Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Tamu bulanan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Grabielle masuk kedalam kamarnya setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan nya yang tertunda dikantor tadi. Akibat meeting nya bersama Gama yang centil-centil pada istri kecilnya membuat pria itu tidak mood kembali ke kantor dan meminta Kenino untuk membawa mereka pulang saja.


"Sayang". Panggil Grabielle


Zie meringgis sambil memegang perutnya. Perutnya benar-benar sakit seperti ditusuk-tusuk jarum. Setiap bulan selalu begitu.


"Astaga sayang kau kenapa?". Grabielle panik sambil menyimak selimut yang menutupi tubuh istri kecilnya.


"Sayang Kenapa wajahmu pucat?". Grabielle menempelkan punggung tangannya dikening Zie.


"Kakak". Lirih gadis itu.


"Sayang ayo kita ke rumah sakit". Grabielle hendak menggendong istrinya namun dicegah oleh Zie.


"Tidak Kak". Tolaknya "Ini sudah biasa". Imbuh nya.


"Sudah biasa bagaimana? Wajahmu pucat sayang". Ucap Grabielle.


"Aku sedang dapat tamu bulanan Kak, memang biasa". Sahut Zie sambil memegang perutnya.


"Tamu bulanan? Bulan datang kerumah kita?". Grabielle bingung, apa itu tamu bulanan?


Zie mendengus kesal. Tidak dijelaskan mana paham laki-laki masalah itu.


"Haid Kak, sering disebut tamu bulanan". Jelas Zie.


"Sejenis menstruasi?". Tebak Grabielle dia pernah mendengar Grace dan Zevanya membahas hal itu.


Zie mengangguk "Iya Kak". Sahut Zie "Kak bisa minta tolong suruh Kak Zeva belikan aku pembalut". Pinta Zie malu-malu.


"Pembalut? Apa lagi itu sayang?". Ditengah kepanikan nya Grabielle masih sempat-sempatnya kepo.


Zie bingung mau dijelaskan dari mana. Malu juga kalau harus dijelaskan secara detail, apa itu pembalut.


"Yang biasa wanita gunakan untuk haid supaya tidak tembus Kak". Jelasnya


"Bagaimana bentuknya?". Grabielle benar-benar awam masalah itu


Zie meraih ponselnya yang terletak diatas nakas.


"Biar aku saja sayang". Secepatnya Grabielle mengambil ponsel itu lalu memberikan nya ada Zie "Ini sayang". Ucapnya.


"Terima kasih Kak".


Zie mengotak-atik ponsel nya. Lalu menunjukkan layarnya pada Grabielle.


"Ini Kak". Tunjuknya


"Ohhh iya biar aku beli sayang".


"Jangan Kak". Cegah Zie dia benar-benar malu.


"Kenapa?". Kening Grabielle berkerut heran.


"Kakak tidak malu?".


"Kenapa harus malu, kau itu istriku". Grabielle tersenyum "Tunggu ya aku beli dulu".


"Suruh Kak Nino saja Kak". Sergah Zie. Apa kata dunia Grabielle membeli pembalut?

__ADS_1


"Tidak sayang. Itu privasi kita. Aku adalah suamimu jadi biar aku saja yang beli". Mana rela Grabielle menyuruh Kenino membeli benda itu untung Zie.


Grabielle masuk kedalam mobilnya. Pria bule itu melajukan mobilnya menuju minimarket yang tidak jauh dari Apartement mereka.


Grabielle turun dari mobil. Pria itu melangkah masuk kedalam. Untung dia memiliki daya ingat jadi masih ingat gambar yang ditunjukkan istrinya.


Dan Grabielle menjadi pusat perhatian. Bagaimana tak kagum, pria bule itu terlihat mencolok dari yang lainnya. Badan yang menjulang tinggi, wajah tegas dan rahang yang kuat seperti jelmaan Dewa Yunani.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?". Tanya pekerja yang bekerja di minimarket itu. Tak lupa gaya genitanya.


"Aku ingin membeli pembalut untuk istriku".


Wajah wanita itu langsung berubah jadi malu.


"Ohh iya Tuan. Mau yang bersayap atau yang biasa saja?". Tanyanya


"Dua-duanya saja". Sahut Grabielle. Mana dia tahu yang bersayap atau tidak.


"Mau berapa bungkus Tuan?".


Grabielle tampak berpikir. Dia tidak tahu seberapa lama wanita menstruasi.


"Ambil sepuluh bungkus saja". Jawabnya.


Saat membayar dikasir pun, Grabielle masih menjadi pusat perhatian. Para pengunjung wanita menatap pria itu dengan kagum dan damba. Bahkan ada yang memotret secara diam-diam.


Brakkkkkkkkkkk


Tidak sengaja Grabielle menabrak seseorang hingga kantong plastik ditangannya terjatuh ke lantai.


"Bisakah berjalan dengan baik?". Pria itu kesal.


"Ini kan Tuan Grabielle?". Batin Shiena dan ya wanita itu adalah Shiena.


"Tuan Grabielle bukan?". Tebaknya.


"Apa kita saling kenal?". Grabielle menatap Shiena dari ujung kaki sampai ujung rambut. Entahlah, sejak menikah dengan Zie dia tidak tertarik lagi pada wanita lain.


"Shiena, model ternama dikota ini". Dengan bangga wanita itu mengulurkan tangannya pada Grabielle.


Bukannya menyambut, pria itu malah mellengang pergi meninggalkan Shiena. Dia sama sekali tidak tertarik dengan wanita berpakaian seksi itu.


Shiena menghentakkan kakinya kesal "Awas saja nanti, kau akan jadi milikku Tuan Grabielle. Kau akan ketagihan dengan permainan ku". Shiena tersenyum licik.


"Zie tidak boleh bahagia. Dia harus terus menderita. Aku akan mendesak Ayah supaya Zie meninggalkan Tuan Grabielle". Gumam Shiena yakin.


.


.


.


.


"Sayang".


Grabielle masuk sambil membawa segelas wedang jahe. Menurut pelayan yang bekerja dirumahnya weddang jahe bisa meredakan nyeri haid.


"Kakak". Zie bersandar di dinding ranjang


"Ini pembalut nya". Grabielle meletakkan kantong didekat istrinya.

__ADS_1


"Kak banyak sekali?". Mata Zie membulat sempurna saat suaminya membawa kantong yang begitu besar.


"Untuk persiapan mu sayang".


"Ck, Kak. Ini bisa satu tahun aku pakainya". Zie geleng-geleng kepala.


"Sudah minum dulu. Ini weddang jahe nya".


"Terima kasih suami". Zie mengedipkan matanya jahil.


Grabielle sudah ketar-ketir menahan perasaan nya yang berbunga-bunga.


Setelah minum weddang jahe, Zie memakai pembalut yang dibeli suaminya.


Zie tak menyangka pria bule seperti Grabielle mau membeli pembalut untuknya. Ahh manisnya, Zie makin cinta.


"Masih sakit sayang". Grabielle berbaring disamping istrinya.


"Sudah sedikit lebih baik Kak". Senyum Zie "Maaf ya belum bisa malam pertama". Zie cekikian menatap suaminya.


"Sayang, jangan bahas itu kau tahu adikku bisa saja bangun. Memangnya kau mau bertanggung jawab". Ketus Grabielle menahan hasratnya.


Zie semakin ngakak "Tidak bisa ditidurkan ke toilet saja Kak?". Seru Zie.


"Kau ini". Grabielle gemes mencubit hidung istrinya "Sudah ayo tidur". Grabielle menarik gadis itu kedalam pelukannya


"Kak". Zie mendongkrakkan kepalanya.


"Kenapa sayang ehmmm?". Tanya Grabielle mengelus kepala gadis itu.


"Kak Zeva itu jenius yaaa?".


Grabielle mendelik "Tahu dari mana sayang?". Tanya Grabielle heran


"Ini". Zie menunjukkan layar ponselnya


"Kau dapat dari mana sayang?". Grabielle mengambil ponsel istrinya "Ini hanya Kak Zeva yang tahu". Grabielle heran sendiri.


Zie cenggesan "Kak jangan bilang siapa-siapa yaa sebenarnya aku_".


"Aku apa sayang?". Grabielle tak sabar


"Sebenarnya aku.... Cinta Kakak". Zie langsung ngajak.


"Kau yaaaa". Grabielle menciumi wajah gadis itu dengan gemesnya.


"Kakak hahahahaha".


"Rasakan ini yaaa? Kau suka sekali membuat suamimu ini kesal". Grabielle masih menciumi wajah istrinya.


"Hahha Kakak. Kalau kau kesal kau sangat tampan walau sudah bekas". Zie makin ngakak.


"Bekas-bekas juga suami mu". Grabielle menyudahi ciuman nya "Sudahlah ayo tidur". Ajak Grabielle.


"Selamat tidur sayang".


"Selamat tidur suami".


Kedua nya tidur saling memeluk erat. Jujur saja sebenarnya Grabielle tidak sanggup menahan hasratnya. Namun dia tidak bisa memaksa istrinya untuk melayaninya. Padahal malam ini mereka sudah berjanji untuk malam pertama, tapi malah ada halangan tamu bulanan Zie. Sungguh kasihan sekali Grabielle, kasihan adiknya yang sudah lama berpuasa.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2