
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sampai direstourant. Kenino turun dulu membuka pintu untuk Grabielle dan Grabielle membuka pintu untuk Zie tak lupa tangan pria itu melindungi kepala istrinya.
"Ayo sayang".
Zie dengan senang hati menyambut tangan suaminya. Kemana mereka yang dulu rusuh?
Ketiganya masuk, Kenino mengekor dari belakang meneteng tas yang isinya laptop.
Mereka masuk kedalam ruangan VVIP yang sudah dipesan Gama. Seperti nya sangat spesial. Grabielle sudah tahu ini pasti alasan Gama menunjukkan kekayaannya pada Zie. Ohh Grabielle lebih kaya. Lebih tampan. Lebih pintar dan punya segalanya. Jadi Grabielle takkan membiarkan istrinya terpesona dengan kekayaan Gama
"Selamat siang Tuan Grabielle. Selamat siang Nona Zie". Sapa Gama ramah sambil membungkuk hormat.
"Selamat siang Tuan Gama". Sahut Zie dan Zie bersamaan.
Mata Gama langsung tertuju pada tangan Grabielle yang melingkar dipinggang Zie. Kenapa keduanya tampak biasa saja? Bukankah mereka akan bercerai.
"Silahkan duduk Tuan. Nona". Ujar Gama mempersilahkan kedua orang itu duduk.
"Terima kasih Tuan". Senyum Grabielle "Sayang pelan-pelan duduknya". Grabielle menarik Zie mendekat kearah nya agar tidak dekat-dekat Gama.
Zie mendengus kesal. Tidakkah suaminya ini melihat kondisi dan sekitar? Bermesraan boleh tapi tidak juga harus didepan klien bukan.
"Kak". Zie menatap suaminya dengan jenggah "Lepaskan tanganmu dari pinggangku". Bisik Zie
"Tidak sayang. Dia harus tahu bahwa kau milikku". Balas Grabielle tersenyum tanpa dosa.
Tangan Gama terkepal kuat. Seperti nya ada yang tidak beres. Kenapa Grabielle dan Zie malah terlihat mesra.
"Selamat siang Tuan. Saya akan mempersentasikan kerja sama kita". Ucap Kenino membuka laptop nya. Sebenarnya ini tugas Zie tapi karena Grabielle takut istri nya dilirik dia menjadikan Kenino sebagai pengganti.
Kenino menjelaskan kerja sama mereka. Zie dan Mark tampak sibuk mencatat poin-poin penting.
Namun tidak dengan Grabielle dan Gama. Mereka berdua malah sibuk menganggumi kecantikan Zie. Grabielle sampai tak berkedip. Jika sampai Zie terlepas dari pelukkan nya maka pria itu akan menyesal seumur hidup.
Sesekali Grabielle menyelipkan anak rambut gadis itu saat rambut Zie menutupi wajahnya.
Hal itu semakin membuat Gama panas. Pria itu terlihat marah. Tapi berusaha untuk tidak mengeluarkannya. Dia tidak mau mengagalkan rencananya. Lihat saja nanti, dia akan membunuh John kalau sampai Zie tidak bisa jadi milik nya.
Meeting berlangsung singkat. Sebenarnya yang meeting itu hanya Kenino, Zie dan Mark. Sementara dua pria tampan itu malah sibuk dengan tatapan damba mereka pada Zie.
"Tuan, jangan pulang dulu. Setelah ini saya ingin mengajak anda dan Nona Zie makan siang bersama". Ucap Gama mencoba tersenyum simpul. Namun hatinya sudah mengumpat dengan kasar.
"Wahh jadi kita ditraktir?". Seru Zie. Kalau masalah makan dia selalu tak bisa menolak.
"Iya Nona. Silahkan pesan saja yang mana yang anda mau". Jawab Gama menawarkan matanya sama sekali tak beralih dari wanita cantik itu.
__ADS_1
Kenino dan Mark memilih keluar dari ruangan VVIP itu dan memesan makanan sendiri tidak mau menganggu privasi para Tuan-nya.
"Sayang kau mau yang mana?". Grabielle membuka buku menu.
"Kakak mau yang mana?". Zie bertanya balik
"Aku samakan saja denganmu sayang". Grabielle tersenyum simpul "Ingat jangan makan yang pedas-pedas". Ujarnya
Zie mengangguk patuh. Asam lambung nya memang suka kumat kalau makan yang pedas-pedas. Padahal makanan pedas termasuk makanan favorite nya.
"Bagaimana dengan magang anda Nona? Apakah sudah selesai?". Gama sekedar basa-basi.
"Lancar Tuan. Belum. Masih ada beberapa bulan lagi". Senyum Zie.
"Apakah anda mengalami kesulitan menyusun skripsi? Anda boleh menghubungi saya jika butuh bantuan". Gama tersenyum simpul. Dalam hati sudah berharap bahwa Zie menerima tawaran nya.
"Saya yang akan membantu istri saya Tuan Gama. Kebetulan saya paham tentang skripsi". Jawab Grabielle mewakili sambil merangkul bahu istrinya "Iya kan sayang?". Dia menatap Zie dengan mengedipkan matanya jahil.
"I-iya". Ucap Zie. Tapi hatinya kesal setengah mati.
Makanan mereka datang. Grabielle dengan jahil nya menyuapi istri kecil nya itu. Biar Gama lihat bahwa Zie adalah miliknya.
"Buka mulutmu sayang". Perintah Grabielle.
"Kak". Zie benar-benar tak enak hati.
Andai saja tidak ada Gama. Zie ingin rasanya mengajak suaminya itu baku hantam. Dia malu menunjukkan kemesraan nya didepan Gama.
"Iya". Ketus gadis itu.
Gama makan dalam diam. Dia memegang kuat sendok ditangannya. Hatinya panas. Matanya sudah merah menahan amarah. Katanya mau bercerai kenapa malah seperti saling mencintai dan tidak mau berpisah.
.
.
.
.
Zie mengerutu dengan mulut komat-kamit seperti baca mantra. Dia mengomel sepanjang jalan kenangan.
"Berhenti mengomel sayang. Apa kau tidak lelah berbicara terus?". Grabielle geleng-geleng kepala salut.
"Habisnya kau itu Kak, keterlaluan sekali. Aku habis pikir deh".
"Tidak habis pikir sayang". Ralat Grabielle
__ADS_1
"Alah sama saja. Kakak itu yaa bermesraan didepan Tuan Gama. Apa tidak malu, dia itu klien Kakak bagaimana kalau dia beranggapan buruk pada kita?". Omel Zie.
"Apa kau tahu siapa Gama sayang?".
"Tahulah. Pemilik Mahardika Group". Jawab Zie cepat.
"Bukan itu". Ketus Grabielle "Apa kau tahu kalau dia_".
"Mantan calon suamiku". Potong Zie.
"Jadi kau sudah tahu kalau Gama itu mantan calon suamimu?". Tanya Grabielle setengah tak percaya dan istrinya itu biasa-biasa saja.
"Tentu saja". Sahut Zie.
"Sejak kapan kau tahu sayang?". Grabielle benar-benar penasaran.
"Sejak Malika dirawat dengan sepenuh hati dan jadilah kecap manis untuk semua masakan". Jawab Zie asal.
"Sayang, suami mu bertanya serius. Kenapa malah membahas Malika?". Gerutu Grabielle.
"Habisnya Kakak itu cerewet sekali". Cibir Zie.
"Wajar dong suamimu ingin tahu sayang".
"Iya iya. Aku sudah lama tahu kalau dia mantan calon suamiku yang batal. Karena kalau jadi pasti bukan Tuan Teh Celup suamiku tapi Tuan Gam-gam". Celoteh Zie.
"Apa kau menyesal Sayang? Kau memiliki perasaan padanya?". Tanya Grabielle serius.
Zie menarik nafas dalam sangat dalam sedalam Samudera Atlantik.
"Untuk apa aku menyesal? Aku bahkan tidak bisa merasakan apapun saat bersamanya". Jawab Zie "Sudahlah Kak jangan berpikiran buruk tentang ku. Sekali pun Jungkook datang melamarku, aku akan tetap memilih mu. Jadi jangan khawatir kalau aku akan berpindah hati. Hatiku hanya milik suami Cassanova ehh salah maksud ku suami buleku". Zie menepuk bibir nya yang salah berucap
"Sayang". Grabielle memeluk gadis itu haru "Apa kau tidak merasa rugi menerima ku sayang? Secara kan aku sudah bekas wanita lain. Katamu aku ini Tuan Teh Celup dan suka celap-celup segala lobang". Ujar Grabielle.
Zie ngakak lagi. Ternyata suaminya ini memiliki daya ingat yang kuat juga ya?
"Ehem, Kak aku tidak masalah dengan masa lalu mu. Mau kau sudah mencoba jenis lobang apapun aku tetap cinta. Mau kau sudah meniduri anak presiden sekalipun aku tetap cinta. Hanya saja satu Kak jangan pernah ulangi kesalahan yang sama. Aku mencintaimu. Bagiku masa lalu mu adalah masa yang tidak penting untuk aku ingat dan aku menerimamu apa adanya". Senyum Zie "Jangan suka celap-celup sembarangan lagi ya Kak. Kasihan adik nya". Zie ngakak lagi.
Bukannya marah. Grabielle malah menarik wanita itu kedalam pelukannya.
"Terima kasih sayang". Grabielle benar-benar terharu.
Percayalah tidak semua orang bisa menerima masa lalu pasangan nya. Hanya mereka yang tulus mencintai yang bisa berdamai dengan masa lalu buruk pasangan.
Kenino tersenyum simpul. Tak menyangka gadis gresek seperti Zie ternyata dewasa juga dan memiliki cinta yang tulus.
Bersambung....
__ADS_1