
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Grabielle, Gama, Arthur, Kenino dan Mark sedang berada diruang kerja Grabielle. Tampak pria-pria tampan dengan sejuta pesona itu tengah sibuk dengan pembahasan mereka.
"Jadi Bibi Allena dibunuh oleh John?". Tanya Gama.
"Iya. Dan kami sudah melakukan beberapa penyelidikan, Tuan". Sahut Kenino.
Arthur terduduk lemah. Dia tidak tahu jika wanita yang dia cintai itu dibunuh. Dia juga tak menyangka akibat keegoisan dan ketamakannya, membuat Allena benar-benar menderita.
"Dad". Gama menepuk pundak Arthur "Apa kau baik-baik saja?". Tanya lembut.
Arthur menghela nafas panjang "Daddy baik-baik saja Son. Hanya saja Daddy merasa sangat bersalah". Ucapnya.
"Jangan menyalahkan diri Dad. Semua sudah terjadi". Ucap Gama.
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang? Kita harus segera menemukan John". Ucap Grabielle. Dia tidak tahu sebegitu rumit asal usul istrinya ini.
"Menangkap John". Sahut Gama.
Gama menyesal tidak menghabisi John waktu itu. Andai saja dia tahu dari awal siapa Zie, dia takkan melepaskan John dengan mudah.
"John sekarang berada di Jerman bersama Shiena. Aku rasa mereka sengaja bersembunyi disana". Ucap Grabielle "Dan masih banyak lagi misteri yang harus kita pecahkan. Aku yakin masih banyak yang tidak kita tahu". Ucapnya lagi.
"Lalu apa pertama-tama yang akan kita lakukan?". Tanya Gama.
"Aku akan mengirim anak buahku untuk mengawasi mereka disana. Jerman merupakan wilayah kekuasaan Paman Fillipo aku yakin kita bisa melacak keberadaan mereka". Ujar Grabielle penuh keyakinan.
__ADS_1
.
.
.
.
Hana dan Ester saling senggol-senggolan. Saat ini mereka sedang menemani Zie ditaman belakang Mansion mewah Myron dan Zevanya yang dulu menjadi salah satu Mansion termewah milik Fillipo.
"Zie". Hana meremes jemarinya. Dia gugup menatap Zie.
"Iya Kak kenapa?". Tanya Zie santai. Seolah tak terjadi sesuatu pada mereka.
"Kakak ingin menjelaskan sesuatu". Ucap Hana ragu-ragu.
"Maafkan kami sebelumnya". Ucapnya menunduk.
Zie menghela nafas panjang. Dia paling benci kata maaf dan dia juga tidak ingin mengingat semua yang telah dilakukan oleh ketiga sahabat nya itu.
"Lupakan Kak. Aku tidak ingin mengingat itu lagi. Aku ingin melupakan semuanya dan aku sudah memaafkan kalian". Sahut Zie.
Hana dan Ester berhambur memeluk Zie. Zie memang baik hati. Meski wanita ini selalu bersikap seperti anak kecil tapi sesungguhnya dia akan dewasa jika berada ditempat yang tepat.
"Ck, kalian ingin membunuh ku". Gerutu Zie.
Sontak Hana dan Ester melepaskan pelukan keduanya. Mereka menyeka air mata bahagia dan haru.
__ADS_1
"Terima kasih Zie". Ucap Ester tulus.
"Cinta kau sudah minum susu belum?". Zie mengalihkan pembicaraan. Dia tidak suka lagi mendengar kata terima kasih dan sudah basi baginya.
Ester menggeleng. Dia dan Gama sebentar lagi menikah tapi Ester takut jika Gama tidak bisa mencintainya. Dia tidak mau gagal dalam rumah tangga. Dia ingin bahagia seperti Zie.
"Sayang, susu nya". Grabielle langsung datang membawa segelas susu untuk istrinya itu.
Untuk sementara waktu Grabielle meminta Hana dan Ester tinggal di Mansion nya. Menemani Zie. Meski awalnya Grabielle sempat ragu karena orang jahat pasti bisa berbuat jahat lagi meski sudah bertobat. Namun Grabielle yakin bahwa Hana dan Ester sudah berubah.
"Terima kasih Kak". Zie menyambut susu dari gelas suaminya "Kak Gama mana?". Tanyanya
"Sedang mengobrol dengan Daddy". Sahut Grabielle.
"Istirahat yuk. Sudah malam".
Zie menggeleng "Aku ingin menemui Kak Gama". Ucap Zie "Ayo Cinta". Dia menggandeng tangan Ester.
Grabielle menghela nafas sambil mengalah. Kalau dia melawan, Zie pasti merajuk lagi seperti kemarin.
Bersambung....
Selamat tahun baru guys...
Maaf baru nonggol wkwkwkw....
Semoga sehat semua ya....
__ADS_1
GBu....