu_".


"Dalam waktu dua jam aku mau semuanya sudah selesai". Potong Grabielle langsung duduk di kursinya. Sudah cukup dia emosi gara-gara gadis itu. Sekarang giliran dia yang membuat gadis ini emosi.


"Tapi Tu_".


"Ken, ini untukmu". Grabielle juga memberikan tumpukan berkas pada Kenino.


"Baik Tuan". Kenino tak dapat protes. Sudah biasa, kalau melakukan kesalahan dia pasti dihukum mengerjakan berkas-berkas itu.


"Kalian berdua boleh keluar". Usirnya.


"Siapa juga yang mau lama-lama disini". Ketus Zie


"Apa kau bilang?". Tatap Grabielle pada gadis itu giginya saling bergemeletukkan menahan amarah.


"Saya bilang Tuan itu sangat tampan tidak ada dua nya". Ucap Zie menampilkan senyum semanis mungkin.


"Aku memang tampan. Kenapa kau baru sadar?". Pincing Grabielle.


"Karena kemarin saya amnesia Tuan". Sahut Zie asal.


Kenino sudah keluar duluan. Jika mendengar perdebatan kedua orang itu, pasti dia akan terlambat mengerjakan pekerjaan nya. Tinggalkan saja. Biarkan saja mereka berdua berdebat.


"Permisi Tuan saya mau mengerjakan tugas yang anda berikan". Zie membungkukkan badannya memberi hormat sambil memeluk berkas ditangannya.


"Keluar saja sana tidak perlu pamit". Ketus Grabielle. Dia berbalik dan sudut bibirnya terangkat.


Zie memukul angin sekolah memukul wajah Grabielle. Tuan Bule-nya itu.


Gadis itu keluar dengan mulut komat-kamit tidak jelas. Dia terus mengomel sampai ke meja Kenino.


"Kak, mejaku dimana?". Tanya Zie.


"Disini Nona". Kenino menunjuk satu meja didekat mejanya


"Terima kasih Kak. Kita tentanggaan. Tapi satu tempat tinggal". Gadis itu cekikikan sendiri sambil duduk "Kak, aku belum bisa melupakan adengan live tadi Kak. Pasti Tuan Grab kesal setengah jalan karena belum mencapai puncak kenikmatan. Pasti dia menidurkan adiknya dikamar mandi, kasihan kecebong nya jatuh di closet". Gadis itu ngakak dengan ucapannya sendiri.


Sedangkan Kenino menelan salivanya. Seperti nya buka hanya Grabielle yang akan menguji anderlinnya tapi juga Zie.


"Iya Nona. Sebaik nya anda kerjakan saja perintah Tuan". Ucap Kenino mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Iya Kak". Zie meletakkan tas nya "Ahh harusnya hari ini aku belum masuk. Tapi karena si Tuan Grab-grab itu aku harus bekerja". Gerutu nya menghidupkan komputer "Kak, hobby Tuan Grab itu aneh yaa?".


Kening Kenino berkerut "Memangnya Tuan, hobby apa Nona?". Kenino jadi penasaran.


"Hobby marah-marah. Sama cercap-cercapan". Gadis itu ngakak lagi.


Kenino tak menanggapi. Bisa-bisa dia juga stress sama seperti Zie. Dia melanjutkan pekerjaan nya.


Sementara Zie terus berceloteh tapi tangannya juga bekerja. Gadis itu mengajak Kenino berbicara. Kenino hanya menanggapi dengan ucapan singkat atau anggukan saja.


"Ini namanya zaman Romusa". Gerutu Zie "Apakah dulu dia warga negara Jepang? Lalu pinda ke Amerika dan terdampar ke Indonesia?". Gadis terus mengomel dengan mulut komat-kamit diiringi dengan bunyi tombol-tombol komputer yang dia tekan.


Bagaimana tidak mengomel. Hari pertama bekerja sudah disuruh mengerjakan berkas sebanyak itu. Tidak boleh bertanya dan harus belajar sendiri. Apalagi Zie hanya karyawan magang disini, benar-benar menyebalkan. Wajar saja jika gadis itu mengomel.


Kenino sampai pusing mendengar ocehan Zie. Apa gadis itu tidak lelah terus mengomel? Jika saja Zie bertemu dengan Zevanya, mungkin keduanya akan lomba siapa yang bicara lebih banyak.


Satu jam tiga puluh menit, Zie menyenderkan punggungnya dikursi. Dia meretak-retakkan tangannya. Dan menggerakkan lehernya kekiri dan ke kanan.


"Terasa remuk redam badan ini". Dia memukul pelan lehernya.


"Sudah selesai Kak?". Dia melirik Kenino.


"Sebentar lagi Nona". Sahut Kenino tanpa melihat Zie.


Kenino melanjutkan pekerjaan nya. Pria itu heran karena tak lagi mendengar celotehan gadis disampingnya.


Kenino menggeleng kepala. Apa tidak sakit tidur begitu?


Kenino melirik komputer Zie. Pria itu kagum dengan kemampuan gadis yang dipanggil aneh oleh Tuan-nya itu. Zie sudah lebih dulu menyelesaikan pekerjaan nya dan pantas saja gadis itu sudah terlelap.


"Nona". Kenino menepuk pelan pundak Zie.


"Nona, bangun Nona". Kenino kembali menepuk pundak gadis itu.


Namun Zie sama sekali tak terusik. Semalam tidur jam dua belas. Bangun jam empat. Berangkat ke kampus dan langsung magang. Benar-benar tak ada istirahat.


Kenino menghela nafas panjang. Susah sekali membangunkan gadis ini. Kenino berulang kali membangunkan Zie tapi Gadis itu benar-benar tidak bangun.


Kenino menyerah. Dia mengambil pekerjaan Zie yang sudah selesai dan bahkan gadis itu sudah mencetaknya.


Kenino membuka jasnya lalu menyelimuti gadis itu dengan jas miliknya.


Kenino membawa berkas pekerjaan nya dan Zie.


"Permisi Tuan".

__ADS_1


"Sudah selesai Ken?".


"Sudah Tuan".


Grabielle mengangkat pandangan nya. Keningnya berkerut saat melihat Kenino hanya mengenakan kemeja berwarna putih dan dimana gadis aneh itu?


"Dimana gadis aneh itu Ken? Apa dia kabur? Apa pekerjaan nya selesai?". Cecar Grabielle.


"Maaf Tuan, Nona Zi_".


"Dimana dia?". Grabielle tampak tak sabar. Kenapa dia gelisah tidak melihat gadis itu?


"Nona Zie tertidur Tuan. Mungkin Nona kelelahan". Jawab Kenino jujur


"Dimana Jasmu?". Grabielle menatap Kenino tajam


"Jas say_".


Belum juga Kenino selesai bicara Grabielle sudah berdiri dari duduknya dan pergi keluar.


Kenino menghela nafas panjang sekali. Ada apa dengan Tuan nya ini? Jika ada Zie terus berdebat terus kalau tidak ada dicari-cari. Aneh sekali. Sebenarnya bukan Zie yang aneh tapi Grabielle.


Grabielle keluar dia menatap gadis itu yang terlelap dengan jas Kenino menyelimuti tubuhnya. Tidak suka, entah kenapa tidak suka. Kenino menyusul Grabielle


Grabielle mengambil gelas berisi air dimeja Kenino sambil memercikkan air ke wajah gadis itu


"Hujan... Hujan... Hujan...". Gadis itu berjingkrak kaget dan sontak berdiri dari duduknya.


Karena tidak hati-hati Zie menyenggol kursinya dan hampir terjungkal dibelakang. Dengan sigap Grabielle menangkap tubuh gadis itu. Seperti adengan drama Korea.


Untuk sesaat keduanya saling tatapan cukup lama. Mata gadis ini sungguh indah. Terlihat dari tatapan matanya ada kerinduan tidak pernah dia jelaskan.


Grabielle bisa merasakan bahwa banyak rahasia yang disimpan gadis ini. Entah apa, dia tidak tahu. Ada rasa aneh yang menjelajar ditubuhnya saat kulit nya dan kulit Zie saling bersentuhan.


"Ehem".


Kedua nya langsung tersadar saat mendengar deheman Kenino.


Sontak Grabielle membantu Zie berdiri tegap dan menjadi salah tingkah.


"Jangan kepedean, aku hanya tidak mau jika karyawan ku cedera dan aku yang rugi". Ucapnya berasalan.


Zie memutar bola matanya malas "Memang nya saya terlihat percaya diri Tuan didepan anda? Ohh saya saja tidak sudi disentuh oleh Tuan yang sudah bekas itu". Cibir Zie kesal.


"Kau_". Grabielle meremes tangannya didepan Zie saking kesalnya.

__ADS_1


Kenino kembali menghela nafas kasar. Dia kembali menyaksikan perdebatan kedua manusia beda jenis kelamin itu.


Bersambung......


__ADS_2