Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Rencana memiliki Zie


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Apa?". Pekik Gama.


"Apa katamu Mark?". Sentak Gama menatap aissten nya.


"Maaf Tuan, Nona Zie sedang dirawat dirumah sakit. Nona Zie jatuh sakit". Jawab Mark sambil menunduk ketakutan.


"Brengsekkkk". Gama memukul meja dengan kuat "Kenapa baru memberitahu ku Mark?". Nafas Gama memburu. Emosi nya seolah ingin menyeruak begitu saja.


"Maaf Tuan". Mark hanya bisa menunduk dia juga baru mendapat kabar dari anak buah suruhannya.


"Siapkan mobil Mark, aku ingin menemuinya". Perintah Gama mendudukan tubuhnya menetralisir emosi didalam dadanya.


"Jangan gegabah Tuan. Anda tidak bisa menemui Nona Zie. Itu akan membuat Tuan Grabielle curiga. Tuan Grabielle bukan orang sembarangan yang bisa anda lawan Tuan". Saran Mark pelan.


Gama mencebik kesal. Saking paniknya dia sampai lupa pada suami gadis yang dia incar itu.


"Arggghhhhh". Gama mengusar kepalanya dengan kasar "Lalu bagaimana keadaan nya?". Gama duduk tak tenang.


"Nona Zie sudah membaik Tuan. Dia hanya kelelahan". Sahut Mark


"Kelelahan kenapa? Apa yang dia kerjakan?". Cecar Gama. Dia benar-benar tak bisa mengabaikan keselamatan gadis itu.


"Saya tidak tahu pasti Tuan. Kemungkinan memikirkan skripsinya". Jawab Mark asal.


"Tidak mungkin Mark. Zie itu gadis yang cerdas. Dia kuliah saja beasiswa. Bagaimana bisa dia stress hanya karena skripsi". Kilah Gama.


Gama memijit-mijit pelipisnya. Cara apa lagi yang harus dia lakukan agar bisa membuat Zie menjadi miliknya.


"Maaf Tuan, ada Tuan John yang ingin bertemu anda". Ucap Mark membungkuk sopan.


"Suruh masuk".


Sebenarnya Gama paling malas bertemu orangtua itu. Tapi demi mendapatkan Zie dia akan melakukan apapun. Lihat saja nanti gadis itu akan jadi miliknya.


"Selamat siang Tuan". Sapa John membungkuk hormat.


"Katakan ada apa kau menemui ku disini?". Tanya Gama tanpa basa-basi.


"Saya ingin membahas tentang Zie".


Gama langsung menatap John. Jika masalah Zie dia tidak bisa mengabaikan nya.

__ADS_1


"Katakan". Tatapannya tajam


"Saya akan meminta Zie untuk meninggalkan Tuan Grabielle, Tuan. Dengan syarat anda harus melunasi hutang-hutang Zie pada Tuan Grabielle". Jelas John


Gama tertawa garing. Ini lah yang dia suka, uang selalu bisa menjalankan rencananya.


Namun senyum Gama memudar. Dia menatap John dengan sinis.


"Kau pikir Zie mau? Apalagi dia tidak tahu jika aku adalah calon mantan suaminya". Ujar Gama "Dan itu semua ulahmu yang tidak mengatakan siapa aku sebenarnya". Tatap Gama jijik ada John "Dan ingat Tuan John, jika rencana mu tidak berhasil menjadikan Zie milikku. Maka bersiaplah menerima kehancuran. Aku akan membuat hidupmu menderita. Hutang-hutang mu akan berlipat kali ganda". Ancam Gama


Tubuhnya rasanya ingin merosot. Dia tahu betapa kejamnya Gama. Bahkan tak ada ampun bagi pria itu. Dia tidak pernah main-main dengan ucapannya.


"B-baik Tuan. Akan saya usahakan". Badan John bergetar takut "Bagaimana jika Shiena saja yang menggantikan Zie?". John masih melakukan penawaran. Barangkali Gama bisa mempertimbangkan nya.


Gama malah menatap John dengan tajam "Kau pikir aku mau makanan bekas? Hanya anjing yang mau". Ledek Gama "Dan kau pikir aku tidak tahu siapa Shiena? Wanita murahan yang sudah meniduri puluhan pria. Sama sekali aku tidak tertarik, dikasih gratis saja aku lebih memilih membuangnya di tong sampah". Ucap Gama


John mengepalkan tangannya. Dia tidak terima Shiena dihina oleh Gama. Mau melawan tidak berani. Lebih baik diam saja. Meski hatinya panas saat Gama menghina putri kesayangannya itu.


"Jika tidak ada lagi silahkan pergi. Dan ingat dengan rencana mu. Aku masih menunggu. Jika kau berhasil membuat Zie menjadi milikku. Aku akan memberikan sebagian saham ku padamu. Tapi sebaliknya jika kau gagal bersiaplah menerima kehancuran". Ucap Gama tersenyum licik.


"B-baik Tuan". John gegelapan mendengar ancaman Gama.


Setelah John keluar dari ruangan nya. Wajah Gama kembali dingin. Pria itu beberapa kali bernafas kasar.


"Argghh, Zie. Kau harus jadi milikku Zie. Aku tidak peduli siapa yang aku lawan. Kau adalah milik ku. Sekalipun aku harus bertarung nyawa, aku akan mendapatkan mu". Gumam Gama menyenderkan punggungnya. Wajahnya tampak frustasi dan berantakan.


Zie memeluk tubuh Grabielle dengan nyaman. Dalam pikiran gadis itu yang dipeluk adalah bantal guling dikamar nya.


"Kenapa bantalnya bernafas yaa?". Gumam gadis itu heran matanya masih terpejam


"Ini kenapa ada jantung nya yaaa?".


Puas bergumam dengan pikiran nya sendiri. Akhirnya Zie memberanikan diri membuka matanya


Mata gadis itu membulat sempurna ketika melihat dada pria, lalu Zie mendongkrakkan kepalanya dan berapa dia terkejut nya melihat suaminya terlelap sambil memeluknya.


"Aaaaaaaaaaaaaaa".


Brukkkkkkkkkkkkkkkkkkkk


Brakkkkkkkkkkkkkkkkkkk


"Awwwwwwww". Grabielle terkejut saat gadis itu menendangnya hingga jatuh kelantai.

__ADS_1


Saking terkejutnya Zie juga melompat dan terjatuh. Alhasil dia terjatuh didada bidang suaminya.


Deg


Deg


Deg


Deg


Wajah keduanya begitu dekat. Zie berada diatas Grabielle.


Mereka berdua saling menatap. Grabielle menatap mata Zie yang berwarna coklat itu. Tatapan mata istrinya ini begitu teduh dan menyebut hati. Meski tatapan itu terlihat seperti tak baik-baik saja.


Zie juga menatap wajah suaminya. Mata biru dan tatapan hangat. Kenapa hati Zie merasa nyaman dan merasa terlindungi menatap mata pria itu. Pria bule dan suaminya.


"Sampai kapan kau akan berbaring diatasku?". Sindir Grabielle


Zie tersadar. Gadis itu secepatnya berdiri dari atas suaminya.


"Tuan kenapa kau bisa tidur diranjang ku dan memeluk ku?". Protes Zie. Gadis itu meneliti pakaian ditubuh nya "Masih utuh". Gumamnya bernafas lega.


Grabielle berdiri sambil memegang pinggang nya. Benar-benar keterlaluan Zie kecil-kecil tapi sekali dia menendang sakit juga sampai menbuat Grabielle terjatuh dari ranjangnya.


"Ck kau bertanya padaku? Harusnya kau itu sadar, kau yang menarik ku dan memaksaku tidur denganmu". Ujar Grabielle beralasan. Tidak mungkin dia mengaku kalau dialah yang naik sendiri dan memeluk istri kecilnya itu b


"Menarik mu?". Kening Zie tampak berkerut "Masa sih?". Gadis itu tak percaya "Alah pasti alasanmu saja Tuan. Kau kan memang suka mengambil kesempatan dalam kesimpulan, dasar suami mesum". Cibir Zie kesal.


"Kesempitan bukan kesimpulan". Ralat Grabielle.


"Sama saja". Ketus Zie.


Kedua nya duduk disoffa saling melempar tatapan permusuhan. Padahal ini masih pagi dan jujur saja, Grabielle benar-benar tidur nyenyak semalam. Apakah karena dia memeluk Zie.


"Kau masih tidak mau mengaku Tuan?". Zie mengintimidasi suaminya.


"Mengaku apa? Memangnya aku salah apa?". Ujar Grabielle santai "Sah-sah saja kan jika aku tidur denganmu. Kita sudah menikah dan kau itu istriku". Imbuhnya sambil melipat kedua tangannya didada.


"Hello jangan lupa Tuan. Tidak ada kontak fisik. Dan pernikahan kita hanya diatas kertas saja. Jangan lupakan poin itu apalagi pura-pura lupa". Ketus Zie sambil mengingatkan suaminya.


Sejenak Grabielle terdiam. Mengingat pernikahan ini hanya diatas kertas kenapa rasanya dia tidak terima dan ada rasa berat dihati pria gengsian itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2