Istri Kecil Tuan Cassanova

Istri Kecil Tuan Cassanova
Istri Big Boss.


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Zie turun dari motor Ester. Rambutnya sedikit berantakan gara-gara Ester yang membawa motor seperti dikejar pocong.


"Kalau mau mati jangan ajak-ajak aku Cinta. Aku belum siap mati, hutangku belum lunas dan aku tidak mau jadi kuntilanak". Gerutunya sambil melepaskan helm dikepalanya.


"Hehehe kau tahu kan aku sedang buru-buru". Ester cenggesan sambil mengambil helm dari tangan Zie lalu meletakkannya didepannya.


Zie memutar bola matanya malas. Untung karena anak baik, cantik dan suka menabung makanya tidak kecelakaan, karena Tuhan masih sayang.


"Cinta mana ongkos nya?". Ester menengadahkan tangannya.


"Ongkos apa?". Zie mendelik.


"Ck, ongkos ojek lah. Memangnya ongkos apa lagi. Kau tahu kan Cinta motor ini tidak akan bisa berjalan tanpa bensin, dan bensin itu harus dibeli pakai uang". Celetuk Ester.


"Dasar perhitungan". Cibir Zie.


Gadis itu membuka resleting tas munggilnya. Lalu mengambil uang berwarna ungu.


"Ini". Dia memberikan uang itu.


"Ck, yang benar saja Zie. Masa sepuluh ribu? Satu liter saja tidak cukup, bensin sekarang mahal. Harga BBM naik pemerintah pusing". Celoteh


"Itu urusan pemerintahan bukan urusan ku". Ketus Zie


"Dasar pelit. Tambah lah Zie. Mana cukup sepuluh ribu, belum lagi jajanku ke kampus". Ucap Ester sendu menatap sedih uang sepuluh ribu ditangannya.


"Tidak ada uang lagi Ester. Hanya itu, sisa kita makan bakso kemarin". Jelas Zie.


"Katanya ATM mu membengkak akibat satu sentuhan sepuluh juta. Ya pakai uang itulah". Ujar Ester masih dengan wajah cemberut nya.


"Itu hanya akal-akalan aku mengerjai suamiku saja Ester. Uang yang dia transfer tidak pernah aku pakai. Lagian itu tabungan, siapa tahu nanti suamiku bangkrut dan aku sudah punya cadangan. Jadi kalau dia jatuh miskin setidaknya uang itu cukup untuk menyambung hidup selama beberapa bulan". Jelas Zie.


"Dodol". Dengan gemes Ester mendorong kening Zie.


"Awww. Kasar". Rintihnya kesal sambil mengelus jidatnya.


"Jangan bego Zie. Suamimu itu kaya. Sangat kaya. Dia saja penerus perusahaan Wilmar Group dan kau lupa dia menebus mu dengan lima Blackcard. Kau tahu ini berapa nilainya? Jangan tanya aku karena aku juga tidak tahu. Yang pasti suami bule mu itu sangat kaya. Sangat kaya Zie. Jadi jangan simpan otak bodoh mu itu". Omel Ester dengan nafas menggebu-gebu. Heran dehh, kenapa Zie bisa dapat beasiswa sebagai mahasiswi terbaik? Tapi masalah kekayaan suaminya saja tidak tahu.


Zie malah menguap. Berbicara Kekayaan dia sama sekali tidak tertarik. Dia tidak butuh banyak uang, cukup untuk hidup sederhana saja sudah bahagia.


"Sudahlah. Ini tambahannya". Zie memberikan uang sepuluh ribu dua lembar yang masih terselip disela-sela tas nya.


Ester mencebik kesal. Zie memang suka begitu. Tidak terlalu peduli jika masalah uang.


"Aku masuk Cinta. Kau hati-hati lahh. Cup".

__ADS_1


Satu.... Dua... Tiga.


"ZIEEEEEE". Teriak Ester kesal sambil mengusap pipinya bekas ciuman Zie.


Zie malah berlari meninggalkan Ester dengan tawa lebar. Dia tahu jika Ester tidak suka dicium. Dan dia yang suka jahil senang melihat Ester kesal bukan main.


"Dasar Istri Cassanova lucnat". Umpatnya kasar.


Bagaimana kalau ada yang melihat mereka bisa disangka lesbian mereka. Sering keduanya dijuluki penyuka sesama jenis gara-gara si Zie yang suka mencium pipi Ester.


Zie menghela nafas. Gadis itu berjalan masuk sambil menenteng rantang nasinya.


"Selamat pagi Nona". Sapa para pengawai memberi hormat pada Zie.


"Selamat pagi Nona".


"Selamat pagi Nona". Mereka semua berjejer memberi hormat pada Zie.


Zie terheran-heran. Sejak kapan dia dihormati seperti itu.


"Selamat pagi juga Kakak-kakak". Gadis itu membalas dan bahkan ikut membungkuk seperti seorang pelayan.


"Nona, anda tidak perlu membungkuk pada kami. Tidak perlu terlalu hormat pada kami. Kami lah yang harus hormat pada anda". Ucap salah satu pengawai.


"Tapi_".


Zie menggaruk tengguknya yang tidak gatal. Kenapa jadi seperti ini?


"Tidak usah saja Kak. Aku bawa bekal dan aku tidak bisa minum kopi". Tolak Zie halus dan lembut.


"Saya duluan ya Kak".


"Iya Nona. Selamat bekerja". Ucap mereka semua bersamaan.


"Iya Kak. Terima kasih".


Zie melanjutkan langkah kakinya masuk kedalam lift. Lagi-lagi di lift para karyawan gadis itu dihormati.


"Selamat pagi Nona".


"Pagi Kak".


Mereka bergeser dan memberi ruang kepada Zie agar gadis itu merasa nyaman dan tidak sempit.


Zie yang polos itu terheran-heran. Kenapa dia serasa jadi Boss? Semua orang menghormati nya. Kemarin saja dia ditatap sebelah mata.


"Nona, sebaiknya besok anda naik lift khusus Presdir saja ya Nona. Takut Tuan marah". Ucap salah satunya membungkuk hormat.

__ADS_1


Kening Zie berkerut heran. Gadis cantik itu tampak berpikir. Apa hubungannya dengan Grabielle? Memangnya kenapa pria itu harus marah.


"Tidak apa-apa Kak. Saya lebih nyaman di lift ini". Sahut Zie.


Di lift, gadis itu merasa tak nyaman. Sebab para karyawan lebih memilih bersempit-sempit dari pada berdiri disebelahnya.


"Kak, kalian kenapa disini masih kosong. Isilah". Ucap Zie.


"Tidak apa-apa Nona". Tolak mereka.


"Alah, kalian ini. Tidak perlu sungkan. Kita sama-sama karyawan disini. Saya masih mahasiswa magang, jadi kalian lebih tinggi dari saya". Ujar Zie.


"Tapi Nona_".


"Bergeser lah". Tintah Zie.


Beberapa karyawan mengisi ruang kosong disamping Zie. Meski sedikit canggung tapi karena Zie yang memaksa mau menolak bagaimana, namanya juga Istri Big Boss. Nanti malah mereka dipecat jika sampai menolak perintah Tuan nya.


Zie merasa benar-benar heran hari ini. Perlakukan para karyawan. Kenapa semua jadi menghormati nya seperti seorang Boss. Perasaan Zie tidak melakukan apa-apa. Dan lagi cara mereka menatap Zie seperti ketakutan, memangnya dia pemakan manusia apa?


Pintu lift terbuka. Para karyawan memberi ruang agar Zie keluar duluan.


"Silahkan keluar duluan Nona". Ucap mereka sopan sambil menerima ruang kepada Zie.


"Terima kasih Kak". Zie tersenyum canggung.


Zie tidak tahu saja apa yang terjadi saat dia meninggalkan perusahaan. Grabielle mengumumkan bahwa Zie adalah istrinya. Barang siapa yang berani menganggu dan membuat istrinya tidak nyaman, maka bersiaplah menerima hukuman selain itu mereka juga akan didepak dari perusahaan.


Grabielle tidak peduli, meski pun tidak berhubungan dengan pekerjaan dan perusahaan tapi Zie berhubungan dengan Zie, Grabielle tak main-main.


Zie duduk di kursinya. Gadis itu menghela nafas berat.


"Ck, aku seperti Cinderella saja". Ujarnya menggeleng tak percaya saat dihormati seperti itu "Tapi ada apa yaa? Kenapa mereka jadi begitu hormat padaku?". Gumam Zie.


Bersambung.....


Cie cie cie cie Istri Big Boss. Pasti perasaan Zie ketar-ketir saat tahu jika Grabielle mengumumkan hubungan mereka didepan para karyawan nya.


Hai para readers. Thank you so much buat yang udah ikutin cerita nya Grab sama Zie yaaa. Jangan lupa buat selalu dukung karya author. Makasih juga buat komen dan saran dari kalian.


Pasti ada yg udah gak sabar buat nungguin Tuan Teh Celup, bucin sama istri kecilnya. Yo wesss ikutin aja terusss..wkwkwkwk.


Apakah Zie akan meninggalkan Grabielle?


Apakah Grabielle akan segera mengakui perasaannya? Penasaran.... Sama hehhe.


Sampai ketemu besok di next episode ya guys.

__ADS_1


Gbu


__ADS_2