Istri Rahasia Ketua BEM

Istri Rahasia Ketua BEM
Jatuh Cinta Lagi


__ADS_3

"Kamu dekat banget dengan Adel," ucap Nara sambil meletakkan Syakila di kasur yang ada di depan TV karena dia tertidur sepanjang perjalanan. Perut kecilnya sudah kenyang dan baru saja mandi.


"Apaan sih, biasa aja kok. Aku dan Adel cuma teman. Kita sering bersama karena kerja," ucap Rendi berusaha memberitahu Nara. "Kamu cemburu?" Rendi melanjutkan perkataannya.


Nara masuk ke dalam kamar dan diikuti oleh Rendi.


"Kenapa aku nggak boleh cemburu? Aku istri kamu." Nara memanyunkan bibirnya karena merasa kesal dengan suaminya.


Rendi justru tersenyum kecil dan memeluk tubuh Nara dari belakang, kepalanya bersandar di pundak Nara sehingga membuat Nara geli.


"Kalau begitu, puaskan aku dong. Sudah lama kita nggak berhubungan. Aku pingin...." Pria itu membisikkan sesuatu yang membuat Nara tidak bisa menolak ajakannya.


"Kamu mah, bisa aja! Suka banget ngerayu deh!" ucap Nara dengan malu-malu.


Rendi pun memutar tubuh Nara sehingga kini mereka berhadapan. Nara sedikit malu karena pria itu terus menatapnya.


Perlahan, Rendi mendekatkan wajahnya ke arah Nara dan menyentuh bibir Nara dengan lembut. Dia terus menghisapnya hingga membuat Nara terpejam. Selagi Syakila masih belum bangun, mereka masih ada waktu untuk bersenggama.

__ADS_1


Rendi mendorong tubuh Nara ke kasur dan naik ke atas tubuh wanita itu. Sejak sering bertengkar, Rendi sama sekali tidak mood melakukan hubungan suami istri, dan inilah saatnya. Selagi Rendi masih menggebu, dan Nara juga terlihat cantik di mata Rendi.


"Aku belum mandi, Sayang. Bau keringat," ucap Nara sambil menahan Rendi untuk membuka pakaiannya.


"Tidak apa-apa, Sayang. Aku suka kalau kamu berkeringat." Rendi memuji istrinya, dan ini pertama kalinya Nara merasa bahagia karena dipuji oleh suaminya. "Kamu cantik banget hari ini, tubuh kamu juga jadi bagus." Rendi terus memuji tubuh wanita itu sambil membuka pakaiannya perlahan dan sesekali memberikan beberapa sentuhan kecil.


Nara juga sudah lama sekali tidak melakukan hubungan suami istri dengan Rendi karena moodnya juga jelek setiap hari, apalagi saat melihat Rendi.


Karena takut Syakila terbangun, Rendi langsung melancarkan aksinya dan membuka semua pakaiannya, lalu melakukan hubungan suami istri yang sudah lama tak mereka lakukan.


Karena Rendi dan Nara khawatir Nara hamil lagi, Rendi ejakulasi di luar agar Syakila tidak memiliki adik. Setelah berhubungan intim, Rendi tidur di samping Nara dan merasa terpuaskan.


"Kamu hebat banget, Nara," puji pria itu.


"Halah, kamu juga kok. Mungkin karena kita lama tidak melakukan itu ya? Makanya kita melakukannya lagi, dan rasanya cukup enak," ucap Nara dengan malu-malu.


"Iya, mungkin. Oh iya, ada cara agar kamu tidak hamil lagi dekat-dekat ini?" tanya Rendi tiba-tiba.

__ADS_1


"Hmmm, aku pernah dengar di internet ada yang namanya KB kalau tidak salah," pungkas Nara sambil membersihkan perutnya dari sisa milik suaminya.


"Ah ya. Program KB ya? Kita coba itu dulu ya. Jujur aja, aku belum siap jika kamu hamil lagi." Rendi menarik Nara ke dalam pelukannya, membuat jantung Nara berdebar, seolah jatuh cinta lagi pada suaminya. Inikah rasa jatuh cinta yang kedua kalinya?


"Iya, nanti aku cari di internet dulu," jawab Nara yang merasa nyaman di pelukan suaminya.


"Tadi siang ...." Rendi menghentikan pembicaraannya.


"Apa?" tanya Nara.


"Maaf ya, pasti Adel menyakiti kamu. Apalagi aku, pasti kamu marah sama aku," ucap Rendi sembari melihat ke arah Nara.


"Tidak apa-apa, pasti Adel orang kaya ya? Sikapnya begitu menggelikan," ledek Nara.


"Iya. Aku lebih sayang kamu karena kamu mandiri, ibu, dan istri yang hebat. Jadi, jangan cemburu, ya." Rendi mencium kening Nara dan membuat Nara merasa bahagia.


Jantungnya berdebar kencang, seakan jatuh cinta lagi pada suaminya. Sepertinya Nara jatuh cinta untuk yang kedua kalinya pada suaminya.

__ADS_1


__ADS_2