
Setelah kejadian itu, Rendi pun langsung dibawa ke rumah sakit dan diperiksa di sana. Tentu saja ia mendapatkan luka yang cukup parah, meskipun ia sengaja menerima pukulan dari wanita itu, namun tetap saja luka yang ia terima cukup parah.
Di rumah sakit, Adel setia menanti kekasihnya itu dirawat sampai benar-benar sehat. Namun, dengan begitu Nara jadi tidak bisa menjenguk suaminya.
"Rendi, kamu kenapa sih sampai sejauh itu buktikan bahwa kamu nggak salah? Kan bisa kamu klarifikasi aja langsung tanpa haru ngorbanin diri kamu kaya gini," ucap Adel yang terlihat sedih.
"Kalau nggak gini, aku yakin nggak bakal ada yang percaya sama aku, Sayang." Rendi mengusap rambut wanita itu dan tersenyum kecil, layaknya seorang yang selama ini paling benar. Padahal tidak sama sekali.
"Aku bukan nggak percaya sama kamu, aku cuma shock aja dengernya dan pastinya nggak percaya kalau kamu kaya gitu. Cewek pertama kamu kan aku," ujar Adel dengan wajah yang imut di mata Rendi.
"Iya, Sayang." Rendi pun tersenyum kala ia ditunggu oleh wanita yang begitu cantik.
__ADS_1
Berita tersebut pun langsung mencuat heboh, dan membuat semua orang langsung merubah opini mereka dan percaya bahwa Rendi adalah korban dari semua ini.
Tadinya, teman-teman Rendi ingin mengadukan hal ini kepada orang tua Evi, tapi ternyata Evi melarang mereka untuk memberitahu keluarganya, dan Evi janji akan membayar biaya rumah sakit milik Rendi. Hal itu membuat Rendi langsung merasa senang dan juga lega, karena dia tidak perlu keluar uang sedikitpun.
Keluarga Rendi pun tahu hal ini dan langsung pergi ke rumah sakit saat tahu bahwa putra mereka masuk rumah sakit. Namun, Rendi tidak tahu jika mereka benar-benar akan datang, bahkan bersama Nara.
"Rendi? Kamu kenapa, Nak? Astaga," ucap ibu tiri Rendi yang langsung menghampiri pria yang sudah seperti putranya sendiri dan langsung memeluknya dengan sangat erat.
Ayahnya pun turut khawatir dengan keadaan Rendi.
"Bapak sama ibu kok bisa tahu kalau Rendi ada di sini?" tanya Rendi yang sebenarnya juga terkejut, karena masih ada Adel di dalam. Dia takut jika semuanya akan terbongkar secara tidak sengaja lewat mulut kedua orang tuanya sendiri.
__ADS_1
"Nara yang beritahu kami, dia juga ikut panik saat kamu masuk rumah sakit," ujar ibu tiri Rendi sembari membawa Nara di belakang mereka.
Hal itu langsung membuat Rendi dan Adel langsung terkejut bukan main. Rendi terkejut karena istrinya bertemu dengan Adel, sedangkan Adel terkejut saat orang tua Rendi sudah dekat dengan Nara.
Di sana, Adel menatap Nara dengan tatapan yang begitu kesal, apalagi terlihat orang tua Rendi yang begitu menyayangi Nara layaknya anak sendiri. Meskipun sedikit lupa, namun Adel masih ingat jika wanita yang datang bersama dengan kedua orang tua Rendi adalah wanita yang dulu pernah, bahkan sering dia temui saat sedang bersama Rendi. Adel hanya tahu jika Nara adalah mantan Rendi, menurut pengakuan Rendi.
"Loh, Nak? Ini siapa?" tanya sang ayah kepada Rendi sembari menunjuk Adel.
Sontak hal itu langsung membuat Rendi gagap dan bingung harus jawab apa. Tidak mungkin dia memperkenalkan Adel sebagai pacarnya, namun, jika Adel hanya dianggap teman di depan orang tua Rendi, dia pasti akan marah.
Sedangkan Nara hanya tersenyum saja melihat situasi ini, seakan ia juga sudah merencanakan hal ini di depan Adel dan berniat menunjukkan kepada Adel bahwa dia bukanlah siapa-siapa selain selingkuhan Rendi.
__ADS_1