
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹
"Sayang kau yakin hari ini ingin ke kampus?". Grabielle benar-benar trauma setelah Zie diculik kemarin
"Iya Kak. Aku ingin mencari beberapa referensi buku untuk skripsi". Jawab Zie.
"Tapi bagaimana jika kau bertemu si Gam-gam? Anak buahku tidak menemukan dimana dia. Aku takut dia kembali menculik mu sayang. Apa aku temani saja kau dikampus?". Grabielle memeluk Zie dari belakang dan meletakkan dagunya dibahu wanita itu.
"Tidak perlu khawatir Kak. Aku baik-baik saja. Ada Kak Adam, Kak Hana dan Ester yang menjagaku, Tuan Gam-gam tidak akan berani lagi bertemu denganku. Apalagi cinta nya sudah kutolak". Sahut Zie "Pakai baju dulu Kak". Wanita itu berbalik dan memasangkan jas suaminya.
Tangan Grabielle memeluk pinggang Zie dengan posesif. Dada mereka saling menempel.
"Ya sudah kau hati-hati yaa. Ingat ponsel itu harus diaktifkan, aku sudah memasang alat pelacak diponselmu. Jadi jangan macam-macam". Ancam Grabielle pada istrinya.
"Ck, Kak kau itu. Jangan mengancam segala. Aku bisa jaga diri. Tidak perlu khawatir. Aku tidak mudah ditindas". Zie mencolek dagu suaminya.
"Jangan menggoda ku sayang. Kau bisa tidak berangkat ke kampus, jika terus menggoda ku begini?". Suara Grabielle mulai serak menahan hasratnya.
"Ya sudah ayo". Zie mengandeng tangan suaminya dan keluar dari kamar mereka.
Dia sudah memasak tadi subuh. Setelah memasak dia membersihkan diri dan mengurus semua keperluan suaminya. Maklum Cassanova bucin itu tidak bisa kalau tidak diurus oleh istrinya sendiri.
.
.
.
.
Zie berjalan masuk ke dalam gedung kampus. Senyumnya mengembang. Wajahnya cantik.
Penculikan kemarin tak membuat wanita itu takut sama sekali. Dia tetap dengan tenangnya menghadapi apa saja. Dia hanya perlu berhati-hati dan waspada.
"Kak Adam. Kak Hana. Cinta". Pekik Zie berhambur memeluk ketiga orang itu yang kebetulan masuk kedalam gerbang kampus.
"Zie lepaskan. Kau ingin membunuh ku". Gerutu Hana
Wanita itu melepaskan pelukan nya. Sambil tersenyum cenggesan.
"Kau tampak bahagia sekali Cinta?". Singgung Ester.
"Tentu saja bahagia". Senyum Zie
Adam menatap Zie, sebenarnya dia ingin bertanya masalah penculikan kemarin. Tapi dia tidak mau jika Zie curiga bahwa dia mengawasi gadis itu secara diam-diam.
"Bagaimana hubungan mu dengan Tuan Grabielle?". Mereka berjalan masuk kedalam kelas. Ester adik tingkat mereka
"Baik-baik saja Kak". Sahut Zie sumringah.
"Zie, kau punya waktu tidak. Ada yang ingin kami bicarakan denganmu". Ucap Adam serius.
__ADS_1
"Ohhh mau bicara apa Kak? Bicara saja tidak usah malu-malu". Celetuknya.
"Serius Zie". Ester dengan gemes mencubit lengan gadis itu.
"Sakit Ester. Yang sedang bercanda siapa?". Zie mengusap bekas cubitan Ester.
Sejujurnya Adam, Hana dan Ester masih belum fit masuk kampus hari ini karena semalam mereka baru pulang dari Shanghai dan kembali ke Indonesia. Belum lagi tugas magang yang banyak dan harus menjalankan rencana Garra.
"Ayo kita duduk dikantin". Ajak Hana.
Mereka berempat menuju kantin. Tatapan damba tertuju pada Zie. Sejak menikah dengan Grabielle gadis itu semakin cantik dan menarik. Namun tak ada yang berani mendekati Zie karena ada Adam, Hana dan Ester yang menjadi pagar. Sehingga para lelaki dikampus ini hanya bisa menatap Zie tanpa berani mendekati gadis itu
"Kalian mau bicara apa Kak?". Zie meletakkan tas nya diatas meja.
"Zie". Adam menghela nafas panjang "Apa kau ingin bertemu Kak Garra?". Adam menatap Zie.
"Kak Garra?". Beo Zie "Tentu saja ingin. Dimana Kak Garra, Kak? Apa dia sudah kembali ke Indonesia Kak?". Cecar Zie. Dia merindukan Kakak nya itu.
"Kak Garra masih di Shanghai, dia belum sempat datang ke sini. Tapi jika kau ingin bertemu dengannya, kami bisa membawamu ke Shanghai". Sambung Hana.
Zie terdiam sejenak. Dia tidak bisa pergi tanpa suaminya.
"Aku izin suami ku dulu Kak. Atau suamiku ikut saja". Ucap Zie "Aku tidak mungkin meninggalkan nya". Ucap wanita itu lagi.
"Kau sungguh mencintai suamimu, Zie?". Tatap Adam tak suka.
"Iya Kak. Sangat malah". Zie kesem-kesem seperti orang tidak waras ketika mengingat wajah Grabielle.
"Tapi Kak_".
"Iya Zie. Kak Garra sakit, dia ingin sekali bertemu denganmu". Sambung Hana.
"Ayo Zie kita kesana". Ajak Ester.
Kening Zie berkerut "Kenapa kalian bisa tahu dimana Kak Garra?". Zie memincingkan matanya curiga
"Itu karena kami sering berkomunikasi dengannya". Sahut Adam asal.
"Ayolah Zie". Ester merayu Zie dengan memeluk lengan wanita itu.
Zie terdiam. Bagaimana pun Garra adalah Kakak nya tapi dia tidak bisa pergi tanpa suaminya apalagi pergi begitu saja nanti suami nya panik lagi bagaimana?
"Tapi aku harus_".
"Ayo Zie". Hana menarik tangan Zie sedikit kasar. Tidak ada cara lain selain membawa Zie kabur dan membongkar siapa Grabielle sebenarnya.
"Kak tapi_".
"Sayang".
Mereka semua menoleh kearah suara. Tampak Grabielle berjalan dengan senyum kedua tangannya berdiam dengan nyaman disaku celananya.
__ADS_1
Semua mata menatap Grabielle kagum dan tak berkedip. Para mahasiswi kampus berteriak histeris menatap pria bule itu ada dikampus mereka.
"Kakak". Sahut Zie.
"Sayang". Grabielle menghampiri Zie. Dia menarik pinggang wanita itu agar menempel pada nya.
"Kak jangan begini". Zie berusaha memberontak
"Diam sayang. Atau aku akan mencium mu". Ancam Grabielle.
Zie sontak terdiam. Suaminya ini mesum. Pasti bisa berbuat nekad.
"Peluk aku sayang". Bisik Grabielle. Zie menurut dan memeluk pinggang Grabielle.
"Kalian sudah tahu kan saya siapa?". Grabielle menatap Adam, Hana dan Ester secara bergantian.
Tak ada jawaban ketiga nya mantap Grabielle penuh dengan kebencian.
"Sayang, mereka tadi bicara apa padamu?". Grabielle menyelipkan anak rambut Zie dan tak peduli jika mereka menjadi tontonan.
"Mereka ingin mengajakku ke Shanghai Kak. Katanya Kak Garra sakit, boleh ya Kak? Kalau Kakak mau Kakak juga boleh ikut". Seru Zie polos. Dia masih tidak bisa membaca situasinya.
Grabielle mengepalkan tangannya kuat. Untung dia cepat datang. Kalau tidak, istrinya itu pasti akan dibawa kabur lagi oleh mereka bertiga. Seperti nya Grabielle harus memberi pelajaran pada mereka yang berencana memisahkan nya dengan Zie.
"Aku tidak bisa ikut sayang, tugas kantor banyak". Ucap Grabielle beralasan.
"Kalau begitu aku saja yang ikut Kak. Bagaimana?". Saran Zie.
"Ck, mana bisa begitu sayang. Aku tidak bisa jauh darimu". Sergah Grabielle "Begini saja sayang, kita pergi nanti saja. Aku selesaikan dulu pekerjaan mu setelah selesai aku akan mengantar mu ke Shanghai". Ucapnya tanpa peduli mereka dilihat oleh banyak orang.
"Tapi Kak Garra_".
"Dia akan baik-baik saja selama ada Dokter". Senyum Grabielle.
Grabielle menatap semua mahasiswa-mahasiswi yang menonton mereka seperti sedang menyaksikan pertunjukan.
"Apa kalian tahu wanita yang saya peluk ini?". Grabielle menatap mereka satu persatu.
Mereka menggeleng secara bersamaan. Masih belum sadar dari keterpananaanya pada Grabielle yang tampannya tidak terulung.
"Graziella adalah istri saya".
Mereka semua terkejut ketika mendengar ucapan Grabielle.
"Kak".
"Biarkan semua orang tahu sayang, bahwa kau itu istriku". Senyum Grabielle santai dan tetap tenang.
Para lelaki langsung patah hati massal. Pupus sudah harapan untuk mendekati Zie.
Bersambung.....
__ADS_1