Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Gengsi setinggi bintang


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Grabielle tersenyum simpul mendengar percakapan Kenino dan Zie.


Grabielle meminta Kenino untuk menghibur gadis itu dan merekam semua percakapan mereka.


Dia merasa terganggu dan janggal dengan sifat diam Zie. Tidak cocok jika orang yang suka berisik itu tiba-tiba diam tanpa suara


"Gadis aneh". Dia menggeleng tapi tersenyum.


Karena gengsinya yang setinggi bintang dia tidak mau ketahuan peduli makanya meminta Kenino saja yang menemani gadis itu.


"Siapa juga yang mau dengan gadis ingusan seperti nya? Dasar terlalu percaya diri". Dia menutup laptopnya "Kenapa kau masih disini Ken?". Grabielle langsung memasang wajah dinginnya. Sumpah dia lupa jika masih ada Kenino diruang kerjanya. Berarti tadi Kenino melihat nya yang sedang tersenyum.


"Anda belum menyuruh saya keluar Tuan". Kenino membungkuk hormat.


"Keluarlah". Usir Aluna pria itu.


"Baik Tuan".


Kenino keluar dari ruangan Grabielle. Dalam hati sudah tertawa sepuas-puasnya.


"Bersiap-siap lah membayar satu triliun Tuan". Batin Kenino


Grabielle juga keluar dari ruang kerjanya dan menuju kamar nya. Dia menghela nafas panjang. Kamarnya dan kamar Zie bersebalahan. Dia tidak tahu kenapa dia ingin gadis itu tidur disebelah kamarnya. Takut saja jika gadis itu tiba-tiba kabur dan meninggalkan hutang-hutangnya. Padahal itu hanya alasannya saja.


Grabielle memberanikan diri membuka pintu kamar Zie.


Pria itu masuk dengan pelan dan menutup pintu.


Dia berjalan mendekati Zie yang sudah terlelap dengan nyaman.


Grabielle menggeleng melihat cara tidur gadis itu. Benar-benar berantakan. Sprei nya sampai terlepas dari kasur. Bantalnya berserakkan diranjang.


Grabielle duduk dibibir ranjang. Dia menatap wajah cantik gadis itu. Tangannya terulur menyingkirkan anak rambut Zie.


"Sebenarnya kau cantik, jika tidak membuat ku kesal dan naik darah. Dasar gadis aneh. Gadis ceroboh". Dia menggeleng gemes.


"Lihat saja nanti. Aku akan menghamili mu dan meninggalkan mu. Itu akibat karena kau sudah berani masuk kedalam hidupku. Kau akan jatuh cinta padaku dan membayar denda satu triliun". Dia menaikan selimut Zie dan menyelimuti tubuh gadis itu.


Grabielle keluar dari kamar Zie dengan langkah pelan takut langkah kakinya terdengar oleh gadis itu. Bisa-bisa turun derajatnya nanti. Dia pasti akan diledek habis-habisan oleh gadis itu.


Grabielle masuk kedalam kamarnya. Pria itu melempar tubuhnya diranjang king size miliknya. Dua hari lagi dia akan menikah. Menikahi gadis dibawah umur tanpa cinta.


Entahlah Grabielle tidak tahu bagaimana kehidupan rumah tangganya nanti bersama gadis yang selalu membuatnya kesal setiap hari.


.


.


.

__ADS_1


.


Zie sudah menata makanan dengan rapih diatas meja seperti setiap paginya.


Dia bangun pagi beres-beres dan menyiapkan makanan seperti Ibu rumah tangga


"Pagi Nona".


"Pagi juga Kak". Balasnya dengan tersenyum terbit


"Cerah Nona?". Goda Kenino sambil duduk.


"Tentu saja cerah Kak". Sahutnya


Grabielle berjalan menuju meja makan tanpa ekspresi dia memasukkan kedua tangannya disaku celananya.


"Pagi Tuan". Grabielle cuek-cuek bebek sambil duduk.


"Selamat pagi Tuan Bule".


Zie berbicara didekat telinga Grabielle hingga membuat pria itu terkejut.


"Bisakah tidak membuat ku kesal setiap pagi?". Tatapnya tajam


"Tidak bisa Tuan. Siapa suruh tidak menjawab". Ketus Zie "Makanya Tuan, kalau ada yang menyapa itu dibalas jangan diam-diam seperti orang bisu". Ujar Zie "Kau harus terbiasa jadi suami yang baik. Dua hari lagi kita menikah". Goda gadis itu menaik turunkan alisnya sambil memberikan roti yang sudah diolesi.


"Kau_".


"Silahkan makan Tuan. Marah itu butuh energi. Jika anda marah dan tidak makan, tenaga anda akan hilang. Kecuali anda siap menjadikan saya charger energi". Serunya tersenyum jahil.


Kenino yang sudah biasa dengan drama pagi seperti itu, tetap melanjutkan makanya. Membiarkan kedua orang itu berdebat.


Grabielle makan dengan kesal. Dia melirik gadis yang duduk didepan nya itu malah santai-santai saja.


"Jangan mengintip Tuan, awas jatuh cinta. Kalau sakit tanggung sendiri karena tidak ditanggung BPJS". Singgungnya


"Cihh siapa juga yang mengintip? Percaya diri sekali". Padahal dia menutupi kegugupannya karena ketahuan mengintip gadis itu.


"Ya siapa tahu kan, diam-diam sudah ada rasa".


Uhuk Uhuk Uhuk Uhuk.


"Minum Tuan".


Grabielle mengambil gelas ditangan Kenino. Dia ingin menelan gadis ini hidup-hidup karena selalu membuatnya kesal setengah mati.


Setelah sarapan mereka berangkat bersama. Seperti biasa, Zie akan membawa bekal untuknya dan Kenino. Sementara Grabielle pupus lagi harapannya. Zie tak pernah memberinya bekal.


Sampai dikantor, mereka masuk kedalam ruangan masing-masing.


Zie duduk dengan manis dan menghidupkan komputer nya.

__ADS_1


"Selamat bekerja Nona". Kenino meletakkan satu cangkir kopi.


"Terima kasih Kak". Zie menatap kopi yang diberikan oleh Kenino, mau menolak tidak enak. Padahal dia penderita asam lambung dan tidak boleh minum kopi.


Gadis itu melanjutkan pekerjaan nya. Dia tampak serius dengan komputer yang ada didepannya.


"Nona tolong berikan ini pada Tuan". Kenino memberikan beberapa berkas.


"Lah, kenapa harus aku Kak? Malas sekali bertemu Tuan Teh Celup itu". Gerutu Zie.


"Saya sedang banyak pekerjaan Nona. Anda bisa membantu". Kenino tersenyum hormat


Meski mengerutu dan mengomel dengan kesal. Gadis itu akhirnya menurut juga dan mengambil berkas itu.


"Aduhh, asam lambung ku kumat lagi". Dia meringgis sambil memegang dadanya "Menyebalkan, gara-gara kopi pahit itu". Gerutunya


Zie masuk kedalam ruangan Grabielle. Dia memasang wajah seramah mungkin sangat ramah.


"Pagi Calon Suami ehhh salah pagi Tuan". Gadis itu cenggesan sambil tersenyum tanpa dosa.


Grabielle mengangkat pandangan nya dan menatap gadis itu dengan kesal.


"Ada apa?". Ketusnya


"Lagi rindu Tuan". Jawab Zie asal.


Grabielle terpaku dia menatap gadis itu yang malah sudah menutup mulutnya menahan tawa.


"Jangan ge-er Tuan. Saya kadang bicara suka salah". Dia menunjukkan jari V nya tanda damai.


Grabielle menghempas nafasnya kasar. Sabar dan harus sabar. Tidak boleh pakai emosi. Tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan.


"Katakan ada apa kau kesini!!! Jangan membuat ku marah karena aku sedang banyak pekerjaan".


Zie malah tersenyum jahil. Pria itu memang tampan sangat tampan malah. Lebih tampan dari Garra. Tapi sayang suka celap-celup sembarangan dan pasti anu nya sudah patah karena terlalu kebanyakan mencoba segala lobang, pikir aneh gadis itu.


"Ini Tuan dari Kak Nino". Dia memberikan berkas pada Grabielle.


"Ehem". Grabielle mengambil berkas itu.


"Saya permisi Tuan mau lanjut kerja, agar masa depanku dan masa depan mu terjamin". Gadis itu cekikian seperti orang gila


Grabielle menggeleng salut "Siapa yang suruh keluar? Duduk". Dia menunjukkan kursi didepannya.


"Iya Tuan. Saya tahu anda masih merindukan saya". Dia duduk dengan santai


"Kau bilang apa?".


"Ruangan anda besar". Jawabnya asal.


Bersambung....

__ADS_1


Maaf kemarin gak update guys. Karena banyak kesibukan didunia nyata. Jangan lupa dukung terus kisah Grab dan Zie yaaa...


Yang mau gabung digroup boleh....


__ADS_2