
"Ya Allah, auranya begitu kuat sekali." Azzam memejamkan mata, lalu membuka mata batinnya. Di depan sana, begitu banyak makhluk yang tengah duduk bersimpuh seraya mengatupkan kedua tangan. Entah siapa yang mereka tunggu.
Hembusan angin yang menerpa meremangkan bulu kuduk. Sensasi dingin menggigil menyusup menggelitik tulang. Aura yang begitu kuat menyebar, membuat Azzam harus menahan dirinya untuk tetap berdiri ditempat itu. Ia menunggu kehadiran sang pemilik kekuatan.
Siluet cahaya merah darah turun dari langit. Samar-samar nampak bayangan gelap berpendar berselimut kilatan putih. Sosok itu datang menghembuskan kekuatan yang luar biasa, bahkan Azzam terdorong beberapa langkah dari perbatasan gerbang dimensi.
"Selamat datang, Tuan Raja."
"Selamat datang, Tuan Raja."
Seruan para makhluk menggema melanglang buana. Gema itu menyadarkan Azzam akan niatnya datang ke tempat itu, tetapi melihat apa yang ada di depan sana. Pria itu, mencoba menunggu waktu yang tepat. Apalagi, kini dua alam telah berdamai.
__ADS_1
"Tuan Raja. Persembahan untuk ...,"
Setampah sesajen bertabur bunga tujuh rupa. Beraroma anyir, bercambur asap dupa yang menguar. Bagi para makhluk, sesajen itu manis dan nikmat, tetapi bagaimana manusia menjijikkan. Namun, tidak dengan Azzam. Dimana pria itu masih bersikap tenang, walaupun melihat segalanya.
Penantiannya menjadi live streaming proses penobatan raja iblis yang baru. Sorot mata sendu sedalam kegelapan. Bibir rapat membeku, dialah raja yang akan menggantikan Lucifer untuk memimpin alam gaib. Pangeran kedua yang berhasil menghancurkan tahta leluhurnya.
Ritual penobatan berakhir. Kemudian sang raja iblis mempersilahkan Azzam untuk masuk melewati pagar dimensi. Mata batin yang masih terbuka, membuat jiwanya berkelana. Ketika seorang manusia memasuki dunia lain bersama raga mereka. Maka, ketika tersesat, tidak seorangpun akan tahu keberadaannya.
Pertemuan antara Raja Iblis dan Azzam mengubah jalur kehidupan. Kedua pemuda dengan alam berbeda saling berjabat tangan. Hembusan angin yang menerpa mendadak tenang seperti sunyinya malam. Perdamaian mencapai akhir.
"Terima kasih telah menyelesaikan tugas dari beliau." ucap Raja Iblis kembali menerima kitab yang sebenarnya memang miliknya.
__ADS_1
Seluruh kisah, sebab dan akibatnya. Dia tahu segalanya, termasuk cara menyatukan atau memisahkan kedua alam. Selama ratusan tahun berkelana dari satu dimensi ke dimensi lain. Semua itu hanya untuk satu tujuan yaitu menyelesaikan rantai darah titisan Raja Iblis terdahulu.
Dialah, Pangeran Kedua yang tak lain adalah Gael. Kisahnya hanya dia yang tahu. Kapan semua dimulai dan berakhir. Bagaimana sepak terjangnya. Perpindahan dimensi, membuat Raja Iblis yang baru jauh lebih berpengalaman dan bukan hanya mengandalkan kekuatan dari energi persembahan.
Sementara Azzam hanyalah manusia biasa yang terpilih oleh takdir. Begitu juga dengan Bella dan semua orang yang terlibat menjadi dasar pembentukan perdamaian kedua alam. Kini tidak ada lagi perjanjian yang akan menyesatkan. Itu pemikiran seorang manusia.
Akan tetapi, di dalam dunia gaib. Jika tidak ada manusia yang tersesat karena terbelenggu ego, iri, dengki, serakah, dendam. Lalu, bagaimana keseimbangan alam akan terjadi? Sadar atau tidak. Dunia terus berputar sebagaimana mestinya.
Pertemuan itu begitu singkat hingga Azzam kembali ke pondok. Disepanjang perjalanan, tidak ada kegelisahan. Hatinya terus merasakan kehangatan. Bersyukur semua telah berakhir. Sementara ditempat nan jauh, seorang gadis menyeringai dengan pisau berlumuran darah yang tergenggam di tangan kanannya.
Suara erangan yang menggema membelah kesunyian di tengah rimbunnya pepohonan. Tatapan mata memicing dengan gumaman bibir bergetar. "Mati. Mati. Mati."
__ADS_1