
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Grabielle sudah siap dengan pakaian mewahnya. Jas mahal yang menempel ditubuhnya. Jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya dan sepatu pantofel yang harga nya mencapai ratusan juta itu juga menempel dikaki jenjangnya.
Tak lupa Grabielle menyemprotkan parfum ditubuhnya.
Sudut bibir pria itu tertarik saat mengingat Zie menyukai wangi parfum nya
"Aku akan meminta Ken memesan parfum ini dalam jumlah banyak supaya tidak habis". Serunya.
Grabielle menyisir rambut nya rapih. Pria bule itu tampak semangat hari ini.
Semalaman Grabielle tidak bisa tidur. Tidak tenang dan gelisah. Dia tidak tahu kenapa perasaan nya begitu gelisah dan matanya sama sekali tidak bisa terpejam.
Grabielle keluar dari kamarnya. Pria itu melangkah turun dengan berwibawa. Wajahnya saja datar seperti tembok.
"Pagi Tuan". Sapa Kenino
Grabielle terdiam sejenak. Kenapa ada yang kurang pagi ini? Dimana istri kecilnya.
Lalu Grabielle menatap menu makanan yang tertata diatas meja. Kenapa berbeda dari menu biasanya?
"Dimana istriku Ken?". Wajahnya tampak panik. Apa Zie pergi meninggalkan nya?
"Maaf Tuan dari tadi Nona belum bangun". Sahut Kenino.
"Belum bangun?". Kening Grabielle berkerut heran "Kau tahu kan Ken kalau istriku itu selalu bangun pagi? Dia tidak pernah bangun siang meski hari libur". Ujar Grabielle tak tenang.
"Apa dia kabur?". Pikiran nya sudah mulai aneh-aneh.
"Tidak mungkin Tuan. Dari semalam Nona tidak keluar dari kamarnya". Tukas Kenino.
Grabielle berbalik dan berlari naik keatas dia panik. Ada apa dengan istrinya? Ataukah gadis itu kabur meninggalkan nya? Awas saja kalau Zie kabur, Grabielle akan mencari kemana pun gadis itu pergi.
Kenino geleng-geleng kepala. Sebenarnya Grabielle ini belum menyadari perasaan nya walau dia menyadari nya pun dia tidak akan mengungkapkan nya. Karena gengsinya itu dan pasti dia takut jika cinta nya nanti malah akan ditolak oleh istrinya sendiri.
"Gadis Aneh kau dimana?". Grabielle mendobrak pintu kamar Zie.
Tampak Zie tengah meringguk dibawah selimut tebalnya.
"Zie".
Pertama kalinya Grabielle memanggil istrinya dengan nama panggilan itu. Biasanya dia akan memanggil Zie gadis aneh.
"Zie". Grabielle mendekati Zie
"Zie kau baik-baik saja?". Tanyanya khawatir. Wajahnya tampak panik.
"T-tuan". Lirih Zie.
Semalaman Zie demam tinggi. Dia mengigil dan badannya terasa begitu panas. Dia tidak mampu bangun karena tubuhnya sangat panas.
__ADS_1
"Z-zie kau baik-baik saja?".
Grabielle menempelkan punggung tangannya dikening gadis itu.
"Astaga panas sekali". Pekik Grabielle terkejut saat merasakan kening istrinya begitu panas.
Grabielle menyimak selimut istrinya. Dia melihat gadis itu meringguk kedinginan. Badannya panas.
"T-tuan". Suara Zie mulai tak tembus.
"Zie". Mata gadis itu terpejam dari semalam dia menahan sakit dan panas ditubuhnya.
"Zie".
Grabielle panik buka main. Pria itu melepaskan jas nya lalu membungkus tubuh istrinya.
Tanpa pikir panjang Grabielle membopong tubuh munggil itu dan memeluknya erat sambil berlari keluar. Tentu saja panik. Wajah Zie pucat. Badannya panas.
"Astaga Tuan ada apa dengan Nona?".
"Cepat siapkan mobil Ken". Teriak Grabielle
"B-baik Tuan".
Grabielle berjalan dengan setengah berlari diikuti oleh Kenino.
Grabielle masuk kedalam mobil. Dia membungkus tubuh Zie dengan jas tebalnya.
"Zie buka matamu Zie. Buka Zie. Aku bilang buka Zie. Jangan bercanda. Jangan membuatku kesal. Ayo cepat buka".
"Zie bangun Zie. Bangun". Teriak Grabielle mengoncang tubuh istrinya.
"Ken kau bisa cepat sedikit tidak?". Teriak Grabielle menggema didalam mobil.
"Ba-baik Tuan". Kenino sudah gegelapan mendengar teriakkan Grabielle.
Seumur hidup baru kali ini Kenino melihat Grabielle menangis. Biasanya pria itu selalu berwibawa dan menampilkan wajah dinginnya. Tapi sekarang malah terlihat rapuh.
Grabielle mengelus wajah istrinya yang pucat Pasih tanpa darah. Badan Zie semakin panas.
"Bangun gadis aneh. Bangun. Bangun. Ayo bangun gadis menyebalkan. Kau belum menerima hukuman dariku. Ayo cepat bangun". Desak Grabielle dengan tangis sudah tak lagi memikirkan gengsinya. Dia takut. Sangat takut.
"Sabarlah Tuan. Nona pasti baik-baik saja". Ucap Kenino menenangkan.
"Bagaimana aku bisa tenang Ken? Kau lihat wajah istriku pucat begini? Kalau dia baik-baik saja dia pasti tidak akan terpejam seperti ini Ken?". Hardik Grabielle.
Kenino langsung kikuk dan tak berani lagi berucap. Lebih baik diam dari pada terkena amukkan Grabielle. Pria itu sedang dalam keadaan emosional melihat istrinya terpejam.
Grabielle memeluk Zie dengan Isak tangis. Dia sampai lupa jika ini pertama kali dia menangis setelah dewasa.
Sampai dirumah sakit. Pria itu langsung turun dan menggendong istrinya dengan berlari.
__ADS_1
Grabielle langsung meneriaki para dokter dan tak peduli dengan dirinya sendiri.
Para dokter dan perawat gegelapan melihat pria bule itu. Nama Grabielle memang tidak asing tapi wajahnya baru dikenal oleh masyarakat disini.
Zie dibawa kedalam ruanh pemeriksaan dan Grabielle, pria itu memilih masuk kedalam meski sudah dilarang oleh para dokter tapi Grabielle tak menggubris dia harus memastikan bahwa Zie baik-baik saja.
.
.
.
.
"Brengsekkkk. Jadi selama ini diam-diam Zie menikah dengan pria bule itu?". Hardik John, Ayah Zie.
"Iya Tuan".
Tangan John terkepal kuat. Ini tidak bisa dibiarkan
"Tangkap Zie. Pastikan dia kembali ke rumah ini. Dia harus menikah dengan Tuan Gama". Tintah Johan
"Baik Tuan. Kami akan usahakan".
"Kalian boleh keluar".
John duduk diruang kerjanya. Nafas pria paruh baya itu tampak memburu terlihat sekali jika dia sedang marah.
John menghela nafas berat. Dia memijit-mijit pelipisnya. Sakit. Kepalanya berdenyut.
"Dad".
Seorang gadis cantik masuk kedalam ruangan Ayahnya.
"Shiena". Wajah John langsung berubah sumringah "Ada apa sayang?". Dia paling menyanyangi anak tirinya yang satu ini.
"Dad". Shiena bergelut manja dilengan Ayah nya.
"Ada apa ehm?". Tangan John mengusap kepala gadis itu.
"Aku dengar Zie sudah menikah dengan pria bule itu. Lalu bagaimana dengan Tuan Gama?". Ujarnya
"Kau benar. Daddy sedang memikirkan hal itu". Sahut John.
"Begini saja Dad. Daddy suruh saja Zie bercerai dengan suaminya. Biar aku yang menggantikan Zie. Dan biarkan Zie menikah dengan Tuan Gama". Imbuhnya
Shiena adalah Kakak tiri Zie. Dia bekerja sebagai model. Tentu dia tahu siapa Grabielle, Cassanova kelas kakap yang baru datang ke Indonesia.
Teman-teman Shiena sudah pernah menjadi partner ranjang Grabielle sehingga Shiena mengenal pria itu melalui teman-teman nya.
Sejenak John terdiam. Ada benarnya ucapan Shiena. Tapi bagaimana caranya John meminta Zie meninggalkan pria itu.
__ADS_1
Sebenarnya incaran Shiena adalah Gama. Tapi Gama sama sekali tidak tertarik. Saat Shiena menawarkan diri untuk menggantikan Zie menikah dengan Gama. Pria itu malah menggamuk dan mengancam akan menghancurkan karirnya.
Bersambung....